Ketika Persipura Jayapura Bermain di Fakfak, Papua Barat

Ketika Persipura Jayapura Bermain di Fakfak, Papua Barat

13873376371780486208
Dukungan warga Fakfak kepada Persipura (sumber : Grup Face Book ACKF - Aku Cinta Kota Fakfak)
Baru-baru ini, tepatnya, Jumat, 13 Desember 2013, warga kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang selama ini miskin hiburan, benar-benar terpuaskan dengan diselenggarakan suatu even pertandingan sepakbola berkualitas tinggi, yang seumur-umur belum pernah diselenggarakan di sana. Itu adalah pertandingan sepakbola persahabatan antara Persipura Jayapura vs Perseman Manokwari.
Perseman Manokwari adalah juara Papua Island Cup 2013 yang baru saja diselenggarakan di Fakfak sejak 27 November – 5 Desember 2013. Peserta turnamen antar klub-klub sepakbola di Papua itu diikuti antara lain oleh Perseru Serui, Persiram Raja Ampat, PSBS Biak, Persinab Nabire, Perseman Manokwari, Persis Sorong, dan tuan rumah Persifa Fakfak.
1387213873952226393
Warga berjubel hendak memasuki stadion 16 November, Fakfak, untuk menyaksikan pertandingan persahabatan Persipura Jayapura vs Perseman Manokwari (foto: Adriel)
Persipura Jayapura datang dan bertanding dengan kekuatan penuh, antara lain ada Bio Paulin, Ian Kabes, Titus “Tibo” Bonay, Lukas Mandowen, dan kiper asal Korea Selatan Yoo Jae Hun.  Sedangkan top scorer ISL 2013 Boas Salossa meskipun ikut hadir, tidak turun main karena masih dalam keadaan cidera.
Pertandingan yang diselenggarakan di Stadion 16 November, Fakfak itu berakhir dengan skor 1-0 untuk Persipura. Gol semata wayang itu dicetak oleh Ricky Kayame.
Karena memang selama ini di Fakfak boleh dikatakan belum pernah ada pertandingan sepakbola yang diikuti oleh klub sebesar Persipura Jayapura, tak heran kalau pertandingan persahabatan itu disambut dengan sangat antusias oleh warga Fakfak. Stadion 16 November yang berkapasitas 15.000 penonton itu pula tak mampu menampungnya. Warga pun terpaksa menonton pertandingan itu dengan berbagai cara; memanjat panggar stadion, menaiki atap rumah-rumah di sekitar lapangan, termasuk cara yang membahayakan nyawanya, yakni memanjat tower tiang listrik! Apalagi ada kabar yang beredar bahwa panitia menjual karcis melebihi kapasitas stadion. Hal ini terindikasi dengan adanya sebagain orang, yang meskipun telah membeli karcis, tidak bisa masuk, karena stadionnya telah penuh.
13872140291033494036
Memanjat pagar untuk menonton (foto: Adriel)
13872141141124805536
Memanjat tower, beradu nyawa, demi menyaksikan Persipura (foto: Adriel)
Sayang sekali antusiasme warga yang begitu tinggi, dan kualitas pertandingan yang seharusnya tinggi pula itu, karena melibatkan juara ISL 2013 Persipura melawan Perseman Manokwari itu, tidak diimbangi dengan kualitas lapangan yang sangat buruk. Selain kontur tanahnya yang tidak rata, kualitas rumput yang jelek, juga kondisi lapangan yang sangat becek, mirip kubangan kerbau.
Seperti yang dikatakan oleh Asisten Pelatih Persipura, Mettu Dwaramuri seusai laga berlangsung “Syukur, puji Tuhan, karena anak-anak bisa memenangkan pertandingan tadi, mereka telah berjuang dan berusaha keras untuk menciptakan gol, kondisi lapangan yang buruk membuat pemain  kesulitan mengembangkan permainan.”
Meskipun demikian Persipura rendah hati, tidak sombong. Meskipun telah mempunyai nama sedemikian besar secara nasional, maupun internasional, Boas Salossa dan kawan-kawan tidak mengeluh apalagi menolak main dengan alasan lapangannya jelek. Mereka tetap bermain dengan serius layaknya bermain dalam suatu turnamen resmi.
1387214196374417953
Kondisi lapangan yang buruk (foto: Adriel)
1387214249748390655
Persipura tetap tampil serius meskipun hanya bermain di kota sekecil Fakfak, dengan kondisi lapangan yang buruk (foto:Adriel)
13872403551721333538
(foto: Adriel)
1387337700323491544
(sumber: Grup Face Book ACKF - Aku Cinta Kota Fakfak)
1387337853343199081
(sumber: Grup Face Book ACKF - Aku Cinta Kota Fakfak)
***
- Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari saudara saya di Fakfak.

Ketua DPRD Fakfak Resmi di-PAW

Dalam Rapat Paripurna Istimewa PAW dari Tiga Anggota, yang Hadir Hanya Satu Orang Saja

FAKFAK - Ketua DPRD Fakfak, Achmad Afit Rumagesan, SE, M.Si, dan dua anggotanya, Iskandar Tasa, A.Md, serta Ayuba Palembang, mulai hari Senin ini (16/12) sudah tidak lagi melaksanakan tugas sebagai Ketua maupun anggota DPRD Fakfak. Ketiganya, sejak Sabtu (14/12) sudah dilakukan pergantian antar waktu (PAW) melalui rapat paripurna istimewa DPRD Fakfak. Proses pemberhentian Ketua DPRD sebagai anggota dan Ketua DPRD Fakfak serta Iskandar Tasa dan Ayuba Pelembang dalam rapat paripurna istimewa DPRD Fakfak merujuk pada SK. Gubernur Papua Barat, tentang pemberhentian tiga anggota DPRD Fakfak masa bhakti 2009 – 2014.

Ketua DPRD Fakfak Achmad Afit Rumagesan, SE, M.Si, yang naik sebagai anggota DPRD Fakfak dan menjabat sebagai Ketua DPRD Fakfak atas hasil Pemilu Legislatif 2009 dengan jatah kursi Partai Persatuan Persatuan Pembangunan. Sedangkan Iskandar Tasa, A.Md, menjabat sebagai anggota DPRD Fakfak atas perolehan suara Partai Bintang Reformasi (PBR) pada pemilu 2009, begitupun Ayuba Palembang, menjadi anggota DPRD Kabupaten Fakfak dari hasil perolehan suara Partai Kedaulatan pada Pemilu legislative tahun 2009.
Dalam rapat paripurna istimewa Pergantian Antar Waktu yang dilaksanakan DPRD Fakfak pada Sabtu (14/12) selain memberhentikan Ketua DPRD Fakfak dan dua anggota DPRD Fakfak tersebut sesuai dengan SK. Gubernur Papua Barat tentang pemberhentian tiga anggota DPRD Fakfak.
Pada kesempatan tersebut, DPRD Fakfak juga melantik tiga anggota pengganti antar waktu (PAW), yakni M.G. Loklomin dari Partai Persatuan Pembangunan yang menggantikan kursi Achmad Afit Rumagesan, SE, M.Si, sebagai anggota DPRD Fakfak. Said Garamatan, dari Partai Kedaulatan yang menggantikan kursi Ayuba Palembang di DPRD Fakfak dan Matinus Farwowan, dari Partai Bintang Reformasi yang menggantikan kursi Iskandar Tassa, A.Md, di DPRD Fakfak.
Proses pemberhentian dan pelantikan tiga anggota PAW yang berlangsung di gedung sidang utama DPRD Fakfak, dari tiga anggota DPRD Fakfak yang hadir dalam rapat paripurna istimewa PAW hanyalah Achmad Afit Rumagesan, SE, M.Si, sedangkan dua anggota yang ikut di-PAW yakni Iskandar Tasa, A.Md dan Ayuba Palembang, tidak hadir mengikuti rapat peripurna sitimewa PAW.
Rapat paripurna istimewa dipimpin wakil ketua DPRD Fakfak, Godlief Hehakaya, SE dan didampingi Wakil Ketua Siti Rahma Hegemur dan Ketua DPRD, Achmad Afit Rumagesa, SE, M.Si, berlangsung aman tanpa adanya aksi – aksi protes dari massa pendukung ketiga anggota tersebut. Rapat paripurna istimewa PAW DPRD Fakfak juga dihadiri Wakil Bupati Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik, MTP serta unsur muspida dan para undangan lainnya. Wakil Ketua DPRD Fakfak, Godlief Hehakaya, SE, M.Si, dalam sambutannya, mengatakan, proses pergantian antara waktu tiga anggota DPRD Fakfak memang memakan waktu yang panjang dan bagi tiga anggota DPRD Fakfak yang telah dilantik dalam proses PAW disisa masa waktu kerja yang tersisa kurang lebih 9 bulan ini diharapkan dapat melaksanakan tugas – tugas dengan baik sesuai dengan amanat rakyat. (ric)
 
Anggota Dewan Ancam Kontributor Metro TV di FakFak‏ -

Anggota Dewan Ancam Kontributor Metro TV di FakFak‏ -


Anggota Dewan Ancam Kontributor Metro TV di Fak-Fak‏Saat itu Alex tidak berada di rumah, yang ada hanya kedua anak dan istri. Begitu melihat istri Alex yang berada di teras depan rumah tetangga, keempat orang tersebut langsung turun dari kendaraan dan menuju tempat dimana istri Alex berada. Sambil melontarkan kalimat mengancam dan akan membuh Alex dan hendak memukul istrinya. Karena ketakutan, istrinya bersama dua anak dan satu anak tetangga melarikan diri dan bersembunyi di jurang belakang rumah tetangga dengan kondisi kaki terluka. Melihat istri Alex dan anak-anaknya lari, keempat orang yang bersama dengan anggota dewan tersebut merusak pintu rumah Alex dan rumah tetangga. Selang beberapa menit polisi datang ke lokasi kejadian, tetapi keempat orang bersama anggota dewan tersebut sudah tidak berada di lokasi. Dan saat itu tidak sempat terjadi pemukulan, karena istri dan kedua anak Alex telah menyelamatkan diri dengan bersembunyi dijurang belakang rumah tetangga. “Istri saya cerita, mereka mendobrak rumah dan masuk ke kamar tidur. Bahkan rumah tetangga juga tidak luput dirusak. Mereka mengancam sambil teriak mau bunuh saya, dan akan memukul istri saya,” kata Alex Tethol kepada Jurnal Nasional, Jumat (13/12). Dari kejadian tersebut, Alex mengaku, kedua anak dan istrinya secara psikologi sangat terpukul dan masih merasa ketakutan yang luar biasa. Bahkan saat ini istri dan anak-anak masih ketakutan untuk keluar rumah. “Istri dan anak-anak saya masih trauma, sehingga tidak berani keluar rumah,” ujarnya. Ia mengaku saat ini dirinya dan keluarga masih diancam serta menjadi incaran anggota dewan tersebut dengan komplotannya. Dengan kejadian ini, Alex juga merasa tidak bisa bekerja nyaman untuk mencari nafkah bagi keluarga. “Ya jelas merasa tidak nyaman untuk bekerja,” imbuhnya. Menurutnya, anggota dewan tersebut marah karena dalam pemberitaannya beberapa waktu lalu yang dimuat Metro TV telah membeberkan ulah anggota dewan tersebut yang lantaran tidak punya uang untuk mebayar minuman keras (miras) terpaksa menjaminkan mobil dinasnya. Menurut Alex, dirinya telah melapor ke Polres Fak-Fak, namun anggota dewan tersebut kemudian memberikan laporan balik kepada polisi tentang pencemaran nama baik yang telah dilakukan Alex dalam peliputannya. Selain itu, peristiwa pengancaman ini telah dilaporkan juga kepada ketua DPC PPDI di daerah itu dan ketua AJI Papua. “Karena saya salah satu anggota AJI Papua, maka sudah saya sudah laporkan kepada pak ketua di Jayapura.” - 

KONTRIBUTOR Metro TV yang berada di kabupaten Fak-Fak provinsi Papua Barat, Alex Tethol diancam salah seorang anggota DPRD setempat, karena merasa nama baiknya sebagai wakil rakyat telah direndahkan. Anggota DPRD Fak-Fak itu bernama Abubakar Temongmere dari Partai Pembaruan Demokrasi Indonesia (PPDI). Dari keterangan Alex Tethol, anggota dewan tersebut pada Rabu (11/12) sekitar pukul 15.00 wit bersama empat rekanya menggunakan kendaraan mendatangi rumah Alex. 

See more at: Jurnas

Solidaritas Anak Mbaham Matta dari Karas Pulau Tiga Sampai Wamosan



Fakfak, Rencananya pukul 08.00 WPB akan dilakukan aksi demo; titik kumpul di panggung Terbuka depan rumah negara, kelompok aksi yang menamakan dirinya, Solidaritas Anak Mbaham Matta dari Karas Pulau Tiga Sampai Wamosan; namun aksi ini agak melenceng dari waktu karena kehadiran massa aksi yang terlambat. 
Selain itu dikarenakan tidak mendapat izin dari aparat kepolisian maka massa aksi inipun hanya berkumpul dan duduk-duduk di panggung terbuka tepat berada didepan rumah negara.  
Ada informasi bahwa bupati Fakfak setelah membuka kegiatan Pameran di jalan baru kemudian beliau telah berangkat dengan pesawat. 
Tujuan dari aksi ini adalah menanyakan kembali  khususnya Bupati Fakfak, jawaban dan  Komitmen Pemerintah Daerah Kab. Fakfak tentang aspirasi sebelumnya yang telah dimasukan, yaitu kelulusan untuk anak negeri. Selain itu untuk memastikan kapan hasil test diumumkan, kata "Amin Jabir Suaery.S.Pd, selaku koordinator aksi ini.

Berhubung hanya aksi ditempat dengan beberapa orasi-orasi dari anggota solidaritas yang hadir; akhirnya kelompok inipun membubarkan diri setelah sempat menyampaikan beberapa poin penting melalui pengeras suara, bahwa besok mereka akan melakukan aksi yang lebih besar dengan atau tanpa izin.(GH)