Tutup Freeport dan Gelar Referendum di West Papua

TUTUP FREEPORT DAN GELAR REFERENDUM DI WEST PAPUA

Press Release:

Untukmu para penjajah Indonesia dan imperialis perampok Amerika Serikat! Bangsa Papua yang kalian jajah dan jarah, dengan penuh rasa sakit hati, kami sampaikan kepada anda sekalian, bahwa kami heran, jijik, dan muak memandang kalian yang bertingkah persis binatang liar yang bersikuku di kebun milik kami.

Dari kisruh kontrak karya PT. Freeport Indonesia dengan jelas kalian menunjukan watak alamiah dari kolonialis dan imperialis yang hanya memiliki nafsu menguasai dan menguras sumber daya alam milik bangsa-bangsa yang sedang tertindas di dunia.

Sikap kami jelas: kami tidak berdiri dalam golongan kalian untuk mengkompromikan untung rugi dari hasil penjajahan dan perampokan ilegal atas sumber daya alam kami. Anda pun tahu, penderitaan bangsa Papua selama setengah abad lebih ini adalah ulah kalian. Tidak ada satupun peluang dan jaminan kehidupan yang baik dibawa Freeport AS dan penguasa kolonial Indonesia. Kami tidak akan terpengaruh, untuk yang kedua kalinya, dalam drama konspirasi penguasa kolonial Indonesia dan Imperialis Amerika Serikat.

Kami hanya menuntut hak penentuan nasib sendiri yang telah disabotase secara ilegal pada tahun 1969 oleh Imperialis Amerika Serikat dan Kolonial Indonesia demi kehadiran Freeport McMorand di teritori West Papua pada tahun 1967. Freeport adalah alasan utama dari sandiwara pelaksanaan PEPERA 1969, yang tentu, secara jelas, melanggar prinsip-prinsip hukum dan HAM internasional. Karena itulah kami meminta Freeport berhenti beroperasi di West Papua, sebelum penuntasan status politik West Papua secara tuntas, demokratis, dan damai, sesuai prinsip-prinsip universal yang benar dilakukan melalui referendum.

Kami menolak segala keterwakilan parsial, yang mengatasnamakan bangsa Papua di teritori West Papua untuk terlibat dalam kompromi ekonomi politik bersama para penindas kolonial dan kapitalis. Sebab, segala hal yang menyangkut kerja sama ekonomi politik diatas teritori West Papua sepenuhnya berada di tangan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) selaku mediator perjuangan bangsa Papua, yang sedang berjuang untuk penentuan nasib sendiri.
Jayapura, 23 November 2015


Victor F. Yeimo
Ketua Umum KNPB
Tutup Freeport dan Gelar Referendum di West Papua Tutup Freeport dan Gelar Referendum di West Papua Reviewed by Fakfak on 17:49:00 Rating: 5
Powered by Blogger.