Persija Sepertinya Kehilangan Simpatik, Ini Buktinya

Posted By Admin on Monday, 21 September 2015 | 16:46:00

Persija Sepertinya Kehilangan Simpatik, Ini Buktinya

Indopos.co.id- Tim sebesar Persija Jakarta sepertinya kini kehilangan simpatik dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, salah satu orang tua pemain yang musim lalu mengenakan nomor punggung 24 tidak merelakan Sang Anak kembali ke klub ibu kota. Diduga alasannya karena Macan Kemayoran hampir bangkrut.

“Iya memang kemarin disuruh balik (ke Persija). Cuma waktu itu saya lagi sibuk di sini (Jayapura). Terus orang tua juga tidak ngerestu-in kalau balik ke Persija, makanya saya tinggal di sini saja,” kata Gilbert Richard Duaramuri kemarin.

Sebelumnya, Gilbert Duaramuri masih bersedia ke tim yang sudah 14 tahun tidak merasakan gelar juara Liga Indonesia (LI). Namun hal tersebut bisa saja terjadi kalau manajemen sudah lebih profesional dalam menjamin tunjangan tim. Sebab, pengurus klub kerap menggantungkan gaji para penggawanya.

Misalkan pada periode Januari hingga April 2015 lalu, upah kerja gelandang serang 22 tahun itu ditunggak manajemen hingga sekarang. Terakhir Gilbert mengaku gajinya masih ada dua bulan setengah lagi. Tapi, jumlah tersebut kemungkinannya berubah karena uang balas jasa sudah dicicil perlahan-lahan.

Memang tidak dipungkiri, manajemen kesulitan membayar gaji pemain karena rancangan bisnis klub tidak berjalan sesuai harapan. Contohnya dari penghasilan rate tv, penjualan tiket pertandingan dan pencairan dana sponsorship tidak maksimal didapatkan Presiden klub Ferry Paulus. Bahkan uang pribadi bekas GM Marketing Astra Group itu tidak jarang harus dipakai untuk menutupi utang klub.

Di sisi lain, awalnya laga persahabatan antara tim berlambang Monas kontrak AS Roma digadang-gadang untuk memberikan pendapatan klub. Tapi keadaan berubah total karena Srigala Roma tidak bisa bermain karena Indonesia masih disanksi FIFA. Kemudian keikutsertaan Persija berlaga di turnamen Piala Presiden 2015 demi melunasi gaji pemain hanya bisa meraup Rp 600 juta.

Hal ini menjadi tanda tanya besar, masalahnya ayah dari Gilbert, yakni Mettu Duaramuri saat ini bekerja sebagai asisten pelatih Persipura Jayapura. Artinya, kenapa putra tercinta dibiarkan menganggur begitu saja. Meskipun waktu itu Mettu sudah sempat menjelaskan bahwa Gilbert tidak bisa bermain di tim utama Persipura karena tim Mutiara Hitam itu bukan miliknya pribadi.

Ditambah lagi klub orang Papua ini terbilang lebih profesional jika dibandingkan dengan klub lain. Jadi, semua masih tergantung dengan keputusan pelatih kepala dan manajemen klub. Oleh sebab itu, Mettu berharap putranya bisa sukses di Persija dengan durasi kontrak lima musim sejak 2014 lalu kala skuat Ismed Sofyan masih ditangani Benny Dollo.

“Kenapa tidak ikut bermain di Persipura Jayapura, ya saya mau belajar dulu toh di klub-klub lain. Saya sendiri juga masih mau mencari pengalaman dulu dari klub yang berada di bawah,” ungkap midfielder yang pernah dipinjamkan ke PSBS Biak di tahun 2012.

Terlepas dari keadaan memprihatinkan tersebut, saat ini kesibukan yang dilakoni Gilbert hanya berlatih secara individu untuk menjaga kualitas kebugaran fisik. Tidak jarang ia berlatih dengan tim sepak bola yang berada di kampung halamannya, Jayapura. Klub tersebut bernama Remaja Bhayangkara Club (RBC).(agn)

sumber : Indopos.co.id
Blog, Updated at: 16:46:00