Budaya kesenian Haderat yang memasyarakat di Fakfak.

Budaya kesenian Haderat yang memasyarakat di Fakfak.



Fakfakinfo,- Tifa Haderat, demikian sebutan umum masyarakat Fakfak pada sebuah alat musik perkusi yang bahannya terbuat dari kayu dan kulit hewan. Alat musik dengan bentuk bulat lalu bagian atasnya menggunakan kulit hewan ini sering digunakan oleh masyarakat asli Fakfak yang beragama muslim pada kegiatan – kegiatan penting seperti menyambut tamu, pesta pernikahan, dan hajat keagamaan lainnya.
Hal tersebut terlihat pada saat mengantar keluarga mereka  yang hendak menunaikan ibadah Haji ke tanah Suci Mekah, dimana terlihat setiap peserta dari rombongan haji yang akan berangkat ke Tanah suci  diantar dengan iring – iringan musik haderat dengan tari – tariannya.
Selain masyarakat asli Fakfak yang beragama muslim ternyata juga musik Haderat ini juga digemari  oleh warga pendatang Muslim yang telah hidup bertahun – tahun di daerah Fakfak. Mereka para pendatang Muslim juga sering menampilkan kesenian Haderat pada acara pernikahan,  juga  saat mengantarkan sanak keluarganya yang hendak menunaikan ibadah Haji ke Mekah Arab Saudi.
Sehingga kesenian Haderat ini telah menjadi suatu kebutuhan bagi warga muslim asli papua maupun para perantau muslim yang berdomisili di Fakfak hingga terlihat kesenian daerah ini telah sangat memasyarakat didalam kemajemukan masyarakat Kabupaten Fakfak. (**)
Air kitikiti “surganya pemancing”

Air kitikiti “surganya pemancing”


Fakfakinfo – Air Kitikiti, itulah sebutan masyarakat setempat untuk lokasi air terjun yang langsung jatuh ke laut. Selain memiliki keindahan air terjun yang indah, Air Kitikiti juga masih menyimpan keindahan bawah laut yang sangat indah, dengan terumbu karang yang indah dan berbagai jenis ikan yang sangat cantik.
Untuk  para penggiat pancing, Air Kitikitisudah bukan nama baru . hal ini di karenakan Air Kititkiti telah beberapa kali  di bahas di salah satu acara penggiat pancing di sebuah satasiun TV Nasional.
Bagi penggiat pancing, memancing di Air Kitikiti pastinya akan mendapat sensasi pancing yang sangat memuaskan, hal ini dikarenakan begitu banyak jenis ikan di Air Kitikiti mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar, baik ikan yang sering di dasar laut (Kerapu, Kakap, pari) pertengahan maupun ikan yang sering di permukaan (tenggiri, tuna) semuanya lengkap, mau menggunakan cara pancing dasar atau tonda(troling) pasti akan mendapatkan ikan.
Selain terdapat spot pancing yang sangat banyak, terdapat banyak pula spot untuk menyelam ataupun sekedar snorkling. Berbagai jenis ikan hias dengan beragam warna akan memanjakan mata penyelam  atau sekedar bersnorkle.
Air Kititkiti tidak hanya memiliki keindahan bawah laut yang indah, nuansa hutan heterogen akan  memanjakan mata kita sepanjang perjalan menggunakan Speed ataupun Long boat.
Untuk mencapai Air Kitikiti, dari pelabuhan Fakfak kita menggunakan speed atau long boat sekitar 3 jam perjalan. Biaya yang harus di keluarkan untuk sewa speed atao long boat kurang lebih Rp. 3,5 juta, biaya ini sangat sebanding dengan kepuasaan yang akan kita dapat di Air Kitikiti.
Anda tertarik untuk menikmati keindahan Air Kitikiti, kami tunggu kedatangan anda di Air Kitikiti.
(foto pancing :www. ombakselatan.wordpress.com)
Menikmati Sensasi di Kegelapan Goa Kokas

Menikmati Sensasi di Kegelapan Goa Kokas


Fakfak - Mengunjungi Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terasa belum lengkap jika Anda melewatkan kesempatan menelusuri sisa-sisa peninggalan Perang Dunia ke-II yang terdapat di kota ini. Tidak main-main, pada periode 1942/1945, Kokas pernah menyandang gelar sebagai kota basis pertahanan tentara Jepang melawan sekutu.

Sebagai kota basis pertahanan militer, Kokas tentu menyimpan berbagai peninggalan. Salah satu saksi bisu peninggalan peristiwa paling bersejarah tersebut adalah bangunan goa atau benteng Jepang yang terdapat di pusat kota Kokas. Sepintas, tidak ada yang istimewa dari bangunan goa di tepi laut ini. Dari luar, hanya terlihat tiga buah bungker pengintai berukuran tak lebih dari 4 meter persegi.
Namun, siapa menduga, di belakang bungker-bungker ini terdapat goa persembunyian sepanjang 138 meter yang mengeruk perut bukit. Sebagai lokasi yang dirancang menjadi pusat pertahanan militer, goa ini dibangun tepat mengahadap arah laut. Dari goa inilah setiap kapal sekutu yang merapat di perairan kota Kokas akan dengan mudah terpantau tentara Jepang.
Meski difungsikan sebagai lokasi wisata, uniknya kita masih bisa menyaksikan bentuk goa ini alami sesuai aslinya. Tidak ada yang berubah, kecuali pintu pagar di ketiga mulut goa. Tertarik menyusuri setiap sudut goa ini? Sedikit perlengkapan berupa pelita atau senter perlu Anda siapkan sebelum memulai penyusuran. Di kedalaman, goa ini benar-benar gulita. Cahaya matahari hanya mampu memandu hingga di bibir goa.
Namun, justru di sinilah letak sensasi menyusuri goa berada. Rasa penasaran tidak akan serta merta terjawab saat Anda memasuki goa. Dalam minusnya cahaya, Anda masih harus meraba dan mencari ‘kejutan’ di setiap sudut goa yang Anda lalui. Rasanya terlalu sayang untuk melewatkan setiap detail kemewahan lorong di dalam goa. Anda akan menjumpai banyak ruangan yang disekat menyerupai kamar tidur.
Puas menikmati penyusuran, Anda bisa melepas lelah dengan menikmati keindahan pemandangan laut dan tanjung di depan goa. Panorama yang membentang luas tersebut bisa Anda jumput dari atas sebuah bukit.
Tunggu apa lagi? Untuk menyambangi goa ini, tersedia angkutan luar kota dari terminal Fakfak menuju pusat kota Kokas. Sepanjang perjalanan 2 jam, Anda akan dihibur dengan sejuknya udara dan panorama bukit di belantara Papua. Cukup dengan merogoh kocek sebesar Rp 25.000, sekali jalan, Anda akan diantar hingga tiba di lokasi goa berada.
Sumber : kompas.com

Menguak Misteri Lukisan Darah – Fakfak

Bila mengunjungi tempat yang satu ini, anda akan merasa seperti berada di kota tua. Suasana yang berbeda dari tempat-tempat yang lain, membuat tempat yang satu ini menjadi unik untuk di kunjungi. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, tapi juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya. Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal.


Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.
Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia yang bertumpuk. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas Papua. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral. Untuk menuju tempat tersebut dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.

Sumber : Indobox

White Sand Beach in West Papua Fakfak

 Beautiful white sand beach is like paradise beach is located in the province of West Papua in the city rather Pala or also called the city Fakfak. To be able to enjoy the beauty of this island you can just rent a car from the city of nutmeg to the white sand beach within about 25 miles of white sand beach is still natural, so no one has been managing the natural beauty of this beach is maintained

  • Location: West Papua – Fakfak
  • Admission prices: -
  • Hours of Operation: -
  • Transportation: Rental Vehicles
Sumber : Worldisbeauty