Ubah Pendekatan dalam Menyelesaian Masalah Papua

Ilustrasi - Arki Papua

RMOL. Situasi dan kondisi Papua saat ini harus menjadi perhatian serius Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Polhukkam yang baru. 

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (kontras) menilai situasi Papua sampai hari ini masih penuh dengan kekerasan dan tindakan pelanggaran HAM. 

"Pendekatan keamanan dan pembangunan yang digunakan seringkali kami perhatikan tidak memperhatikan aspek-aspek keadilan, penegakkan hukum. Sehingga menurut kami pendekatan hanya berbasis pembangunan dan keamanan justru menyulitkan penyelesaian Papua secara baik," ujar Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras Yati Andriyani di kantornya, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia mengharapkan Menko Polhukam yang baru, dalam menangani harus memastikan di Papua ada jaminan hak-hak demokratis bagi masyarakat agar bisa bebas berkumpul, berpendapat. Kemudian juga, akses jurnalis di Papua harus dipastikan dibuka, dan pemulihan bagi tahanan politik dan narapidana politik di Papua.

Kontras menilai Menko Polhukkam terdahulu, Tedjo Edhy Purdijatno tidak serius dalam menangani masalah Papua. 

"Nah sejauh ini di mata Pak Tedjo, kami tidak melihat satu upaya yang komperhensif, bagaimana menyelesaikan persoalan di Papua," kata Yati.

Menurutnya penyelesaian masalah Papua butuh koordinasi dari semua kementerian dan lembaga negara yang ada. Agar hak-hak demokratik, akses jurnalis, serta pemulihan Tapol dan Napol bisa dijamin.

"Dan penyelesaian masalah Papua menjadi lebih jauh dan lebih mudah, atau setidaknya peluangnya menjadi jauh lebih terbuka ketimbang hanya menggunakan pendekatan keamanan dan pembangunan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah," ujar Yati. [wah] 

Sumber :http://www.rmol.co

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :