ULMWP; Sebuah Jalan Menuju Pasaran Buah Pala Internasional

Apner Hegemur _Pemimpin The United Liberation Movement for West Papua _ULMWP Wilayah Fakfak
The United Liberation Movement for West Papua  (ULMWP) yang di bentuk di Port  Vila Negara Vanuatu 06/12/14 tahun lalu  atas saran negara - negara Menanesia  yang tergabung dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) dan sekarang West Papua telah mendapat keistimewaan sebagai observer merupakan sebuah langkah maju yang amat penting bagi perekonomian masyarakat ribumi Papua dan lebih khusus Fakfak dengan komoditi buah Pala  yang selama ini tidak mendapat perhatian pemerintah dari sisi pemasaran sehingga menguntungkan pihak tertentu dan merugikan masyarakat pribumi tandas pemimpin ULMWP wilayah Fakfak yang lagi menunggu proses persidangan bersama ketiga rekannya.

Pulau ini memiliki catatan sejarah yang sangat kuat dengan tanaman buah pala.  Orang dahulu tidak datang cari emas atau apapun itu di atas tanah papua melainkan mereka datang mencari rempah-rempah dan itu adalah awal peradaban  di atas Tanah Papua.  Buah Pala memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi peradaban di orang papua,  buah Pala pulalah yang kemudian membuat semua orang diatas negeri ini menyebut pulau ini dengan sebutan nama "Papua" namun kenapa tanaman ini selalu di lupakan.?

Lebih lanjut Apner Hegemur mengatakan dengan masuknya ULMWP sebagai observer di MSG secara tidak langsung kekuasaan ekonomi politik  di Papua telah terbagi menjadi dua kekuasaan 50% (lima puluh persen)  di kuasai oleh Indonesia lewat dua provinsi di Papua  dan 50%  lagi di kuasai oleh The United Liberation Movement for West PapuaULMWP.
Sekarang ULMWP memiliki legitimasi hukum internasional untuk melakukan segala kontrak karya terhadap seluruh kekayaan alam di West Papua termasuk buah Pala di Fakfak.

Dulu mungkin investor atau lembaga pinjaman dunia tidak dapat memberikan pinjaman terhadap kami tetapi saat ini kami memiliki dasar hukum internasional untuk menjalankan Politik Ekonomi, karena Sekarang perjuangan kami tidak bisa di samakan dengan teroris atau organisasi terlarang sejenisnya yang menjadi musuh dunia. waktu lalu Indonesia memberikan stigma  itu terhadap perjuangan pembebasan kami tetapi tidak untuk saat ini

Ia lebih lanjut mengatakan investor asing sekarang berpikir dua kali apakah mau menanamkan modal di West Papua  lewat Indonesia atau lewat ULMWP untuk itu saya berpesan kepada masyarakat pribumi Fakfak untuk lebih giat mengembangkan tanaman buah Pala untuk menjawab permintaan pasar internasional nantinya

Ditanya soal berbentuk apa nantinya Negara West Papua;  ia mengatakan apapun bentuk Negara  West Papua yang jelas semua hak hidup dari prinsip-prinsip kemanusian akan di atur di dalam konstitusi Negara West  Papua termasuk hak memeluk Agama sehinga jangan mengaitkan perjuangan Papua dengan Agama tertentu atau suku tertentu yang kami perjuangkan adalah sebuah sistem Pemerintahan yang dapat melindungi segenap manusia yang berada di atas Tanah Papua tampa terkecuali entah dia orang Bugis, dia orang  Ambon, dia orang Jawa, atau orang  apa saja. kita semua memilik hak yang sama di atas kemerdekaan west Papua. Untuk itu saya mengajak semua masyarakat yang berada di atas tanah papua mari sama-sama bergandeng tangan memperjuangkan kemerdekaan West Papua

kita bisa lihat orang Tionghoa  _ Cina dan Timur tengah _ Arab mereka berada di Indonesia juga Papua sebelum Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda.  Apa setelah Indonesia merdeka mereka pulang? Tidak kan.! Hal yang sama juga akan terjadi di dalam alam kemerdekaan West Papua (Anak Mbaham)

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :