Anggap Tidak Strategis, Senator Minta Jokowi Tolak Satgas Damai Papua

JAKARTA - Keputusan pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) yang membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani kondisi keamanan di Tanah Papua mendapat kecaman. Pasalnya, pembentukan Satgas dengan nama “Satgas Damai Papua” itu dianggap sebagai tindakan terburu-buru dan tidak strategis.

“Saya mengecam pembentukan Satgas. Alasanya, pertama, ini menunjukan pemerintah pusat tidak memahami persoalan di Papua,” kata Senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Papua Barat, Mervin Sadipun Komber, Selasa (29/9).

Alasan kedua, menurut Mervin, pemerintah tidak mempunyai langkah-langkah dan kajian yang strategis dalam membangun Papua. Alasan ketiga, Mervin menilai komitmen Presiden Jokowi saat kampanye di Papua patut dipertanyakan.

“Ini menandakan pemerintah pusat tidak sepenuhnya memercayai aparat kepolisian dan TNI yang selama ini menjaga keamanan dan ketertiban di Papua,” kata Mervin sembari mendesak Presiden Jokowi agar menolak rencana pembentukan Satgas tersebut.

Menurut Mervin, pemerintah harus mengedepankan pendekatan kesejahteraan dan pendekatan adat dalam membangun Papua. “Jika dipaksakan pembentukannya, maka akan berdampak pada lunturnya kepercayaan rakyat Papua pada pemerintah pusat,” tegas Mervin.

Untuk diketahui, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso membentuk satuan tugas khusus yang bertugas meredam ancaman separatisme di Papua. Satgas ini bernama Satgas Damai Papua.
Menurut Sutiyoso, langkah itu merupakan upaya konkret untuk menyelesaikan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, upaya menyelesaikan persoalan di Papua harus dengan pendekatan langsung tanpa perantara.

“Kita bujukin biar mereka mau sadar dan setia pada NKRI. Kita akan turun tangan dengan meletakkan senjata,” kata Sutiyoso di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9) seperti diberitakan Jawapos.com (Grup JPNN.com).

Nantinya, Satgas Damai Papua akan menggandeng Kopassus (Komando Pasukan Khusus TNI AD, red), kepolisian, dan aparatur desa setempat. Satgas itu akan diterjunkan langsung ketika ada kisruh di wilayah Papua.(fri/jpnn)

Sumber: jpnn.com
SBY Menolak Kudeta, Yang Tepat Rakyat Duduki DPR !

SBY Menolak Kudeta, Yang Tepat Rakyat Duduki DPR !

sby10Kemarin SBY, Wiranto dan sejumlah mantan Jenderal senior berkumpul dalam sebuah acara bedah buku di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, SBY menegaskan: "Kalau Ada yang Mau Kudeta, Saya Paling Depan Menolak !..."
Saya kira seluruh rakyat sangat setuju dan sependapat dengan SBY, memang tidak elok menurunkan Jokowi melalui kudeta militer, alasannya:

PERTAMA: Kredibilitas dan legitimasi Jokowi di mata rakyat sudah anjlok, sebab terbukti tidak mampu menjalankan roda pemerintahan secara efektif, bersih, berwibawa dan konstitusional.

KEDUA: Sikap TNI/Polri sudah jelas loyal kepada Negara dan Konstitusi bukan pada PETUGAS PARTAI.

KETIGA : Bila rezim Jokowi tidak mampu selamatkan NKRI dari ancaman krisis ekonomi, maka sepatutnya mundur diri.

KEEMPAT: Kalau rezim Jokowi ngotot tidak mau mengundurkan diri, maka rakyat dan mahasiswa akan bergerak menduduki Gedung DPR mendesak Sidang Istimewa.
Untuk poin yang terakhir, TNI/Polri tidak akan mengambil sikap berlawanan dengan arus besar kehendak rakyat, tegasnya akan mendukung.

Jadi lupakan pendekatan pelucutan kekuasaan melalui jalan kudeta militer, apa yang disuarakan SBY sudah tepat dan benar.

Saat ini situasi nasional semakin mencemaskan, nilai rupiah makin anjlok, terjadi PHK masal, gejolak dan krisis ekonomi mulai dirasakan rakyat.

Menghadapi kenyataan tersebut, semua pihak telah bersepakat, bila Dollar menembus di atas Rp.15.000, maka gerakan ekstra parlemen akan dilakukan secara serentak.

Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

Sumber: visibaru.com

Pantas Saja Anak Papua Pintar Bermain Bola

Pantas Saja Anak Papua Pintar Bermain Bola
Wamena - Tanah Papua sering melahirkan pesepakbola handal. Bermain si kulit bundar memang membuat anak-anak Papua betah. Rumput hijau dikelilingi pegunungan tinggi, main bola pun jadi semangat!
Kampung Soroba di Wamena punya lapangan bola yang indah. Indah ini bukan dalam arti stadion megah, ini hanya lapangan bola kampung. Namun, lapangan bola Kampung Soroba dikelilingi oleh rumput hijau dan pegunungan tinggi Jayawijaya.
Ini sungguh pemandangan lapangan bola yang tidak ada di Pulau Jawa. Traveler pecinta bola akan dimanjakan dengan keindahannya.
Dalam perjalanan menuju Kampung Soroba di Wamena bersama rombongan Mahakarya Indonesia, detikTravel dibuat terpana akan lapangan alam yang digunakan anak-anak setempat untuk berolahraga. Padang rumput di kiri kanan lapangan, serta pegunungan di kejauhan menjadi latar utama.
Saat itu hari mulai menjelang sore. Tampak anak-anak sekitar, baik laki-laki maupun perempuan yang sedang asyik berlarian di lapangan tanah yang hanya dibatasi tiang gawang serta garis kotak yang dibuat sederhana.
Di satu sisi mereka bermain sepakbola, sedangkan dibagian lainnya terlihat ada juga yang sedang bermain bola voli. Tidak perlu banyak aturan atau fasilitas yang mumpuni, raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka. Penasaran, saya pun bertegur sapa dengan sang kiper yang bernama Anita.
"Ini main bola setiap sore, siapa saja boleh main sudah," ujar Anita yang sedang menjaga gawang.
Walau Anita merupakan perempuan, tapi ia terlihat lincah menjaga gawang dari setiap serangan yang dilancarkan oleh tim musuh. Tidak jarang ia mengejar bola yang ditendang kencang hingga keluar lapangan.
Serunya lagi, tidak ada batasan gender maupun umur pemain di lapangan. Anak-anak, remaja, laki-laki, atau perempuan, semua dipersilakan masuk ke lapangan untuk bermain bola. Suasananya juga sangat meriah.
"Di sini semua boleh main, laki-laki atau perempuan campur saja," tambah Anita.
Dalam hati saya merenung, sungguh bahagianya anak-anak di Wamena. Berbeda dengan anak-anak di kota yang hanya memiliki sedikit ruang untuk bermain di luar rumah, anak-anak di Wamena memiliki alam luas nan indah yang menjadi tempat bermainnya.
Walau lapangannya tidak semegah Stadion Gelora Bung Karno atau sejenisnya, namun kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak tersebut memang jelas terlihat. Melihat mereka bermain di lapangan, tentunya menggoda Anda untuk ikut bermain. Percayalah!

sumber : detik.com

Menakar Kekuatan Papua di Babak Kualifikasi PON 2016

Menakar Kekuatan Papua di Babak Kualifikasi PON 2016

Bola.com, Jakarta- Tim sepak bola Papua mendapat tantangan berat di PON 2016 Jawa Barat. Tak hanya target medali, tetapi juga tradisi mencetak pemain bintang yang selalu dilakukan sejak satu dekade terakhir.
Sejak PON 2004 Palembang, selalu ada pemain bintang yang muncul dari tim PON Papua. Sebut saja Boaz Solossa yang mencuat di PON 2004. Selain Boaz, di tim PON 2004 ada Ian Luis Kabes, Imanuel Padwa, Christian Worabay, dan Ricardo Salampessy. Empat tahun berikutnya di PON 2008 Kaltim, bintang Papua yang muncul adalah Titus Bonai, Vendry Mofu, Oktovianus Maniani, dan Yohanis Tjoe.
Sementara di PON 2012 Riau, pemain-pemain Papua kalah mentereng dibanding tim Kaltim yang saat itu diperkuat Bayu Gatra dan Lerby Eliandry Pong Baru, yang berhasil meraih medali emas. Pada edisi tersebut, Papua gagal meraih medali. Padahal, Papua selalu mendominasi partai puncak cabang sepak bola sejak PON 2004. Pada PON 2012, Papua kalah 1-3 dari Jateng di perebutan medali perunggu. Tim PON 2012 Papua yang saat ini populer adalah Yohanis Nabar (Sriwijaya FC), Nelson Alom (Semen Padang), dan Roni Beroperay (Persipura Jayapura).
Tahun ini, Asosiasi Provinsi PSSI Papua menunjuk Djoko Susilo, mantan pelatih Persiwa Wamena, untuk mengawal tim di babak kualifikasi yang akan digelar serentak mulai 4 Oktober. Papua menjadi tuan rumah zona Papua-Maluku bersama Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
“Babak kualifikasi akan menjadi ujian pertama kami. Saya tidak mau bicara muluk-muluk karena target awal kami adalah lolos ke babak utama PON,” kata Djoko kepada Bola.com.
Djoko mengakui tidak ada pemain bintang di tim PON Papua kali ini. Seleksi dilakukan sejak September 2014 dan pemusatan latihan mulai Februari 2015. Dari 22 pemain, hanya ada tiga orang yang pernah mencicipi kompetisi ISL bersama Persipura U-21. Mereka adalah Christopher Sibi, Fredi Jefferson Isir, dan Mohamad Tohir. Christo dan Fredi pernah dipanggil Aji Santoso di seleksi Timnas U-23.
“Sisanya adalah pemain baru yang kami seleksi dari seluruh asosiasi kota/kabupaten di Papua. Mungkin bila dibandingkan dengan Jatim, Jateng, dan Kaltim, kami bisa dibilang banyak pemain debutan,” katanya.
Kendati demikian, Djoko yakin Papua akan sukses di PON ke-19 2015. Bisa jadi, akan muncul Boaz yang baru di ajang itu. "Intinya, saya tidak mengandalkan satu atau dua pemain. Bila nanti ada pemain yang tampil bagus dan laku di klub, itu bonus," tegasnya.
Soal target medali, Papua diharap tak meleset lagi. Tapi yang lebih penting, babak kualifikasi juga harus mereka lewati dengan baik. Pasalnya, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara juga memiliki pemain muda bertalenta.
"Bisa dibilang zona Papua sangat kental dengan karakter sepak bola Indonesia wilayah Timur. Persaingannya sangat ketat. Tahun 2012 Papua tanpa medali setelah dua edisi sebelumnya dapat emas dan perak," ungkap Djoko.
Saat ini, tim Papua tengah menjalani rangkaian uji coba di Pulau Jawa. Pada Kamis (10/9/2015), Papua dikalahkan Jateng 0-1 pada uji coba di Stadion dr H Moch Soebroto, Magelang. Pada Selasa (15/9/2015), Papua akan menjajal kekuatan Arema Cronus di Stadion Gajayana, Malang.
Daftar pemain Pra PON Papua 2016:
Alex Weya, Hendra Mote, Nikson Adadikam, Brianus Muabuay, Selvin Nekwek, Yopi Marwa, Mariando Uropmabin, Daniel Pagawak, Frengki Kogoya, Hengki Erari, Charles Rumbino, Marco Merauje, James Yogi, Mikhael Kode, Israel Fonataba, Yosua Wisel, Janet Kamare, Pablo Worobay, Agus Kogoya, Christoper Sibi, Fredi Jefferson Isir, M. Tohir.

sumber :  Bola.com

Boaz Angkat Bicara Soal Suporter Persib

Boaz Angkat Bicara Soal Suporter Persib

Liputan6.com, Bandung - Penyerang Pusamania Borneo FC, Boaz Solossa, merasa terkesan dengan antusiasme bobotoh, sebutan suporter Persib Bandung. Pada leg kedua babak perempat final Piala Presiden 2015, Sabtu (26/9/2015) seluruh bangku stadion tampak membiru dipenuhi pendukung Persib.
Meski mendapat tekanan dari suporter Persib sepanjang pertandingan, Boaz tidak ambil pusing. Menurutnya, itu adalah salah satu bentuk dukungan suporter kepada tim kesayangannya.
"Ya saya lihat antusias suporter sangat luar biasa, mereka sangat serius mendukung Persib. Itu bukan masalah bagi kami karena begitulah sepak bola," ujar Boaz usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (26/9/2015).
Pusamania harus tertunduk lesu karena tidak dapat melenggang ke babak semifinal usai tumbang 1-2 dari Persib. Boaz pun sudah memiliki rencana lain terkait karier sepakbolanya seusai Piala Presiden 2015.
"Ya selepas ini saya akan pulang ke Persipura, main lagi sama mereka," tambah Boaz.
Selama turnamen Piala Presiden 2015, Boaz sudah menyarangkan dua gol untuk PBFC. Dua gol itu lahir ke gawang Persib pada pertandingan leg pertama perempat final. (Ton/Win)

sumber :  Liputan6.com

Sejarah Berulang, Jika Dulu Persipura Kini Bonek Kena Kutukan WO

Sejarah Berulang, Jika Dulu Persipura Kini Bonek Kena Kutukan WO

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sriwijaya FC lolos ke babak semifinal Piala Presiden usai menang WO atas Bonek FC, di leg kedua babak delapan, di Stadion Gelora Sriiwjaya Jakabaring, Minggu (28/9).
Kemenangan Sriwijaya FC atas Bonek FC yang didapat setelah tim tamu asal Surabaya melakukan aksi walk out (WO) bukanlah pertama kalinya, SFC mengulang sejarah, dan menjadi tim dengan spesialis menang WO, karena terjadi dua kali di sepanjang sejarah SFC.
Kejadian ini seakan mengulang memori Minggu, 29 Juni 2009 lalu saat SFC berlaga di babak final Copa Indonesia bertemu Persipura.
Saat itu, skuad Mutiara Hitam mogok main di menit 60 babak kedua menyusul kartu merah untuk pemainnya di final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009.
Aksi mogok itu berlangsung 30 menit, saat itu itu pemain masih berada di lapangan, namun pemain Persipura masuk ke ruang ganti mereka. Hingga menit 60 itu, Sriwijaya sementara unggul. Gol pertama Sriwijaya diciptakan Obiora menit 51.
Persipura berupaya menyamakan kedudukan. Terjadi hands ball pemain belakang Sriwijaya, namun wasit tak melihatnya. Justru wasit Purwanto mengeluarkan kartu merah bagi Ernest Jeremiah karena protes di menit 60.
Persipura protes dan mogok main, sehingga SFC dinyatakan menang 3-0 sekaligus mempertahankan gelar juara Copa Indonesia yang kedua kalinya. Saat itu, SFC masih dilatih Rahmad Darmawan yang baru memasuki tahun keduanya di Palembang. Nama-nama seperti Ferry Rotinsulu, Keith Kayamba, Charis Yulianto, Benben Berlian atau Tony Sucipto menjadi bagian sejarah saat itu.
Sementara itu, kondisi seperti ini juga pernah dialami pelatih SFC, Beny Dollo saat menukangi Arema Indonesia di musim 2005. Pada laga final Copa Indonesia yang dimainkan Sabtu, 19 November itu Bendol membawa anak asuhnya memenangkan laga melawan Persija Jakarta 4-3. Namun laga itu sempat diwarnai aksi mogok main tim Arema asuhan Bendol karena ketidakpuasan pada keputusan wasit.
"Saya masih ingat memori tersebut, saat itu tim kami memang protes terhadap wasit dan juga meminta pergantian wasit. Namun akhirnya kami tetap turun ke lapangan dan bermain kembali, hasilnya kami mampu menang dengan skor 4-3 di babak perpanjangan waktu," kenang Bendol.
Kami Terima Penalti, Tetapi Ganti Wasit
Sementara itu, CEO Bonek FC, Gede Widiade mengaku sudah memikirkan dengan matang keputusannya."Saat memutuskan untuk tidak mau melanjutkan pertandingan, bagi kami ini bukan kalah atau menang, tapi benar atau tidak sebuah sistem," ujarnya.
Sebelum laga dimulai, pihaknya pun sudah menduga akan berlangsung dengan tekanan yang sangat tinggi."Bagi dua tim, laga ini krusial. Karena itu saat undian antara kedua kapten sebelum pertandingan, kami mengatakan ke wasit bertindak adil dan jika keterlaluan maka kami akan mundur," jelasnya.
Saat ada insiden handsball oleh Faturohman, dia langsung mendatangi petugas broadcaster dan meminta diperlihatkan tayangan ulangnya."Saya ingin tahu di rekaman, apakah ada handsball dan hasilnya tidak ada. Karena itu saat masuk ruang ganti, opsi kami tetap akan melanjutkan pertandingan namun ada pergantian wasit," bebernya.
Menurutnya, saat ditanya panpel mengenai hal itu, dia sudah berbesar hati dengan tetap menerima hukuman penalti."Saya katakan kami akan main lagi, silakan penalti diteruskan tapi wasit harus diganti," tegasnya.

sumber :  SRIPOKU.COM

Gagal di Piala Presiden, Boaz Solossa Kembali ke Persipura

Gagal di Piala Presiden, Boaz Solossa Kembali ke Persipura

Bola.com, Bandung - Boaz Solossa akan kembali ke Persipura Jayapura usai kegagalan Pusamania Borneo FC lolos ke babak semi final Piala Presiden 2015. Boaz berencana kembali ke Jayapura setelah evaluasi tim Pusamania Borneo FC, Senin (28/9/2015).
"Habis Piala Presiden, saya akan bergabung dengan Persipura. Sebuah kebanggaan bisa membela Persipura, tim tanah kelahiran saya, yang sudah saya bela sejak lama," ungkap Boaz.
Selain itu, Boaz mengungkapkan alasan lainnya untuk kembali membela Persipura. Pasalnya, pemain Timnas Indonesia tersebut lebih merasa nyaman bermain di Persipura, karena rekan-rekan di Mutiara Hitam sudah seperti keluarga sendiri.
"Saya di Pusamania Borneo FC hanya untuk jaga kondisi usai kompetisi terhenti. Tentunya, ada perasaan berbeda ketika bermain di tim lain. Untuk itu, saya tetap bermain di Persipura kedepannya," ujar Boaz.
Di leg kedua ini, Boaz berandil besar atas gol yang dicetak oleh Jajang Mulyana. Sepanjang turnamen Piala Presiden, striker berusia 29 tahun mencetak dua gol. Kedua gol itu diceploskan Boaz saat bersua Persib di leg pertama perempat final Piala Presiden.


sumber :  Bola.com

Penyesalan Arema yang Gagal Mendatangkan Boaz Solossa

Penyesalan Arema yang Gagal Mendatangkan Boaz Solossa

Bola.com, Gianyar - Sebelum bergabung dengan Pusamania Borneo FC di Piala Presiden 2015, ternyata ada klub lain yang berencana mendatangkan Boaz Solossa. Yaitu Arema Cronus. Bahkan tim pelatih sejak jauh-jauh hari menyodorkan nama striker 29 tahun itu untuk dipinjam dari Persipura Jayapura.
"Dulu nama Boaz masuk daftar pemain yang direkomendasikan. Tapi hanya Lancine Kone yang sukses kami gaet," cerita asisten pelatih Arema I Made Pasek Wijaya yang tengah mendampingi timnya yang akan berjumpa Bali United Pusam di leg kedua perempat final Piala Presiden pada Minggu (27/9/2015).
Belakangan terungkap alasan manajemen tak bisa mengabulkan permintaan tim pelatih. Mereka sudah menghubungi manajemen Tim Mutiara Hitam, respons negatif yang mereka terima. Manajemen Persipura emoh melepas pemain lokalnya untuk tampil di Piala Presiden.
Sayangnya, manajemen Tim Singo Edan lemah lobi. Perjuangan mereka mendatangkan Boaz kalah serius dibandingkan dengan Pusamania Borneo FC. Dengan pendekatan yang intens klub asal Samarinda tersebut berhasil mendapatkan surat keluar Boaz Solossa dari Persipura di hari-hari awal pertandingan penyisihan turnamen.
Imbas batal mendapatkan Boaz, kini Arema tak punya striker pelapis yang tajam. Praktis hanya Cristian Gonzales dan Samsul Arif yang kini jadi andalan di sektor depan. Sedangkan di bangku cadangan tersisa Sunarto yang performanya terus menurun karena jarang dapat kesempatan bermain sebagai starter.
Untuk menyiasati minimnya striker, beberapa kali Lancine Kone di dorong ke depan. Di dua laga awal hasilnya memuaskan. Karena Kone bisa mengemas tiga gol.
Tapi dua laga berikutnya, lawan bisa membaca permainan Arema sehingga Kone tak lagi mencetak gol. Tentu ceritanya akan lain jika Boaz jadi merapat ke Malang. Lini depan Arema akan semakin tajam. Apalagi Boaz sudah pernah bermain bersama Cristian Gonzales dan Samsul Arif di timnas. Sehingga tidak ada masalah dengan adaptasi.
Kegagalan Arema Cronus menggaet Boaz Solossa menjadi sebuah penyesalan yang mendalam.


sumber :  Bola.com

Masyarakat Migran : Kami Senang Boaz Main di Luar

Masyarakat Migran : Kami Senang Boaz Main di Luar

Jayapura, Jubi – Kepergian sang kapten Persipura Boaz Soloosa ke Pusamania Borneo FC banyak mendapatkan kritikan pedas dari masyarakat Papua pada umumnya, namun tidak sedikit juga yang mendukung langkah top scorer Indonesia Super League (ISL) dua kali tersebut untuk berlaga di Piala Presiden bersama Pusamania.
Penampilan Boaz di Piala Presiden pada leg pertama babak perempat final Piala Presiden 2015 sangat energik. Terbukti, pria asal Papua itu dua kali memaksa penjaga gawang Persib Bandung I Made Wirawan untuk mengambil bola dari dalam gawang.
Gol itu membuktikan ketajaman pemain asal Papua tersebut tidak hilang. Selama babak penyisihan grup, ia belum pernah mencetak gol sama sekali. Seorang Boaz yang 10 tahun membela Persipura butuh adaptasi untuk bisa berkolaborasi dengan pemain-pemain Pusamania Borneo FC.
Selain mencetak dua gol, pemain bernomor 69 tersebut juga kerap kali merepotkan barisan pertahanan Persib. Para pemain belakang skuat arahan Djajang Nurdjaman itu kocar-kacir menghadang pergerakan Boaz. Bahkan beberapa kali ia harus dijatuhkan saat membawa bola.
Salah seorang komentator di stasiun televisi yang menyiarkan langsung pertandingan antara Pusamania melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu mengatakan Boaz selalu dikawal dengan ketat. “Tanpa memegang bola saja dia dikawal dengan ketat, apalagi kalau Boaz memegang bola. Dia tipe seorang petarung tangguh dan tidak dapat diprediksi pergerakannya,” ujar sang komentator.
Ismail Marzuki, seorang warga Kota Jayapura, kepada Jubi, Sabtu (26/9/2015) mengatakan bahwa apa yang dilakukan Boaz Solossa dalah olahragawan sejati. “Kita tidak bisa menyalahkan Boaz secara utuh. Apa yang dia lakukan untuk menjaga kondisinya sebagai seorang atlit bola. Kenapa begitu? karena seorang atlit harus tetap bermain dan bermain bola sehingga sentuhannya tidak hilang begitu saja,” katanya.
Marzuki menammbahkan, Boaz dan juga beberapa pemain asal Papua yang berlaga dengan kostum lain menunjukan bahwa pemain bola asal Papua tidak boleh dianggap sebelah mata. “Saya yakin, walaupun mereka membela klub lain tetapi kepergian mereka atas dasar, saya orang Papua yang bisa menunjukan kepada masyarakat Indonesia bahwa kami orang Papua juga bisa bersaing dan bermain bersama masyarakat Indonesia yang lainnya di turnamen tersebut,” ujarnya.
“Ini suatu kebanggaan tersendiri. Dia bisa mencetak dua gol dan mempunyai beberapa assist kepada pemain lain. Ini menunjukan bahwa Boaz masih sebagai predator Mutiara Hitam yang patut diwaspadai di kancah sepakbola Indonesia,” katanya lagi.
Ditempat terpisah Albert Matatulla wartawan olahraga kontributor Trans 7 dan CNN Indonesia mengungkapkan bahwa Boaz Solossa adalah milik masyarakat Indonesia. Dia adalah salah satu pemain yang sangat berpengaruh di kancah sepakbola nasional. Apa yang dilakukannya saat ini patut diacungkan jempol.
“Saya menjamin bahwa ketika Pusamania bermain masyarakat Papua turut menontonnya. Mereka bukan menonton permainan Pusamania tetapi menonton anak-anak Papua yang bermain di klub tersebut. Ini bukan masalah Pusamania tetapi ini masalah Boaz Solossa, Ferinando Pahabol, Viktor Pae dan Teren Puhiri. Itu yang mereka nonton selebihnya tidak,” ujar Matatulla.
Sebelumnya, Ketua Umum Persipura Jayapura Benhhur Tommy Mano ketika diwawancarai Jubi pada, Kamis (10/9/2015) lalu mengatakan bahwa bukan hanya Boci tetapi untuk semua pemain Persipura bahwa manajemen tidak melarang pemain untuk bermain dimana saja, namun semuanya ini dikembalikan kepada hati mereka masing-masing.
“Saya tidak komentar hal ini. Semuanya kembali ke hati para pemain. Kami sudah memanggil semua pemain Persipura untuk membicarakannya, baik setelah putus kontrak dengan Persipura beberapa waktu lalu karena dihentikannya kompetisi. Jadi kalau pemain Persipura memperkuat tim lain di Piala Presiden, kami dari pengurus hanya mengembalikan kepada hati para pemain itu sendiri,” katanya.
Mano tak menampik apabila sang kapten tersebut mengalami cidera di Piala Presiden pihaknya tetap akan mengontrak sang pamain apabila kompetisi ISL yang digadang-gadangkan oleh PSSI akan dihelat pada November mendatang.
“Ini masalah, kalau dia cidera siapa yang bertanggung jawab? Dulu dia perkuat Timnas terus cidera kami (manajemen-red) yang mengurusnya. Sekarang kalau dia cidera siapa yang bertanggung jawab? Manajemen Persipura itu baik. Kalau dia cidera kami akan mengurusnya,” ujar Mano.

sumber : Jubi

Asap Kebakaran Hutan Juga Selimuti Papua

Terlihat ada beberapa titik api di Maluku Tenggara, Kabupaten Fak-fak dan Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Serta di wilayah Merauke, Provinsi Papua.

Kabut asap menyelimuti wilayah Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat dalam dua hari terakhir atau sejak Kamis (23/9/2015) kemarin. Ini disebabkan kebakaran hutan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rendani, Manokwari Deni Putiray mengatakan kabut yang menyelimuti Manokwari itu diduga kuat akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah titik hutan Provinsi Maluku, Papua, dan Papua Barat.

"Dari gambar citra satelit BMKG, kami melihat ada beberapa titik api di wilayah Provinsi Maluku, Papua Barat, dan Papua. Kabut ini kemungkinan berasal dari kebakaran itu," kata dia, Sabtu (26/9/2015).

Terlihat ada beberapa titik api di Maluku Tenggara, Kabupaten Fak-fak dan Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Serta di wilayah Merauke, Provinsi Papua.

"Di Fak-fak, kurang lebih ada lima titik api, Teluk Bintuni ada dua titik. Paling banyak di Merauke," kata dia lagi.

Sejak beberapa hari ini, angin bergerak dari arah tenggara dan selatan, sehingga kabut asap ini diduga berasal dari dua arah itu. Menurut dia, kabut asap ini bukan hanya menyelimuti Manokwari. Namun juga terjadi di daerah lain baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat.

"Saya kurang tahu, apa dampaknya bagi manusia, yang pasti, kabut asap ini tentu mengganggu jarak pandang, baik vertikal maupun horisontal," kata dia. (Antara)

 Sumber: http://www.suara.com

Mengenal Budaya Makan Mahuze Di Papua

Sagu, sumber pangan dan energi.
Mengutip data Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua (2013), Papua merupakan provinsi yang paling luas wilayahnya dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Papua mengambil 21% dari luas seluruh wilayah Nusantara.
Lebih dari separuh wilayah Papua sendiri masih tertutup hutan tropis yang lebat. Masyarakat memiliki kebiasaan hidup berkelompok berdasarkan marga atau nama kelompok sebuah keluarga.

“Nah, setiap marga biasanya memiliki dusun atau wilayah hutan sendiri. Dari hutan tersebut mereka biasanya mencari sagu untuk makan sehari-hari dan berburu hewan,” kata salah satu tokoh adat dan agama Papua, Romo Amo saat ditemui di Jakarta dalam festival makan sagu di Lembaga Bantuan Hukum, pekan ini.
Sagu bagi masyarakat Papua layaknya nasi untuk sebagian besar masyarakat Indonesia yakni sebagai makanan pokok yang disantap setiap hari. Sagu di sana tumbuh secara liar, merawatnya pun tidak susah seperti sawah.

Setiap batang sagu yang sudah menunjukan patinya berarti menandakan sagu tersebut siap untuk diolah. Batang sagu tersebut akan dibelah menjadi dua dan diambil sarinya dengan memeras batang tersebut.
Setelah sarinya terambil barulah dicampur dengan air dan di masak. Cara memakannya pun beragam, anak-anak di sana biasanya suka langsung memakan tanpa dicampur dengan bahan lain.

Namun, untuk kegiatan upacara adat atau pertemuan resmi biasanya dimasak dengan daging yang kemudian diberi nama Sagu sep. Sagu sep sendiri dibagi lagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan campurannya.
Ada Kumobo yakni sagu yang dicampur dengan kelapa dan daging dan Wanggilamo atau sagu yang dicampur dengan daging yang sudah dipanggang. Selain itu ada Nggalamo, sagu yang dicampur dengan kelapa dan daging yang dipotong besar-besar dan Kaka atau sagu yang dicampur dengan kelapa, daging dan ditambah dengan santan. Terakhir ada Siu, sagu yang dicampur dengan pisang.
“Sangat beragam sekali pengolahannya, sagu sendiri memiliki makna yang dalam sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat kita . Bahkan mereka dengan tegas mengatakan tanpa Mahuze yang tumbuh maka semua orang akan mati,” ujar Amo.

Amo menambahkan sagu sangat mengental dalam jiwa masyarakat Papua karena mereka tidak akrab dengan beras. Di sana beras dijual dengan harga yang mahal, masyarakat hanya akan membeli sesekali saja.
Namun, jauh sebelum kebijakan Raskin 1998 atau beras bagi masyarakat miskin hampir seluruh masyarakat tidak mengenal makan nasi. Selain daerah geografis yang tidak cocok untuk menanam padi, beras juga bukan salah satu kearifan lokal Papua yang bersahabat dengan alamnya.

Menurut Amo, bagaimanapun kebijakan pangan dari pemerintah pusat tentang produksi masal beras, masyarakat Papua tetap akan mempertahankan  budaya yang dianut dari leluhurnya. Budaya yang tumbuh di tanah pertama mereka berpijak pada bumi pertiwi, juga mengiringi setiap cerita kehidupannya.

“Sago grows, no body ever hungry!”

Sumber: http://industri.bisnis.com/

Dubes Argentina: Persipura Klub Yang Hebat

Dubes Argentina: Persipura Klub Yang Hebat

Jayapura, Jubi – Duta Besar (Dubes) Argentina untuk Indonesia, Ricardo Luis Bacalandro saat berkunjung ke Kota Jayapura, Papua, Senin (20/9/2015) menuturkan bahwa Persipura Jayapura merupakan salah satu tim hebat yang ada di Indonesia.

Kata dia, hal itu terbukti dengan lolosnya tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut yang lolos dibabak 16 besar pada ajang AFC Cup 2015 dan empat besar AFC 2014. Pihaknya menyayangkan atas kegagalan Persipura bermain melawan Pahang FA akibat sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan cobaan buat Persipura, dalam sepakbola itu ada sebuah siklus dimana terkadang kita berada diatas dan kadang kita berada dibawah, ada waktu buruk dan juga ada waktu baik,” kata Ricardo Luis Bacalandro melalui penerjemahnya Nana kepada Jubi di Kota Jayapura, Senin (20/9/2015).

“Siklus tersebut pasti akan segera berakhir dan Persipura akan kembali pada kejayaannya.  Ketika siklus ini berakhir maka Indonesia akan memiliki sepakbola lagi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kapten Pahang FA, Mohd Razman Rozlan merasa kecewa karena tidak bisa bertanding melawan Persipura, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) untuk melakukan penyelidikan.

“Persiapan kami sedikit terganggu, tapi ini merupakan hal biasa dalam sepakbola. Kami selalu siap menghadapi segala kemungkinan,” tulis Razman melalui surat elektroniknya, beberapa waktu lalu.

Razman juga tak menyalahkan Persipura karean insiden yang mengakibatkan seluruh rekannya kembali ke Pahang, setelah gagal mendapat visa dari Kantor Keimigrasian Indonesia.

“Ini bukan kesalahan Persipura, kami mengerti Persipura hanyalah sebuah klub seperti Pahang FA,” lanjut Kapten Klub berjuluk Tok Gajah ini. (Munir)

sumber : Jubi

Pendukung Persipura Alihkan Dukungan ke Klub Lain

Pendukung Persipura Alihkan Dukungan ke Klub Lain

Jayapura, Jubi – Sejumlah warga Kota Jayapura yang selama ini mendukung Persipura, mengalihkan dukunganya ke tim lain pada ajang Turnamen Piala Presiden, pasca dibubarkannya pemain Persipura setelah terhentinya kompetisi Indonesia Super League (ISL) lantaran kisruh antar PSSI dan Menpora yang berujung sanksi FIFA.
Salah satu warga Perumnas I Waena, Kota Jayapura, Wellem mengatakan, di Turnamen Piala Presiden, ia memilih mendukung salah satu klub asal Kalimantan, Pusam Borneo FC.
“Saya mendukung Pusam Borneo FC. Alasannya, karena di klub itu ada dua pemain Persipura, Boaz Solossa dan Feri Pahabol. Sejak keduanya bermain untuk Pusam Borneo, saya selalu menonton setiap pertandingan tim itu. Termasuk ketika melawan Persib Bandung dimana skor berakhir 3-2 untuk kemenangan Borneo FC, dan Boaz menciptakan dua gol kemenangan Borneo,” kata Wellem kepada Jubi, Senin (21/9/2015).
Kata Wellem, meski Persipura untuk sementara tak eksis, namun tampilnya Boaz dan Feri Pahabol bersama Pusam Borneo FC, sedikit mengobati rindu para pendukung “Mutiara Hitam” melihat aksi pemain Persipura berlari menggiring bola di lapangan hijau.
“Sudah lama pendukung Persipura tak melihat pemain Persipura bermain. Bergabungnya sejumlah pemain Persipura ke klub lain, menjadi daya tarik tersendiri bagi kami,” ucapnya.
Jika Wellem mendukung Pusam Borneo FC, warga Kota Jayapura lainnya, Hendrik memilih mendukung klub asal Palembang, Sriwijaya FC di ajang Turnamen Piala Presiden.
“Selama ini saya mendukung Persipura. Namun di Piala Presiden kali ini, saya mendukung Sriwijaya. Di sana ada anak Papua yang juga mantan pemain Persipura, Titus Bonai dan Patrick Wanggai,” kata Hendrik. (Arjuna Pademme)

sumber : Jubi

Tarung Derajat Siap Bersaing di Pra PON

BANDUNG-Tarung Derajat Papua menyatakan siap bersaing dengan atlet Tarung Derajat dari daerah lainnya di Pra Kualifikasi PON 2016 yang berlangsung di Kota Bandung pada Oktober nanti.
“Prinsipnya kita siap bersaing dengan atlet dari daerah lain di Pra PON nanti,”ungkap salah satu atlet Tarung Derajat Papua, Kevin Fringkreuw ketika ditemui di sela-sela latihan di lokasi Perguruan Tarung Derajat Bandung, Selasa (22/9).
Menurutnya, ada beberapa daerah yang patut diwaspadai dan menjadi pesaing Papua di Pra PON nanti, seperti Aceh, Jawa Tengah, Jambi, Padang, NTB. Pasalnya mereka memiliki sejumlah atlet Tarung Derjat yang berpengalaman dan memiliki jam terbang tanding yang tinggi.
Selain itu, ada atlet dari Jawa Barat, mereka mempunyai atlet yang handal dan cukup bagus di olahraga Tarung Derajat tersebut. Karena olahraga ini berasal dari daerah Bandung. Sehingga mereka pasti memiliki atlet  yang baik dan berprestasi. Apalagi rata-rata atlet Platnas Tarung Derajat diambil dari  Jawa Barat ini.
 Namun ada factor keberuntungan bagi Papua, karena Jawa Barat sendiri tidak ikut di Pra PON. Mereka sudah dinyatakan lolos secara aturan, karena tuan rumah, sehingga mereka tidak lagi ikut di Pra Kualifikasi PON nanti.
“Kita akan berjuang semaksimal mungkin untuk bisa meraih prestasi di olahraga Tarung Derajat ini, terutama di Pra PON nanti. Sehingga dengan waktu persiapan yang hanya tinggal satu bulan kedepan, kita akan manfaatkan sebaik mungkin untuk terus memantapkan fisik, taktik ndan teknik,”ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah Pelatih Tarung Derajat Papua, Rimba Dirgantara menyampaikan, persiapan atlet Tarung Derajat Papua sudah masuk pada pemantapan teknik dan taktik baik pukulan dan tendangan.
     “Atlet tarung Derajat Papua ini rata-rata dari sebagai atlet petinju, sehingga kalau teknik pukulan mereka semua sudah bagus, hanya yang perlu dipoles terus yaitu pada kakinya. Karena olahraga ini bukan hanya tangan yang bermain tetapi kaki juga ikut bermain. Sehingga semua gerakkan harus berjalan sama,”terangnya.
Untuk target di Pra PON memang Papua mempunyai target khusus. Sehingga atlet yang diturunkan ini semaksimal mungkin bisa meraih medali disana. Selain itu Pra PON ini juga untuk menyiapkan atlet yang nanti akan di persiapkan untuk ke PON XX tahun 2020 di Papua nanti.
“Intinya Papua akan siap bersaing ketat dengan daerah lainya di Pra PON nanti. Soal peluang medali emas di Pra PON nanti, pasti itu ada. Hanya sekarang atlet fokus dulu pada latihan. Karena kerja keras mereka pasti akan membuahkan hasil. Apalagi latihan khusus atlet Papua ini dalam sehari dua kali, dan waktu libur hanya diberikan pada hari Minggu saja. Selanjutnya latihan terus dengan didampingi lansung oleh pelatih yang handal dan juga sang guru besar Tarung Derajat,”tandasnya.(ans).

sumber : Cendrawasih Pos

 

Pelatih Amin: Tak Sia-sia Datangkan Atlet dari Papua!

 Pelatih Amin: Tak Sia-sia Datangkan Atlet dari Papua!

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Riau merasa tak sia-sia mendatangkan calon atlet dari Papua. Hasil Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jabar menjadi bukti sumbangsih atlet asal Papua.
Dalam Popnas Jabar yang baru selesai, dayung Riau sendiri mengoleksi 3 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Nah, atlet asal Papua yang direkrut tersebut ikut menyumbang medali bagi Riau.
"Kita syukuri. Di Popnas itu, atlet asal Papua yang kita bina ikut menyumbang dua emas serta perunggu," kata pelatih Podsi Riau, M Amin, Selasa (22/9/2015).
Saat ini, katanya, ada 16 atlet asal Papua yang bergabung dengan keluarga besar dayung Riau. Mereka direkrut pada tahun lalu dan menjalani latihan di Riau.
Amin mengaku pihaknya tak sia - sia merekaut atlet Papua tersebut. Sebab sudah memberikan hasil bagi Riau. Walau saat mendatangkan atlet Papua ke Riau, Amin mendapatkan cibiran dan makian dari pengurus dayung di kabupaten/ kota Riau. (*)

Sumber : Tribun Pekanbaru

Fans Cantik MU Ini Ingin Daki Puncak Tertinggi di Papua

Liputan6.com, Jakarta - Biasanya kaum hawa tidak berani dengan olahraga ekstrem hingga penuh tantangan. Namun berbeda dengan artis cantik Joana Lee yang ingin menaklukkan Pukcak Jaya (salah satu dari tujuh puncak dunia) yang terdapat di Provinsi Papua.

Penyanyi solo pendatang baru itu sudah membulatkan tekad untuk mendaki puncak yang memiliki ketinggian 4.884 meter, atau 16.024 kaki. Joana ingin melihat keindahan alam di Indonesia.

 "Saya suka berolahraga. Saya sudah punya rencana untuk hiking ke Puncak Jaya, meski belum tahu kapan," ucap Joana saat berbincang dengan Liputan6.com di SCTV Tower, Selasa (22/9/2015).

Ketika ditanya dengan siapa dirinya bakal mendaki Puncak Jaya, pelantun Separuh Hatiku itu hanya tersipu malu sambil mengumbar senyum manisnya.

 "Dengan siapa yah? Hmm.. Rahasia. Tapi, yang pasti saya ingin hiking ke sana," tutur wanita yang merupakan fans berat klub asal Inggris, Manchester United tersebut.

Demi mencapai Puncak Jaya, dara cantik kelahiran  6 Agustus 1992 itu sudah sering ke gym untuk menjaga stamina. "Bagi saya ke gym itu penting. Selain untuk menjaga stamina, bisa menjaga perut agar tetap rata," Joana mengatakan.

 Seperti dipublikasikan Wikipedia, Puncak Jaya berhasil didaki pada awal tahun 1909 oleh seorang penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz dengan enam orang suku Kenyah yang direkrut dari Apau Kayan di Kalimantan Utara.

sumber :  Liputan6.com

Persib Takkan Berikan Boaz Solossa Penjagaan Khusus

Persib Takkan Berikan Boaz Solossa Penjagaan Khusus

Liputan6.com, Bandung - Persib Bandung harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Pusamania Borneo FC 2-3 di leg pertama babak 8 besar Piala Presiden di Stadion Segiri, Samarinda, akhir pekan lalu.
Meski sempat unggul lewat gol cepat yang dilesakan Ilija Spasojevic, gawang Persib akhirnya dibobol 3 kali oleh pemain Pusamania Borneo FC. Tim Maung Bandung kemudian berhasil memperkecil selisih melalui gol Vladimir Vujovic dimenit-menit akhir.
Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi skuat Maung Bandung. Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengaku jika lini belakang sempat kecolongan terutama dalam penjagaan Boaz Salossa.
"Ya kita tahu sebetulnya, kemarin ada kesalahan penjagaan sehingga Boaz begitu bebas. Kali ini tidak boleh terjadi lagi," katanya saat ditemui di Mess Persib, Selasa (22/9/2015).
Meski dalam leg kedua nanti yang bakal digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu 26 September 2015, Djanur mengaku tidak akan melakukan penjagaan khusus kepada Boaz.
"Tidak akan ada penjagaan khusus, sudah sering kita ketemu pemain seperti Boaz bahkan yang lebih sekalipun tapi paling tidak siaga satu lah," tuturnya.
Selain itu kepercayaan diri Djanur tumbuh seiring dengan perkembangan cedera lima pemainnya yang sempat tidak bisa diturunkan di leg pertama. Bukan itu saja mental pemain pun tidak turun meski mengalami kekalahan dikandang lawan.
"Saya berharap mereka sembuh dan bisa diturunkan Sabtu nanti tapi perkembangannya cukup baik," jelasnya.
"Mental anak-anak masih tetap terjaga, saya pikir tidak terlalu down, karena itu tadi peluang masih ada, motivasi mereka tinggi," pungkasnya.

Sumber :  Liputan6.com

Djadjang Nurdjaman Sebut Penyerang Pusamania Borneo FC Seperti Liliput

Djadjang Nurdjaman Sebut Penyerang Pusamania Borneo FC Seperti Liliput

Pelatih Persib itu mengakui para penyerang tim Pesut Etam selalu bisa menyulitkan timnya.
Persib Bandung terus bersiap jelang menghadapi Pusamania Borneo FC pada leg kedua babak perempat-final di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 26 September nanti. Persib pun telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kelebihan yang dimiliki tim Pesut Etam.
Salah satunya, kecepatan para penyerang PBFC yang dihuni Boaz Solossa, Terens Owang Puhiri, Yohanes Ferinando Pahabol, dan Jajang Mulyana. Bahkan, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, memiliki perumpamaan tersendiri buat barisan depan PBFC.
"Pemain depan mereka punya tipikal pemain selalu menyulitkan kami. Liliput lah, kecil tapi cepat, itu yang sulit," kata Djadjang, seperti dikutip Simamaung.
Seperti diketahui, tim Maung Bandung harus menang minimal 1-0 pada leg kedua nanti, untuk lolos ke babak semi-final. Mengingat, pada leg pertama Atep dan kawan-kawan kalah dengan skor 3-2, Minggu (20/9) lalu.
Pada leg kedua nanti, Djadjang juga mewanti-wanti para pemainnya untuk menjaga emosi di atas lapangan. "Emosional pemain perlu dijaga supaya tidak over juga. Harus terkontrol supaya tidak jadi bumerang," jelasnya.

Sumber : Goal.com

6 Fakta Menarik Leg 1 Perempat Final Piala Presiden

6 Fakta Menarik Leg 1 Perempat Final Piala Presiden

Liputan6.com, Samarinda - Empat pertandingan leg pertama perempat final Piala Presiden 2015 berlangsung sengit. Banyak momen tercipta di laga-laga yang digelar di empat kota yang berbeda tersebut.
Ketatnya pertandingan bisa dibuktikan dengan skor tipis yang tercipta dalam empat partai leg pertama perempat final itu. Sejumlah fakta menarik juga hadir dalam empat laga tersebut, termasuk ketika Boaz akhirnya memecah kebuntuan di Piala Presiden dengan langsung menyarangkan dua gol.
Persebaya United mampu mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC di beberapa menit terakhir pertandingan melalui pemain pengganti Slamet Nurcahyono. Kemudian, Arema Cronus juga sukses mengantongi kemenangan di markas mereka, Stadion Kanjuruhan, Malang, ketika menjamu Bali United Pusam.
Pemain Persebaya, Slamet Nurcahyono bersama Hendro Siswanto dari Arema menjadi supersub di leg pertama perempat final Piala Presiden. Gol Hendro Siswanto membangkitkan skuat Arema, yang sempat tertinggal dari Bali United.
Bali United sendiri bisa mencetak gol ke gawang Arema melalui Lerby Eliandry yang mengeksekusi tendangan penalti. Sayang, keunggulan tersebut tidak bisa bertahan sampai laga berakhir, malah Bali United kebobolan dua gol.
Yang menarik, Persib Bandung bisa mencetak dua gol di kandang Pusamania Borneo FC (PBFC) lewat dua pemain asing mereka, Ilija Spasojevic dan Vladimir Vujovic. Lalu, legiun asing Mitra Kukar, Carlos Raul Sciucatti, juga menjaringkan bola ke gawang tamunya, PSM Makassar.
Berikut 6 fakta menarik leg pertama perempat final Piala Presiden:
- Boaz Solossa akhirnya mencetak gol untuk PBFC di Piala Presiden, bahkan langsung memborong 2 gol.
- Itu juga pertama kalinya Boaz mencetak gol untuk klub lain selain Persipura Jayapura.
- Persib mencetak dua gol ke gawang PBFC lewat dua pemain asingnya, Ilija Spasojevic dan Vladimir Vujovic.
- 10 gol lahir di leg pertama perempat final Piala Presiden 2015.
- Tim tuan rumah perkasa. Mitra Kukar, Arema Cronus, Persebaya United, dan Pusamania Borneo FC menang di kandang sendiri dalam laga leg pertama perempat final Piala Presiden 2015.
- Semua tim yang kalah di leg pertama perempat final Piala Presiden hanya berselisih satu gol dari tim pemenang.

sumber :  Liputan6.com

Persija Sepertinya Kehilangan Simpatik, Ini Buktinya

Persija Sepertinya Kehilangan Simpatik, Ini Buktinya

Indopos.co.id- Tim sebesar Persija Jakarta sepertinya kini kehilangan simpatik dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, salah satu orang tua pemain yang musim lalu mengenakan nomor punggung 24 tidak merelakan Sang Anak kembali ke klub ibu kota. Diduga alasannya karena Macan Kemayoran hampir bangkrut.

“Iya memang kemarin disuruh balik (ke Persija). Cuma waktu itu saya lagi sibuk di sini (Jayapura). Terus orang tua juga tidak ngerestu-in kalau balik ke Persija, makanya saya tinggal di sini saja,” kata Gilbert Richard Duaramuri kemarin.

Sebelumnya, Gilbert Duaramuri masih bersedia ke tim yang sudah 14 tahun tidak merasakan gelar juara Liga Indonesia (LI). Namun hal tersebut bisa saja terjadi kalau manajemen sudah lebih profesional dalam menjamin tunjangan tim. Sebab, pengurus klub kerap menggantungkan gaji para penggawanya.

Misalkan pada periode Januari hingga April 2015 lalu, upah kerja gelandang serang 22 tahun itu ditunggak manajemen hingga sekarang. Terakhir Gilbert mengaku gajinya masih ada dua bulan setengah lagi. Tapi, jumlah tersebut kemungkinannya berubah karena uang balas jasa sudah dicicil perlahan-lahan.

Memang tidak dipungkiri, manajemen kesulitan membayar gaji pemain karena rancangan bisnis klub tidak berjalan sesuai harapan. Contohnya dari penghasilan rate tv, penjualan tiket pertandingan dan pencairan dana sponsorship tidak maksimal didapatkan Presiden klub Ferry Paulus. Bahkan uang pribadi bekas GM Marketing Astra Group itu tidak jarang harus dipakai untuk menutupi utang klub.

Di sisi lain, awalnya laga persahabatan antara tim berlambang Monas kontrak AS Roma digadang-gadang untuk memberikan pendapatan klub. Tapi keadaan berubah total karena Srigala Roma tidak bisa bermain karena Indonesia masih disanksi FIFA. Kemudian keikutsertaan Persija berlaga di turnamen Piala Presiden 2015 demi melunasi gaji pemain hanya bisa meraup Rp 600 juta.

Hal ini menjadi tanda tanya besar, masalahnya ayah dari Gilbert, yakni Mettu Duaramuri saat ini bekerja sebagai asisten pelatih Persipura Jayapura. Artinya, kenapa putra tercinta dibiarkan menganggur begitu saja. Meskipun waktu itu Mettu sudah sempat menjelaskan bahwa Gilbert tidak bisa bermain di tim utama Persipura karena tim Mutiara Hitam itu bukan miliknya pribadi.

Ditambah lagi klub orang Papua ini terbilang lebih profesional jika dibandingkan dengan klub lain. Jadi, semua masih tergantung dengan keputusan pelatih kepala dan manajemen klub. Oleh sebab itu, Mettu berharap putranya bisa sukses di Persija dengan durasi kontrak lima musim sejak 2014 lalu kala skuat Ismed Sofyan masih ditangani Benny Dollo.

“Kenapa tidak ikut bermain di Persipura Jayapura, ya saya mau belajar dulu toh di klub-klub lain. Saya sendiri juga masih mau mencari pengalaman dulu dari klub yang berada di bawah,” ungkap midfielder yang pernah dipinjamkan ke PSBS Biak di tahun 2012.

Terlepas dari keadaan memprihatinkan tersebut, saat ini kesibukan yang dilakoni Gilbert hanya berlatih secara individu untuk menjaga kualitas kebugaran fisik. Tidak jarang ia berlatih dengan tim sepak bola yang berada di kampung halamannya, Jayapura. Klub tersebut bernama Remaja Bhayangkara Club (RBC).(agn)

sumber : Indopos.co.id

Sriwijaya FC Kehilangan Patrich Wanggai

Sriwijaya FC Kehilangan Patrich Wanggai

Sriwijaya FC dipastikan tidak akan diperkuat Patrich Wanggai saat menjamu Persebaya Surabaya United di leg kedua babak 8 besar turnamen Piala Presiden 2015 pekan depan. Pasalnya, striker asal Papua itu terkena hukuman akumulasi kartu kuning di laga leg pertama kemarin.
Patrich Wanggai merasa kecewa karena wasit Oky Dwi Putra mengganjarnya dengan kartu kuning hanya gara-gara mempertanyakan keputusan sang pengadil lapangan. Mantan penyerang Persipura Jayapura itu pun menyesal tidak bisa memperkuat Sriwijaya FC di laga leg kedua.
“Saya hanya coba berkomunikasi dengan wasit soal insiden yang terjadi di lapangan, namun dia (wasit) langsung memberikan kartu kuning,” keluh Patrich Wanggai usai laga Persebaya vs Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, kemarin.
“Tentu ini sangat saya sesali karena di Palembang saya harus absen,” lanjut pemain yang musim lalu merumput di Malaysia ini.
Meskipun Patrich Wanggai absen, Sriwijaya FC bisa sedikit lega karena gelandang andalannya, Asri Akbar, sudah bisa dimainkan di laga leg kedua nanti. Gelandang pekerja keras yang juga kapten tim Sriwijaya FC musim lalu itu sudah pulih dari cedera.
“Sekarang sudah lebih enak, tidak ada masalah lagi dan bisa mengikuti latihan seperti biasa. Untuk menendang bola pun tidak nyeri lagi. Semoga di leg kedua nanti saya bisa memberikan kontribusi positif,” ujar Asri Akbar.
“Saat menonton teman-teman melawan Persebaya United dari tribun kemarin, saya juga sedikit geregetan karena sebenarnya banyak peluang yang harusnya membuat pertandingan berjalan berbeda,” tutupnya.

sumber : SIDOMI

Boaz Solossa Mulai Buas Bersama Pusamania Borneo FC

Boaz Solossa Mulai Buas Bersama Pusamania Borneo FC

Bochi kembali membuktikan dirinya adalah momok yang menakutkan untuk Persib.

Nama Boaz Solossa kembali menggema saat Pusamania Borneo FC menaklukkan Persib Bandung pada leg pertama babak perempat-final Piala Presiden 2015 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9) malam. Pada laga itu, tim Pesut Etam menang dengan skor tipis 3-2.
Yang istimewa adalah, Bochi, sapaan akrab Boaz, menyumbangkan dua gol untuk PBFC di laga itu. Dua gol itu seakan membuktikan pemain asal Papua itu kembali buas dalam urusan mencetak gol. Padahal, kali ini dia berada dalam tim yang berbeda, bukan bersama Persipura Jayapura.
Menariknya lagi, gol yang membawa kemenangan untuk PBFC itu memperpanjang rekor buruk Persib yang tak pernah menang saat bermain di Stadion Segiri, Samarinda. Ditambah, Bochi memang selalu menjadi momok bagi tim Maung Bandung.
Setidaknya, saat ini sudah lima gol yang dia lesakkan ke gawang Persib sejak 2010, belum termasuk satu gol di babak adu penalti final Indonesia Super League 2014. Dan setiap Bochi mencetak gol, hanya satu kali Persib bisa menang atas tim yang dibela Boaz. Itu terjadi saat final ISL 2014, ketika tim Maung Bandung menaklukkan Persipura lewat adu penalti.
"Saya berada di tim yang luar biasa malam ini (kemarin), pertandingan ini juga luar biasa. Semua bermain sepenuh hati dan rileks, tapi pembedanya kami mampu memaksimalkan semua kesempatan yang ada di depan mata," kata Bochi.
GOL BOAZ KE GAWANG PERSIB
Tanggal Pertandingan
Kompetisi
Pertandingan
Skor
Keterangan
2 Februari 2011
ISL 2010/11
Persipura vs Persib
5-1
Mencetak satu gol (menang)
27 Februari 2012
ISL 2011/12
Persipura vs Persib
4-0
Mencetak satu gol (menang)
7 November 2014
ISL 2014
Persipura vs Persib
2-2 (3-5, adu penalti)
Mencetak satu gol di waktu normal dan satu gol di babak adu penalti (kalah)
20 September 2015
Piala Presiden 2015
Pusamania Borneo vs Persib
3-2
Mencetak dua gol (menang)
Dia menuturkan, dua gol yang dilesakkannya ke gawang Persib pada laga tadi malam adalah, lantaran tepatnya waktu dalam mengeksekusi peluang yang ada.
"Terutama di gol kedua saya dapat umpan cantik sekali dari kerja sama Arpani dan Pahabol. Jadi intinya ini kemenangan secara tim," tegasnya.
Pemain kelahiran Sorong, 16 Maret 1986, itu tetap tak melupakan Persipura di tengah kegembiraannya mengantarkan PBFC meraih kemenangan. Biar bagaimanapun, striker tim nasional Indonesia itu masih merasa menjadi pemain tim Mutiara Hitam.
"Kemenangan dan gol dari saya dan tim saya persembahkan untuk warga Jayapura dan Samarinda, karena dukungan warga dan teman-teman dari Jayapura terus datang buat kami selama turnamen ini. Jadi biar Persipura tidak bermain, kami masih bisa bawa bangga Jayapura," jelasnya.
Boaz mulai menunjukkan ketajamannya bersama PBFC di Piala Presiden 2015.
Di sisi lain, Bochi juga tak ingin cepat puas dengan torehannya saat ini. Mengingat, masih ada leg kedua yang harus dimainkan di kandang Persib, 26 September mendatang.
"Persib memang tim yang kuat di kandang, tapi kami juga pasti berusaha keras untuk tampilkan yang terbaik dalam tim. Pasti pelatih punya rencana untuk di Bandung," tambahnya.
Sementara itu, pelatih PBFC, Iwan Setiawan, mengakui kehadiran Bochi menjadi pembeda di timnya. Bochi memang diberikan keleluasaan oleh Iwan untuk mengeksplorasi kemampuannya di atas lapangan pada setiap pertandingan.
"Dalam pertandingan di Makassar ataupun saat menang lawan Persib, semua pemain termasuk Boaz bermain sangat luar biasa. Hadirnya Boaz sejak melawan Gresik, PSM, dan Persib ini, membuktikan ekspektasi tentang kemampuannya. Tapi tentu tim harus cepat cooling down dan kembali rendah hati, fokus dan disiplin jelang laga selanjutnya di Bandung," tutur Iwan.(gk-59)

sumber : FourFourTwo

Djadjang Nurdjaman Puji Boaz Solossa

Djadjang Nurdjaman Puji Boaz Solossa

Djanur mengakui Boaz jeli dalam memanfaatkan kesalahan para pemain Persib.
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, mengakui kekalahan timnya dari Pusamania Borneo FC (PBFC) pada leg pertama babak perempat-final Piala Presiden 2015 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9) malam. Pada laga itu, tim Maung Bandung kalah dengan skor tipis 3-2.
Padahal, di awal pertandingan Persib sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Ilija Spasojevic ketika laga baru berjalan enam menit. Namun, PBFC berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-1 lewat gol Arpani dan dua gol dari Boaz Solossa. Persib sendiri hanya bisa memperkecil kedudukan menjadi 3-2, lewat gol Vladimir Vujovic.
Djanur, sapaan akrab Djadjang, pun tak sungkan untuk memberikan pujian kepada Boaz, yang berhasil membobol gawang timnya dua kali. "Harus saya akui, pergantian pemain yang dilakukan Pusamania berhasil. Pahabol cukup merepotkan dan dua gol Pusamania adalah kejelian pemain mereka memanfaatkan kesalahan pemain kami," kata Djanur.
"Sudah saya prediksi, Boaz bisa manfaatkan kesalahan kami. Kredit poin untuk Boaz," tambah pelatih yang membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 itu.
Persib akan gantian menjamu PBFC pada leg kedua di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 26 September nanti. Djanur juga tetap optimistis timnya bisa meraih kemenangan di laga tersebut dan lolos ke babak semi-final

sumber : Goal.com

PBFC Menang 3-2, Boaz Solossa Jadi Mimpi Buruk Persib



PBFC Menang 3-2, Boaz Solossa Jadi Mimpi Buruk Persib 

Pusamania Borneo FC berhasil mengalahkan Persib Bandung dengan skor 3-2 di Stadion Segiri, Samarinda pada leg pertama Piala Presiden 2015, Minggu (20/9) malam WIB. Penyerang PBFC, Boas Solossa, menjadi mimpi buruk bagi skuad Maung Bandung dengan mencetak dua gol. 

Laga berjalan sengit sejak babak pertama dimulai. Maung Bandung berhasil unggul lebih dulu atas PBFC pada menit ke-6. Ilija Spasojevic berhasil memanfaatkan umpan Zulham Zamrun yang akhirnya menjadi sebuah gol. 
Tertinggal 0-1, PBFC mulai bangkit. Selang lima menit kemudian, klub besutan Iwan Setiawan itu berhasil membalas lewat gol yang dicetak Arpani. Setelah itu, terjadi jual beli serangan oleh kedua tim. Gelandang asing PBFC, Srdjan Lopicic, harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Hermasyah Muchlis pada menit ke-34. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Babak kedua, Persib bermain cukup hati-hati dengan lebih banyak menguasai bola. Itu karena, PBFC  melakukan strategi serangan balik dengan cepat. Terens Puhiri mengancam gawang Persib pada menit ke-54. Namun, tendangan kerasnya berhasil digagalkan I Made Wirawan.
PBFC berhasil membuat Stadion Segiri kembali bergemuruh. Boaz Solossa berhasil mencetak gol lewat tendangn keras di luar kotak penalti sehingga tidak mampu dihalau I Made Wirawan usai memanfaatkan umpan pendek Terens Puhiri pada menit ke-68.
Tertinggal 1-2, Persib semakin kehilangan arah. Selang lima menit kemudian, PBFC kembali berhasil mencetak gol ke gawang Persib. Boaz kembali mencetak gol keduanya dengan sontekan usai mengonversi umpan Arpani. PBFC unggul dengan skor 3-1 atas Persib.
Persib mulai menaikkan tensi permainan. Akhirnya, tim besutan Djadjang Nurdjaman itu berhasil memperkecil kedudukan lewat gol yang dicetak Vladimir Vujovic pada menit ke-80.

Pertandingan berjalan semakin sengit di lima menit terakhir waktu normal babak kedua. Kedua tim bermain saling serang lini pertahanan lawan. Para pemain Persib melakukan protes di masa injury time babak kedua karena dianggap waktu pertandingan belum berakhir. Akhirnya, skor 3-2 untuk kemenangan PBFC bertahan hingga babak kedua usai.
Berikut daftar pemain kedua tim:
Persib: I Made Wirawan, Dias Angga Putra, Vladimir Vujovic, Achmad Jufrianto, Tony Sucipto, Hariono, Agung Pribadi/ Firman Utina, Konate Makan, Atep/Tantan, Zulham Zamrun, Illija Spasojevic/ Yandi Sofyan
PBFC: Galih Sudaryono, Hamka Hamzah, Rachmat Latief, Zulvin Zamrun/ Victor Pae, Diego Michels, Srdjan Lopicic/ Hermansyah Muchlis, Ponaryo Astaman, Boaz Solossa, Arpani/ Aldair Makatindu, Terens Puhiri, Jajang Mulyana/ Ferinando Pahabol

sumber : SportSatu

Djadjang Nurdjaman: Statistik Boaz Solossa Hanya Masa Lalu

Djadjang Nurdjaman: Statistik Boaz Solossa Hanya Masa Lalu

Borneo dinilai mengandalkan kecepatan dan talenta Papua yang menghuni skuat mereka.
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman enggan merasa gentar dengan Pusamania Borneo FC yang diperkuat striker Boaz Solossa, yang dipinjam dari Persipura Jayapura khusus untuk turnamen Piala Presiden. Kedua tim akan bentrok di Stadion Segiri, markas dari Pesut Etam, di babak delapan besar Piala Presiden, Minggu (20/9).
Boaz sendiri dikenal ganas kala berhadapan dengan tim Maung Bandung. Menurut statistik, Boaz telah tiga kali menjebol gawang Persib dan belum pernah merasakan kekalahan kala dirinya berseragam tim Mutiara Hitam pada kompetisi. Dengan catatan enam menang, tiga kali seri.
"Catatan Boaz, cobalah mari kita kesampingkan dulu statistik. Jangan sampai statistik membuat pesimistis pemain. Lagian itu enggak akan ada pengaruh, tidak perlua diingat, statistik hanya masa lalu," papar Djadjang dikutip Simamaung.
Selain Boaz, Borneo juga diperkuat para pemain asal Papua lain seperti Yohanes Ferinando Pahabol yang juga dipinjam dari Persipura dan pemain muda yang meroket di fase grup, Terens Owang Puhiri. Zulham Zamrun yang membela Persib dan dipinjam dari Persipura menilai talenta Papua yang memiliki kecepatan memang menjadi senjata andalan Borneo.
"Ya kalau saya sih mungkin melihatnya mereka banyak mengandalkan pemain Papua. Mereka punya kemampuan baik, cepat, skill juga lumayan bagus," ungkap Zulham.

Sumber : Goal.com

Boaz Solossa vs Zulham Zamrun: Kawan Kini Jadi Lawan

Boaz Solossa vs Zulham Zamrun: Kawan Kini Jadi Lawan

Bola.com, Samarinda - Pertandingan leg pertama perempat final Piala Presiden 2015, yang mempertemukan tuan rumah Pusamania Borneo FC kontra Persib Bandung, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2015), terhitung laga yang paling ditunggu oleh pecinta sepak bola Tanah Air. Komposisi pemain kedua tim yang tertabur bintang jadi alasannya. Bicara soal individu pemain ada dua sosok pemain di Pesut Etam dan Maung Bandung yang akan jadi sorotan: Boaz Solossa dan Zulham Zamrun.
Aksi kedua penyerang sayap amat besar mengatrol pemainan timnya masing-masing. Uniknya di ISL 2015, Boaz dan Zulham kawan satu tim di Persipura. Kolaborasi keduanya di kedua sisi sayap Tim Mutiara Hitam di ajang Piala AFC 2015 amat membahayakan tim-tim lawan yang dihadapi. Kini, kawan jadi lawan.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang peran vital kedua pemain itu, berikut analisisnya seperti dirangkum Bola.com:
Boaz Solossa (Pusamania Borneo FC)
Nama pemain yang memiliki nama panjang Boaz Theofilius Erwin Solossa tersebut sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta sepak bola Tanah Air. Pemain berumur 29 itu sedikit dari striker lokal yang bisa mencuat di jajaran elite.
Kapasitasnya sebagai predator top sudah tidak perlu diragukan lagi. Boaz yang asli kelahiran Sorong, papua, terhitung pemain pelanggan juara. Persipura Jayapura menjadi juara Liga Indonesia sebanyak empat kali (2005, 2009, 2011, dan 2013) tak lepas dari peran besar sang penyerang. Hebatnya lagi, gelar yang diraih Persipura Jayapura, ia sandingkan dengan gelar top scorer ISL tiga tahun berturut-turut pada tahun 2009, 2011, dan 2013.
Kini, kapten Persipura Jayapura tersebut jadi salah satu pemain kunci Pusamania Borneo FC di Piala Presiden 2015. Di babak penyisihan Grup D, perannya sangat vital bagi Pesut Etam. Boaz mampu membuktikannya di pertandingan perdananya bersama Borneo FC saat melawan Gresik United. Kapten Timnas Indonesia tersebut mampu mempora-porandakan pertahanan Kebo Giras, dan berhasil menyumbangkan dua assist untuk terciptanya dua dari tiga gol kemenangan Pesut Etam atas Gresik United dengan skor 3-1.
Meski belum mencetak gol, Borneo FC sangat berharap peran Boaz menjadi pembeda permainan Pesut Etam saat meghadapi Persib. Selain itu, pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan akan mengandalkan Boaz untuk membobol gawang Maung Bandung demi meraih kemenangan.
Boaz di beberapa musim terakhir jadi pemain yang getol menjebol gawang Persib. Di final ISL 2014, ia menyumbang satu gol buat Persipura dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2. Maung Bandung kala itu menang 5-3 dalam drama adu penalti.
Sebelumnya di laga pembuka ISL 2013 Boaz menjebol gawang Persib di Stadion Siliwangi, Bandung. Pertandingan sendiri berkesudahan 1-1.Sebiji gol dicetak penyerang yang akrab dipanggil Bochi saat Persipura menang telak 4-0 atas Persib di ISL 2013.
Melihat fakta-fakta tersebut tim asuhan Djadjang Nurdjaman jelas harus ekstawaspadai mengawasi pergerakan lincah Boaz di sisi sayap kiri.
Zulham Malik Zamrun (Persib Bandung)
Nama Zulham Zamrun menjadi buah bibir para pecinta sepak bola Tanah Air, belakangan ini. Pasalnya, penyerang sayap kanan Persib Bandung tersebut bintang baru Maung Bandung yang berkilau di Piala Presiden 2015.
Mantan pemain Mitra Kukar tersebut berhasil mencetak gol di setiap pertandingan yang dilakoni Pangeran Biru di babak penyisihan turnamen gagasan Mahaka Sport and Entertaiment tersebut. Zulham untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi lima gol.
Di laga perdana, Zulham berhasil mencetak satu dari tiga gol kemenangan Tim Pangeran Biru atas Persiba Balikpapan. Pada pertadingan kedua, pemain kelahiran Ternate itu mampu menciptakan satu dari dua gol kemenangan Persib atas Persebaya United. Hebatnya lagi, Zulham berhasil mencetak hattrick saat Maung Bandung menghadapi Martapura FC.
Arsitek Persib, Djajang Nurdjaman sangat berharap Zulham dapat kembali menunjukan ketajamannya di babak perempat final. saat menghadapi Pusamania Borneo FC.
Bicara soal kemampuan individu pemain asal Ternate tersebut memiliki kelebihan dari sisi kecepatan. Ia juga dikenal bernyali berani melakukan tusukan ke kotak penalti lawan sekaligus berduel dengan bek-bek lawan dengan bekal skill individu yang terhitung oke.
Wajib untuk disaksikan duet sayap garang Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 lalu, antara Boaz Solossa kontra Zulham Malik Zamrun, pada pertandingan Pusamania Borneo FC kontra Persib Bandung. Siapakan yang jadi penyerang sayap paling garang di duel ini?

Sumber :  Bola.com

Patrich Wanggai Diyakini Bisa Kembali Perkuat Timnas Indonesia

Patrich Wanggai Diyakini Bisa Kembali Perkuat Timnas Indonesia

Setelah sempat meredup, pamor Patrich Wanggai perlahan mulai naik seiring penampilan apiknya bersama Sriwijaya FC di turnamen Piala Presiden 2015. Pelatih Sriwijaya FC, Benny Dollo, pun meyakini Patrich Wanggai bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah sekian lama terpinggirkan.
⁠“Saya menilai, penampilan Patrich Wanggai masih sekitar 70 persen, namun trennya meningkat,” sebut Benny Dollo di Palembang beberapa waktu lalu.⁠
“Jika dia terus mampu tampil tenang dan tidak terbawa emosi serta fisiknya terjaga, maka dia bisa kembali menembus Timnas Indonesia,” tambah pelatih yang juga pernah dua kali menukangi Timnas Indonesia senior ini.
Bahkan, Benny Dollo menyebut Patrich Wanggai bisa lebih baik dari masa jayanya dulu ketika menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia U23 kala tampil di ajang SEA Games 2011, juga saat masih memperkuat Persipura Jayapura tahun 2013 lalu.
⁠“Dia bisa lebih baik dari sekarang, bahkan melampaui pencapaiannya saat di SEA Games 2011 atau ketika di Persipura dulu,” ujar Benny Dollo.⁠
Patrich Wanggai memang sempat mengalami masa sulit usai hengkang dari Persipura untuk bergabung dengan klub Malaysia, T-Team. Bahkan, ketika hijrah ke Sriwijaya FC awal musim ini, ia juga kerap melakukan tindakan indisipliner dan sulit kembali ke penampilan terbaik di laga-laga awal kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.
Selama babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, performa Patrich Wanggai mulai membaik. Bahkan, pemain asal Papua berusia 27 tahun ini sukses mencetak dua gol dari tiga pertandingan dan turut meloloskan Sriwijaya FC ke babak 8 besar.

Sumber : SIDOMI

PBFC Masih Simpan Ferinando Pahabol?

PBFC Masih Simpan Ferinando Pahabol?

Berita Bola Terkini – Yohanes Ferinando Pahabol belum pernah dimainkan oleh Pusamania Borneo FC di sepanjang babak penyisihan Grup D turnamen Piala Presiden 2015. Menghadapi Persib Bandung di laga leg pertama babak 8 besar, PBFC tampaknya masih akan menyimpan winger muda nan lincah asal Papua pinjaman dari Persipura Jayapura itu.
“Ferinando Pahabol masih perlu saya lihat cara bermainnya, karena dia baru datang dan sekali berlatih dengan tim,” ungkap pelatih Pusamania Borneo FC, Iwan Setiawan, di Samarinda, beberapa waktu lalu.
⁠“Saya juga masih belum menemukan posisi yang pas untuk dia,” tambah eks pelatih Persija Jakarta dan Persela Lamongan ini.⁠
“Saat latihan pertama, Ferinando Pahabol saya pasang sebagai pemain sayap, tapi kemudian saya ubah menjadi penyerang lubang. Semua itu saya lakukan untuk mencari tempat yang pas untuk dirinya,” tambahnya.
Terkait strategi yang akan diterapkan untuk menghadapi Persib Bandung nanti, Iwan Setiawan tampaknya masih setia dengan formasi 4-2-3-1. Satu penyerang dengan dukungan dua winger dan satu playmaker akan diandalkan guna membongkar pertahanan Persib.
⁠“Kami tidak akan mengubah formasi karena formasi yang saya berikan telah berulang kali kami gunakan saat berlatih dan ketika bermain. Jadi, kami tetap gunakan satu penyerang,” tandas Iwan Setiawan.⁠
Pusamania Borneo FC lolos ke babak 8 besar setelah menempati posisi kedua di klasemen akhir Grup D babak penyisihan grup. Sementara yang tampil sebagai juara Grup D adalah tuan rumah PSM Makassar.

Gagal di Piala Presiden, Edu Buka Peluang Kembali Latih Persiram

 Gagal di Piala Presiden, Edu Buka Peluang Kembali Latih Persiram

Bola.com, Solo - Pelatih Persiba Balikpapan, Eduard Tjong membuka peluang kembali untuk melatih Persiram Raja Ampat, setelah gagal membawa Tim Beruang Madu melaju ke babak perempat final Piala Presiden 2015. Hanya, peluang itu valid bila gelaran ISL 2015-2016 yang direncanakan PT Liga Indonesia, diselenggarakan sebelum Desember 2015.
"Kontrak saya bersama Persiram akan berakhir sampai Desember tahun ini. Kalau ISL 2015-2016 digelar sebelum akhir tahun, kemungkinan saya akan melatih Persiram. Saya juga tidak mendapatkan tawaran melatih dari luar negeri," ungkap Edu kepada Bola.com, Minggu (13/9/2015).
Pelatih yang akrab disapa Edu tersebut mengungkapkan, skuat Persiba saat ini tengah diliburkan, sambil menunggu ISL 2015-2016 digelar. Selain itu, pihak manajemen Beruang Madu belum memutuskan kapan akan memanggil kembali para penggawa Persiba.
"Skuat Persiba Balikpapan saat ini diliburkan dalam tanda kutip dibubarkan. Para pemain menunggu keputusan manajemen untuk memanggil mereka kembali, jika ISL jadi diselenggarakan," imbuh Edu.
Persiba Balikpapan gagal melaju ke babak perempat final Piala Presiden 2015. Beruang Madu harus mengakui keunggulan Persib Bandung 0-3 di laga perdana dan Persebaya United 1-4 di laga terakhir. Persiba Balikpapan hanya mampu memenangi satu pertandingan kontra Martapura FC dengan skor 3-2.
Hasilnya, Persiba hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan yang dilakoninya. Beruang Madu harus mengakui keunggulan satu poin Persebaya United yang berada posisi kedua klasemen terakhir Grup A.
Padahal, manajemen Tim Beruang Madu sempat menyatakan akan mempertimbangkan membuat status Edu sebagai pelatih kepala jadi permanen di ISL 2015-2016. Hanya, syaratnya, mantan pelatih Persiba Bantul itu bisa membawa Bayu Pradana dkk. tampil bersinar di turnamen garapan Mahaka Sports and Entertainment itu.

Sumber : Bola.com

Pusamania Borneo FC, Klub Kalimantan Rasa Papua

 Pusamania Borneo FC, Klub Kalimantan Rasa Papua

Pusamania Borneo FC alias PBFC sukses mencuri perhatian di gelaran turnamen Piala Presiden 2015. Klub asal Kalimantan Timur ini menggebrak dengan merekrut jajaran pemain bintang, termasuk beberapa pesepakbola asal Papua. Jadilah PBFC kini lekat dengan citra klub Kalimantan rasa Papua.
Setidaknya ada empat pemain asal Papua yang kini menghuni skuat asuhan Iwan Setiawan, yaitu Victor Pae, Terens Puhiri Owang Puhiri, Yohanes Ferinando Pahabol, dan megabintang sepakbola nasional, Boaz Solossa.
Belum lagi ditambah deretan pemain top yang menambah sangar kekuatan Pusamania Borneo FC, seperti Hamka Hamzah, Ponaryo Astaman, M. Roby, Diego Michiels, Aldaier Makatindu, Egi Melgiansyah, Jajang Mulyana, serta bomber asing, Srdjan Lopicic.
Padahal, ini kali pertama Pusamania Borneo FC tampil bersama klub-klub Indonesia Super League (ISL). Musim lalu, klub berjuluk Pesut Etam yang belum lama berdiri ini masih berkutat di kompetisi Divisi Utama.
Inilah yang diwaspadai oleh Jajang Nurjaman, pelatih Persib Bandung, di mana skuat asuhannya akan menghadapi Pusamania Borneo FC di babak 8 besar turnamen Piala Presiden 2015.
“Mereka memiliki kecepatan dan kemampuan individu yang bagus. Mudah-mudahan kami bisa mengantisipasi kekuatan mereka,” harap Jajang Nurjaman merendah.
“Di babak penyisihan, saya lihat mereka berhasil mencetak 5 gol. Bagaimana prosesnya kami sudah pelajari dan antisipasi. Intinya pemain belakang kami harus lebih waspada,” lanjut pelatih yang sukses mebawa Persib Bandung juara ISL 2014 musim lalu.
Patut dinanti, apakah PBFC dengan skuat gemerlapnya mampu menaklukkan sang juara bertahan ISL, Persib Bandung. Atau justru tim Pangeran Biru yang bakal melenggang ke semifinal dengan segala kemapanan dan pengalaman yang dimilikinya.

Sumber : SIDOMI

 

 

Bek Persib Bandung: Boaz Solossa Striker Terbaik Indonesia

Bek Persib Bandung: Boaz Solossa Striker Terbaik Indonesia

Persib Bandung bakal menghadapi Pusamania Borneo FC pada akhir pekan nanti, dalam babak delapan besar turnamen Piala Presiden. Borneo yang diperkuat beberapa pemain dengan nama besar jadi motivasi tersendiri bagi skuat Maung Bandung.
Salah satu nama yang bakal jadi pusat perhatian adalah striker Borneo yang dipinjam dari Persipura Jayapura, Boaz Solossa. Bek Persib Achmad Jufriyanto, mengaku antusias dengan kehadiran Boaz di kubu Pesut Etam. Bek timnas Indonesia itu tak segan untuk menyebut Boaz sebagai salah satu striker terbaik Indonesia.
Jupe, sebagaimana Jufriyanto akrab disapa, punya motivasi tersendiri untuk menghentikan pergerakan bomber yang juga kerap beroperasi sebagai winger tersebut. "Boaz merupakan striker terbaik di Indonesia jadi itu bisa jadi motivasi saya pribadi dan untuk empat pemain belakang Persib pada umumnya," tutur Jupe dilansir laman resmi klub.
Sementara itu, bek asing Vladimir Vujovic mengingatkan rekan-rekannya untuk konsentrasi penuh menghadapi Borneo racikan Iwan Setiawan. Tandem Jupe berpaspor Montenegro itu menaruh hormat pada Borneo yang dihuni pemain kaliber nasional seperti Hamka Hamzah, Diego Michiels, M Roby hingga pemain asing mumpuni seperti Srdan Lopicic.
"Mereka punya pemain yang bagus, klub mereka cukup besar di Indonesia dan terorganisir juga. Jadi saya menghormati mereka dan juga menghormati tim saya sendiri," ungkap pria yang karib disapa Vlado itu.

Sumber : Goal.com

Jadwal Perempat Final Piala Presiden Akhir Pekan Ini

Jadwal Perempat Final Piala Presiden Akhir Pekan Ini

Liputan6.com, Jakarta Babak perempat final Piala Presiden 2015 akan bergulir akhir pekan ini. Empat laga akan tersaji dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi Indosiar.

Pada leg pertama, tim-tim yang menjadi runner up di babak penyisihan mendapat kesempatan sebagai tuan rumah. Duel akan digelar 19 dan 20 September 2015. Sedangkan untuk leg kedua akan digelar di markas juara grup pada 27-27 September 2015.

Leg pertama diawali dengan pertemuan Mitra Kukar melawan PSM Makassar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, 19 September 2015 pukul 15.00 WIB. Laga kemudian dilanjutkan dengan duel Arema Cronus FC menghadapi Bali United pukul 18.00 WIB.

Sedangkan pada hari Minggu (20/9/2015), babak perempat final akan mempertemukan Persebaya United Vs Sriwijaya FC dan Pusamania Broneo berhadapan dengan Persib Bandung.

Berikut Jadwal Lengkapnya:
Sabtu (19/9/2015)
15.00 : Mitra Kukar Vs PSM Makassar
18.00 : Arema Cronus Vs Bali United
Minggu (20/9/2015)
15.00 : Persebaya United Vs Sriwijaya FC
18.00 : Pusamania Borneo FC Vs Persib Bandung

Sumber :  Liputan6.com
Kepolisian Jamin Tak Ada Potensi Kerusuhan Seperti '98

Kepolisian Jamin Tak Ada Potensi Kerusuhan Seperti '98

Kepolisian Jamin Tak Ada Potensi Kerusuhan Seperti '98
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian


Ekonomi Indonesia berada dalam ancaman krisis ketika pelemahan rupiah yang terus terjadi. Beberapa pihak khawatir kondisi paling buruk seperti pernah terjadi pada krisis ekonomi 1998.
Namun, pihak kepolisian menjamin, kerusuhan sosial yang pernah menjadi tidak akan terulang saat ini.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, meski saat ini pertumbuhan ekonomi masih melamban, tidak ada ancaman kerusuhan besar seperti saat krisis 1998 lalu.

"Sinergi aparat dulu ga sebagus seperti sekarang ini. Pertumbuhan ekonomi kita pun sekarang tidak mengalami penurunan atau minus, kalau dulu ekonomi kita minus sampai pada 13 persen. Keadaan sekarang ada dampaknya, tapi tidak masif," ujar Tito Karnavian, di Mapolda, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Mantan Kapolda Papua ini juga menuturkan, pertumbuhan ekonomi kita saat ini sangat mirip dengan kondisi ekonomi pada tahun 2008 lalu, bukan tahun 1998. Kepolisian menjamin keamanan di dalam negeri.

"Polda bisa menjamin berdasarkan analisis, enggak akan ada kerusuhan dan lain-lain. Kita siapin semua, tapi kita dukung pemerintah (menumbuhkan perekonomian)," paparnya.

Tito juga melanjutkan, perlambatan ekonomi biasa terjadi dan sangat dipengaruhi faktor eksternal. Kalau ekonomi belum membaik, maka akan berdampak pada ekonomi kelas bawah. Semua pihak diharapkan melakukan pendekatan dalam memperkuat keamanan sosial. Kelas bawah diberi ketahanan sosial, atau ketahanan pangan misalnya. Langkah-langkah tersebut sangat baik untuk meredam gejolak sosial. (gms)

Sumber: http://news.merahputih.com
Wapres JK Ungkapkan Indonesia Sedang Krisis Moneter

Wapres JK Ungkapkan Indonesia Sedang Krisis Moneter

Wapres JK Ungkapkan Indonesia Sedang Krisis Moneter
Ilustrasi menghitung uang

JAKARTA - Wakil presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah krisis.

Namun JK tidak menjelaskan lebih lanjut soal itu. Termasuk indikator krisis yang digunakannya.

Di tengah kondisi krisis, kata JK, Indonesia membutuhkan dana yang murah.

Catatan Kontan, seperti krisis 1998 dan 2008, dana utang ini akan digunakan untuk membiayai anggaran negara dan untuk mengantisipasi jika pemerintah harus mengeluarkan dana untuk meredam krisis di sektor keuangan maupun melalui sektor riil.

JK menyampaikan situasi saat ini usai bertemu dengan Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chacvez, Kamis (17/9), di Kantornya, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Bank Dunia menawarkan pinjaman senilai US$ 12 miliar untuk jangka waktu empat tahun.

Pinjaman itu disertai dengan bunga yang relatif rendah, yairu 0,93 persen per tahun.

"Pinjaman itu, kalau diterima akan direfinancing lagi," ujar JK.

Ia mengingatkan, dalam beberapa tahun terakhir utang pemerintah turun karena refinancing (mengganti pinjaman dengan pinjaman lain).

Apalagi, pinjaman-pinjaman itu akan digunakan untuk berbagai proyek yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi.

Misalnya, seperti proyek infrastruktur, energi, jalan, dan hal lainnya.

Pernyataan JK bahwa kondisi ekonomi RI dalam krisis ini sebenarnya telah menjadi rumor hangat pada pekan ini.

Spekulasi ini muncul saat JK bertemu Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Senin pagi (14/9) di rumah dinas Wapres Jusuf Kalla.

Saat pertemuan itu, JK dan otoritas pasar keuangan dan moneter itu membahas situasi ekonomi yang sudah tahap menghawatirkan, terutama karena rupiah kian longsor terhadap dollar AS.


Staf Ahli Wapres, Sofjan Wanandi mengakui pertemuan coffee morning tersebut dan para peserta yang hadir dalam pertemuan itu.

Namun Sofjan mengatakan, pertemuan itu untuk membicarakan situasi terkini sekaligus mengantisipasi hasil rapat bank sentral Amerika Serikat yang terjadi pekan ini (Kamis pekan ini waktu Amerika Serikat).

Sofjan mengatakan, nilai tukar rupiah masih dalam kondisi yang aman karena pelemahan nilai tukar rupiah terjadi karena spekulasi.

Sofjan menegaskan, pemerintah masih yakin dua pemegang obligasi pemerintah, yakni pemerintah Malaysia dan Hongkong, tidak akan mencairkan obligasinya sehingga tidak kian memperlemah rupiah.

Sebab yield yang mereka terima atas kepemilikan obligasi negara RI masih lebih tinggi ketimbang obligasi negara lain.

"Rupiah tidak akan sampai 15.200 per dollar," kata Sofjan kepada KONTAN, Kamis (17/9). (*)
Sumber: www.tribunnews.com