Masyarakat Migran : Kami Senang Boaz Main di Luar

Masyarakat Migran : Kami Senang Boaz Main di Luar

Jayapura, Jubi – Kepergian sang kapten Persipura Boaz Soloosa ke Pusamania Borneo FC banyak mendapatkan kritikan pedas dari masyarakat Papua pada umumnya, namun tidak sedikit juga yang mendukung langkah top scorer Indonesia Super League (ISL) dua kali tersebut untuk berlaga di Piala Presiden bersama Pusamania.
Penampilan Boaz di Piala Presiden pada leg pertama babak perempat final Piala Presiden 2015 sangat energik. Terbukti, pria asal Papua itu dua kali memaksa penjaga gawang Persib Bandung I Made Wirawan untuk mengambil bola dari dalam gawang.
Gol itu membuktikan ketajaman pemain asal Papua tersebut tidak hilang. Selama babak penyisihan grup, ia belum pernah mencetak gol sama sekali. Seorang Boaz yang 10 tahun membela Persipura butuh adaptasi untuk bisa berkolaborasi dengan pemain-pemain Pusamania Borneo FC.
Selain mencetak dua gol, pemain bernomor 69 tersebut juga kerap kali merepotkan barisan pertahanan Persib. Para pemain belakang skuat arahan Djajang Nurdjaman itu kocar-kacir menghadang pergerakan Boaz. Bahkan beberapa kali ia harus dijatuhkan saat membawa bola.
Salah seorang komentator di stasiun televisi yang menyiarkan langsung pertandingan antara Pusamania melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu mengatakan Boaz selalu dikawal dengan ketat. “Tanpa memegang bola saja dia dikawal dengan ketat, apalagi kalau Boaz memegang bola. Dia tipe seorang petarung tangguh dan tidak dapat diprediksi pergerakannya,” ujar sang komentator.
Ismail Marzuki, seorang warga Kota Jayapura, kepada Jubi, Sabtu (26/9/2015) mengatakan bahwa apa yang dilakukan Boaz Solossa dalah olahragawan sejati. “Kita tidak bisa menyalahkan Boaz secara utuh. Apa yang dia lakukan untuk menjaga kondisinya sebagai seorang atlit bola. Kenapa begitu? karena seorang atlit harus tetap bermain dan bermain bola sehingga sentuhannya tidak hilang begitu saja,” katanya.
Marzuki menammbahkan, Boaz dan juga beberapa pemain asal Papua yang berlaga dengan kostum lain menunjukan bahwa pemain bola asal Papua tidak boleh dianggap sebelah mata. “Saya yakin, walaupun mereka membela klub lain tetapi kepergian mereka atas dasar, saya orang Papua yang bisa menunjukan kepada masyarakat Indonesia bahwa kami orang Papua juga bisa bersaing dan bermain bersama masyarakat Indonesia yang lainnya di turnamen tersebut,” ujarnya.
“Ini suatu kebanggaan tersendiri. Dia bisa mencetak dua gol dan mempunyai beberapa assist kepada pemain lain. Ini menunjukan bahwa Boaz masih sebagai predator Mutiara Hitam yang patut diwaspadai di kancah sepakbola Indonesia,” katanya lagi.
Ditempat terpisah Albert Matatulla wartawan olahraga kontributor Trans 7 dan CNN Indonesia mengungkapkan bahwa Boaz Solossa adalah milik masyarakat Indonesia. Dia adalah salah satu pemain yang sangat berpengaruh di kancah sepakbola nasional. Apa yang dilakukannya saat ini patut diacungkan jempol.
“Saya menjamin bahwa ketika Pusamania bermain masyarakat Papua turut menontonnya. Mereka bukan menonton permainan Pusamania tetapi menonton anak-anak Papua yang bermain di klub tersebut. Ini bukan masalah Pusamania tetapi ini masalah Boaz Solossa, Ferinando Pahabol, Viktor Pae dan Teren Puhiri. Itu yang mereka nonton selebihnya tidak,” ujar Matatulla.
Sebelumnya, Ketua Umum Persipura Jayapura Benhhur Tommy Mano ketika diwawancarai Jubi pada, Kamis (10/9/2015) lalu mengatakan bahwa bukan hanya Boci tetapi untuk semua pemain Persipura bahwa manajemen tidak melarang pemain untuk bermain dimana saja, namun semuanya ini dikembalikan kepada hati mereka masing-masing.
“Saya tidak komentar hal ini. Semuanya kembali ke hati para pemain. Kami sudah memanggil semua pemain Persipura untuk membicarakannya, baik setelah putus kontrak dengan Persipura beberapa waktu lalu karena dihentikannya kompetisi. Jadi kalau pemain Persipura memperkuat tim lain di Piala Presiden, kami dari pengurus hanya mengembalikan kepada hati para pemain itu sendiri,” katanya.
Mano tak menampik apabila sang kapten tersebut mengalami cidera di Piala Presiden pihaknya tetap akan mengontrak sang pamain apabila kompetisi ISL yang digadang-gadangkan oleh PSSI akan dihelat pada November mendatang.
“Ini masalah, kalau dia cidera siapa yang bertanggung jawab? Dulu dia perkuat Timnas terus cidera kami (manajemen-red) yang mengurusnya. Sekarang kalau dia cidera siapa yang bertanggung jawab? Manajemen Persipura itu baik. Kalau dia cidera kami akan mengurusnya,” ujar Mano.

sumber : Jubi

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :