31 Asprov PSSI Berkumpul, Nyatakan Tolak KLB Tim Transisi

Posted By Admin on Tuesday, 15 September 2015 | 18:30:00

31 Asprov PSSI Berkumpul, Nyatakan Tolak KLB Tim Transisi
Perwakilan 31 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI melakukan pertemuan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas sejumlah hal, di mana salah satunya terkait rencana penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).
Wacana Kongres Luar Biasa (KLB) oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora juga tak lepas dari pembicaraan. KLB itu sebelumnya direncanakan digelar akhir 2015 dengan agenda membentuk kepengurusan federasi sepak bola Indonesia.
"Ada perwakilan 31 Asprov yang hadir. Tiga Asprov terkendala datang karena persoalan transportasi, yaitu Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara. Kehadiran para Asprov untuk program PSSI, termasuk soal Pra-PON, Liga Nusantara, dan futsal," kata Mauris Tuguis, Sekretaris Asprov Maluku Utara dalam jumpa pers.
Beberapa perwakilan Asprov PSSI menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut. Ini karena Asprov PSSI tetap solid berinduk kepada PSSI dengan kepengurusan periode 2015-2019 yang terpilih lewat KLB di Surabaya, 18 April.
"Saya pikir itu bukan solusi. Sampai kapan pun federasi baru yang akan dibentuk tidak mungkin diterima FIFA. Itu angan-angan dan tidak mungkin. Posisi Indonesia memang digantung, tapi pengurus PSSI masih diakui," jelas Rocky Bebena, Sekretaris Umum Persipura yang mewakili Asprov PSSI Papua.
"Sebagai bagian dari PSSI, kami tetap konsisten dengan PSSI Pusat. Apalagi ditambah putusan PTUN yang sebelumnya memenangkan PSSI," kata Indra Armen Daris, Ketua Asprov PSSI Bali.
Sementara itu, Sekretaris Asprov Nangroe Aceh Darusallam, Chaidir, berharap Menpora, Imam Nahrawi tidak berkeras diri. Ia berharap Menpora mencabut pembekuan PSSI sehingga sepak bola Indonesia bisa berjalan lagi.
"Kami tidak terpengaruh dengan kemelut dari Menpora. Aceh tetap bersemangat setelah selesai konflik. Di Aceh tidak ada hiburan lain selain sepak bola. Sepak bola adalah idola. Kalau Menpora keras akan berbahaya karena berpotensi terjadi perpecahan bangsa. Apabila Menpora masih bersikap begitu, kami akan pilih cara lain."

Sumber : SportSatu
Blog, Updated at: 18:30:00