Kuasa Hukum DONMA Desak Kapolres Fakfak Dicopot

Posted By Admin on Monday, 30 November 2015 | 16:01:00





Koordinator Tim Kuasa Hukum pasangan DONMA, Yan Christian Warinusi - Jubi/Dok.
Koordinator Tim Kuasa Hukum pasangan DONMA, Yan Christian Warinusi

Sorong, Jubi – Tim kuasa hukum pasangan calon bupati Kabupaten Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik dan wakilnya H. Abdul Rahman (DONMA) mendesak agar Kapolres Fakfak, AKBP Muhamad Yusuf dicopot karena diduga melakukan pembohongan publik.
Menurut Koordinator Tim Kuasa Hukum pasangan DONMA, Yan Christian Warinusi, Kapolres Fakfak, AKBP Muhammad Yusuf telah berbohong di salah satu media cetak yang terbit di Sorong, Sabtu (28/11/2015).

“Hal ini dilandasi bukti-bukti lapangan yang kami miliki dari sumber DONMA yang membuktikan, bahwa aksi pelemparan batu oleh massa pendemo pada hari Jumat (27/11) di dekat lokasi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak merupakan reaksi saja dari tindakan aparat kepolisian dan Brimob yang lebih dahulu menembakkan gas air mata ke arah pendemo yang diduga keras atas perintah Kapolres Fakfak tersebut,” katanya kepada Jubi, Minggu (29/11/2015).

“Inilah awal mula terjadinya aksi balasan dari massa dengan lembaran batu ke arah petugas, beberapa saksi mata terlebih dahulu terkena tembakan gas air mata, ada yang terkena di bagian wajah dan juga kaki,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, dari sisi hukum sebenarnya proses negosiasi yang tengah berjalan di dalam ruang rapat kantor KPU Fakfak antara kliennya, DONMA dan timnya dengan komisioner KPU Papua Barat masih berjalan baik dan saling pengertian. Namun tampaknya ada upaya pengalihan isu dan upaya pengalihan perhatian, seakan-akan tim pasangan DONMA dan pendukungnya yang melakukan kekacauan, sehingga aparat keamanan bereaksi begitu cepat. Mereka bahkan menembaki gas air mata secara ke arah massa yang berorasi.

Bahkan seorang anggota Polres Fakfak bernama Bripka Mulyadi telah melakukan kekerasan dengan memukul seorang warga sipil dengan menggunakan popor senjata hingga terluka kepala dan pelipisnya saat itu.

Sepeninggal anggota Polisi dan Brimob melepaskan tembakan gas air mata dan massa bereaksi membalas dengan lemparan batu, barulah terjadi pengejaran dan banyak warga sipil yang menderita luka-luka karena jatuh maupun ada yang terluka karena diduga keras dianiaya oleh aparat keamanan dari polisi dan Brimob saat kejadian tersebut.

Tindakan aparat keamanan dari Polres Fakfak maupun Brimob tersebut diduga sepenuhnya ada dibawa kendali komando Kapolres Fakfak, sehingga adalah pantas jika dia segera dicopot saja dari jabatannya oleh Kapolda Papua Barat, karena sudah berulang kali diperingati sebelumnya oleh Kapolda Papua Barat untuk bertindak persuasif dalam menghadapi pasangan DONMA dan tim serta pendukungnya selama ini.
Kuasa Hukum Pasangan DONMA sempat berkoordinasi dengan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs.Royke Lumowa yang sempat mengatakan bahwa dirinya sudah meminta Kapolres Fakfak untuk menahan diri dan mengendalikan anggotanya dalam pengamanan di KPU Kabupaten Fakfak tersebut.

Namun dengan insiden tersebut yang juga mengakibatkan jatuhnya korban di massa pendukung DONMA maupun aparat kepolisian setempat, maka yang bertanggung jawab haruslah Kapolres Fakfak dengan taruhan jabatannya tersebut, karena dapat dinilai sangat tidak mampu mengedepankan cara-cara yang lebih persuasif dalam menangani aksi yang awalnyaberlangsung dengan sangat damai tersebut.

“Secara hukum kami sudah melaporkan tindakan aparat keamanan di bawah kendali komando Kapolres Fakfak tersebut yang diduga keras sudah memasuki ranah pelanggaran HAM berat berdasarkan amanat pasal 7, pasal 8 dan pasal 9 undang-undang nomor 26 tahun 2000 kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan berbagai institusi hak asasi manusia di tingkat internasional,” jelasnya.

Kapolda Brigjen Pol Royke Lumowa ketika dikonfirmasi Jubi belum mengambil langkah karena kasus tersebut harus diselidiki dengan hati-hati.

“Kami harus hati-hati, semua pihak akan kita kumpulkan keterangan,” katanya. (Niko MB)
Sumber: : Tabloidjubi.com
Blog, Updated at: 16:01:00