Bagi-Bagi Sembako

Bagi-Bagi Sembako

Persit KCK Cabang XIV Kodim 1706/Fakfak Bagi-Bagi Sembako

 

Ketua-dan-Pengurus-Persit-KCK-Cabang-XIV-foto-bersama-dengan-penerima-Sembako-di-Kampung-Kiat.
Ketua-dan-Pengurus-Persit-KCK-Cabang-XIV-foto-bersama-dengan-penerima-Sembako-di-Kampung-Kiat.



KORANBOGOR.com. FAKFAK- Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Persit Kartika Chandra Kirana (KCK)  Ke-67 tahun 2013, Persit KCK Cabang XIV Kodim 1706/Fakfak melakukan bhakti sosial bagi-bagi sembako kepada kurang lebih 100 orang atau warga di Kampung Kiat, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Kamis (28/3).
Ketua Persit KCK Cabang XIV Kodim 1706/Fakfak, Ny. Ambarwati Gunung Bintoro mengawali sambutannya memberikan gambaran terkait sejarah berdirinya Persit yang awal diberi nama PKIT (Persatuan Kaum Ibu Tentara) yang lahir pada tanggal 3 April 1946 di Purwakarta, dimana dicetuskan oleh Ibu Siti Amina.
“Pada saat itu bapa-bapa tentara yang sedang berjuang dan korban karena tindakan penjanjah rumah sakit penuh, nah disitulah tersentuh pembentukan ibu-ibu PKIT yang sekarang diubah menjadi nama Persit, jadi ini sedikit gambaran buat kita,”kata Ny. Bintoro.
Tujuan bhakti sosial, kata Ny. Bintoro sebagai bentuk kepedulian Persit KCK Cabang XIV kepada warga Kampung Kiat dan kedapan akan dilanjutkan bahkan ditingkat dalam bentuk kegiatan lain yang akan dilakukan oleh Persit KCK Cabang XIV.
“Kenapa saya lebih memilih tempat ini (eko wisata ikan duyung,red) sebagai bentuk bhakti sosial, karena terus terang saja, hati saya tersentu, sebenarnya tempat ini adalah wilayah yang Tuhan kasih, suatu berkah dan kita patut syukuri,”ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Fakfak khususnya warga kampung Kiat patut mensyukuri karena kampung Kiat ini adalah tempat wisata yang perlu dilestarikan dengan baik sehingga banyak wisatawan manca negara atau dalam negeri bisa berkunjung ke kampung Kiat.
“Dengan adanya pelestarian eko wisata Ikan Duyung ini, maka bisa memberikan kontribusi selain kepada masyarakat di kampung Kiat juga Peningkatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Fakfak,”pintahnya.
 Sementara Siti Jena Hardui Tuturop, warga kampung Kiat mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan Pengurus Persit KCK Cabang XIV memberikan bantuan sembako kepada warga kampung kiat.
“Saya mewakili masyarakat kampung Kita yang menerima bantuan sembako mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, semoga Allah SWT membalas kembaikannya dan melindungi Ketua dan Pengurus Persit KCK Cabang XIV,”ujarnya.
 Ucapan terima kasih juga disampaikan Kepala Kampung Kiat melalui stafnya, Najamudin, Ia berharapan kegaiatan seperti dilanjutkan, bukan saja dilaksanakan oleh Persit KCK, tetapi juga organisasi lain atau Pemerintah Daerah. [try]
 

Tantangan Membangun

Kondisi geografis daerah yang sulit di Papua, namun dengan niat baik dan tulus untuk membangun daerah menuju sebuah perubahan tentu akan bermanfaat bagi kehidupan rakyat banyak, lebih khusus Kabupaten Fakfak. (SH)

Foto by S. Hegemur

Foto by Semuel Hegemur

Foto by Semuel Hegemur

 

Halaman Parkir Pasar Tambaruni Jadi Pasar Buah Durian dan Rambutan

FAKFAK – Dalam dua minggu ini musim buah durian dan rambutan telah tiba. Masyarakat Fakfak kini menjadikan areal parkir kenderaan roda dua dan roda empat di Pasar Tumburuni  disulap menjadi areal penjualan durian dan rambutan, hasil kebun masyarakat Fakfak.

Dari pantauan Bintang Papua siang hingga sore kemarin, pukul 15.30 WIT, para kampung Fakfak menurunkan durian dan rambutan dari kebun di gunung sebanyak bertruk-truk. Saat ditanyakan kepada  pemilik durian tersebut mengatakan bahwa durian mau dijual satu tali sebanyak 10 buah dengan harga Rp 20 ribu.
 “Ini saya jual Rp 20 ribu satu tali ada 10 buah. Pace mau beli kah, biar saya ambil yang baru turun langsung dari truk itu,” katanya sambil menunjukan durian miliknya diatas truk.

Disaat berbincang dengan sejumlah pedagang, selang beberapa menit kemudian, sejumlah dokter dari RSUD Fakfak bermunculan dan mencari durian kesukaannya. Kemudian memborong durian, setelah memborong durian, para dokter Fakfak ini lalu meminta kepada orang kampung untuk membuka durian dan para dokter ini pun makan durian sambil bercanda.

Sementara di ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Fakfak Taufik Heru Uswanas, S.Sos, M.Si bersama stafnya juga memesan durian dan makan sambil bercanda. Hal ini juga tidak luput sejumlah pejabat dari Setwan DPRD Fakfak, Pemda Fakfak dan lainnya. Semua duduk sambil makan durian.(mul/achi/l03 - Bintang Papua)

Sampai Maret, 10 Kasus Cabul

Perlu Sosialisasi UU Perlindungan Anak Di Bawah Umur

FAKFAK - Tindak pidana kriminal terhadap anak di bawah umur khusus percabulan di Fakfak tinggi. Dari data register Polres Fakfak tiga bulan terakhir dari Januari sampai Maret 2013 sudah terjadi 10 kasus cabul dengan korban anak di bawah umur. Tingginya kasus cabul di Fakfak ini membuat orang nomor satu di jajaran Polres Fakfak, AKBP. Rudolf Michael, merasa prihatin terhadap peningkatan kasus tersebut. 

Menurut Kapolres, AKBP. Rudolf Michael, untuk kasus cabul dengan korban yang masih dibawah umur tidak saja menjadi tanggung jawab jajaran Polres Fakfak sebagai aparat penegakk hukum di daerah ini. Tetapi juga tanggung jawab seluruh komponen masyarakat termasuk pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait dengan Undang – Undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak di bawah umur.

Polisi mempunyai tugas yang cukup luas sehingga untuk menekan angka kriminal terhadap anak di bawah umur harus menjadi tanggung jawab seluruh komponen dengan duduk bersama membicarakan pemecahan masalah ini sehingga anak – anak yang masih dibawah umur tidak menjadi objek kekerasan seksual yang terjadi selama ini,” tandas Kapolres kepada Radar Soorong, di ruang kerjanya.
Hal senada juga disampaikan salah satu hakim di Pengadilan Negeri Fakfak, yang cukup prihatin dengan tingginya kasus cabul terhadap  anak yang masih di bawah umur. Menurut salah satu hakim, yang tidak ingin identitasnya dikorankan, jumlah kasus yang ditangani Pengadilan Negeri Fakfak sebagian besar adalah kasus cabul dengan korban dibawah umur. Dikatakan, untuk menekan angka kasus percabulan dengan korban yang rata–rata masih di bawah umur hanya dengan cara memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait dengan Undang – Undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dibawah umur. 

Sebenarnya masalah ini menjadi tanggung jawab seluruh bersama terutama bagi pemerintah dengan melibatkan instansi terkait guna memberikan sosialisasi Undang – Undang nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan anak sehingga masyarakat akan lebih memahami tentang Undang – Undang tersebut serta ancaman hukumannya”.

Ancaman hukuman bagi mereka yang melakukan cabul terhadap anak dibawah umur cukup tinggi dan bila masyarakat sudah mengerti ancaman hukumannya tentunya tidak akan berbuat yang tersebut. Karena itu, untuk memberikan penyadaran bagi masyarakat, maka bagian hukum Setda Fakfak  harus melaksanakan program penyuluhan hukum dengan menggandeng instansi terkait agar masyarakat dapat mengerti dan memahami tentang Undangan – Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002.
Dari data yang diperoleh Radar Sorong, dari Unit PPA Reskrim Polres Fakfak, selama tiga bulan terakhir dari Januari 2013“ Maret 2013, telah terjadi 10 kasus percabulan dengan korban di bawah umur, dimana pelakunya adalah orang dewasa dan pelaku adalah orang yang ini berada disekitar korban. Bahkan ada orang tua kandung yang mencabuli anaknya yang masih di bawah umur hingga hamil dan kasus ini sementara ditangani Polres Fakfak dan pelaku yang merupakan ayah kandung korban sudah ditahan di Sel Polres Fakfak. (ric) - Radar Sorong 
Jaga Kelestarian Hutan di Papua

Jaga Kelestarian Hutan di Papua

Dengan melihat perkembangan saat ini, bahwa ada banyak investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Fakfak, maka kita harus cermat dalam menerima para investor tersebut. Khusunya yang berkaitan dengan pengolahan hutan. Karena jika salah pengolahannya maka hutan kita akan terkikis habis dan membuat lingkungan dan budaya menjadi rusak.
Untuk mencapai kemajuan  dan perkembangan suatu daerah memang membutuhkan banyak pengorbanan, namun jangan sampai hutan dan budaya yang dikorbankan.
Berikut ada artikel yang menarik tentang pengaruh kerusakan hutan terhadap budaya dan lingkungan yang terjadi di Kalimantan yang kami ambil dari majalah detik.com. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan kajian  kita mengenai dampak pengolahan hutan dan lingkungan yang terjadi di tanah Papua. Sumber :  HMS

Kejari Fakfak Periksa Proyek Dermaga Kokas Rp. 27 M

FAKFAK – Sedang sibuk-sibuknya melakukan penyelidikan dugaan kasus pembangunan dermaga pelabuhan di Distrik Karas dengan kerugian negara Rp 9 Miliar lebih dari proyek APBD Propinsi Papua Barat, kini tim Intel Kejaksaan Negeri Fakfak menemukan dugaan kasus pembangunan dermaga pelabuhan di Distrik Kokas dari proyek APBN dengan nilai Rp 27.791.000.000,-.



Tim Intel Kejari Fakfak yang dipimpin langsung Kasi Intel Kejari Fakfak A. Roni Santoso, SH, MH turun ke lapangan pembangunan dermaga pelabuhan di Kokas yang berjarak sekitar 25 km dari Kota Fakfak tersebut menemukan banyak kejanggalan.

Proyek yang dikerjakan sejak tahun 2012 hingga kini belum selesai tersebut, ditemukan oleh tim Intel Kejari Fakfak setelah mendapatkan laporan masyarakat menemukan papan nama Konsultan Pengawas PT Dylan Angerah Permai dengan kontraktor PT Suatri, proyek pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan laut Kokas, dengan waktu pekerjaan selama  210 hari dengan nilai proyek Rp 27.791.000.000,-.

 “Proyek ini adlaah proyek APBN karena itu kita masih terus melakukan penyelidikan dengan serius, apalagi kerugian negara cukup besar sedangkan pembangunan baru setengah. Ini memang harus diselesaikan secara hukum, dan kami akan tuntaskan,” kata Roni yang juga Plt Kajari Fakfak.

Kata pria asal Jawa Tengah ini bahwa, kasus ini juga sudah pernah diperiksa oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua Nikolaus Kondomo, SH yang juga mantan Kajari Fakfak yang turun melakukan pemeriksaan terhadap proyek ini. “Kita akan terus lanjutkan, kita tidak main-main dalam melakukan penyelidikan kasus ini. Karena itu kita akan pull data dulu semua saksi-saksi kita periksa setelah itu baru kita bisa tentukan tersangkanya siapa saja,” katanya. (mul/achi/l03-bintang papua)