Boaz Solossa Gabung Pusamania Borneo FC

Boaz Solossa Gabung Pusamania Borneo FC


Boaz Solossa Gabung Pusamania Borneo FC
Boaz memperkuat PBFC di Piala Presiden
Boaz menegaskan dia memperkuat PBFC hanya untuk Piala Presiden.
Kejutan terjadi jelang turnamen Piala Presiden 2015. Menyusul, Boaz Solossa yang memutuskan untuk bergabung dengan Pusamania Borneo FC di turnamen tersebut. Hal itu diakui pemain asal Papua itu.
Boaz pun mengungkapkan, sebenarnya ada dua klub lain yang juga menginginkan jasanya, yakni Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Namun, lantaran PBFC berasal dari wilayah Indonesia Timur dan akan bermain di Makassar, membuat penggawa Persipura Jayapura itu lebih memilih klub yang dipimpin Nabil Husein Said Amin tersebut.
"Persipura selalu di hati saya dan teman-teman. Secara pribadi saya minta maaf kepada seluruh masyarakat, saya tidak meninggalkan persipura. Saya hanya membantu tim PBFC di turnamen Piala Presiden, Persipura selalu di hati saya," kata Boaz.
"Saya tidak ada target apa-apa, pada prinsipnya saya membantu tim PBFC sampai di mana perjuangan terakhir," tambahnya.
Pemain kelahiran Sorong, 16 Maret 1986 ini pun menuturkan dirinya sudah bertemu manajer Persipura, Rudi Maswi, untuk membahas hal ini.
"Dan jawabannya kami pemain sudah bebas kontrak. Tapi saya tetap pemain Persipura, dan memperkuat PBFC hanya untuk Piala Presiden. Setelah itu, saya akan kembali ke Jayapura," tegasnya.
Terkait dengan persyaratan dari pihak promotor Mahaka Sports and Entertaiment untuk semua pemain harus punya izin klub, Boaz mengaku sebelumnya izin klub dibutuhkan. Tapi, pihak Mahaka sudah mengkonfirmasi dan menginformasikan kepada pemain tidak masalah dengan izin klub.
Diketahui, sejauh ini sudah ada beberapa pemain Persipura memperkuat klub lain di turnamen Piala Presiden 2015. Di antaranya, Zulham Zamrun di Persib Bandung dan Lancine Kone yang membela Arema Cronus.
Sementara Ricardo Salampessy yang menjadi incaran Persebaya, Arema, dan Persija, lebih memilih tinggal di Jayapura dan melakukan aktivitasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura.(gk-58)

Sumber : Goal.com
Jangan Membungkam Keluarga Korban Penembakan Mimika

Jangan Membungkam Keluarga Korban Penembakan Mimika

Salah satu korban yang ditembak oleh dua oknum TNI di Timika saat acara pukul Tifa. Jubi/Dok
Salah satu korban yang ditembak oleh dua oknum TNI di Timika saat acara pukul Tifa. Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Pasca penembakan oleh oknum anggota TNI di Mimika, Papua yang menyebabkan dua warga sipil menginggal dunia, dan beberapa lainnya terluka, menuai respon dari berbagai pihak, termasuk para anggota DPR Papua.
 
Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum, dan HAM, Laurenzus Kadepa mengatakan, pihak terkait jangan berupaya membungkan keluarga dan korban penembakan. Biarkan korban dan keluarga korban menyampaikan kejadian yang sebenarnya.

“Beri kebebasan kepada keluarga korban dan keluarga korban berbicara. Jangan ada upaya membungkam mereka. Biarkan keluarga korban menentukan tempat bagi pemakaman kedua jenazah. Tidak boleh ada penekanan, atau pemaksaan kepada keluarga korban,” kata Kadepa via pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu (30/8/2015).

Katanya, meski mendukung pernyataan Kapolda Papua dan Uskup Timika yang menyebut pelaku akan diproses hukum, namun butuh bukti. Apakah benar nantinya pelaku akan diproses atau tidak.
“Berdasarkan pengalaman di Papua selama ini, negara tak bisa menyelesaikan satupun kasus. Terkadang, proses hukum tak pernah ada, dan berakhir kekecawan pada keluarga korban,” ucapnya.
Menurutnya, penembakan di Paniai, Yahukimo, Dogiyai, dan Tolikara adalah contoh kasus, yang masih belum dipertanggung jawabkan oleh negara, dan kini muncul lagi kasus Mimika.

Sebelumnya, seorang oknum TNI di Mimika, Papua diduga menembak sejumlah warga, Jumat (28/8/2015). Informasi yang didapat Jubi dari sumber yang tak mau disebutkan namanya, aksi itu terjadi di Jalan Koperapoka, Timika sekira pukul 02.35 WIT.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel (Inf) Teguh Pudji Raharjo membenarkan kejadian itu. Namun menurutnya, korban yang terkena luka tembak berjumlah empat orang, dua diantaranya meninggal dunia.

” Korban adalah Imanuel Mairimau (23 tahun) meninggal dunia, Yulianus Okoare (23 tahun) meninggal dunia, Martinus Apokapo (24 tahun) luka di pinggang kiri, dan Martinus Imaputa (17 tahun) luka di kaki. Kejadian di Jl. Bhayangkara, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Ketika itu, Sersan Satu (Sertu) As, dari Kodim 1701 Mimika dikeroyok massa, ketika ia berniat menjemput Sersan Kapala (Serka) Makher yang saat itu dikeroyok massa di Koperapoka,” kata Teguh Pudji Raharjo via pesan singkatnya kepada sejumlah wartawan, Jumat (28/8/2015). (Arjuna Pademme)

Sumber :http://tabloidjubi.com/
Tidak Hanya Aman, Kapolda Papua Ingin Pilkada di Bumi Cenderawasih Berintegritas

Tidak Hanya Aman, Kapolda Papua Ingin Pilkada di Bumi Cenderawasih Berintegritas

Kepolisian mempunyai tugas berat dalam menjaga kedamaian pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 di Indonesia. Begitu juga dengan kedamaian Papua, Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterwap berharap proses pelaksanaan tahapan Pilkada 2015 di tanah Papua dapat berjalan lancar dan damai.

Demikian disampaikan Brigjen Paulus di hadapan peserta deklarasi Kampanye Pilkada Damai, di Distrik Sota, Merauke, Papua, Kamis (27/8), seperti dilansir dari laman kpu.go.id.

"Kita semua adalah anak bangsa, kita sepakat hadir di titik nol perbatasan RI-PNG ini pertanda kita juga bersepakat untuk menjaga kedamaian Pilkada di tanah Papua. Kita jaga juga keutuhan negara ini, dari Aceh sampai tanah Papua. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa mengisi dan melanjutkan kemerdekaan dengan penuh semangat dan optimisme," kata Brigjen Paulus.

Kapolda Papua pertama yang juga putra asli dari bumi cenderawasih tersebut mengingatkan kepada para calon pemimpin bahwa masih banyak masyarakat di tanah Papua membutuhkan bantuan. Pemimpin itu harus bisa membuat masyarakat Papua disejajarkan diri dengan masyarakat lainnya di Indonesia. 42 paslon bupati dan wakil bupati ini harus mempunyai tekad dan komitmen yang sama, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan, serta keamanan dan ketertiban kampanye Pilkada. Brigjen Paulus juga menegaskan bahwa semua harus siap dipilih dan siap untuk tidak dipilih, bukan siap menang dan siap kalah, karena ini pilihan masyarakat semua.

"Sebagai unsur keamanan Papua, Polda telah memantau potensi kerawanan dalam kampanye Pilkada. Antara lain, adanya black campaign, money politics, kampanye di luar jadwal, anak di bawah umur, keterlibatan PNS atau instansi pemerintah, penggunaan fasilitas negara, bentrok massa, kecelakaan lalu lintas, dan tindakan pidana lainnya. Kami menyerukan himbauan kepada seluruh jajaran penyelenggara pilkada, TNI-Polri, dan stakeholder lainnya, untuk menciptakan pilkada yang aman, damai, dan berintegritas," tegas Brigjen Paulus yang dilantik menjadi Kapolda Papua sejak 31 Juli 2015 yang lalu.

Ia menambahkan, tidak hanya situasi yang aman, tertib dan damai, tetapi juga berintegritas, yaitu integritas penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu harus dijaga. Kemudian integritas moral masyarakat Papua juga harus dijaga baik-baik untuk mendapatkan pemimpin yang baik pula.

"Semua harus bekerja bersama-sama menjawab harapan-harapan itu dengan penuh tanggungjawab. Deklarasi kampanye damai ini diharapkan bisa juga menjadi langkah awal Pilkada yang damai di tanah Papua," demikian Brigjen Paulus. [rus]

Sumber: http://nusantara.rmol.co
500 Pelari Akan Taklukkan Perbatasan Papua

500 Pelari Akan Taklukkan Perbatasan Papua

Bukan lagi sekedar olahraga ringan, kegiatan lari sekarang ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup di tengah masyarakat. Tidak hanya di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya, kegiatan ini juga merambah lintas batas antara dua negara.

Hal itu pula yang mendasari digelarnya Lomba Lari 10K Lintas Batas RI - Papua Nugini, yang mengambil start di wilayah Wutung (Provinsi Sandaun, Papua Nugini) dan Finish di wilayah Skouw (Provinsi Papua, Indonesia), pada 2 September 2015 mendatang.

Lomba lari yang merupakan agenda kegiatan tahunan ini telah digelar keempat kalinya sejak tahun 2012 lalu. Mengusung tema "Run For Friendship" kegiatan lomba lari hasil kerjasama Indonesia dan Papua Nugini ini, juga mendapat dukungan penuh dari PT Freeport Indonesia.

VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan, kegiatan lomba lari ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pihaknya terhadap para atlet berbakat asal Papua.

"Kami berharap, melalui kegiatan ini akan terus bermunculan mutiara-mutiara Papua yang dapat membawa harum nama Papua, dan Indonesia, di setiap kegiatan olahraga tingkat nasional maupun internasional," kata Riza dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (29/8).

Kegiatan ini juga diharapkan dapat membawa nuansa baru yang positif dalam hubungan kerjasama perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini, dalam upaya peningkatan kerjasama yang saling menguntungkan di bidang sosial, budaya dan olahraga, antara kedua negara.

"Khususnya bagi masyarakat yang bermukim di kedua wilayah perbatasan, serta sebagai pemicu dan penggerak bebagai kerjasama lainnya di masa mendatang," ujar Riza.

Dalam kesempatan terpisah, PT. Freeport Indonesia melalui perwakilannya di Jayapura, Papua, Joel Husig bersama Konsulat RI di Vanimo, Papua Nugini, Elmar Lubis, dalam jumpa pers tertanggal 26 Agustus lalu memaparkan, peserta yang akan mengikuti lomba lari lintas batas ini berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat umum, yang terbagi dalam kategori putera dan puteri. Rencananya, sekitar 500 peserta akan mengikuti kegiatan lomba lari ini untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 80 juta. [ysa]

Sumber : www.rmol.co
Gerindra Kritik Kebijakan Dana Otsus Papua

Gerindra Kritik Kebijakan Dana Otsus Papua

Pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua dan Papua Barat hingga saat ini dirasa belum optimal. Sehingga mengakibatkan sulitnya pencapian kesejahteraan masyarakat Bumi Cendrawasih.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Papua, Roberth Rouw menilai bahwa Undang-Undang Nomor 35/2008 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2008 Tentang Perubahan Atas UU 21/2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua harus selalu diawasi, agar kesejahteraan masyarakat dan pembangunan infrastruktur bisa cepat terwujud.

Sebab, pada APBNP 2015 dana otsus Papua dan Papua Barat hanya sebesar Rp 7,057 triliun. Itu pun harus dibagi dua yakni 70 persen atau sekitar Rp 4,940 triliun untuk Provinsi Papua dan 30 persen atau sekitar Rp 2,117 triliun untuk Papua Barat. Sebagaimana diatur dalam UU 3/2015 tentang Perubahan atas UU 27/2014 tentang APBN Tahun 2015.

Menurut Roberth, dana otsus Papua yang besarannya setara dua persen dari plafon Dana Alokasi Umum Nasional tidak memberikan rasa keadilan bagi rakyat Papua.

"Berdasarkan letak geografis, Papua merupakan provinsi terluas dengan luas daratannya setara dengan 21,9 persen dari luas wilayah Indonesia, serta memiliki ketersediaan sumber daya alam melimpah tetapi anggaran otsusnya disamakan seperti Provinsi Aceh. Seharusnya Papua mendapatkan dana otsus minimal lima persen dari plafon Dana Alokasi Umum Nasional," jelasnya kepada redaksi, Minggu (30/8).

Politisi Partai Gerindra ini menuturkan, meski dana alokasi otsus Papua terkesan cukup besar, hingga saat ini belum ada landasan hukum yang jelas mengenai pengelolaan dana, mekanisme pendistribusian serta pertanggungjawabannya. Maka pengawasan oleh pemerintah pusat harus dilakukan secara intensif.

"Hal itu dapat dilihat dari timbulnya kerancuan dalam pengalokasian dana kepada masyarakat. Disebabkan penggunaan dana hanya dibagi berdasarkan kesepakatan bersama antara provinsi dan daerah-daerah kabupaten/kota," ungkap Roberth.

Oleh karena itu, Roberth yang juga Tim Pemantau Pelaksanaan Otsus Papua mendesak pemerintah segera menerbitkan peraturan pemerintah tentang penyerahan kewenangan dan urusan pelaksanaan dan pengelolaan dana sektoral dari pemerintah pusat kepada pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, sesuai dengan amanat UU Otsus.

"Sehingga dana sektoral itu benar-benar dikelola oleh pemerintah daerah secara langsung. Sebab, saat ini dana-dana sektoral yang jumlahnya triliunan rupiah itu hanya disalurkan oleh pemerintah pusat melalui balai-balai miliknya seperti balai kesehatan, ketenagakerjaan yang programnya justru kurang tepat sasaran," tegas anggota Komisi IX DPR tersebut. [wah]  

Sumber:http://www.rmol.co
Presiden Jokowi Siap Buka Piala Presiden

Presiden Jokowi Siap Buka Piala Presiden


Presiden Jokowi Siap Buka Piala Presiden
DENPASAR, - Untuk kembali membangkitkan roda persepakbolaan di Indonesia, Piala Presiden akan digelar dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu 30 Agustus 2015 di GOR Kapten Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar Bali.

Pembukaan akan berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita dan dilanjutkan kick-off dengan pertandingan pembuka antara tuan rumah Bali United dan Persija Jakarta.

"Tujuan kami hanya satu, yakni menjalankan kembali roda persepakbolaan yang sempat terhenti, "kata Organizing Committee Piala Presiden, Erick Thohir saat konferensi pers, Denpasar, Bali, Sabtu (29/8/2015)
"Presiden Joko Widodo akan membuka langsung turnamen Piala Presiden besok. Setiap klub akan mendapatkan hak yang dijanjikan dan kami sangat transparan kepada publik," tutur Erick.

Piala Presiden akan mempertandingkan 38 partai. Setiap harinya akan ada dua pertandingan babak penyisihan yaitu pukul 15.00 WIb dan 18.00 WIB. Untuk babak final direncanakan di Stadion Bung Karno, Jakarta pada 18 Oktober 2015.

"Terlepas dari masalah konflik yang sedang terjadi, Piala Presiden netral, tidak berpihak dan hanya memfokuskan keberadaannya untuk pecinta sepakbola di seluruh Indonesia," ucap Erick.

"Terima kasih kepada semua pendukung dan sponsor. Kepercayaan mereka kami pegang dan kami akan berusaha memberikan yang terbaik dalam yurnamen Piala Presiden 2015," kata Presiden Inter Milan itu.

Piala Presiden 2015 terdiri dari empat grup berdasar tuan rumah, Bali, Makasar, Malang dan Bandung. Di Bali akan bertanding Bali United, Persija, Mitra Kukar dan Persita Tangerang.

Sumber : KOMPAS.com
Terminal Penumpang Pelabuhan Fak-Fak Milik Pelindo 4 Resmi Beroperasi

Terminal Penumpang Pelabuhan Fak-Fak Milik Pelindo 4 Resmi Beroperasi


FAK FAK - Operator Pelabuhan Fak Fak, Papua Barat, PT Pelindo 4 mengoperasikan terminal penumpang hasil revitalisasi untuk melayani penumpang pada akhir pekan ini.

Terminal Penumpang Pelabuhan Fak-Fak Milik Pelindo 4 Resmi Beroperasi GM Pelindo 4 Cabang Fak Fak Bambang P. Handoko mengatakan setelah peresmian terminal penumpang tersebut, pihaknya melakukan pembenahan untuk persiapan pelayanan.
"Kita bersihkan dulu secara menyeluruh, meski sebenarnya semuanya sudah siap melayani. Kita ingin agar pengguna jasa bisa nyaman nanti," katanya kepada Bisnis.com, Sabtu (29/8/2015).

Adapun terminal penumpang di Pelabuhan Fak Fak, Papua Barat, merupakan bagian dari langkah revitalisasi pelabuhaan kelolaan di wilayah timur.

Terminal penumpang yang diberi nama Ndari Pihebihe tersebut merupakan fasilitas pertama yang dirampungkan secara penuh perseroan untuk segmen pelayanan bagi pengguna jasa transportasi laut.
Menurut Direktur Utama Pelindo 4 Mulyono, terdapat dua terminal penumpang hasil revitalisasi yang bakal diresmikan secara penuh pada tahun ini yakni Makassar dan Fak Fak.

"Makassar sebenarnya sudah kita soft launching, tetapi belum rampung seluruhnya, dijadwalkan akhir tahun ini. Sedangkan Fak Fak ini sudah selesai dan merupakan yang pertama untuk revitalisasi terminal penumpang," katanya kepada Bisnis di sela-sela peresmian Terminal Ndari Pihebihe, Kamis (27/8/2015) kemarin.

Revitalisasi terminal penumpang selanjutnya akan dilakukan di sejumlah pelabuhan kelolaan lain, diantaranya Amnon, Ternate dan Nunukan.

Khusus untuk terminal penumpang Ndari Pihebihe Fak Fak, kata Mulyono, akan menjadi percontohan di wilayah timur terkhusus regional Papua.

Adapun untuk revitalisasi terminal penumpang Pelabuhan Fak Fak, perseroan menginvestasikan dana mencapai Rp5,6 miliar yang dikerjakan sejak November 2014 dan rampung pada Juli 2015.

Secara keseluruhan, terminal penumpang tersebut berkapasitas 500 penumpang dan dilengkapi fasilitas ruang tunggu yang representatif dan terdiri dari 2 lantai.

Sumber : http://industri.bisnis.com
Amien Rais: Bule-Bule di Papua Membahayakan Indonesia!

Amien Rais: Bule-Bule di Papua Membahayakan Indonesia!

 Amien Rais (Foto: Danang Prabowo/Okezone)
SEMARANG - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais terang-terangan menuding Amerika Serikat berada di balik pelambatan ekonomi Indonesia.

Menurut Amien, Indonesia dan Malaysia menjadi target negara jajahan Amerika, setelah negara adidaya itu berhasil merontokkan negara-negara di Timur Tengah.

"Saya melihat, tengil-tengil Amerika itu punya pengalaman sejak dulu. Kalau ada bangsa ekonominya rontok, maka begitu digoyang, mudah sekali. Kira-kira setelah Timur Tengah, target berikutnya Malaysia dan Indonesia," kata Amien Rais di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Amien, Amerika menjajah banyak negara lewat kekuatan korporasi yang sudah mendunia. Korporasi ini menguasai segala macam bisnis seperti tambang, minyak bumi, dan lain-lain.

Amien Rais menyatakan imperialisme korporasi bisa kokoh dan tangguh karena kerjasama dengan enam elemen. Elemen pertama, kata Amien, kerjasama korporasi itu sendiri. "Kadang-kadang income growth rich-nya melebihi rata-rata pendapatan beberapa negara di Afrika," tegas Amien.

Kedua, Amien melanjutkan, kekuatan ekonomi ditopang kekuatan perbankan. "Bank me-manage urat nadi ekonomi setiap korporasi. World Bank, IMF itu kongkalikong dengan korporasi," tambahnya
Ketiga, kata Amien, kerjasama dengan Pentagon. Menurut Amien, apabila korporasi hendak menghajar suatu negara, biasanya dimulai dengan langkah persuatif.

"Kalau tidak bisa, baru diancam. Diancam membangkang, dijajah seperti di Afganistan dan Irak. Ada ribuan bule dari Eropa dan Amerika di Papua. Mereka sedang apa? Mereka sedang melakukan hal-hal membayakan Indonesia," cetus Amien.

Ke empat, ujar Amien, kerjasama dengan media massa. Amien menyatakan CNN, BBC, dan media barat lain merupakan bagian dari korporasi. "CNN, BBC semua bergerak untuk kepentingan korporat," tegas Amien lagi.

Ke lima, kata Amien, kerjasama dengan intelektual bayaran. Menurut Amien, Universitas Chicago, Universitas Harvard, dan universitas-universitas lain di Amerika bertujuan mencetak akademisi-akademisi yang membenarkan kapitalismde dan imperialisme.

"Chicago, Harvard itu memproduksi profesor-profesor botak yang membenarkan kapitalisme itulah masa depan," sambungnya.
Terakhir, tegas Amien, kelima elemen korporasi ini tidak akan melakukan imperialisme terhadap sebuah negara apabila tidak direstui elite-elite nasionalnya.

"Kalau elite nasionalnya palang pintu tidak sembarangan bisa masuk, maka mereka tidak bisa memaksa. Iblis hanya bisa menggoda, tidak bisa memaksa," ungkap Amien bertamsil.
(raw)
Jokowi: Kalau Kereta Cepat Pakai APBN, Mending Bangun Kereta di Papua

Jokowi: Kalau Kereta Cepat Pakai APBN, Mending Bangun Kereta di Papua

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Presiden Joko Widodo saat membagikan sembako bagi warga Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).

JAKARTA,  - Presiden Joko Widodo menegaskan komitmen Pemerintah untuk tetap melanjutkan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya, proyek tersebut akan dibangun dengan biaya dari investor dan tak menggunakan uang Negara sedikit pun.

"Kereta cepat itu tidak memakan uang APBN, tapi dari investasi. Kalau itu uang APBN, Rp 60-70 triliun, ya saya pakai saja bikin kereta api di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Tapi ini dari investor, ya silakan, asalkan tidak menganggu anggaran APBN," ucap Jokowi kepada wartawan usai membagikan sembako di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).

Dalam proyek kereta cepat itu, dua negara yaitu Jepang dan Tiongkok kini tengah bertarung sengit untuk meraih hati Pemerintah. Mereka sudah mengajukan proposal yang disertai dengan feasibility studies.

Pemerintah awalnya menargetkan akhir Agustus ini akan mengumumkan siapa yang akan dipilih menggarap proyek bernilai triliunan rupiah itu. Saat ditanyakan soal tenggat waktu yang semakin sempit itu, Jokowi mengaku belum membuat keputusan apa pun. Dia berdalih, Pemerintah masih menunggu hasil kajian dari konsultan independen, Boston Consulting Group (BCG).

Jokowi juga sudah menemui utusan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe serta Presiden Tiongkok Xi Jinping terkait proposal yang diajukan itu. Namun, Jepang yang sudah terlebih dulu membuat feasibility studies kembali menyerahkan proposal terbaru pada 26 Agustus lalu.

Aksi Jepang ini membuat pihak Tiongkok kecewa dan meminta Pemerintah Indonesia tetap berpegang pada proposal pertama yang diberikan masing-masing pihak. Atas kekecewaan Tiongkok itu, Jokowi tak mau berkomentar banyak.

"Itu urusannya konsultan independen, tim penilai. Kalau sudah masuk ke saya baru," ucap dia.

Dia berjanji akan langsung membuat keputusan begitu hasil kajian dari tim independen sudah di tangannya. Untuk saat ini, Jokowi mengaku tak mengetahui proses yang ada di konsultan itu.

"Saya nggak ngerti. Saya enggak tahu aturan mainnya ada di konsultan independen dan tim penilai," imbuh Jokowi.
Penulis: Sabrina Asril
Editor : Glori K. Wadrianto - nasional.kompas.com

Pascapenembakan, Kondisi di Timika Kembali Tenang

Kasus penembakan Jumat (28/8) dini hari yang dilakukan anggota TNI AD menyebabkan enam warga tertembak, dua di antaranya meninggal.

 DIARAK-Warga mengarak jenazah Yulianus Okoare (18) dan Imanuel Marimau (23), korban tewas akibat ditembak anggota TNI di Jalan Ahmad Yani, Timika, Mimika, Papua, Jumat (28/8). Dua orang warga sipil tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Jumat (28/8) dini hari.
TIMIKA-Kapolda Papua Brigjen TNI Paulus Waterpauw, Sabtu (29/8) mengatakan, kondisi keamanan dan ketertiban di kawasan Timika kini aman, setelah penembakan terhadap warga oleh anggota TNI AD, kini sudah kondusif.Pemalangan yang dilakukan sekelompok warga di ruas Jalan Bhayangkara Timika sejak Jumat (28/8) sore sudah dibuka.

"Aktivitas masyarakat sekarang sudah kembali berlangsung normal," kata Kapolda Papua yang sejak Jumat berada di Timika.

Dia menjelaskan bahwa dua jenasah, yakni Yulianus Okoarek (18 tahun) dan Imanuel Marimau (23 tahun) kini masih disemayamkan di gereja Koperapoka.

Sementara itu keempat korban lain yang mengalami luka-luka adalah Marinus Apokapo (24 tahun), Moses Imipu (23 tahun), Thomas Apoka (16 tahun) dan Moses Umapi masih dirawat di dua rumah sakit berbeda, yakni RSUD Timika dan RS Mitra Masyarakat.

Kasus penembakan yang terjadi di Timika, Jumat (28/8) dini hari yang dilakukan anggota TNI AD menyebabkan enam warga tertembak, dua di antaranya meninggal.

Saat ini ketiga pelaku sudah ditahan di Sub Detasemen Polisi Militer (POM) Kodam XVII Cenderawasih di Timika untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sumber : Antara
45 Jurnalis Sains se-Indonesia Ikuti Konferensi di Bogor

45 Jurnalis Sains se-Indonesia Ikuti Konferensi di Bogor

45 Jurnalis Sains se-Indonesia Ikuti Konferensi di Bogor
Konferensi Jurnalis Sains Indonesia (KJSI) 2015 di Litbang KLHK, Jalan Gunung Batu, Bogor, Sabtu (29/8/2015).

PONTIANAK - The Society of Indonesia Science Journalists (SISJ) atau Masyarakat Jurnalis Sains Indonesia menggelar Konferensi Jurnalis Sains Indonesia (KJSI) 2015 di Litbang KLHK, Jalan Gunung Batu, Bogor, Sabtu (29/8/2015) pukul 09.30 WIB. Konferensi dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari yakni 29-30 Agustus 2015.

KJSI 2015 mengambil tema "Mewujudkan Sinergi Wartawan-Ilmuwan". Sesuai temanya, KJSI 2015 bertujuan menjadi media bagi wartawan dan ilmuwan untuk memupuk minat, meningkatkan keterampilan komunikasi sains dan berjejaring.

KJSI 2015 diikuti oleh sekitar 45 wartawan dari seluruh Indonesia. SISJ menjaring wartawan lewat program Travel Grant, program mandiri serta melalui program Prioritas untuk Papua.

Prioritas untuk Papua, ditujukan agar wartawan dari daerah paling timur Indonesia tersebut bisa ikut serta meningkatkan kapasitas penulisan sains.

Dalam KJSI 2015 akan diisi dengan pemaparan dan presentasi oleh para ilmuwan, peneliti, penulis, jurnalis dan perwakilan Kementerian Kehutanan yang telah berpengalaman di bidangnya, baik dari Indonesia maupun Internasional. Seperti, Sasakawa Peace Foundation (SPF) dari Jepang dan lainnya.

Sumber: tribunnews.com
Inilah Data PSK di Jawa Timur yang dipulangkan dari Jayapura

Inilah Data PSK di Jawa Timur yang dipulangkan dari Jayapura

6 PSK Pulang ke Sampang, Semuanya Janda

 

6 PSK Pulang ke Sampang, Semuanya Janda

Sampang  - Dengan menumpangi kapal motor Gunung Dempo dari Jayapura, 227 pekerja seks komersial (PSK) dipulangkan ke daerahnya asalnya di Jawa Timur. Sebanyak 6 di antaranya warga Sampang.

Pemulangan ratusan PSK tersebut lantaran lokalisasi yang ada di Tanjung Elmo Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Provinsi Papua ditutup oleh pemerintah daerah setempat.

Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, 6 PSK asal Kabupaten Sampang tersebut di antaranya inisal MY, SM, RB, MT, MR dan TIA. Semuanya berstatus janda dan berasal dari satu desa, yakni Desa Rabasan Kecamatan Camplong.

Malik Amrullah, kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sampang saat di konfirmasi melalui jaringan telpon membenarkan pemulangan 6 PSK tersebut.

"Benar, ada 6 PSK di pulangkan ke Sampang karena lokalisasi di mana mereka menjajakan sesk telah di tutup," terang Malik, Sabtu (29/8/2015).

Pria yang akrab di sapa Malik ini juga menambahkan, ke depan 6 PSK tersebut akan dilakukan pembinaan dan pelatihan ketrampilan agar bisa mandiri.

"Nantinya kita akan berikan bantuan dan ketrampilan," ujarnya. [sar/but]

Inilah data jumlah PSK di Jawa Timur yang dipulangkan dari Jayapura:

A
1. Kab Madiun  1 org
2. Kab Magetan 1 org
3. Kab Ponorogo 1 org
4. Kab ngawi 1 org
5. Kab Trenggalek 3 org
6. Kab Tulung Agung  10 org
7. Kab Nganjuk 3 org

B.
1. Kab Mojokerto 2 org
2. Kab Kediri 7 org
3. Kab Jombang 7 org
4. Kab Lamogan 6 org
5. Kab Tuban 4 org
6. Kab Bojonegoro 23 org

C.
1. Kab Malang 78 org
2. Kab Blitar    16 org
3. Kab Banyuangi 32 org
4. Kab Jember 20 org
5. Kab Pasuruan 9  org
6. Kab Lumajang 17 org
7. Kab Situbondo  3 org
8. Kab   Probolinggo 4 org

D.
1. Kota Surabaya 16
2. Kab Sidoarjo 5 org
3. Kab Gresik 2 org
4. Kab Sampang 6 org

Sumber: http://beritajatim.com

Baru Satu PSK Kembali ke Kota Santri

Baru Satu PSK Kembali ke Kota Santri

http://analisadaily.com/assets/image/news/big/2015/08/tangis-air-mata-psk-di-tanjung-elmo-papua-163076-1.jpg
PSK Tanjung Elmo yang dipulangkan - foto : google
Jombang - Sebanyak tujuh PSK (pekerja seks komersial) dipulangkan ke Kota Santri Jombang. Namun dari jumlah tersebut baru satu PSK yang keberadaannya sudah jelas. Sisanya, sebanyak enam PSK masih misterius.

Sebelumnya, tujuh wanita asal Jombang itu dipulangkan bersama 227 PSK lainnya dari lokalisasi Tanjung Elmo Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Memang ada tujuh PSK asal Jombang yang kembali ke kampung halaman. Namun hingga saat ini yang sudah terdata baru satu PSK. Dia tinggal di Kecamatan Kota," ujar Kepala Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Jombang, Heru Wijayanto, Jumat (28/8/2015).

Satu orang PSK itupun, menurut Heru, akhirnya ikut saudaranya ke Kediri. Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terkait sisa enam orang yang masih belum berada di Jombang. "Jadi yang enam PSK lagi belum ada kepastian. Sehingga kita menunggu kabar lebih lanjut dari provinsi," katanya menegaskan. [suf/kun]

Sumber: http://beritajatim.com
Papua Siap Gelar Tinju Internasional

Papua Siap Gelar Tinju Internasional

Tinju Profesional di Papua (GATRAnews/Katharina Lita)
Tinju Profesional di Papua (GATRAnews/Katharina Lita)
Jayapura,  - Papua akan menggelar tinju internasional tingkat Asia. Petinju yang akan dihadirkan adalah Suor Carry Boy peringkat dua nasional asal Thailand melawan Sam Ferload Puadi juara nasional kelas bulu, dari Gelalani Boxing Camp, Sorong, Papua Barat. Pertandingan tinju ini akan dilaksanakan di GOR Waringin, Kota Jayapura, Sabtu (29/8) malam.


Promotor tinju internasional, Maikel Kambuaya mengatakan kedua petinju akan bertarung di kelas ringan junior 58,9 Kg selama 10 ronde dalam kejuaraan non gelar Asian PAN Pasific."Alasan yang paling mendasar, kenapa tinju internasional itu di gelar di provinsi paling timur Indonesia, karena kami ingin memacu pemuda Papua untuk menjadi petinju profesional. Apalagi Papua memiliki potensi di bidang olah raga khususnya tinju. Kami berharap suatu saat nanti, putra Papua akan mendapatkan gelar tinju dunia," jelasnya, Jum`at (28/8), di sela-sela timbang badan para petinju ini.

Panitia penyelenggara tinju tingkat internasional, Ucu Borlag mengatakan dengan tinju bisa menyalurkan bakat dan meminimalisir nilai negatif atau stigma minuman keras yang melekat pada pemuda Papua.  "Ini adalah pertandingan internasional antar kedua negara, Indonesia dan Thailand. Akan lebih baik jika Gubenur Papua, Lukas Enembe bisa membuka secara langsung pertandingan ini," kata Borlag yang memiliki lisensi A wasit tinju internasional itu memberikan alasan.

Sementara, Sekretaris Jenderal Komite Tinju Profesional Indonesia Adrian Ingratubun mengatakan, bakat tinju pemuda Papua sangat bertumbuh di Bumi Cenderawasih. Bahkan putra asli Papua, Hengky Baransano, tercatat sebagai peringkat ke-6 WBO Asia Pasific.  

"Banyak atlet tinju wanita juga ditemukan di Papua. Saya sangat bangga, padahal di daerah lain, atlet tinju wanita jarang ditemukan. Ini yang membuat papua berbeda dengan yang lainnya," ungkapnya ditempat.

Dalam kejuaraan tinju ini, juga di perebutkan sabuk emas Gubernur Papua Lukas Enembe di Kelas Welter Yunior 63,5 Kg,  antara Roy Tua Minihuruk juara nasional Manihuruk Boxing Camp Curup Bengkulu vs. Geisler Ap, mantan juara nasional Knambai Umbai BC, Kabupaten Jayapura dalam 12 Ronde. Kemudian, perebutan Sabuk Emas Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw, Kelas Welter 66,6 Kg antara Jhon "Fox" Ruba juara nasional versi FTI dari Armintan Boxing Camp Tangerang vs. Ramadhan Werium mantan juara nasional dari Animha Boxing Camp Merauke, Papua dalam 8 Ronde.

Lalu, perebutan Sabuk Emas Ketua DPRP Yunus Wonda pada kelas bantam 53,5 Kg antara Paulus Baransano peringkat 2 nasional dari Victoria Boxing Camp Kabupaten Manokwari, Papua Barat vs. Welen Marahena peringat 5 nasional dari Neinggolan Gym, Jakarta.

Selanjutnya, perebutan Sabuk Emas Danlantamal Papua pada kelas terbang yunior 49 Kg antara Hengki Baransano peringkat 3 nasional dari Cenderawasih Boxing Camp Kabupaten Manokwari, Papua Barat vs. Melianus Mirin peringat 4 nasional dari Aplim Apom BC Pegunungan Bintang dalam 8 ronde, serta partai tambahan perebutan Sabuk Emas Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano.


Reporter: LLL
Editor: Edward Luhukay 
GATRAnews
Kenapa Bawaslu Sebut 2 Kabupaten di Papua Ini Rawan Konflik?

Kenapa Bawaslu Sebut 2 Kabupaten di Papua Ini Rawan Konflik?

Kenapa Bawaslu Sebut 2 Kabupaten di Papua Ini Rawan Konflik?
Suasana pemilu di TPS Kampung Pike, Distrik Pesugi, Jayawijaya, Papua, (9/4). Logistik pemilu di beberapa distrik Kabupaten Yahukimo belum sampai ke TPS, karena kendala transportasi. ANTARA/Yudhi Mahatma
Jayapura - Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, Anugrah Pata mengatakan, dalam pelaksanan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) serentak yang dihelat pada 9 Desember mendatang akan muncul berbagai konflik di 11 kabupaten peserta pilkada tersebut.

“Kalau secara keseluruhan 11 Kabupaten di Provinsi Papua yang ikut pilkada serentak tahun ini ada dua kabupaten yang titik rawan konflik yang kami (Bawaslu Papua) sangat mengkhawatirkan,” kata Anugrah Pata di Kota Jayapura, Kamis, 27 Agsutus 2015.

Menurut dia,  kabupaten yang berpotensi konflik adalah Yahukimo dan Nabire. Yahukimo berpotensi rawan konflik sebab pada pemilihan legislatif sebelumnya tidak berjalan maksimal.

“Masih ingat kemarin (saat pileg), pertama dari distribusi logistiknya. Kemudian juga masih banyak persoalan-persoalan di sana. Sebagian besar pengaduan dibawah ke Bawaslu Papua. Pilpres juga pelaksanaannya terlambat. Jadi, di Yahukimo ini potensi konflik berada di urutan tertinggi,” ujar Pata.

Selain itu, Kabupaten Yahukimo terdiri dari 51 distrik yang jarak tempuhnya cukup jauh dengan medan yang sulit karena harus naik-turun gunung. “Distrik terbanyak di Papua juga di Indonesia,” katanya.

Adapun Kabupaten Nabire rawan konflik dalam pilkada serentak karena kabupaten itu merupakan pintu masuk beberapa kabupaten di wilayah pegunugan tengah Papua bagian barat.

“Nabire ini merupakan daerah transit dari beberapa kabupaten di wilayah gunung, seperti, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Timika, Puncak Jaya dan Puncak Papua. Yang kami khwatirkan itu bisa terjadi mobilisasi massa saat pencobosan. Itu dari peta yang ada pada kami,” tegasnya.

Maka dari itu, kata Pata, Bawaslu sangat berhati-hati terhadap dua kabupaten tersebut, termasuk Pegunungan Bintang karena distriknya ada 32 dan juga kabupaten ini berada di perbatasan dengan negara tetangga, yakni Papua Nugini. "Bisa-bisa warga sebelah (PNG) juga ikut gabung,” ujarnya.

Disinggung potensi konflik saat Pileg dan Pilres? Anugreh mengatakan, Pilkada malahan berpotensi konflik lebih tinggi. “Karena ini menyangkut dengan kepentingan di daerah langsung yang betul-betul untuk memegang kekuasaan di kabupaten nanti. Apalagi pelaksanaanya hanya satu kali putaran."

Ini artinya, Pata melanjutkan,  para kandidatnya memainkan dengan segala cara untuk menang. Beda satu suara saja itu sudah pemenang. "Jadi, Pilkada ini potensi konflik sangat tinggi. Kalau Pileg kan individu-individu saja,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Panwaslukada Kabupaten Nabire, Yermias Degei yang dikonfirmasi Jubi, Jumat, 28 Agustus 2015 mengatakan, pihaknya tidak melakukan diskriminasi dalam melakukan pengawasan.

“Arah pengawasan kami itu jelas. Jadi, kami mengawasi sesuai implementasi Undang-undang nomor 8 tahun 2015 dan implentasi PKPU nomor 1 sampai dengan 12. Dalam pengawasan itu kami patokan pada aturan,” kata Yermias Degei.

Yermias mengatakan,dulu hanya pengawas lapangan per kampung satu orang, tapi sekarang pihaknya menitipkan pengawas di tingkat TPS. “Yang langsung dia mengawasi di tingkat TPS. Jadi, soal yang menyangkut mobilisasi massa, pencoblosan ganda menggunakan surat suara dari orang dan segalanya itu akan dijaga dan diperiksa oleh pengaws di TPS. Dan, kami sudah koordinasi dengan KPUD dan Polres,” jelas Degei.

Mengenai Panwaskukada Kabupaten Nabire pernah diundang Polres setempat untuk memberikan materi pengawasan di lapangan., Degei berujar: “Terus, kami sepakati bahwa tidak ada orang-orang yang menggunakan hak suara dari orang lain. Kalau tidak mendapatkan undangan pasti ada KTP. Itu semua kami perketat. Jadi, kami punya petugas di TPS itu tugas lainnya untuk mengawasi hal-hal itu."

Dari awal, ujarnya, Panwaskukada Kabupaten Nabire sudah berkomitmen, pengawasan dilakukan secara partisipatif. "Kami mau setiap orang itu ikut mengawasi dan memberikan laporan agar benar-benar pikada ini terlaksana dengan berkualitas dan tanpa masalah,” kata Degei.

TABLOIDJUBI.COM - Tempo.co
Polisi Bantah Insiden Pembakaran Ponpes di Papua

Polisi Bantah Insiden Pembakaran Ponpes di Papua

Jakarta - Kepolisian Papua membantah isu yang mengatakan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mutakqin yang berada di Kota Jayapura, Papua, sengaja dibakar sekelompok orang pada Senin, 24 Agustus 2015 lalu. "Jika ada yang mengatakan dibakar, isu itu tak benar," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Rudolf Patrige saat dikonfirmasi Tempo lewat telepon, Jumat sore, 28 Agustus 2015.

Menurut Patrige, sesungguhnya kebakaran itu terjadi berawal dari kamar nomor dua di pondok pesantren itu. "Dari keterangan beberapa saksi dan setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara serta dari pengamatan secara langsung terhadap obyek kebakaran dapat disimpulkan jika kebakaran ini diakibatkan adanya arus pendek listrik dari kamar nomor dua. Namun untuk memastikan kebenaran dan kepastiannya, harus ada uji dari Laboratorium dan Forensik (Labfor)," ia menjelaskan.

Patrige juga mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih belum mendapatkan hasil Labfor. "Hasil dari Labfor, saya belum monitor apakah sudah dikirim atau belum. Tapi intinya, kebakaran itu bukan disengaja atau dibakar orang, tapi itu kebakaran yang diakibatkan adanya arus pendek listrik yang ada di kamar nomor dua yang ada di kompleks pesantren itu," ia menjelaskan.

Sekadar diketahui, Ponpes Al-Mutakqin yang berada di Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, yang berisi sebanyak 240 santri terbakar pada Senin, 24 Agustus 2015, tepatnya sekitar pukul 05.10 WIT. Kebakaran ini mengakibatkan dua unit kamar tidur, tiga ruang kelas, dan satu unit rumah serta satu asrama hangus terbakar. Walau tak ada korban jiwa, tapi diperkirakan kerugian material mencapai Rp 1 miliar.

CUNDING LEVI - http://nasional.tempo.co

Tiga Tewas Tiga Kritis Ditembak 2 Anggota TNI Mabuk

Tentara Mabuk tembak rakyat Sipil Papua 3 orang meninggal 3 masih dalam kritis


KnpbTimikanews—Dua Tentara Nasional Indonesia  (TNI) mabuk, menembak menewaskan Tiga orang dan tiga Orang  sedang warat dua Rumah sakit yang berbeda RSUD Timika dan Rumah sakit Mitra masyarakat Sp V. Kejadian terjadi  Koperapoka  Timika, pada  malam jumat 28 agustus 2015 dini hari  pada pulul 303.00 Waktu Papua.
Ini nama- nama Korban antarnya yaitu;
  1. Emanuel Mairimau (Meinggal Dunia) ditembak di kepala
  2. Yulianus Akoare (meninggal Dunia) di tembak paha
  3. Tinus Afugafi (meninggal Dunia)
  4. Martinus Imapuka ( Pelajar SMA Masih Kritis) dadah kiri
  5. Moses Tomas Epepu
  6. Thomas Apoka
Situasi terakhir keadan timika keadaan darurat, polisi dan tentara menguasai setiap titik dan Rumah sakit RSUD dan RSMM karitas. akibat penembakan tentara terhadap rakyat Sipil suku Kamoro termasuk satu pelajar SMA. Ini menunjukan pelanggaran ham berat di kota  Timika sepanjang sejarah, Kronologis lengkap akan mengusul.
Foto-foto Korban
Sumber: knpb-timika.blog 
 
Lincine Kone Pastikan Perkuat Arema di Piala Presiden

Lincine Kone Pastikan Perkuat Arema di Piala Presiden



hanyabola. – Arema Cronus akhirnya memastikan nama pemain asing terakhir yang akan memperkuat skuad di Piala Presiden 2015 usai Gelandang serang Persipura Jayapura Lancine Kone mengakui dirinya akan membela panji Arema di turnamen tersebut.

Sebelumnya Kone mengaku belum ada tawaran dari klub lain. Namun baru-baru ini, ia mengungkapkan akan memperkuat Arema bersama mantan pemain Sriwijaya FC Morimakan Koita.

Ketika dikonfirmasi, Kone akhirnya mengakui hal tersebut. Kone mengatakan dirinya sudah menjalin kesepakatan dengan manajemen Singo Edan, dan segera merapat ke Malang, Kamis (27/8), untuk menjalani latihan bersama tim. Kone juga tidak menampik kabar Koita ikut bergabung ke Arema.

“Ya benar, Morimakan Koita dan saya akan ikut Malang,” kata Kone dilansir Goal Indonesia.

“Saya ikut Arema di Piala Presiden. Sekarang saya masih di Pantai Gading. Besok [Kamis, 27/8] saya berangkat ke Indonesia.” (gk-55)

Sumber : hanyabola.com
KPU Lanjutkan Tahapan Pencalonan di Kota Mataram dan Kabupaten Fakfak

KPU Lanjutkan Tahapan Pencalonan di Kota Mataram dan Kabupaten Fakfak

KPU Lanjutkan Tahapan Pencalonan di Kota Mataram dan Kabupaten Fakfak

Konferensi pers Komisi Pemilihan Umum di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).


JAKARTA,  - Komisi Pemilihan Umum melanjutkan tahap pencalonan kepala daerah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Rencananya, penetapan pencalonan akan diumumkan pada September 2015, setelah melalui proses verifikasi.

"Dua daerah yang akan dibuka kembali pendaftarannya, yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Fakfak," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik, dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).

Kota Mataram sebelumnya ditetapkan sebagai daerah dengan satu pasangan calon, yang pelaksanaan pilkadanya akan ditunda hingga 2017.
Namun, salah satu pasangan bakal calon yang pernah ditolak pendaftarannya mengajukan gugatan di Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Panwaslu Kota Mataram kemudian memutuskan agar pendaftaran pasangan bakal calon tersebut diterima oleh KPU setempat. Saat ini, proses pendaftaran telah memasuki masa verifikasi syarat pendaftaran.

Adapun Kabupaten Fakfak sebelumnya memiliki empat pasangan bakal calon. Namun, dalam tahap pendaftaran, pada tiga pasangan ditemukan ketidaksesuaian dengan prosedur dan syarat pendaftaran. Atas rekomendasi dari Panwaslu Kabupaten Fakfak, tiga pasangan tersebut diperbolehkan untuk mendaftar ulang pencalonannya kembali.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, persoalan yang timbul sebelumnya karena ada kekurangan dalam pemenuhan syarat administrasi, berupa surat dukungan dari partai politik pengusung.
"Sesuai putusan Panwaslu, kita minta supaya KPUD melaksanakannya dengan menerima kembali pendaftaran pasangan calon," kata Hadar.

Sumber: Kompas.com

Bagi Selebaran, Seorang Perempuan Diteror Anggota TNI

PEREMPUAN MELANESIA FAK-FAK DI TEROR OLEH ANGGOTA TNI SAAT MEMBAGIKAN SELEBARAN

Fak-fak - Terkait dengan pertemuan pada tangal 15 agustus 2015 lalu dalam rangka memperingati perjanjian NEW YORK AGREEMENT 15 Agustus 2015 -15 Agustus 1962 di Sekertariat ULMWP Wilayah Bomberay Fak-fak, yang dihadiri oleh rakyat bangsa Papua beserta ibu-ibu Melanesia Wilayah Fak-fak.
Di mana mengulas kembali sejarah perjuangan bangsa papua yang disyukuri dalam doa sebagaimana akan terus mempertahankan jati diri dan kebenaran negri ini.

Setelah usai dari kegiatan doa yang dimaksud, rakyat diberikan materi dan pembagian selebaran terkait dengan perkembangan politik perjuangan Bangsa Papua. dengan tugas dan tanggung jawab agar rakyat selalu optimis dalam mengakhiri perjuangan tanpa kekerasan dengan cara-cara yang bermartabat,
Di mana di hadiri para Perempuan malanesia wilayah Fakfak dan rakyat bangsa Papua.

Setelah usai dari kegiatan pada tanggal 19 Agustus 2015, seorang perempuan malanesia atas nama Juhuria Kabes membagikan selebaran kepada rakyat di kampung" lalu ada satu orang tua memanggilnya dan bertanya siapa yang menyuruh kamu membagi selebaran ini,,?
Kemudian ia menjelaskan selebaran ini dari sekertariat ULMWP Fak-fak yang mengeluarkan dan membagi kepada kita,dengan tujuan agar semua orang tau, agar jangan terjadi seperti Timur Leste, kemudian kata bapak itu jangan sampe kamu dijebak; lalu ia mengatakan kalau saya dijebak semua pengurus sudah ditahan kata dia.


Saat itu ada seorang anggota TNI memangilnya dan bertanya, siapa yang menyuruh kamu membagi selebaran ini, diapun menjelaskan jawaban yang sama. Setelah mendengar perkataannya Anggota TNI mengatakan kamu ini hati-hati nanti tentara tembak kamu, lalu ia katakan kalau bisa kamu yang tembak saya lalu mendengar perkataan itu, anggota TNI naik motor dan seorang saudaranya mengatakan kepada perempuan malanesia ini kamu pake tas itu kamu jalan di kota nanti tentara tembak kamu.

Kemudian ada tangal 20 Agusutus 2015, Angota TNI melihatnya dan mengatakan kamu siap ditembak mati. Pada sore harinya Angota TNI menemukannya dan mengatakan kepadanya lagi, kamu hati-hati!.

Sumber: ULMWP Fakfak
Rupiah Melemah, Ekonomi RI dalam Bahaya?

Rupiah Melemah, Ekonomi RI dalam Bahaya?

Ilustrasi -- FOTO: ANTARA/ERIC IRENG
Manado: Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Provinsi Sulut Dr Joubert Maramis mengatakan kurs rupiah yang semakin melemah hingga mencapai Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS) telah menjadi tanda bahaya bagi perekonomian di Indonesia.

"Kurs rupiah yang mencapai Rp14.000 per USD sudah bahaya bagi perekonomian Indonesia karena perekonomian internasional, kita defisit pada transkasi barang dan modal," kata Joubert di Manado, Selasa (25/8/2015).

Kalau demikian, katanya, maka akan picu inflasi yang tinggi. Sebab Indonesia mengimpor banyak bahan baku maupun barang jadi dari luar negeri baik barang konsumsi maupun modal.

"Coba lihat kasus daging sapi, pengusaha importir akan berpikir rasional untuk menahan daging sapi atau menaikKan harga daging sapi karena kurs tidak stabil," jelasnya.

Mereka takut jual karena beli kembali pasti lebih mahal karena kurs kita melemah. Kemudian efek dari harga tinggi daging sapi adalah naiknya daging subtitusi seperti ayam dan bahkan ikan.

"Saya melihat Indonesia saat ini berada pada kondisi siaga 1 seharusnya, karena kombinasi menurunnya perekonomian dunia, kurs yang melemah, daya serap anggaran yang rendah ditambah musim kemarau atau paceklik hampir di seluruh Indonesia akan membuat efek domino dari pasar uang (kurs) yang akan memperburuk pasar modal, pasar barang dan pasar tenaga kerja," beber Joubert.

Oleh karena itu, apabila tidak mengambil langkah tepat, tambah dia, maka perekonomian Indonesia akan terpuruk dalam kurun waktu minimal enam bulan ke depan. Jika melemahnya kurs ini memicu signifikan inflasi maka tidak lama lagi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga dan ini akan melemahkan sektor investasi.

"Suku bunga efektif kalau jangka pendek, dalam menekan inflasi namun akan sia-sia kalau biaya produksi yang meningkat. Bagi saya solusi instan adalah merealisasikan proyek-proyek produktif dan padat karya untuk proyek APBN dan APBD sehingga menambah income masyarakat sehingga minimal bisa mengurangi dampak inflasi," tuturnya.

Kemudian beri insentif bagi pengusaha ekspor dan kontrol transkasi dolar di dalam negeri. Menurutnya, untuk menggerakan perekonomian saat ini adalah lewat pengeluaran pemerintah karena ketidakstabilan kurs membuat investor pikir dua kali guna berinvestasi.
AHL
Sumber : metrotvnews.com
Pemerintah Harus Tetap Buka Dialog Jakarta-Papua

Pemerintah Harus Tetap Buka Dialog Jakarta-Papua

Dialog komunikasi Jakarta-Papua yang diselenggarakan Indonesian Journalist Network (GATRAnews/Khatarina Lita)
Jayapura, -Komunitas wartawan Jayapura bersama Indonesian Journalist Network (IJN) menggelar dialog publik mengenai menggagas komunikasi konstruktif pemerintah dengan komponen masyarakat Papua sebagai pondasi untuk menatap masa depan di tanah Papua.


Ketua IJN Papua dan Papua Barat, Vanwi Soebiyat mengatakan kegiatan dengan tema dialog antara pemerintah pusat dengan Papua, akan membawa daya kejut tersendiri, sebab kegiatan serupa sangat banyak digagas oleh LSM atau instansi lain, namun hanya sedikit bahkan mungkin ini kegiatan pertama kali yang digagas oleh jurnalis dengan tema mengenai dialog.

“Kami hanya ingin mencari solusi, sebuah komunikasi yang konstruktif mengenai Papua melalui dialog publik yang melibatkan banyak elemen masyarakat. Apalagi belum lama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuka ruang untuk menyatakan dialog soal Papua,” ucapnya disela-sela kegiatan ini, Senin (24/8).

Asisten I Deputi Bidang Otonomi Daerah (Otda) Kemenko Polhukam, Safi’I yang turut hadir dalam diskusi itu mengklaim penerapan otonomi khusus (Otsus) bagi Papua dimaksudkan untuk mewujudkan keadilan, penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap HAM dan percepatan pembangunan ekonomi.

Penerapan Otsus juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Papua dalam rangka kesetaraan serta keseimbangan dengan kemajuan provinsi lain.

“Permasalahan mendasar di Papua seperti keterisolasian daerah, SDM baik ditinjau dari aspek pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan perekonomian rakyat dengan didukung dengan affirmatif policy, masih perlu penataan dan penyempurnaan. Namun kondisi ini masih menjadi akar masalah Papua,” jelasnya.

Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP), Neles Tebay mengatakan sebanyak sembilan kelompok aktor bisa mengupayakan Papua menjadi tanah damai melalui komunikasi konstruktif.

Diantaranya pamerintah pusat, lalu paguyuban-paguyuban seperti Ikatan Masyarakat Batak, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Kerukunan Yogyakarta dan lain-lain yang hidup di Tanah Papua, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, kemudian institusi TNI/Polri serta perusahaan-perusahaan yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam di Tanah Papua.

“Aktor kedelapam adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) yang bergerilya di hutan sebagai sayap militer dari OPM dan kesembilan adalah orang Papua yang hidup di luar negeri seperti di Papua New Guinea, Australia, Vanuatu, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat," jelasnya.

Lanjut Neles, apabila dari salah satu unsur tersebut tak dilibatkan, maka Papua tak akan menjadi tanah damai. Dirinya yakin, ke-9 unsur tersebut akan memiliki perbedaan pandangan dalam melihat Papua tanah damai.

Langkah kedua yang diambil adalah pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), perlu membentuk satu tim yang terdiri dari maksimal tiga orang yang bertugas untuk membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan dan mengatur mekanisme yang memungkinkan sembila kelompok aktor terlibat dalam upaya membangun Papua menjadi tanah damai.

“Tiga orang itu bukanlah orang asli Papua, tetapi mereka sangat dipercayai oleh rakyat Papua, mendukung komunikasi konstruktif dan ditugaskan secara resmi oleh presiden,” ungkapnya.

Reporter: LLL
Editor: Nur Hidayat - 
www.gatra.com
Sriwijaya FC Gagal Pinjam Trio Mutiara Hitam

Sriwijaya FC Gagal Pinjam Trio Mutiara Hitam



PALEMBANG - Pupus sudah ambisi Sriwijaya FC (SFC) untuk meminjam kekuatan Boaz Theofilius Erwin Solossa dan kawan-kawan. Pasalnya, manajemen Persipura tidak mau meminjamkan pemain asal Papua tersebut.
Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid menjelaskan, pihaknya gagal meminang Boaz Salossa terkait tidak dikeluarkannya izin klub. "Klub Persipura tidak memberikan izin kami meminjam para pemainnya. Karena sampai sekarang surat rekomendasi para pemain itu belum kami dapatkan,"kata Faisal, Senin, (24/8).
Rencananya, Sriwijaya FC menambahkan tiga pilar Mutiara Hitam untuk memperkuat klub di Turnamen Piala Presiden. Yakni, Boaz Salossa, Imanuel Wanggai, dan Bio Paulin Pierre. "Mereka akhirnya kita batalkan. Dan kita telah mendatangkan pemain asal Semen Padang Yu Hyun Koo. Sedangkan satu pemain lagi masih dirahasiakan,"jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Sriwijaya FC Benny "Bendol" Dollo menjelaskan, secara sadar ia mengetahui klub Persipura tidak akan memberikan izin. Maka Bendol mempersiapkan plan B dengan merekrut pemain asal Korsel, Yu Hyun Koo dan pemain muda Persija Jakarta, Syaiful Indra Cahya. "Yang jelas kita harus mendapatkan tiga pemain tambahan. Tinggal satu orang lagi yang masih kami cari lagi,"ucap Bendol.
Ditemui terpisah Sekertaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris enggan memberikan kejelasan siapa satu pemain lagi yang akan direkrut untuk memperkuat tim. Kendati demikian dikabarkan pihak manajemen sudah mendaftarkan pemain tersebut ke Mahaka Sport and Entertaiment selaku promotor Turnamen Piala Presiden.
"Memang sudah kita daftarkan, tapi kami masih bisa mendapatkan kesempatan mengganti pemain itu. Sebab, prosesnya juga masih belum jelas. Takutnya setelah kita ucapkan kembali batal direkrut,"pungkasnya

Sumber : soccersindonews.com

Amien Rais : Kalau Telat Ambil Sikap, Indonesia akan Jadi Sejarah

Prof Dr H Amien Rais
Bandung - Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Prof Dr H Amien Rais mengusulkan supaya Presiden Jokowi segera menggelar musyawarah nasional yang mengundang seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama membicarakan dan mencari jalan keluar atas kondisi bangsa saat ini.
 
Mantan Ketua MPR itu menyarankan agar Presiden mengundang seluruh pimpinan lembaga negara, pimpinan TNI dan Kepolisian Indonesia, pimpinan partai politik, intelektual, dan LSM yang berjiwa merah putih, hadir dalam musyawarah nasional itu.
 
"Dahulu Uni Soviet bangkrut dan bubar karena telat mengambil sikap, kita tidak boleh lelet menghadapi kondisi saat ini. Kalau kita telat ambil sikap, maka Indonesia akan menjadi sejarah," katanya, di Bandung, Ahad (23/08) seperti dikutip Antara.
 
Dia menjelaskan, ada dua bangunan penting bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga, yaitu ekonomi dan politik.
 
Menurut dia, semua pihak sepakat saat ini bangunan ekonomi Indonesia sedang goyah, ditandai pelemahan nilai tukar rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan. "Apabila ekonomi goyah lalu diikuti sektor politik, maka masa depan Indonesia suram. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi," katanya.
 
Bapak Reformasi itu mencontohkan Uni Soviet dan Yugoslavia yang bubar karena ketika terjadi krisis ekonomi, juga terjadi disintegrasi bangsa.
 
Dia menjelaskan sejarah membuktikan apabila satu negara lemah dan terpecah-belah maka akan mengundang intervensi kepentingan yang lebih kuat untuk masuk.
 
Menurut dia, apabila ekonomi goyang namun politik kuat, maka dirinya optimis Indonesia akan bangkit dan disintegrasi tidak terjadi. "Namun kalau ekonomi lumpuh dan diikuti politik maka 'iblis-iblis' akan membisikkan (kepada daerah) mengapa tidak merdeka," katanya. 
 
sumber: Antara

Fakfak Berduka

Assalamualaikum, telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Drs.Husein Thofer. Pada hari Minggu, 23 Agustus pukul 14.00 Wib. Smoga amal bakti beliau di terima olh Allah.swt & keluarga yg di tinggalkan mndapat kekuatan selalu...Amin...

Dibawah ini beberapa foto saat jenazah alm tiba di bandara Torea Fakfak dan juga suasana di Taman Makam Pahlawan Fakfak.




 
Upacara serah terima Jenazah alm.Drs.Husein Thofer,Msi dr Pemerintah Daerah Kab.Fakfak kepada pihak keluarga.Selamat Jalan Bpk,engkau salah satu Putra terbaik Fakfak..


Doc Photo by Love Fakfak


  Suasana di Taman Makam Pahlawan


Photo By F.Warpopor

Photo by Arsyad

Segenap kru www.Fak-fak.com menyampaikan turut berduka yang sebesar-besarnya, semoga alm mendapatkankan tempat yang layak disisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.(AS)
Satu Per Satu Pemain Persipura Mulai Dipinjam ?

Satu Per Satu Pemain Persipura Mulai Dipinjam ?


Jayapura, Jubi-Sejak tim dibubarkan sampai saat ini satu per satu pemain Persipura mulai dilirik, Apalagi skuad berjuluk Mutiara Hitam tak ikut serta dalam Piala Presiden. Praktis pemain bebas dan mulai mendapat tempat atau dipinjam ke klub peserta Piala Presiden.

Klub berjuluk Macan Kemayoran mulai mengincar mantan gelandang serang Persija, Robertino Pugliara untuk bergabung dalam laga Piala Presiden, 30 Agustus 2015. Begitu pula Boaz dan defender tanggung Persipura, Bio Pauline Pierre untuk berkostum tim berjuluk Wong Kita, Sriwijaya FC.

Presiden Klub Persija Ferry Paulus kepada wartawan di Jakarta mengatakan meminjam tenaga gelandang penyerang asal Argentina, Robertino Pugliara, sebuah opsi realistis. Status pemain bernomor punggung 10 masih menganggur untuk mengisi lini tengah tim Macan Kemayoran

Bagi Ferry Paulus, peluang ini semakin terbuka lebar, karena Persipura dan Semen Padang absen di Piala Presiden sehingga bisa direkrut. Lini tengah Persija memang kurang greget sejak ditinggal dua punggawa tim asuhan Rahmad Darmawan, Marthin Vunk dan Rohit Chand. Sedangkan striker Greg Nwokolo sendiri masih membela BEC Tero Sasana, di Thailand.

Bukan hanya Persija atau Persib Bandung yang tertarik dengan para punggawa Persipura, klub Sriwijaya FC bersiap rekrut Boaz T Solossa sang kapten dan defender nomor 45, Bio Pauline Pierre. Bahkan Sekretaris Umum Persipura, Rocky Bebena mengatakan dua klub Arema Cronours dan Srwijaya FC sudah menyurati manajemen Persipura untuk meminta Boaz T Solossa.

Namun kata Rocky Bebena kepada Jubi pekan lalu, kalau mau kontak pemain langsung ke para pemain karena mereka yang berhak menentukan mau main atau tidak. Manajemen Persipura kata Bebena mempersilahkan saja dan merasa tidak perlu mengeluarkan surat keterangan peminjaman.

Kiper Persipura, Ferdiansyah juga dincar klub dari Kalimantan, Borneo Pusamania, untuk mengisi lini belakang, sebagai penjaga gawang. Persib Bandung yang semula dikatakan incar, Boaz, Imanuel Wanggai, Ferinando Pahabol. Membantah, pelatih Jajang Nurjaman mengatakan tidak ada perekrutan pemain baru lagi.

Secara resmi memang, sudah tidak ada kontrak lagi, apalagi kompetisi Piala Presiden bukan kompetisi resmi sehingga boleh-boleh saja mengisi kekosongan waktu. Hanya saja ketika kompetis resmi mulai digelar jangan sampai para punggawa Persipura tak kembali sehingga menejemen harus membangun skuad Mutiara Hitam dari awal. Butuh waktu lama untuk membangun tim dan menjadi juara baru.

Sumber : TabloidJubi