Mengintip Pabrik Sagu Tercanggih di Pedalaman Papua Barat

Pabrik Sagu modern milik Perhutani di Kais, Sorong Selatan. Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji.

Sorong: Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar mengunjungi pabrik sagu Perhutani di Kais, Sorong Selatan, Papua Barat. Dia bermaksud mengecek kesiapan pabrik yang rencananya dioperasikan mulai Januari 2016 mendatang.

Perjalanan menuju pabrik yang terletak di pedalaman tersebut bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, akses menuju ke lokasi masih terbatas, mengandalkan jalan raya seadanya  sekitar 235 kilometer dengan jalur yang naik dan turun.

Mustoha dan rombongan mulai bergerak dari Kota Sorong pada Senin (12/10/2015), sekitar pukul 09.00 WIT. Pertama, mereka menuju ke kantor Perhutani di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, dengan jarak sekitar 150 km dari Kota Sorong.

Sekitar pukul 13.00 WIT, rombongan tiba di Teminabuan. Istirahat sejenak, mereka kemudian bergerak ke Kais dengan jarak sekitar 85 km yang ditempuh sekitar pukul setengah empat.

Di ujung perjalanan, tim harus menghadapi jalan tanah sejauh 8 km yang penuh debu. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki kapal motor sekitar 15 menit untuk menyeberangi sungai Kais.

Sekitar pukul 17.00 WIT, akhirnya rombongan Perhutani tiba di pabrik. Terlihat, pabrik sagu dengan luas sekitar satu hektar telah berdiri megah dengan mesin-mesin canggih di dalamnya.

Di sekeliling pabrik, terlihat hutan belantara luas yang di dlamnya terkandung potensi sagu sebesar 500 ribu hektar. Sementara, di depan pabrik terbentang sungai Kais dengan yang mengalir deras.

Pada Selasa (13/10/2015), Mustoha mengecek kesiapan pabrik yang di dalamnya Perhutani berinvestasi sebesar Rp112 miliar. Dia menilai, sejatinya pabrik sudah siap beroperasi namun terkendali dengan sumber tenaga listrik.

Pabrik tersebut, kata dia, belum memiliki power plants guna menunjang produksinya. Dia berencana menggandeng PT Energi Management Indonesia (EMI) untuk mengatasinya.

"Kita akan berjalan, kami gandeng EMI. Rencananya (EMI) sanggup bangun power plants," kata Mustoha di Sorong Selatan, Selasa siang.

Dia menjelaskan, sementara power plants dibangun, operasional pabrik bakal mengandalkan diesel berbahan bakar solar. Namun, mereka membutuhkan depo BBM Pertamina untuk kebutuhan bahan bakar tersebut.

"Sambil bangun kita perlu depo untuk stok BBM. Akan kami upayakan, bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga Perhutani selama power plants belum ada untuk suplai bahan bakar," jelas dia.

Salah satu yang dia perhatikan adalah akses jalan menuju pabrik yang akan mengelola lahan seluas 15 ribu hektar milik pemerintah. Dia berharap jalur darat ditambah untuk memperpendek jalur air.

"Yang lain yang ingin kita pacu, jalan menuju pelabuhan 1,2 km kebetulan dari dermaga ke sini yang bertahun-tahun enggak pernah dipakai sayang kalau enggak dipakai. Itu perpendek jarak dari dermaga Kais ke kebun industri dibanding sekarang yang mutar," pungkas dia.
DRI

Sumber: http://news.metrotvnews.com

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :