Antisipasi Warga Ikut Gerakan Separatis, Kodim Jayapura Waspadai Jalur Perbatasan‏

 
Jayapura, GATRAnews- Jajaran Kodim 1701/Jayapura mengantisipasi sejumlah jalan masuk ke wilayah Papua Nugini dari daerah Skow Wutung yang terletak di Kota Jayapura hingga ke daerah lain yang terletak di Kabupaten Keerom.


Kepala Kodim setempat, Letkol Inf Anthonius Yoyok Pranowo mengatakan razia pelintas batas dan warga Jayapura yang akan masuk ke Papua Nugini akan lebih diperketat. Kegiatan ini akan dilakukan bersama dengan personil dari kepolisian setempat.

"Elemen masyarakat yang ingin mengikuti rangkaian kongres Melanesian Spearhead Group (MSG) khususnya dari anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), separatis politik dan separatis senjata yang ada di Papua mulai bergeser ke sejumlah jalan masuk untuk ke Papua Nugini. Kami sudah mengantisipasinya. Salah satunya dengan memeriksa ketat perijinan keluar-masuk lewat jalaur tersebut," katanya ketika ditemui di Jayapura, Jumat (18/6).

Komandan Kodim 1701/Jayapura, Letkol Inf Anthonius Yoyok Pranowo (GATRAnews/Khatarina Lita)
Seperti diketahui, MSG sebenarnya merupakan organisasi yang beranggotakan sejumlah negara-negara Melanesia untuk kepentingan kerja sama ekonomi. Indonesia sendiri termasuk sebagai salah satu anggota dengan status observer. Namun beberapa pihak di Indonesia menilai MSG juga dimanfaatkan gerakan separatis seperti KNPB.

Yoyok melanjutkan, sejumlah jalur legal untuk tembus hingga ke Papua Nugini ada empat jalur resmi yang terletak di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, diantaranya di daerah Skow-Wutung yang terletak di Kota Jayapura, kemudian di Kampung Yabanda, Kampung Komando yang terletak di DIstrik Waris dan didaerah Web. 
"Jalur ilegal atau biasa disebut jalan tikus juga banyak yang bisa dilalui ke Papua Nugini. Ada indikasi juga warga yang akan menghadiri MSG akan melalui jalur tersebut. Antisipasinya adalah aparat kami terus melakukan patroli pada jalur tersebut," ucapnya.

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige membenarkan bahwa pihaknya akan melakukan patroli bersama dengan TNI untuk mengantisipasi elemen masyarakat yang akan mengikuti kegiatan MSG di Pulau Solomon, Papua Nugini.

"Personil yang akan dilibatkan dalam sweping warga di jalur perbatasan itu dari Polres, Brimob dan personil Polda Papua. Kami berharap warga Papua mematuhi semua aturan yang berlaku di negara ini," jelasnya. MSG akan melakukan sejumlah rangkaian kegiatan di Honiara, Pulau Solomon-Papua Nugini. Kegiatan tersebut akan berlangsung 22-26 Juni mendatang.

Reporter: LLL
Editor: Nur Hidayat

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :