Penyelesaian Adat Diwarnai Tangis Haru

Posted By Admin on Thursday, 8 October 2015 | 00:14:00

FAKFAK- Proses penyelesaian adat terkait pemukulan terhadap Wakil Ketua DPRD dan Ketua Banggar DPRD Fakfak Jumat lalu di Manokwari secara adat tuntas dan dapat diterima baik oleh pihak korban maupun pihak pelaku, kedua­nya tak kuasa menahan air matanya dan merasa penyesalan terhadap perbuatan yang sudah terjadi dilakukan khususnya terhadap pihak korban sendiri (Semuel dan Kelly-red).

Penyelesaian adat yang dimediasi oleh Kapolres Fakfak AKBP Muh. Yusuf selaku penanggungjawab kamtibmas dihadiri oleh Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, orang tua dari pihak korban maupun orang tua dari pihak mahasiswa sebagai pelaku pemukulan terhadap wakil rakyat, duduk adat ini dilaksanakan Selasa (6/10) bertempat Aula Anton Sudjarwo Fakfak dihadiri juga oleh segenap aparat Polres Fakfak.

Sebelum memulai dengan prosesi adat yang disepakati oleh kedua pihak terlebih dahulu mendengar pendapat masing-masing orang tua korban maupun pelaku, dimana mereka bersedia untuk menyelesaikan insiden ini secara adat, termasuk sepatah kata yang disampaikan oleh Kapolres Fakfak sebagai mediator penyelesaian perkara melalui sidang adat Mbaham Matta Fakfak.

Semua tokoh adat dan tokoh masyarakat serta orang tua dari kedua belah pihak yang hadir kemarin meminta kepada semua masyarakat agar tidak lagi terpancing dan terpengaruh dengan kejadian pemukulan terhadap Wakil Ketua DPRD Fakfak, pasalanya hal tersebut sudah ditempuh dengan cara adat dan tradisi leluhur yang ada di kabupaten Fakfak. Mereka menginginkan anak cucu kedepan harus sangat lebih mengenal satu sama lain dan jika ada masalah supaya disampaikan dengan cara yang baik-baik.

Untuk memulihkan kembali situasi akibat insiden tersebut pihak keluarga korban menyiap­kan beberapa persyaratan adat yang seharusnya menjadi tradisi mereka untuk setiap penyelesaian adat selalu ada diantaranya sejumlah gelang dan anting-anting emas daerah serta sejumlah uang agar mengikat kembali sema­ngat kekeluargaan dan persaudaraan diantara mereka.

Mereka juga sambil menanti penyelesaian adat disajikan beberapa cangkir kopi daerah serta sirih pinang untuk berbagi rasa satu sama lainnya sambil bercerita, bertukar pikiran untuk masalah pemukulan terhadap wakil ketua dewan tidak lagi terjadi dan oleh siapa saja harus diperlakukan dengan baik.Selanjutnya setelah mene­mui kesepakatan adat orang tua pelaku menyerahkan kepada orang tua korban sejumlah emas negeri dan sejumlah uang adat tentu dengan harapan insiden tersebut dapat diselesaikan secara tuntas dengan adat diwarnai isak tangis yang mengharukan atas musibah yang menimpa Wakil Ketua DPRD Fakfak.

Kapolres Fakfak, AKBP Muh Yusuf kepada wartawan mengatakan proses penyelesaian adat tersebut sebagai jembatan untuk menemukan kedua pihak dan dianggap semua permasalahan dapat diselesaikan secara tuntas.“Kedua pihak sudah menyatakan bersatu dan damai demi anak cucu mere­ka,” terangnya.

Sementara, Herman Hegemur, orang tua korban pemukulan wakil ketua DPRD Semuel Hegemur minta agar semua persoalan yang timbul harus damai karena semua memiliki satu moyang. Dirinya berharap kedepan budaya adat yang baik musti terus dijaga dan dipelihara sehingga damai untuk selamanya. Sementara Semuel Hegemur secara tegas mengatakan, sebelumnya BAP insiden tersebut sudah dicabut di Polres Manokwari dan atas kejadian ini dirinya berharap tidak lagi menimpa pejabat atau siapa saja, jika ada persoalan maka supaya disampaikan dengan baik. (ret)

Sumber: RadarSorong
Blog, Updated at: 00:14:00