Langkah Hukum Pasangan DONMA Di Kabupaten Fakfak

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtf1/v/t1.0-9/12046934_1676473505917095_6419225262226021182_n.jpg?oh=0f945fe08f7600b03ac9697188bb6b59&oe=56ADBEB6Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Fakfak, Drs.Donatus Nimbitkendik dan Hi.Abdul Rahman (DONMA) dengan nomor urut 2 (dua) pada Pemilukada Kabupaten Fakfak Tahun 2015 telah mulai melakukan beberapa langkah hukum terkait Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak Nomor : 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keputusan KPU Fakfak Nomor : 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon sebagai Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Tahun 2015, tanggal 26 Oktober 2015.

Selaku Kuasa Hukum dari Pasangan DONMA yang telah memperoleh nomor urut 2 (dua) berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak Nomor : 3 Tahun 2015 tanggal 18 September 2015 tentang Pengundian Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati Fakfak dan Calon Wakil Bupati Fakfak Tahun 2015 tanggal 18 September 2015.

Dengan ini kami sudah melakukan penyampaian keberatan dan permohonan penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah kepada Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kabupaten Fakfak pada tanggal 29 Oktober 2015 berdasarkan Peraturan badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nomor 8 tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Bahwa oleh sebab itu, para klien kami saat ini sedang menunggu undangan resmi dari Panwaslu Kabupaten Fakfak untuk penyelesaian sengketa sesuai dengan permohonan kami dan tentu dapat diawali dengan musyawarah diantara klien kami dengan KPU Kabupaten Fakfak.

Dari sisi hukum, kami memandang bahwa tindakan hukum KPU Kabupaten Fakfak ketika menetapkan klien kami sebagai pasangan calon peserta Pemilukada Kabupaten Fakfak Tahun 2015 berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Fakfak nomor : 2 Tahun 2015 tanggal 17 September 2015 adalah sudah sangat tepat, proporsional dan legal menurut hukum.

Hal ini disebabkan karena sebenarnya tindakan KPU Kabupaten Fakfak sudah sesuai dan sejalan dengan isi ketentuan dalam pasal 42A Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serta PKPU Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 9 Tahun 2015.

Bahkan dari fakta-fakta yang ada, kami menduga kuat adanya unsur pelanggaran hukum dari sisi pidana maupun etik yang melibatkan 2 (dua) orang anggota Panwaslu Kabupaten Fakfak atas nama saudara Dihuru Deckry Radjaloa, SP dan Gzali Letsoin, S.Sos yang"membuat" Keputusan Panwaslu Kabupaten Fakfak Nomor 001/PS/­PWS.FKF.34.03/IX/­2015 TANGGAL 29 September 2015 yang menyatakan klien kami "gugur" penetapannya sebagai pasangan calon peserta Pemilukada Kabupaten Fakfak Tahun 2015.

Semakin aneh lagi karena setelah kedua anggota Panwaslu Kabupaten Fakfak tersebut menjatuhkan keputusan tersebut, hingga saat ini sudah lebih dari 40 hari mereka berdua tidak berada di Fakfak dan tidak menjalankan tugas dan kewajibannya selaku anggota Panwaslu Kabupaten Fakfak.

Lucunya, justru saat kami selaku Tim Kuasa Hukum pasangan DONMA mendatangi Kantor Panwaslu untuk menyerahkan kelengkapan dokumen permohonan kami dan meminta nomor registrasi penyelesaian sengketa.

Namun demikian sehari sebelumnya sudah muncul sebuah surat bernomor : 047/PANWASLUKADA/XI/­2015 tanggal 01 November 2015 dengan tempat surat di Fakfak yang berisi tidak dapat diregister kepada klien kami menyangkut permohonan penyelesaian sengketa yang kami ajukan.

Surat tersebut ditandatangani oleh saudara Gazali Letsoin, padahal dia secara fisik dan fakta sedang dan sudah tidak berada di Fakfak selama ini serta memakai cap stempel Ketua Panwaslu Kabupaten Fakfak.

Kami menduga kuat keluarnya surat ini terjadi atas peran dan tindakan dari Sekretaris Panwaslu Kabupaten Fakfak, Muhammad T.Patiran, S.Sos serta salah satu stafnya di sekretariat Panwaslu Kabupaten Fakfak yang akan kami tindak lanjuti secara hukum berdasarkan Undang Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah.

Berkenaan dengan itu, kami telah mengambil langkah hukum atas tindakan kedua staf dan pimpinan Sekretariat Panwaslu Kabupaten Fakfak tersebut yang terkesan sangat tidak netral sama sekali.


Peace,

Yan Christian Warinussy

Advokat dan Pengacara Pembela HAM di Tanah Papua/Kuasa Hukum Pasangan DONMA .-

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :