Mahasiswa Papua Serukan Perdamaian Tolikara di Festival Malioboro 2015

Tarian yang ditampilkan Mahasiswa Papua di Yogyakarta dalam Festival Malioboro 2015. Foto: MTVN/Patricia Vicka.
Tarian yang ditampilkan Mahasiswa Papua di Yogyakarta dalam Festival Malioboro 2015. Foto: MTVN/Patricia Vicka
Yogyakarta: Mahasiswa Papua di Yogyakarta ikut ambil bagian dalam Festival Budaya Malioboro 2015. Pada kesempatan itu, Mahasiswa Papua di Yogyakarta menyerukan perdamaian terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Tolikara beberapa waktu lalu.

Mahasiswa Papua ini membagikan surat perdamaian kepada penonton festival. Dalam surat itu mereka mengajak agar masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Yogyakarta untuk tidak memperbesar-besarkan situasi di Tolikara dengan komentar-komentar yang memperkeruh situasi.

"Kami minta semua masyarakat dan elemen masyarakat Indonesia khususnya di Yogyakarta, dan pihak asing jangan membesar-besarkan masalah ini. Masalah di Papua cukup di Papua saja dan jangan menyebar. Jaga kerukuan antar umat beragama," ujar Presiden perkumpulan mahasiswa Papua di Yogyakarta, Aris Yeimo pada Metrotvnews.com di Jalan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (25/7/2015).

Menurutnya, selama ini masyarakat Papua adalah masyarakat yang bertoleransi tinggi pada keragaman yang ada. "Kami punya 355 suku dan banyak agama di Papua. Hidup kami selama ini damai dan harmonis. Kasus Tolikara baru pertama kali terjadi dan menurut kami itu bukan kasus besar dan mudah diselesaikan. Tak perlu dibesar-besarkan," kata Aris.

Aris dan mahasiswa Papua lainnya meminta pemerintah dapat mengusut secara tuntas pelaku yang menimbulkan insiden di Kabupaten Tolikara itu. Tak hanya menyampaikan pesan lewat surat, mahasiswa Papua juga menyebarkan pesan damai melalui tarian.

Ada delapan orang muda-mudi Papua menampilkan tarian perdamaian dalam Festival Malioboro 2015. Dengan lincah mereka menggerakkan badan dan menghidupkan suasana malam jalan Malioboro dengan hentakan kaki dan gerakan tangan yang dinamis.

"Tarian ini kami tampilkan sebagai simbol ajakan perdamaian untuk kasus Tolikara. Ini tarian muda-mudi yang biasa ditarikan untuk menghilangkan stress dan penat selepas kerja," tutur mahasiswa Fakultas Teknis Universitas Wiyata Taman Siswa Yogyakarta ini.

Sebelumnya Dinas Pariwisata DIY bekerjasama dengan seniman dan masyarakat Yogyakarta mengadakan Festival seni Malioboro 2015. Festival berlangung dari Jumat 24 Juli hingga Minggu 26 Juli 2015 di Monumen serangan Umum 1 Maret jalan Malioboro Yogyakarta.
(DRI)

Sumber: http://m.metrotvnews.com/

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :