Protes Nasib Papua, Berteriak dari Balik Pagar Istana

Protes Nasib Papua, Seorang Pria Tiba-tiba Berteriak dari Balik Pagar Istana 

 Jakarta - Seorang pria bernama Paulus Aronggear tiba-tiba berteriak-teriak dari balik pagar Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat. Dia membawa secarik kertas yang disebutnya sebagai tuntutan 'orang asli Papua'.

"Saya sudah satu minggu menginap di sini. Ingin bertemu Presiden Jokowi untuk menyampaikan tuntutan ini," teriak Paulus, Jumat (15/5/2015).

Saat berteriak-teriak, Paulus tak langsung diamankan oleh Paspampres. Dia dibiarkan menyampaikan uneg-uneg selama beberapa menit sebelum kemudian diberitahu bahwa pintu masuk lewat Sekretariat Negara oleh salah seorang Paspampres.
"Saya menuntut kalau orang Papua masih miskin, tapi kenapa bangun jalan terus? Kita menuntut kesejahteraan, bukan jalan," teriak dia lagi.

Pemerintahan Jokowi-JK saat ini memang tengah gencar membangun infrastruktur. Tujuannya adalah agar distribusi barang lebih murah sehingga dapat menekan harga.

Paulus hanya seorang diri berteriak-teriak di pagar Istana. Dia mengaku datang dari Sorong, Papua Barat dan hanya membawa tas kecil.

Paulus juga tak menyebutkan asal dari organisasi yang menaunginya. Dia hanya menyebut bahwa dirinya merupakan perwakilan masyarakat Papua.

 Pria itu kemudian langsung diminta bergeser ke arah Sekretariat Negara oleh Paspampres. Namun hingga kini belum ada keterangan apakah pria itu dimintai keterangan atau tidak oleh Paspampres.

Ada pun secarik kertas yang dibawa Paulus bertuliskan seperti ini:

3 tuntutan orang asli Papua,

 
Kepada untuk Bapak Presiden dengan hormat

1. Dana OTSUS harus dibagi langsung atau dibangun perumahan bagi orang asli Papua.


2. Dana Otsus harus dibagi langsung kepada orang asli Papua dalam bentuk:

   1. Usaha orang asli Papua
  2. Kontraktor harus orang Papua setiap tahun dapat kucuran proyek untuk bersaing dengan kontraktor bukan asli Papua.
  3. Kesehatan orang Papua harus diperhatikan lewat dana Otsus dan harus dirujuk ke rumah sakkt kelas 1 lewat dana Otsus.
  4. Pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi harus gratis total lewat dana Otsus.
  5. Setiap tahun pemerintah beri jatah Otsus 60 persen untuk orang asli Papua masuk CPNS di setiap instansi.

3. Kami minta kepada Presiden Joko Widodo dengan adanya Otsus di tanah Papua:

1. Berikan kebebasan orang asli Papua untuk bebas berpolitik di tanah Papua yang kami cintai.
2. Dana Otsus dari tahun 2001, sesuai media massa Republika hari Senin, 11 Mei 2015, dana sudah dikucurkan Rp 57,7 T. Tapi toh kemiskinan di atas tanah Papua masih tertinggi dari daerah lain yakni 73,29 persen. Inilah yang terjadi saat ini.

Jakarta, 15 Mei 2015

Ttd

Paulus Aronggear

 Sumber : www.news.detik.com 

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :