Striker Persipura Jayapura Ikuti Seleksi di T-Team



TERENGGANU, KOMPAS.com - Klub Malaysia Premier League besutan Rahmad Darmawan, yakni T-Team, sedang menyeleksi tiga pemain asing. T-Team mengonfirmasi, salah satu dari tiga pemain itu adalah penyerang Persipura Jayapura.

Kabar mengenai seleksi tiga pemain asing di T-Team disampaikan oleh salah satu pelatih klub tersebut, Azhari Salim, yang dirilis melalui laman Facebook resmi klub.

"Dalam waktu dekat, T-Team akan menguji tiga pemain asing yang sudah dikenal. Tiga pemain itu adalah pencetak gol terbanyak Liga Uzbekistan 2015, mantan penyerang Felda (United FC), dan penyerang Persipura Jayapura," kata Azhari.

Sejauh ini, identitas bomber Persipura yang akan menjalani seleksi di T-Team tersebut masih dirahasiakan oleh pihak klub.

Namun, dari rumor yang tengah berkembang, kabarnya pemain itu adalah Boaz Solossa. Saat ini, Boaz masih terdaftar di dalam skuat Tim Mutiara Hitam yang tampil di ajang Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015.

Rumor kedatangan Boaz ke T-Team dinilai wajar lantaran pemain berusia 29 tahun itu pernah dilatih oleh Rahmad Darmawan pada 2005.

Selain itu, isu tersebut kian menguat setelah Boaz tak tampil dalam beberapa laga Persipura di PJS 2015. Namun, Persipura mengonfirmasi bahwa Boaz absen karena mengalami cedera.

Dalam aturan Malaysia Premier League, setiap klub peserta memiliki kuota empat pemain asing, dan T-Team sudah mempunyai tiga pemain asing, yaitu Makan Konate, Abdoulaye Maiga, dan Tomislav Busic.

Sebelumnya, T-Team juga sempat menguji coba mantan pemain Persija Jakarta, Rohid Chand. Namun, belum diketahui dengan jelas bagaimana kelanjutan masa depan Rohid Chand di T-Team.

Sumber : KOMPAS.com

Hadapi Surabaya United, Persipura Pasang Lapis Kedua



Bola.net - Karena tak lagi memiliki kepentingan karena sudah dipastikan tidak lolos ke semifinal, Persipura Jayapura akan menurunkan pemain lapis kedua saat jumpa Surabaya United, Selasa (22/12) besok sore di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Pelatih Persipura, Osvaldo Lessa menjelaskan bahwa dirinya ingin memberikan kesempatan kepada pemain yang selama ini lebih banyak menghangatkan bangku cadangan. Dan, pertandingan lawan Surabaya United adalah momen yang pas untuk mewujudkan rencana itu.

"Besok kami akan turunkan pemain cadangan," ungkap Lessa kepada Bola.net, Senin (21/12) siang. Para pemain seperti Andri Ibo, Victor Pae, Izaac Wanggai dan Lukas Mandowen akan mendapat jam terbang lebih banyak di pertandingan besok.

Osvaldo Haay dan Cristoper Sibi yang selalu ditarik keluar di pertengahan babak pertama, mungkin akan diberi waktu lebih banyak untuk unjuk gigi. Lessa menjelaskan bahwa dirinya harus menjajal semua pemain.

"Saya harus coba semua pemain. Apalagi tidak ada target penting di pertandingan besok," imbuh Lessa. (bola/mac)

Sumber : Bola.net

Lessa ingin Persipura Haus Gol



Merdeka.com - Meski tumbang di dua partai lawan Arema Cronus dan Pusamania Borneo FC (PBFC), Persipura Jayapura sebenarnya selalu bermain bagus. Mereka selalu bermain agresif dan menciptakan begitu banyak kesempatan emas. Namun tak ada yang menjadi gol.

Meski kurang puas dengan hasil yang dicapai pasukannya dalam dua pertandingan, Osvaldo Lessa sebagai head coach masih bisa tersenyum. Anak buahnya selalu bermain maksimal. Bahkan mereka juga mendominasi laga.

"Persipura dalam dua pertandingan ini main bagus," kata Lessa kepada Bola.net, Senin (21/12) siang. Meski demikian, ia memberikan catatan kepada lini depannya. Sebab dalam dua pertandingan, tim Mutiara Hitam baru mencetak satu gol.

Sebiji gol itu diceploskan Ricardo Salampessy yang notabene seorang bek tengah. Seperti di laga lawan PBFC lalu. Tercatat ada tiga peluang di muka gawang Pesut Etam yang tak mampu dimaksimalkan anak-anak Persipura.

"Agresifitasnya sudah ada. Tapi oportunitasnya yang belum. Mereka harus lebih berkonsentrasi tinggi ketika berada di depan gawang," harap Lessa.

Karena sudah pasti tak lolos ke delapan besar, pelatih asal Brasil ini berencana menurunkan pemain lapis kedua dalam laga kontra Surabaya United, Selasa (22/12) besok sore. Meski demikian, Lessa tetap mematok target kemenangan di laga esok. "Sebab semua mau lihat Persipura menang," pungkasnya. (faw/mac)

Sumber : Merdeka.com

Suporter Meminta Selangor FA Datangkan Pemain Persipura



Bola.com, Selangor - Penampilan mengkilap Andik Vermansah di Selangor FA sepanjang musim 2015 ini membuat sejumlah suporter The Red Giants menginginkan kehadiran pemain asal Indonesia lainnya. Fans bersuara lewat jejaring sosial agar Selangor mendatangkan pemain asal Persipura Jayapura.

Harapan suporter Selangor dituangkan di laman grup Facebook Selangor FC, yang menjadi wadah pendukung fanatis bersuara lewat dunia maya. Komentar soal desakan agar manajemen Selangor FA mendatangkan pemain-pemain asal Tim Mutiara Hitam mencuat di postingan yang menampilkan foto Andik.

Dalam postingan tersebut admin Selangor FC mengutip pernyataan Andik Vermansah, pasca Selangor juara Piala Malaysia 2015: "Kehadiran pendukung amat membanggakan, kini giliran kami membalas jasa dan sokongan yang diberikan sepanjang musim ini. Tidak akan mudah mengangkat piala tanpa kerja keras. Kami perlu lebih konsisten bagi menghadapi persaingan di liga dan Piala AFC musim depan."

Musim ini keceriaan suporter Selangor terasa kurang sempurna, karena tim hanya menduduki posisi runner-up Malaysia Super League 2015. Sebagai klub pengoleksi gelar terbanyak kompetisi kasta tertinggi (7 tropi Malaysia Super League), fans berharap klub mendatangkan lebih banyak pemain bintang pada musim 2016 mendatang.

"Selama sembilan prestasi Selangor FA di Liga Malaysia mengalami penurunan. Kehadiran Andik di Selangor mengubah situasi tersebut. Percayalah  AV7 telah memberi 100% tenaga dan kemampuannya buat pasukan Selangor yang memiliki kedekatan budaya dengan rakyat Indonesia. Diharapkan FAS membawa lagi seorang permain, rakyat Indonesia yg terbaik, untuk Selangor," komentar Aziz Oris, salah satu suporter golongan Ultas Selangor FA.

Masukan agar manajemen klub mengontrak pemain Persipura mencuat ke permukaan: "Coba Pemain asal Persipura Jayapura didatangkan ke Selangor, pasti akan lebih kuat lagi. Selangor tak akan terkalahkan lagi," komentar Haridi, salah satu suporter The Red Giants lainnya.

Rupanya sekalipun kompetisi Indonesia Super League tengah terhenti karena konflik PSSI dengan Kemenpora, aksi bintang-bintang Persipura mendapat perhatian dari pendukung Selangor di negara tetangga.

"Jika Selangor ingin lebih berjaya hadirkan Roberto Pugliara, pemain yang saat ini membela Persipura," ucap Muhammad Mawan menimpali postingan soal Andik.

Robertino Pugliara, gelandang serang asal Argentina yang hanya diikat kontrak singkat oleh Tim Mutiara Hitam hingga akhir Piala Jenderal Sudirman. Kans Selangor menggaetnya terbuka lebar.

Status kontrak pilar-pilar Persipura lainnya, macam Boaz Solossa, Ferinando Pahabol, Ian Kabes, Immanuel Wanggai, juga kurang lebih sama. Mereka bisa saja berpindah klub meninggalkan Tim Mutiara Hitam.

Celoteh suporter di dunia maya jadi menarik karena saat ini Selangor tengah berburu dua pemain impor. Mereka baru saja mendepak dua legiun asing asal Brasil, Leandro Dos Santos (gelandang) dan Guilherme de Paula Lucrecio (penyerang).

Saat ini Selangor baru secara resmi memiliki dua pemain asing buat menatap musim kompetisi 2016. Selain Andik Vermansah, Tim Gergasi Merah baru saja memperpanjang kontrak bek tengah asal Australia, Robert Cornthwaite.

Siapa yang akan melengkapi dua slot pemain asing bergantung pada keputusan pelatih Selangor FA. Rumor soal pergantian sosok nakhoda di klub tengah santer beberapa hari terakhir. Zainal Abidin Hassan disebut-sebut akan jadi pelatih baru klub menggantikan Mehmet Durakovic.

Koran-koran lokal Negeri Jiran juga intens memberitakan bahwa The Red Giants berniat mendatangkan pesepak bola asing asal Arab Saudi. Namun, semuanya baru sebatas desas-desus. Aktivitas klub menyongsong musim baru akan dimulai awal Januari.

Kemungkinan Selangor FA menggaet pemain asal Persipura atau Indonesia lainnya amat terbuka. Pada 2005, klub tersebut merekrut Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy dari Persija Jakarta. Keduanya mempersembahkan treble gelar.

Sumber : Bola.com

Persipura Bakal Bubar Lagi ?


Persipura Bakal Bubar Lagi?

Berita Bola Terkini – Persipura Jayapura telah tersingkir dari turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015. Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano, mengaku belum tahu nasib Persipura ke depan karena kompetisi yang tak kunjung menemui kejelasan. Apakah tim Mutiara Hitam bakal dibubarkan lagi?

“Saat ini belum jelas ada turnamen apa saja yang mengundang Persipura. Rasanya cukup sulit kalau kami bertahan eksis hanya lewat turnamen,” keluh Benhur Tommy Mano beberapa waktu lalu.

“Tidak hanya pemain yang kehilangan pekerjaan saat kompetisi vakum, kami juga merasa tidak nyaman karena bertanggung jawab kepada sponsor. Sponsor tidak mungkin jalan terus kalau tidak ada kompetisi,” imbuhnya.

“Komitmen Persipura dengan sponsor dan masyarakat Papua tak hanya berprestasi di kompetisi Indonesia Super League (ISL), tapi juga tingkat Asia,” tandas Benhur Tommy Mano.
Persipura gagal melaju ke babak berikutnya setelah ditekuk Pusamania Borneo FC di babak 8 besar turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015 lewat drama adu penalti. Atas kekalahan ini, pelatih Persipura, Osvaldo Lessa, menuding wasit sebagai biang keladinya.

”Pertandingan sangat berat. Bukan karena permainan di lapangan, namun lagi-lagi keputusan wasit. Saya sebenarnya tak ingin protes lagi, tapi kembali wasit berbuat tak adil pada kami,” tukas Osvaldo Lessa.

”Pemain tampil bagus. Kami juga mempersiapkan laga dengan semaksimal mungkin. Tapi semua juga tahu bagaimana wasit tampil buruk. Kenapa hanya Persipura yang dapat perlakuan seperti ini?” tambahnya.

Sumber : Sidomi News

Semen Padang, dan Mitra Kukar, Susul Arema Cronus dan Pusamania ke Semifinal


Semen Padang, dan Mitra Kukar, Susul Arema Cronus dan Pusamania ke Semifinal

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Semen Padang dan Mitra Kukar lolos ke semifinal Piala Sudirman 2015.
Tim Kabau Sirah, julukan Semen Padang, meski kalah lewat adu penalti dari Persija, dalam pertandingan terakhir babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Stadion Manahan, Solo Minggu (20/12/2015), namun tetap lolos dengan status juara Grup.

Persija sendiri hanya menempati posisi ketiga, dibawah Mitra Kukar yang meraih nilai lebih baik satu poin.
Di pertandingan Minggu, Persija dan Semen Padang harus melakoni adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 90 menit. Hasil ini tidak bisa menyelamatkan peluang Persija lolos ke semifinal.

Kegagalan pasukan Bambang Nurdiansyah ini menjadi kado pahit bagi Jakmania yang berulang tahun ke-18 pada Sabtu (19/12/2015).
Di pertandingan grup lain, sehari sebelumnya, dua tim yang memastikan lolos ke semifinal adalah Arema Cronus dan Pusamania Borneo FC (PBFC).
Arema Cronus memastikan diri lolos ke semifinal usai menekuk Surabaya United dengan skor 3-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (19/12/2015).

Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Arema mengumpulkan total enam poin dan kembali ke puncak klasemen sementara Grup E.
Mereka menggeser Pusamania Borneo FC (PBFC) yang sebelumnya menang 4-3 atas Persipura Jayapura melalui adu penalti.

Raihan poin Arema dan PBFC sudah tak mungkin dikejar Persipura dan Surabaya United. Pasalnya, dengan hanya tersisa satu pertandingan, poin maksimal yang bisa dihasilkan Persipura yang kini ada di urutan ketiga, hanya empat.(*)

Kodim Fakfak Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana

Kodim 1706/Fakfak menggelar latihan gabungan penanggulangan bencana alam tanah longsor dengan melibatkan Polri, BPBD, Badan SAR Nasional, Dinas PU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, di Lapangan Reklamasi Pantai dan sekitar Kampung Bugis Dalam Tumburuni, Sabtu (19/12). (Foto: Istimewa/Pendam XVII Cenderawasih)
"Jadikan latihan ini sebagai pengalaman apabila kita benar-benar melakukan suatu pertolongan yang diakibatkan oleh adanya bencana alam," kata Andi.
Jayapura (Antara Papua) - Kodim 1706/Fakfak menggelar latihan gabungan  penanggulangan bencana alam tanah longsor dengan melibatkan Polri, BPBD, Badan SAR Nasional, Dinas PU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, di Lapangan Reklamasi Pantai dan sekitar Kampung Bugis Dalam Tumburuni, Sabtu (19/12).

Latihan gabungan itu dipimpin Dandim 1706/FF Letnan Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, didampingi Penjabat Bupati Fakfak Oktovianus Mayor.

Sebelum pelaksanaan latihan, Letkol Andi menyampaikan agar dalam pelaksanaan latihan dilakukan dengan sungguh-sungguh serta tetap menjaga keamanan baik personil maupun materiil.

"Jadikan latihan ini sebagai pengalaman apabila kita benar-benar melakukan suatu pertolongan yang diakibatkan oleh adanya bencana alam," kata Andi.

Disamping itu, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam, sehingga apabila benar-benar terjadi semuanya sudah siap dan mengerti akan tugas dan tanggungjawab serta apa harus harus dilakukan.

Skenario latihan disimulasikan bahwa terjadi angin dan curah hujan yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan tanah longsor di Kampung Bugis Dalam Tumburuni.

Posko penanggulangan bencana kemudian mendapat laporan dari anggota Babinsa dilapangan bahwa telah terjadi bencana alam tanah longsor di Kampung Bugis  Tamburuni.

Posko penanggulangan bencana alam langsung merespon dengan menggerakan pasukan/Tim SARr gabungan untuk melaksanakan penanganan di lokasi yang terkena bencana alam tanah longsor.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Badan SAR Nasional, Dinas PU, Dinas Kesehatan, tiba di TKP Kampung Bugis Tumburuni Dalam, untukselanjutnya melaksanakan evakuasi terhadap korban tanah longsor yang mengalami luka luka, maupun yang sudah meninggal.

Akibat curah hujan yang tinggi selain mengakibatkan tanah longsor juga menimbulkan banjir bandang sehingga Tim Sar selain melakukan evakuasi di darat juga melakšanakan pencarian korban hanyut lewat laut yang terbawa aru? air.

Selanjutnya Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dan berhasil mengevakuasi korban tanah longsor dan korban hanyut serta mengevakuasi Warga sekitar lokasi bencana tanah longsor untuk diungsikan ketempat yang lebih aman.
  
Kegiatan latihan penanggulangan bencana alam ini berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan dan dilanjutkan dengan pengecekan akhir.

Usai latihan, Penjabat Bupati Fakfak Oktovianus Mayor menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta latihan.

"Saya apresiasi latihan hari ini karena sangat baik bagi kami semua, kedepan harus dilaksanakan minimal satu atau dua kali dalam setahun dengan melibatkan juga Kepala Distrik, Lurah dan aparat lainnya. Saya atas nama Pemerintah mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada Kodim yang telah m?nyelenggarakan latihan ini dengan kesungguhan serta penuh semangat yang tinggi," ujarnya. (*/adv)

Editor: Anwar Maga
Lewat Desember, Pilkada di Lima Daerah Perlu Perppu

Lewat Desember, Pilkada di Lima Daerah Perlu Perppu

Warga mengecek DPT pilkada. Foto: Ilustrasi dok.JPNN
Warga mengecek DPT pilkada. Foto: Ilustrasi dok.JPNN
JAKARTA – Pelaksanaan pemungutan suara pilkada di lima daerah yang tertunda, tipis kemungkinan bisa digelar Desember 2015.

Hal ini karena proses hukum terkait gugatan pasangan cabup-cawabup Simalungun JR Saragih-Amran Sinaga dan pasangan Survenof Sirait-Parlin Sinaga sebagai calon wako-wawako Siantar, diperkirakan masih panjang. Begitu juga kasus Kota Manado. Sedang untuk kasus Kalimantan Tengah dan Fakfak, KPU masih mengajukan kasasi.

“Rasanya susah bisa Desember ini karena proses hukum masih panjang,” ujar  Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jerry Sumampouw kepada JPNN, kemarin (14/12).

Aktivis asal Manado itu mengatakan, kemungkinan hanya dua, yakni pilkada susulan digelar 2016 atau 2017 bersamaan dengan pilkada serentak di sejumlah daerah gelombang kedua.

Itu pun, lanjutnya, masih diperlukan payung hukum karena sesuai ketentuan pasal 201 ayat (1) UU Pilkada, ditegaskan ahwa pemunguatan suara serentak dalam pemilihan gubernur, bupati/wali kota yang masa jabatannya berakhir tahun 2015 dan Januari sampai dengan bulan Juni 2016, dilaksanakan pada tanggal dan bulan yang sama pada bulan Desember 2015.

Sesuai UU Pilkada, tahun 2016 tidak ada pilkada. Nah, agar tetap bisa dilakukan di tahun 2016, Jerry mengatakan, diperlukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) sebagai payung hukumnya. “Jadi diperlukan Perppu dan saya kira KPU sudah memikirkan hal itu,” kata Jerry.

Perppu dimaksud, lanjutnya, mengatur mengenai pelaksanaan pilkada serentak di lima daerah yang tertunda. Yakni Siantar, Simalungun, Kota Manado, Fakfak, dan Kalimantan Tengah.

Bagaimana jika putusan inkrach di lima daerah itu tidak bersamaan? Jerry mengatakan tidak masalah. “Yang penting dijadwalkan pelaksanaan pemungutan suaranya dilakukan serentak,” ujar Jerry. Artinya, daerah yang sudah keluar putusan inkrah harus menunggu daerah lain, hingga kelimanya sudah ada putusan final semuanya.

Diberitakan sebelumnya, kemungkinan proses hukum masih panjang terbuka lebar. Peluang itu ada jika nantinya begitu keluar putusan PTTUN Medan yang memenangkan gugatan pasangan cabup-cawabup Simalungun JR Saragih-Amran Sinaga, tapi KPU Simalungun tidak puas dan mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Hal yang sama bisa terjadi jika Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan memenangkan gugatan pasangan Survenof Sirait-Parlin Sinaga dan KPU Siantar mengajukan kasasi. Sebaliknya, jika pasangan JR Saragih-Amran Sinaga dan Survenof Sirait-Parlin Sinaga kalah di tingkat PTTUN, juga punya hak untuk mengajukan kasasi. Jadi, peluang pilkada kedua daerah itu lewat Desember 2015 sangat besar. (sam/jpnn)
Penundaan Pilkada Fak-Fak Sebuah Langkah Korektif

Penundaan Pilkada Fak-Fak Sebuah Langkah Korektif

Pemandangan Kota Fak-fak dari udara. [Sumber: FB ACKF/Aku Cinta Kota Fakfak]
Pemandangan Kota Fak-fak dari udara. [Sumber: FB ACKF/Aku Cinta Kota Fakfak]
[JAYAPURA] Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar yang diketuai Hakim Kamer Togatorop, SH,M.AP dalam putusan nomor 20/G/Pilkada/2015/PTTUN.MKS Tahun 2015 pada Selasa (8/12) menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua Barat.

Dalam amar putusannya tersebut, PTTUN Makassar Mengabulkan Permohonan Penggugat atas nama Drs.Donatus Nimbitkendik, M.TP dan H.Abdul Rahman, SE dan Mengadili Dalam Penundaan dengan Menyatakan menunda pelaksanaan Keputusan KPU Provinsi Papua Barat Nomor 66/Kpts/KPU.Prov-032/XI/Tahun 2015 tanggal 25 November 2015 hingga ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Ini dikatakan  kuasa  hukum  pasangan Donatus Nimbitkendik-Abdulrahman (Donma), Yan Cristian Warinusy kepada SP,  Kamis (10/12) pagi.
Sebelumnya, KPU Kabaupaten Fak-Fak  menetapkan kedua pasangan calon  nomor urut 1, Drs. Muhammad Uswanas, M.Si.- Ir. Abraham Sopaheulakan, M.Si., serta paslon nomor urut 3, Ivan Ismail Madu, S.Sos- Drs. Fransiscus Hombore, M.Si.   untuk bertarung dalam  Pilkada, Rabu  (9/12) kemarin.
 Kemudian majelis Hakim PTTUN Makassar yang terdiri dari Hakim Ketua, Kamer Togatorop, SH, M.AP serta Undang Saepudin, SH, MH dan H.Ishak Lanap, SH, masing-masing sebagai hakim anggota juga menolak eksepsi dari pihak tergugat, yaitu KPU Provinsi Papua Barat.
 Selanjutnya di dalam konteks pokok perkara, gugatan klien kami yaitu Pasangan Donma sebagai calon peserta Pilkada Kabupaten Fakfak Tahun 2015 dikabulkan untuk seluruhnya oleh Majelis Hakim PTTUN Makassar tersebut.
 PTTUN Makassar menyatakan Batal Keputusan KPU Provinsi Papua Barat Nomor : 66/Kpts/KPU.Prov-032/XI/Tahun 2015 tentang Membatalkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Fakfak Nomor 5 Tahun 2015 tentang perubahan atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Fakfak Tahun 2015 tentang perubahan atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Fakfak Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon sebagai peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Fakfak Tahun 2015.

PTTUN Makassar juga menyatakan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Fakfak Nomor 5 Tahun 2015 tentang perubahan atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Fakfak Nomor 4 tahun 2015 tentang perubahan atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Fakfak Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Tahun 2015 tanggal 13 November 2015 tetap sah dan mengikat.

Sehingga PTTUN Makassar sekaligus dalam amar putusannya tersebut juga Mewajibkan Tergugat (KPU Provinsi Papua Barat untuk mencabut Keputusan KPU Provinsi Papua Barat Nomor 66/Kpts/KPU.Prov-032/XI/Tahun 2015 tanggal 25 November 2015 tersebut dan atau menerbitkan Keputusan Baru yang menetapkan Drs.Donatus Nimbitkendik, M.TP dan H.Abdul rahman, SE sebagai perserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Fakfak tahun 2015.

Sekaligus KPU Provinsi Papua Barat selaku Tergugat dalam perkara tersebut, dihukum pula oleh PTTUN Makassar dalam putusannya tersebut untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara itu sebesar Rp.480.000,- (empat ratus delapan puluh ribu rupiah).

“Sebagai kuasa hukum dari Pasangan Donma, saya memandang bahwa putusan PTTUN Makassar ini sebenarnya merupakan langkah korektif dari sisi hukum terhadap tindakan dan keputusan KPU Provinsi Papua Barat yang cenderung bersifat arogansi institusional dan arogansi kekuasaan serta melawan hukum. Yang kesemuanya itu terjadi semata-mata atas arahan dan supervisi dari KPU RI di Jakarta, “ujarnya.
Dikatakan, kami akan mengikuti terus perkembangan sikap dari KPU Provinsi Papua Barat terhadap putusan PTTUN Makassar tersebut. “Apakah mereka mau menerima putusan tersebut atau akan menggunakan haknya untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut, “ujarnya. [154/L-8]

Sumber: : http://sp.beritasatu.com
Peringati Hari HAM, IPMA-PAPUA Siap Lapor Polda DIY

Peringati Hari HAM, IPMA-PAPUA Siap Lapor Polda DIY

https://z-1-scontent.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/v/t1.0-9/12346501_1535537703437489_5478579765154599100_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=f40e29037c0a78e97530428faa42a1a5&oe=571950FDDalam rangka memperingati hari HAM sedunia 10 Desember 2015;  Kami atas Nama Seluruh Anggota Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Daerah Istimewa Yogyakarta, Akan Melaporkan dugaan tindak Pidana Siar kebencian dan Diskriminasi Rasial menggunakan Stigma Separatis terhadap Seluruh Pelajar dan Mahasiswa/i Papua di Yogyakarta, yang dilakukan oleh Suaudara Muhammad Suhud S.H, Beserta organisasi dan Saudara Chang Wendryanto S.H. Ketua komisi C DPRD Propinsi D.I.Y dari Fraksi Partai PDIP yang di lakukan pada tangal 1 Desember 2015 di halaman DPRD D.I.Y 
Selanjutnya akan di laporkan ke POLDA D.I.Y dan akan di tembuskan ke Komnas HAM RI, Kapolri,Kompolnas, Gubernur D.I.Y, Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat.

Sebelumnya pada 9 Desember 2015, Presiden Mahasiswa, Aris Yeimo juga mengeluarkan Seruan dan Pernyataan seperti dimuat dibawah ini :

SERUAN DAN SIKAP PIMPINAN PELAJAR DAN MAHASISWA/I PAPUA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Sesuai dengan sebar kebencian yang dilakukan kurang lebih 29 kelompok Ormas yogyakarta yang di ketuai oleh Muhamad Suhud Yang tergabung dalam Front Anti Separatis Jogyajakarta (FASJ) beberapa waktu lalu,telah sukses memaksa warga Yogyakarta agar Membenci Pelajar Mahasiswa Papua,dengan Isu Stigma Separatis diatas Sterotip yang sudah ada.

Dengan adanya isu separatis baru yang melanda pelajar dan mahasiswa Papua, hari ini Pelajar Dan Mahasiswa papua sangat diresahkan dan semakin terkikis dari aktifitas sebagai Mahasiswa oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,

Saya atas nama Aris Yeimo,sebagai pimpinan pelajar dan mahsiswa/i Mengutuk Keras Atas semua tindakan dan sikap yang di lakukan oleh Ormas FASJ dalam hal menyebar kebencian isu separatis,serta menuntut kepada:

1. APARAT KEAMANAN SEGERA TINDAK TEGAS KEPADA INDIVIDU & ORMAS PELAKU DISKRIMINASI RASIAL DAN KEBENCIAN .
 

2. PEMDA DIY SEGERA MENCABUT IZIN DAN TUTUP KIOS,TOKO,BAR,DISCOTIK TEMPAT JUAL MINUMAN BERALKOHOL DARI 5% - 100% DEMI MENLINDUNGI YOGYAKARTA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN
 

3. MAHASISWA PAPUA YOGYAKARTA MOHON PERLINDUNGAN DARI BAPAK SRI SULTAN & KOMNAS HAM DARI ANCAMAN DISKRIMINASI RASIAL & SIAR KEBENCIAN
 

4. KOMNAS HAM MOHON BERTINDAK MENJADI MEDIATOR
UNTUK MENGGELAR DIALOG DAMAI GUNA MENYELESAIKAN MASALAH DISKRIMINASI RASIAL & SIAR KEBENCIAN UNTUK MELINDUNGI RUANG DEMOKRASI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.


Yogyakarta 09/12/2015
 

PRESMA ARIS YEIMO
Mahasiswa Papua Yogyakarta Anti Diskriminasi Rasial dan Siap Menjaga Jogja Sebagai Kota Pendidikan

Mahasiswa Papua Yogyakarta Anti Diskriminasi Rasial dan Siap Menjaga Jogja Sebagai Kota Pendidikan

https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtp1/v/t1.0-9/11406766_1422534958071098_6871259448719176339_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=2b7c436c4e31424a0598abeb4c17d2b8&oe=56D94C08“Dari Stigma Wong Ireng, Pemabuk, Tukang Rese, Preman, Tidak Taat Lalu Lintas hingga Separatis kepada Mahasiswa Papua di Yogyakarta”

Jika kami Di Pangil WONG IRENG,menurut kami itu wajar karena memang warna kulit kami demikian.

Jika kami dibilang PEMABUK maka kami akan bertanya siapa yang MENJUAL MINUMAN BERALKOHOL dan memberikan IJIN PENJUALAN Minuman Beralkohol dengan kadar (5% - 100%)?

Jika kami dibilang TUKANG RESE dan TIDAK TAAT ATURAN LALU LINTAS maka kami akan bilang siapa yang suka mengunakan motor dengan knalpot resing tanpa mengunakan helm dan membunyikan motor keras-keras sambil menghambat fasilitas jalan umum?

Jika kami dibilang PREMAN secara spontan kami akan marah sebab kami adalah MAHASISWA yang INTELEK dan bukan PREMAN.

Jika kami dibilang SEPARATIS, MAKAR dan lain sebagainya maka kami akan bertanya apa dasarnya dan buktinya, serta apakah secara definisi Mahasiswa Papua dan Separatis atau Makar sama?
Beberapa pertanyaan diatas, jika dibicarakan dan/atau diucapkan oleh masyarakat menengah ke bawah kami (Mahasiswa Papua Yogyakarta) tidak persoalkan dan bahkan tidak perdulikan karena kami tahu mereka tidak berpendidikan dan tidak memiliki wawasan yang luas sehingga mereka dapat berkata-kata demikian.
Kami sangat jengkel dan tidak sepakat jika hal itu disampaikan oleh orang yang berpendidikan atau Seorang Pejabat Publik, seperti Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, dan Alat Keamanan Negara sebab mereka memiliki etika profesi yang mewajibkan Seorang Pejabat Negara Untuk Profesional.
Sejak peristiwa Cebongan hingga hari ini, kami menilai ada beberapa isu yang dikembangkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab kepada orang timur khususnya kami Mahasiswa Papua yang di Identikan dengan WONG IRENG, TUKANG RESE, PEMABUK, TIDAK TAAT ATURAN LALU LINTAS, PREMAN dan sekarang mulai dikembangkan STIGMA SEPARATISME.
Pada prinisipnya kami simpulkan bahwa semua sebutan atau sapaan diatas merupakan “PROYEK STIGMA TERHADAP KAMI MAHASISWA PAPUA” yang sedang didorong oleh pihak tertentu untuk kepentingan mereka.
Dari jumlah Pelajar dan Mahasiswa Papua yang mencapai 7000-an lebih di seluruh wilayah Yogyakarta, tentunya melalui pemenuhan kebutuhan hidupnya (Sandang, Pangan dan Papan) telah sukses memberikan SUMBANGSIH TERBESAR SECARA EKONOMI KEPADA MASYARAKAT YOGYAKARTA,  khususnya pemilik kos-kosan, pemilik kontrakan, pemilik warung makan, pemilik tempat cuci pakaian, pemilik rental pengetikan, pemilik warnet, pemilik rental kendaraan, dan lain sebagainya.
Selain itu karena pengiriman uang untuk biaya hidup mahasiswa Papua selama ini mengunakan akses Bank (swasta maupun milik negara) maka secara otomatis memberikan keuntungan atau pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Daerah Istimewah Yogyakarta sehingga dapat disimpulkan bahwa :

“KEBERADAAN MAHASISWA PAPUA MEMBERIKAN KONTRIBUSI BESAR SECARA EKONOMI KEPADA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA”

Pertanyaannya adalah Apakah Orang Yang Selalu Mengatas namakan Masyarakat Yogyakarta Untuk Kepentingan Politik, Sosial, Ekonomi Dan Budaya Memberikan Kontribusi Secara Ekonomi Kepada Masyarakat Yogyakarta seperti yang dilakukan mahasiswa papua?

Deklarasi Jogja Anti Separatis yang ditujukan kepada seluruh Mahasiswa Papua di Yogyakarta, pada tanggal 1 Desember 2015 di halaman DPRD DIY merupakan awal dimulainya Tindakan Siar Kebencian Berbasis Diskriminasi Ras dan Etnis dalam ke Istimewaan Yogyakarta.
Anehnya lagi tindakan itu didukung oleh SEORANG ANGGOTA DPRD DIY sehingga kami menyimpulkan bahwa tindakan “DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS TERHADAP MAHASISWA PAPUA di Yogyakarta dilakukan secara struktural baik oleh masyarakat maupun pemerintah setempat.
Melalui Peristiwa diatas, secara langsung telah merusak tatanan Negara Indonesia yang terbentuk dari sekian suku, bangsa, etnik dan ras.

Mengingat tindakan Siar Kebencian adalah Tindak Pidana dan Diskriminasi Rasial adalah Pelanggaran HAM sebagaimana dijamin dalam Pasal 156 junto Pasal 157 Kitab Undang Undang Hukum Pidana dan Pasal 4 junto Pasal 15 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Peghentian Diskriminasi Ras dan Etnis sehingga para pelaku baik secara invidu maupun organisasi wajib diberikan sangksi sesuai dengan aturan yang berlaku demi melindungi Hak Asasi Manusia setiap warga Negara Indonesia sembari mewujudkan Prinsip Negara Indonesia adalah Negara hukum dan perlakuan yang sama didepan hukum.

“STOP DISKRIMINASI RASIAL MENGUNAKAN ISU SEPARATIS TERHADAP MAHASISWA PAPUA DI YOGYAKARTA”

ttd
IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA  (IPMA-PAPUA)

Boaz dan Robertino Siap Tampil di Babak 8 Besar

BALI-Boaz Solossa dan Ro­bertino Pugliara siap sudah siap untuk kembali memper­kuat tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura pada babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman.  Boaz yang mengalami cedera otot tendon saat pertandingan perdana babak penyisihan grup B melawan Bali United dan harus absen selama babak penyisihan grup, sudah pulih dari ce­deranya. Bahkan kapten tim Persipura ini dikabarkan sudah sembuh 100 persen.

Kondisi yang sama juga dialami gelandang Persipura Robertino Pugliara yang sempat mengalami cedera hamstring ringan dan harus absen pada pertandingan terakhir Persipura melawan Mitra Kukar, juga sudah pulih dan menjalani latihan bersama rekan-rekannya. 

“Robertino sudah tidak ada masalah lagi. Dia sudah kembali latihan keras bersama pemain lainnya,” ungkap Pelatih Kepala Persipura Osvaldo Lessa kepada Cenderawasih Pos, kemarin (4/12). 

Selain Robertino Pugliara, Boaz Solossa menurut Lessa juga sudah pulih dari ce­deranya. Boaz bahkan setiap hari sudah menjalani latihan fisik keras setiap hari dibawah bimbingan pelatiha fisik Persipura Lidyio Ninjo. Hal ini dilakukan agar performa Boaz bisa kembali setelah cukup lama istirahat.

“Tim dokter sampaikan kalau Boaz sudah sembuh dan masih ada waktu beberapa hari sebelum babak 8 besar dimulai untuk mempersiapkan Boaz lebih baik lagi,” ucap Lessa. 

Lessa mengakui, Boaz Solossa dan Robertino Pugliara merupakan pemain penting dan memiliki peran penting di skuat Persipura. Untuk itu, kehadiran kedua pemain ini di babak 8 besar sangat berarti bagi Persipura apalagi lawan yang akan dihadapi di babak 8 besar adalah tim-tim kuat. 

Secara terpisah Pelatih Fisik Persipura,  Lidyio Ninjo me­ngatakan Boaz masih butuh beberapa hari latihan fisik untuk mengembalikan performanya. “saya memberikan beberapa progarm latihan untuk menguatkan kembali otot-ototnya,” jelasnya. 

Senada dengan itu, dokter tim Persipura, dr. Agustinus Hetaubun menyebutkan bahwa cedera yang dialami Boaz sudah tidak ada masalah dan ia sudah pulih 100 persen. Agustinus menjelaskan bahwa Boaz hanya mengalamai cedera otot tendon lutut kanan yang tergolong ringan.

“Hanya memang butuh waktu untuk pemulihan dan selama ini Boaz sudah menjalani terapi baik secara medis maupun melalui program latihan yang diberikan pelatih. Semua sudah berjakan bagus, tinggal Boaz mempersiapkan diri de­ngan baik,” ungkapnya. 

Untuk babak 8 besar yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogjakarta, Persipura baru mulai bertan­ding pada tanggal 13 Desember 2015 menghadapi Arema Cronus. (ans/nat/radarsorong)

Natal MAAK: HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH

Natal Mahasiswa Fakfak dikota Jayapura dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2015 bertempat di Mess Pemda Fakfak.

Dengan Thema : HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH dan  
Sub Thema: MELAUI NATAL KITA MEMPERERAT HUBUNGAN KERHARMONISAN ANTARA UMAT BERAGAMA DAN KELUARGA MAHASIWA/I FAK FAK DI JAYAPURA DENGAN TALI KASIH DAN DAMAI BERSAMA UNTUK MENYAMBUT SANG JURU SELAMAT.


Dalam hal Ini terutama Mahasiwa/i Fakfak yang ada di Jayapura harus memiliki kebersaman dalam tali Persaudaraan di antara umat beragama, seperti Motto Kita SATU TUNGKU TIGA BATU, yang artinya Kita Persaudaraan yang memiliki tiga Agama yakni Kristen Protestan, Katolik, dan Islam.

Jamhari Muri selaku ketua panitia Natal MAAK (Mes, Anjungan, Asrama Kos-kosan) menyampaikan dalam sambutannya "Kabupate­n Fak fak merupan Kabupaten tertua di Papua Barat namun pembangunannya tidak maju malah menjadi yang terbelakang saat ini.
Oleh Sebab itu harapannya Mahasiswa Mahasiswi yang ada di Jayapura Kembali memaknai Sub Thema Natal yang dibuat bersama sebagai dasar untuk mengubah kota Fakfak yang lebih baik kedepan.

Menurutnya tanpa Persatuan maka perubahan tidak akan terwujud. Karena demikian kita Mahasiwa Fakfak harus kembali menjalin hubungan persaudaraan untuk melihat kota kita saat ini.
Masalah hari ini biarlah untuk hari ini jangan kita bawa sebagai duri yang akan melukai semua orang, tetapi bagaimana kita menciptakan kehidupan baru setelah kita lewati Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2016 nanti.

Di tambahkan lagi oleh Bapak Isak Kabes, selaku Orang tua di kota studi Jayapura, Mahasiwa Sebagai agen perubahan dan juga penyambung aspirasi masyarakat yang harus memiliki tujuan sama untuk membangun kota Fakfak nanti; oleh karena itu mahasiwa harus aktif melihat setiap persoalan persoalan yang terjadi diKalangan mahasiwa sendiri, Pemerintah dan terutama Masyarakat Fakfak.

Penulis : Maik Muri
LSM Sesalkan Kekerasan pada Rakyat Papua Setiap 1 Desember

LSM Sesalkan Kekerasan pada Rakyat Papua Setiap 1 Desember

LSM Sesalkan Kekerasan pada Rakyat Papua Setiap 1 Desember
Pengunjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua saat berorasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 1 Desember 2015. Dalam aksinya massa menuntut Papua Merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah
Jakarta - Gabungan beberapa organisasi kemasyarakatan berkumpul di kantor LBH Jakarta guna menyatakan sikap menolak dan meminta aparat menghentikan aksi kekerasan yang menimpa masyarakat Papua, baik yang terjadi di Jakarta dan di Papua pada 1 Desember lalu.

Menurut Bernard Agapa, aktifis dari 'Papua Itu Kita' aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta kemarin bukan bentuk gerakan separatis yang mengganggu kedaulatan.
"Tanggal 1 Desember merupakan hari bagi orang Papua dalam merayakan ekspresi identitas," katanya di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015.

Bernard menambahkan setiap perayaan tanggal 1 Desember sejak 1961 terus menelan korban. Menurutnya 1 Desember merupakan saat pertama kali masyarakat menyebut diri mereka sebagai Papua, dan di tanggal itu pula nama Papua diresmikan.

Selasa kemarin 1 Desember 2015, Aliansi Mahasiswa Papua melangsungkan demonstrasi di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Namun demonstrasi tersebut berujung rusuh. Mahasiswa melempari polisi dengan batu, sementara 300 polisi menyemprotkan gas air mata.

Selain di Jakarta, sebanyak 32 orang ditangkap karena diduga hendak memperingati Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka. Sedangkan warga mengklaim bahwa mereka ditangkap saat akan melakukan ibadah.

Aliansi ini juga menuntut dua mahasiswa yang masih ditahan kepolisian yakni Enos Suhun dan Eliakimitlay untuk dibebaskan. Selain itu juga meminta aparat menghentikan aksi represif terhadap orang Papua serta kelompok masyarakat sipil lainnya seperti buruh.

Gabungan Aliansi Masyarakat ini terdiri dari Papua Itu Kita, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Front Mahasiswa Nasional, Federasi Buruh Lintas Pabrik, Perempuan Mahardhika, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan dan 18 organisasi lainnya.

AHMAD FAIZ
Sumber: http://bisnis.tempo.co

Ini Transkrip Lengkap Rekaman Kasus Setya Novanto

JAKARTA - Mahkamah Kehormatan Dewan mulai menggelar sidang terkait pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto atas tuduhan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla demi mendapatkan saham PT Freeport.

Sidang perdana digelar dengan meminta keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Rabu (2/12/2015), yang merupakan pelapor dalam kasus ini.
Selain mendengarkan keterangan Sudirman Said, sidang MKD juga memperdengarkan rekaman pembicaraan yang diduga melibatkan Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

Sejumlah hal menarik terungkap dalam rekaman, di antaranya pembicaraan mengenai rencana divestasi PT Freeport.
Pembicaraan itu juga menyinggung pembagian saham yang menyebut nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Perbincangan itu bahkan menyinggung soal pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, yang disebut menghadirkan ketegangan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Sejumlah hal lain pun diperbincangkan, tidak hanya mengenai Freeport. Berikut ini transkrip lengkap rekaman pembicaraan itu:

MS: Maroef Sjamsoeddin
SN: Setya Novanto
MR: Muhammad Riza Chalid

MS: Assalamualaikum, Pak.
SN dan MR: Widiiiihh
SN: Gak keluar, Pak?
MS: Enggak Pak, ada tahllilan.
SN: Gak ke Solo?
MR: Besok?
MS: Ke Solo kan lusa.
SN: Kan acaranya 11, Kamis ya.
MR: Bukan 12, kata Lucas. Pak Luhut pesen musti ketemu dia.
SN: Yang bayar duluan.
MR: Gua duluan ya.
MS: Wah ramai.
MR: Loe mau ngikut pesawat gua gak.
SN: Pak Luhutnya kan.
MR: Gua sebentar, gua salaman, gua ketemu Pak Luhut gua kabur ke airport. Habis mau ngapain lagi lama-lama, yang penting buat kita nongol, salaman, ketemu Pak Luhut, udah.
MS: Airport sama kota kan deket.
MR: Iya.
MS: Cuma macetnya Solo itu.
MR: Kalau gak naik itu, bisa jam 3 hari hari. Kalau mau. Tapi kira-kira kan bapak kira-kira sudah dapat Garuda kan. Freeport nyupport? (untuk pernikahan anak Jokowi)
MS: Nggak ada. Nggak ada kita.
MR: Maklumlah presidennya, sudah banyak. (ketawa)
MS: Tidak mungkin juga terbatas kali. Bikinnya kan di Solo. Kalau seperti Pak SBY dulu bikinnya di istana kan besar-besaran. Kapasitasnya juga besar.
MR: Ini cuma 2000, 3000.
MS: Itu yang diundang. Belum keluarga. Kapasitas terbatas.
SN: Saya ditanyain wartawan di kita, Pak itu kan dibatasi oleh Menteri PAN hanya 400. Presiden sudah 2000-3000. Ya nggak ada masalah, namanya masyarakat pengin ketemu presiden.
MS: Menteri PAN kan kadang masih ecek-ecek. Dia pikir, entar gua ngawinin gua sudah pensiun. Ya kan, anaknya Menteri PAN kan masih kecil-kecil. Bayangin aja 400.
MR: Suka-suka dia, Pak.
MS: Susah Pak, budaya orang Indonesia kan ndak bisa begitu, Pak. Bagi orang barat 400 sudah besar banget.
MR: Pak Syaf waktu ngawinin anaknya, banyak, pokoknya gua gak peduli. Pesta gua yang bikin.
SN: Syaf siapa?
MR: Syafruddin.
SN: Ooo.
MR: Banyak yang datang.
MS: Mana mungkin itu, Pak.
MR: Tapi jangan saya katanya gitu. Ada aja alasannya.
MS: Susah Pak budaya kita budaya kekeluargaan
SN: Nanti saya Desember. Eh membengkak.
MR: 9000 lebih. Yang bikin acaranya caranya gitu. Jadi caranya undangan yang kanan untuk besan saja, yang kiri kita. Jadi bukan saya yang undang, tapi besan saya.
Selesai
———————
SN: Saya itu pak, sudah ketemu presiden, waktu sampai ada 5 pimpinan negara lainnya. Ada ketua MA, Ketua KY, Ketua MK. Saya bilang Pak, bapak ke Papua. Iya kata presiden. Padahal di sana gak ada yang jemput. DPRDnya, bupatinya, gubernurnya. Kesel juga. Soal PSSI macam-macam. Saya bilang bikin itu saja istana di papua. Setuju pak, kata presiden. Masak ada Tampak Siring, Bogor. Masak di sana tidak ada. Saya sudah lihat di sana ada tanah kosong, depannya laut. Jadi secara politis ke depan pasti ke sana. Semua manggut-manggut. 
Lagi seneng dia. “Freeport itu saya sudah ketemu Jim Bob, Dirutnya, saya minta dipertimbangkan. Waktu itu dengan menteri itu, soal perpanjangan itu kan DPR minta untuk duduk. Sedangkan sekarang kan ada tiga hal, kemarin menteri ESDM menemui saya di Surabaya, khusus bicara ini. Beliau bicara tiga hal. Satu, penerimaan minta ditingkatkan. Kedua adalah privatisasi, permintaan itu 30 Juta untuk 51%. Mana mungkin saya bilang gitu. Ketiga adalah pembangunan smelter. “Oh oke Pak Ketua. Kalau berhenti itu soal penerimaan saya gak sependapat Pak Ketua. Karena kita itu paling hanya nerima 7-8 triliunlah. Tapi kita keluarkan dananya untuk di Papua, Otsus itu, kita 35 T. Ndak imbang”. Tapi kan itu udah dibantu CSR. “Iya tapi tidak cukup Pak ketua”. Kita besar sekali.

Kedua kalau smelter. Kalau di sana bangun smelter di sana lebih banyak rawa. Jadi kuatirnya waktu. Kalau lihat gitu saya lihat di Gresik ada smelter kecil yang tinggal diterusin. Terus di sana juga ada pabrik semen juga untuk pupuk yang penting kan pakai dana sendiri, tidak melalui dana perbankan kita. “Kita harus paksa supaya cepat-cepat dibangun”. Ya kalau gitu. “Habis itu baru Timika, Pak Ketua”. Yang mana duluan Pak. Dia diam saja. “Yang ketiga, soal apa Pak Ketua”. 

Soal penyerahan soal sahamnya itu, kan sudah 30 % diminta 51%. Itu tidak mungkin Pak. Ini kan sudah berbagi dengan daerah yang 250 ribu Ha itu, susah juga. Kebayang juga dengan kabupaten lain. Ini tidak mungkin. Terus dia diam saja. Pak Luhut cuma bilang: kita runding. Pas saya makan, presiden samperin saya. “Ini kan Pak Luhut. Itu apa Pak Luhut sudah bicara belum”. Oh iya sudah Pak, Pak Luhut yang banyak memberikan pendapat. Bagusnya kalau bisa segera. Ngobrol-ngobrol itu. Oh iya sekarang Pak karena sekarang sudah waktunya.

Lalu saya pulang. Saya mau rundingan dengan sama Pak….  Jangan-jangan ini karena yang dulu ada keributan antara anak buahnya Pak Luhut, Si Darmo dan si siapa itu, Sudirman Said diekspos. Ini minta diklirken. Saya akan ngomong ke Pak Luhut. Ya udah. Makanya perlu ketemu itu. Hahahahaa
—————
MR: Jadi gini Pak. Ini bahan dari Pak Luhut dan timnya. Sudah baca?
MS: Perpres sudah baca yang percepatan pembangunan ekonomi Papua.
MR: Jadi mereka itu kan mau maju dulu dibangun di sana. Apa sudah ada konsep di sana? Dari Pak menteri.

MS: Oh tidak begitu.
MR: Jadi tetap di Gresik.

MS: Oh ndak, UU tidak mengatakan begitu. PP juga tidak mengatakan begitu. Jadi pemurnian harus dibangun di dalam negeri. PPnya juga begitu, Pemurnian itu dilakukan 100 persen di dalam negeri. Kemudian tanggal 23 Januari 2015, pas setengah bulan yang lalu, itu persyaratan untuk memperpanjang izin ekspor harus melengkapi, salah satu diantara enam itu harus menentukan eksak location. Satu lagi soal feasibilty study. Dapatlah di Gresik. Jadi tidak ada yang mengatakan harus di Papua . Setelah kita umumkan di Gresik dan kita tanda tangani 23 Januari itu baru muncul Pemda Papua yang mengatakan harus dibangun di Papua.

SN: Terus janji presiden.

MS: Ya betul, kemudian Presiden ke sana, janjikan oke kalau gitu dibangun. Kalau kita bangun di Papua siapa yang mau kasih. Di Gresik saja sudah 2,3 M. Kalau di Papua bisa hampir 4 M. Dari mana mau dananya. Gak mungkin bangun di Papua.
MR: Ya ya. Jadi begini Pak, soal itu saya ngomong sama Darmo. Saya bilang Darmo siap ya. Dia kan ngurusi semua. Dia akan melihatnya ini kalau perlu biayanya besar juga.
SN: Pengusaha juga.
MR: Kalau Ini tugasmu untuk mengamankan. Jadi saya sudah bicara, Pak Jokowi. Urusan dia saya. Dia dipakai Pak Luhut semua.
MR: Soal saham itu ada pemikiran, PLTA.
MS: PLTA? Yang mau memiliki sahamnya siapa Pak?
MR: Ada nominenya, punya Pak Luhut. 
MS: Pak Luhut.
MS: Yang sahamnya itu juga maunya Pak Luhut itu jaminan guarantee itu dari Freeport untuk saham itu. Seperti dulu yang dilakukan oleh Freeport kepada pengusaha.
SN: Pak Luhut pernah bicara dengan Jim Bob di Amerika.

MR: Jadi kalau itu bisa diolah, ini rahasia yang tahu cuma kita berempat ya Pak. Diolah gitu…
MS: Pak itu harus ada yang perlu dihitung pak sekarang. Waktunya tinggal 6 minggu dari sekarang. Dari enam isu yang saya kasih Pak Ketua itu, waktunya tinggal 6 minggu dari sekarang. Kalau itu tidak keluar, katakanlah 23 Juli nanti, tanggal 1 Juli tidak ada kepastian, maka kita akan arbitrase internasional.

MR: Apa?

MS: Arbitrase internasional jalan. Tidak ada lagi itu. 1 Juli lah pak sudah ada kepastian. Sekarang apa guaranteenya kalau permintaan itu dipenuhi, ini juga keluar. Apa garansinya kalau permintaan itu ada singnal, 1 Juli sudah ada signal, apa garansinya? Ya to Pak. Apa garansinya?
MS: Ini kan masih di Solo. 

MR: Ya ketemunya di sinilah. Ketemu Pak Luhut, ini kan masih ada kesibukan. Habis itu baru.. Habis itu Jumat ke Pak Luhut. Harus ditugasin itu dia. Kalau bisa tuntas dan minggu depan sudah bisa settlement. Tanggal 22, seperti usul lalu, Itu yang sekarang sudah kerja. Kita sudah approach beberapa kali. Benar. Kalau Freeport memiliki 15 %, kita pasti bilang.
MS: Kalau tidak salah ada feasibility study, coba ditinjau lagi. Kalau tidak salah Freeport itu off taker. 

MR: Itu tadi Pak. Saran saya jangan off taker dulu. Kalau bapak off taker dulu itu akan ada di kedua belah pihak.
MS: Dari mana…
MR: Dari third parties yang….
MS: Bapak juga nanti baru bisa bangun kalau kita kasih purchasing guarantee lho pak.
MR: Oh ya betul.
MS: Ketergantungan bukan dari third party, tapi dari kita dong.
MR: Oh iya, tapi kan kalau bapak ikut bikin kan, bapak ikut mengendalikan. Bapak bikin PLTA-nya, bapak ikut mengendalikan.
MS: Artinya investasinya patungan, 49, 51.
MR: Iya.
MS: Investasi patungan. Tapi off taker kita juga.
MR: Iya.
MS: Kalau gitu double dong.
MR: Enggak double, Pak.
MS: Modal dari kita, kita juga yang off taker. Anu, kita bicara dulu di depan, supaya kita bisa mengolahnya.
MR: Pak Off taker itu hanya sugar guarantee.
MS: Iya purchasing guarantee.

MR: Purchasing guarantee itu tidak ada uang keluar. Hanya guarantee. Maka cuan. Uang keluar itu hanya untuk pembangunan. Kalau itu bapak juga harganya bisa dikontrol pada yang wajar.
SN: Harga itu sektor terbesar. 

MR: Iyalah itu kira-kira. Harga perlu dikendalikan yang wajar. Atau kalau terbalik, kalau pure itu, itu kan satu deal. Misalnya Jim bilang Freeport gak usah ikut. Silahkan yang lain, murni. Investor banyak yang mau, gak susah kalau Freeport. Marubeni ngotot mau masuk situ, Cuma harga tinggi. Itu maksud saya Pak. Justru kita sebagai lokal, merasa nyaman kalau itu opsinya sama Freeport. Dibandingkan kalau sama orang luar. China pun ada yang mau Pak.

MS: Ini yang Pak Riza sampaikan yang lalu sama Dharmawangsa itu kan.
MR: Iya. Itu harganya yang wajar. Bukan harga yang tidak ketinggian tidak kerendahan. Kan PT-nya milik bapak juga, 51 %. Nanti bapak juga jangan sampai menekan ke induk usaha Freeport, pertambangan. 

MS: Kuncinya kan itu lagi, surat perpanjangan itu. Tidak mungkin keluar purchasing guarantee kalau tidak. PLTA mau dibangun itu kan untuk underground mining. Underground mining baru bisa dipastikan mau dilanjutkan kalau ada perpanjangan.
MR: Betul perpanjangan. Ini Komitmen itu dibutuhkan. Komitmen itu belum off take guarantee belum, Pak.

MS: Lho kalau komitmen, Freeport komitmen. Begitu ada perpanjangan komitmen kita akan jalankan. Saya pertaruhkan itu.
MR: Itulah pak yang perlu duduk itu komitmen.
MS: Karena tidak mungkin itu pak. Freeport sudah menanam 4 M dollar. Sudah yang mempersiapkan underground, untuk infrastruktur dan pesiapan operasional, meskipun tanpa kepastian. Jadi jangan ragu dengan komitmen. Terus untuk smelter Desember nanti kita taruh lagi 700 ribu dollar, itu commitment fee. Itu Desember. Tanpa ada kepastian lho Pak. Karena kita tidak tahu dianggap tidak komitmen.
MR: 700 juta ya Pak?
MS: Sorry 700 juta dollar. Apalagi yang kita kurang komitmen. Tidak perlu komitmen lagi. Ini sudah komitmen. Ndak ada ndak ada.
MR: Tapi kira-kira kalau konsep tadi mau ambil apa enggak?
MS: Saya nggak jamin mau apa nggak. Tapi kasihkan dulu itu Pak. 
MR: Wah kalau ada 700 juta, proposal gitu gua lepas ini.
SN: Artinya kalau ada opportunity…. Kan ada di Pak Luhut.
MS: Signed dulu itu.
MR: Signed itu pasti itu akan segera.
MS: Tapi kalau dengar penjelasan Pak Ketua tadi sayanya enggak begitu jelas. Dari Pak Jokowi ya enggak jelas.
SN: Kalau Pak Jokowi itu dia, beliau sudah setuju kalau sarannya untuk di Gresik. Tapi berikutnya di Papua. Tapi ada ujungnya-ujungnya, waktu saya makan itu “Pak Ketua sudah bicara belum Pak Luhut, saya disuruh ngadep ke Pak Luhut, ngobrol-ngobrol. Saya langsung tahu ceritanya ini waktu rapat, yang terjadi antara si ESDM dengan Darmo. Kalau menurut saya, memang Pak, Presiden itu  ada yang mohon maaf ya, ada yang dipikirkan untuk ke depan memang. Kalau dilihat dari, karena dia dengar Pak Jusuf Kalla itu kan terjadi begitu, makanya selalu menyinggung masak Jusuf Kalla terus. Kalau lihat begitu memang dia.
MS: Ada ganjalan.
SN: Ada ganjalan. Makanya kita harus menutupi. Gak habis-habis.
MS: Mempercantik.
SN: Mempercantik. Tapi kalau pengalaman kita, artinya saya dengan pak Luhut, pengalaman-pengalaman dengan presiden, itu rata-rata 99 % itu goal semua Pak. Ada keputusan-keputusan penting kayak Arab itu, bermain kita. Makanya saya tahu. Makanya Bung Riza begitu tahu Darmo, dimaintaince, dibiayai terus itu Darmo habis-habisan supaya belok. Pinter itu.
MS: Anu The lobbies.

(MS, SN, MR ketawa)
SN: Itulah.
MR: Pak, Pak. Hubungan Pak Luhut itu dekat sekali dengan Pak Jokowi. Kalau kasih sign beliau keluar, kasih sign, eh beliau kayaknya begini gini, rahasia ya. Ngerti nggak. Paling nggak Pak, kalau saya bilang confirm on, kalau meleset saya habis Pak.
MS: Ndak Pak. Kalau meleset komitmen, kalau sudah keluar komitmen tidak akan meleset Pak. Kalau sudah keluar komitmen. Seperti saham berapa persen Pak.
MR: Itu yang saya juga belum, yang belum.
MS: Bapak harus jelas juga berapa persen sahamnya. Karena itu bukan uang kecil lho Pak soal saham itu dan nilai aset Freeport itu bukan main. 
MR: Kedua, nilainya berapa. Sama yang itu kan diambilnya harus untung, biar pinjaman bisa recover.
MS: Mungkin harus jelas juga Pak, supaya anunya, perhitungannya lebih jelas juga.
MR: Bapak itu sudah jalan divestasi sudah berapa persen?
MS: 30 % yang sudah jalan.
MR: Yang sudah jalan 9 persen dong.
MS: 9,3 %. Dipegang BUMN.
SN: Kalau gak salah itu Pak Luhut sudah bicara.
MR: Pak Luhut sudah bicara.
SN: Pak Luhut bicara dengan Jim Bob. Pak Luhut udah ada unek-unek, Pak.
MR: Pak, kalau gua, gua bakal ngomong ke Pak Luhut janganlah ambil 20%, ambillah 11% kasihlah Pak JK 9%. Harus adil, kalau enggak ribut.
SN: Iya. Jadi kalau pembicaraannya Pak Luhut di San Diago, dengan Jim Bob, empat tahun lalu. Itu, dari 30 persen itu, dia memang di sini 10 %. 10 persen dibayar pakai deviden. Jadi dipinjemin tapi dibayar tunai pakai deviden. Caranya gitu, sehingga menggangu konstalasi ini. Begitu dengar adanya istana cawe-cawe, presiden nggak suka, Pak Luhut ganti dikerjain. Kan begitu. Sekarang kita tahu kuncinya. Kuncinya kan begitu begitu lhp hahahaha. Kita kan ingin beliau berhasil. Di sana juga senang kan gitu. Strateginya gitu lho.. Hahahaa.
MS: Lobbies.
MR: Untuk pertama kali, berapa yang saya olah. Disampaikan, kalau cawe-cawe kan dia juga kerja di konsultan. Dia kan kalau konsultan datang, dia langsung bikin titik.
MS: Ada saya baca...
MR: Saya punya presentasinya. Habis presentasi sedetil itu, habis itu langsung saya telpon. Tanggal berapa itu.
SN: Sekarang sudah digarap sama Bung Riza. Hahahaa… Saya tahu Pak...
MS: Tanggal 14.
MR: Memang kita tidak mau mencampuri politik. Tapi kenyataannya barier politik itu ada. Kerjanya cepat..Makanya….dan happy. KIta akan kasih pengertian. Pak Luhut pasti oke. Karena Pak Luhut gak terlalu gini juga. Kita happy-happy semua Pak. Kalau bapak happy, kita semua juga happy.
SN: Kita happy Pak kalau Bung Riza yang mengatur.
MR: Bukan, kita kerja, kita kan sunggung-sungguh kerja ya Pak ya. Ada prospek. Insya Allah, Allah kasih rezeki. Berjalan. Kan masalah banyak disitu. Sampai empat tahun, Pak.
MS: Nggak setahun saja, ini selesai urusan monster.
MR: Kalau itu itu bisa sampai 25 tahun.
MS: Lama itu Pak. Nggak cuma ini aja Pak. Setiap pembangunan di Papua nanti butuh power tinggal nambah, nambah, nambah Pak.
SN: Pinter ini dibayar sama itu.
MR: Menurut saya, cara itu elegan. Freeport yang kontrol, harga dikendali. Freeport bantu cari guarantee, pinjaman. Terus, di sana cicil bagus, bisa kredit guarantee sesuai. Yang enak gitu lho pak. Freeport yang kontrol, semua jalan semua. Pengendali. Kalau kita bikin CSR ke orang-orang kampung kita bisa. Ada Freeport juga di situ. Itulah Pak, bagus sekali itu. Kalau itu misalnya sama China. Jepang itu lain lagi.
MS: Teknologi mau pakai teknolohi mana?
MR: China? Gampang itu, Pak.
MS: Enggak, kalau begini, Pak.
MR: Dari China. Oh bisa.
MS: Ini kan perusahaan Amerika, harus dilihat juga. Jangan lupa yang kecil-kecil gitu. Biar strateginya nyambung nanti, Pak.
MR: Turbin dapat kredit ekspor dari sana.
MS: Itu Pak, smelter Papua sudah ada statement bersama. Pemda Papua akan mencari investor. Statement bersama dihadiri oleh Komisi 7, Ketua DPRP, Ketua MRP, ada Menteri ESDM. Statement bersama.
SN: Yang waktu itu ya
MS: Iya. Dan gubernur mendukung pembangunan smelter. Freeport di Gresik. Kalau dia punya smelter jadi, Freeport akan menyuplai konsentratnya dengan perhitungan B to B ke smelter yang sudah ada akan dibangun. Begitu Pak
SN: Perjalanan tambah sudah mulus dong
MS: Sudah ada komitmen, Gubernur Lucas itu sudah mengeluarkan statemen itu. Cuma kan ada kemungkinan, ini gubernur punya pemikiran bahwa semua smelter semua spesifikasinya sama. Di setiap komoditas minerail itu, mainnya itu beda. Tidak bisa tembaga atau emas itu makan nikel atau bauksit. Di pergi ke China nyari. Teknologinya nikel dan bauksit. Kalau teknologi tembaga emas itu adanya di Jepang. Dia salah langkah Pak. Gitu lho Pak. Makanya dia agak mandeg mau membangun smelter. Kan teknologinya beda pak. Njlimet itu pak teknologi setelah saya pelajari. Yang top itu teknologinya Mitshubishi.
MR dan SN: Ooooooo
MS: Untuk smelter. Memang gila itu, Jepang memang top. Tidak pakai kimia, tidak pakai kimia, semua fisik. Makanya Freeport itu tidak ada proses kimia dalam pemurnian. Salah langkah dia untuk Papua. Harusnya dia lakukan ini dulu, sudah bentul. Bangun dulu Papua secara keekonomian. Bangun dulu infrastruktur Papua secara keekonomian. Jangan bangun smelter dulu di depan. Bagaimana mau bangun smelter kalau enggak ada listrik, enggak ada pelabuhan, enggak ada jalan, enggak ada air bersih, enggak ada  gas. Mahal Pak. Bangun dulu nilai keekonomian. Makanya itu Keppresya sudah betul. Makanya Bappenas, sudah cocok itu. Bangun dulu infrastruktur, bagun pabrik semen, pabrik pupuk.
SN: Sudah Pak. Kemarin itu saya diarahkan sama Bu RIni, menteri ESDM jadi nanti itu ditunjuk di Bintuni. Bintuni itu arealnya 6000 hektar. Itu dibuat di sana itu pabrik pupuk, Antam juga disitu, pelabuhan bukan hanya Sorong pak tapi di situ. Sehingga ini sebenarnya untuk menunjang perekonomian itu. Ini lagi mulai pembuatan-pembuatan itu yang pihak Dirut Antam, Pak Budi ketemu saya waktu itu, memang betul sedang membuat. Gasnya selain gasnya itu dari apa itu yang di sana…
MS: Tangguh
SN: Tangguh, tetapi juga dari Malaysia, dari Ginting. Mereka dapat itu 
MR: Genting, genting
SN: Genting
MR: Benar itu Pak. Ada 5 TCf cadangan di Papua. Itu yang akan disuplai ke tempatnya bapak.
MS: Bintuni kalau mau membawa nanti konsentratnya dari Timika, coba dilihat kondisi geografinya Pak, bagimana berapa cost deliverynya. Faktor cuaca melalui laut. Kalau lewat darat wah pembangunannya gila berat, very costly. Bapak harus lihat line costnya, garis pantainya untuk membawa konsentrat dari Timika ke situ.
SN: Yayaya.
MS: Kenapa tidak dari Timika dibawa ke Gresik. Karena line costya gampang. Kalau mau dibawa ke Papua harus lihat dari garis pantai
MR: Ooo geografi dengan costnya ya.
MS: Harus lihat itu Pak. Modal
MR: Kalau begitu, tidak ada jaminan pupuk bangun, tidak ada jaminan semen bangun. Sehingga revisinya. Makanya gandeng kita. Mau bangun enggak, gitu. Tapi kalau dipressing nggak ada semua. Orang yang ngasih duit uang ke Freeport, sudah pasti oke, sudah pasti dibeli nih
MS: Off takernya banyak.
MR: Banyak off takernya.   
SN: Iya purchasing guarantee
MS: Harus integrated Pak. Susah ini pak
MR: Kalau orang mau menggaransi, off taker baik pasti bangun pabrik pupuk. Bangun di sana
MS: Itu nanti menjual hasil konsentrat itu secara internasional juga harus dipikiran marketnya
SN: Kalau semen itu Pak, pada akhirnya bisa dibangun di situ gak, Di Timika? Kalau seandainya presiden sudah setuju. Udah, Pak Ketua kita di sini, tapi harus janji di Timika, sesuai permintaan itu bangun pabrik semen di sana
MS: Pak, masalah lahan di Papua itu juga masalah besar. Masalah hak ulayat itu susah. Pak Riza mau bangun di sana, berhubungan sama yang punya, Pak Iza sudah bayar. Nanti pamannya datang kamu bayar ke dia, saya mana. Datang lagi keponakannya. Itu yang bikin perang suku Pak.
MR: Itu mirip di Padang. Sama kalau di Padang
MS: Kepastian hukumnya tidak ada. Ada kebon sawit besar bagus cantik udah jadi Pak. Tiba-tiba ditutup sama gubernur katanya merusak alam. Kasihan Pak buat investor. Itu orang nggak jadi males menginvestasi
MR: Provinsinya Dajjal
MS: Betul Pak zamannya Dajjal
MR: Sama Pak. Gila itu. Itu waktu Riza mengondisikan ngurusi gula, sudahlah begini begini, dia sudah kuasai lahan Pak, pada waktu itu. Beda kongsi. Gua ketawa aja. Makan dulu, kalau udah jalan 5 tahun baru saya ambil.
MS: Diganggu?
MR. Ya enggaklah. Dia juga memulai itu jalan pelan-pelan sekarang. Miliknya Antam. Akhirnya dia bikin pabrik gula di NTT. Hmm begitu
MS: Ati-ati Pak. Betul Pak.
SN: Ngeri, makanya bolak-balik situ.
MR: Tentara
MS: Saya sudah dari 1983 sudah ke Papua.
SN: Oh oke
MS: Saya sudah tahu Papua, bagaimana antropologinya. Hati-hati Pak, gak semudah itu.  
SN: Yayayaa. Percaya Pak
MS: Gak semudah itu Pak Papua. Mengedukasi mereka untuk merasa bahwa mereka akan dibangun untuk kesejahteraan mereka, tidak mudah Pak. Costnya tinggi Pak, betul. Kita bangun sekolah, minta dibangun rumah sakit. Tapi kalau ajak pers, hormat bapak. Masak kita sinterklas terus.
MR: Itu ya Freeport pernah bangun pagar yang bagus, yang indah itu buat di gedung. Itu yang bikin perusahaan gua. Punya pabrik di Bandung. Itu besinya di bawa pakai pesawat ke sana. Pegawai saya di bawa pakai pesawat. Gak tahu masih ada apa enggak sekarang. Loe bayangin, tukang-tukang gua naik pesawat
MS: Anu itu memang soal sikap mental Pak.
MR: Sadis itu, memang tidak gampang

MS: Kalau mau pembebasan lahan itu tidak mudah lho pak. Kalau tidak salah itu tiga kabupaten untuk  PLTA itu.
MR: Kalau itu mudah-mudahan bisa cepat. Karena…
MS: Yang anti sama gubernur juga banyak lho pak. Yang dulu sakit hati sama gubernurnya sekarang sudah mulai kuat lho Pak.
MR: O ya
MS: Iya. Wagub itu belum tentu bisa jalan sama gubernurnya.
SN: Papua sama Papua Barat
MS: Papua. Coba tolong dimatangkan mengenai saham.
MR: Yang saham. Soal saham itu, saya bicara ke Pak Luhut. Kita sudah bicara. Weekend saya ketemu. Biar Pak Luhut yang bicara ke bapak
SN: Biar cepat selesai
MR: Kan ini long weekend,  Hari minggu nanti, saya temui Pak Luhut, bisa minggu malam. Biar Pak Luhut cek dan kita…. Saya yakin itu
SN: Presiden sudah dikasihkan ke Pak Luhut itu berapa kali. Si Darmo, kalau bapak denger cerita di dalam. Apa yang kita inginkan bisa, presentasi ke presiden tiap hari.
SN: Presentasi ke presiden setiap hari.
MR: Kalau memang gawat keadaannya, saran saya jika mau malam sabtu atau malam minggu
SN: Besok
MR: Why not. Pak Luhut oke. Kita ketemu sama Pak Maroef, hari minggu malam. Kita ngumpetlah. Seeeeeeeet dia action minggu depan. Nggak lama Pak. Next week two week. Bisa kau angkat akhir Juni selesai urusan. Begitu ini selesai ini saham bisa
SN: Saya sih yakin itu karena presiden sendiri kasih kode begitu dan itu berkali-kali. Yang urusan kita di DPR, itu kita ketemu segitiga, Pak Luhut, saya dan presiden. Akhirnya setuju. Ngomongnya gini presiden. Saya sudah ketemu presiden cocok itu. Pengalaman ya, artinya ini demi keberhasilan semua. Ini belum tentu bisa dikuasai menteri-menteri, yang gini-gini. Enggak ngerti malah bapak
MS: Ada lobbiesnya
SN: Strategi
MS: Ini Henry Kisingernya
SN: Henry Kisinger Hahahaa
MR: Kita ini orang kerja, strateginya. Jadi Freeport jalan, bapak itu bisa terus happy, kita ikut-ikutan bikin apa. Kumpul-kumpul. Gua gak ada bos, nggak usah gedek-gedek. Ngapain gak happy. Kumpul-kumpul. Kita golf. Gitu, Kita beli private jet yang bagus, representative. Apalagi
SN: Iya
MR: Buat kita itu tak ada yang rakus. Ini mutual benefit, konsepnya mutual benefit. Barangnya kita semua. Kita semua kerja. Freeport 51 kasih kita lokal, support financing. Ya Pak
SN: Kalau Freeport menjamin, semua juga gampang. Semua bank langsung kasih.
MR: Kan itu buat tambang
SN: Otomatis, merem aja itu
MR: Lumayan ini, untuk kumpul-kumpul paling 1 juta dollar.
SN: Hayyaah
MR: Saya ikut masuk ke Dharmawangsa ini, cost yang mereka bawakan sudah, tapi masih gedean mereka porsinya. Terlalu lama mereka itu boros. Saya yakin Freeport pasti jalan. Kalau sampai Jokowi nekat nyetop, jatuh dia.
MS: Yang jadi itu Amerika. Nggak diterima di Amerika
SN: Pengalaman saya ya Pak. Presiden ini agak koppig (kopeh, bahasa belanda) tapi bisa merugikan semua. Contoh yang paling gampang itu PSSI. Apa susahnya ini ya, saya bicara. Saya harus bicara Freeport itu saya bicara dulu PSSI. Saya bilang, Pak Presiden pengalaman saya zaman SBY, SBY turun tangan. TVOne yang sudah menyiarkan liga dan lakunya bukan main, terpaksa harus dihentikan karena sudah teriak-teriak, ini menyangkut sponsor, pengangguran mereka, menyangkut macem-macem. Jadi bisa menurunkan juga kredibilitas isu-isu presiden. Presiden, Pak Ketua khusus PSSI saya tidak ada apa, apa tidak ikut campur dengan pihak mereka. Supaya Indonesia itu bangkit. Saya bilang, ada peraturan FIFA mengharuskan. Kalau saya yang kurang menguasai, Ketua MA menyampaikan hukum-hukumnya. Disampaikan pak, hukum-hukumnya. Kalau sudah bilang enggak, ya enggak, susah kita. Tetap saja. Kita dikte saja. Gitu Pak. Koppignya dia buat bahaya kita. Kedua, Ketua MA sampai merasani sama saya enggak berkenan sama presiden. Wah gak cocoklah.
MS: Chemistry enggak nyambung
SN: Enggak nyambung Pak. Ketemu dua kali di tempatnya Menteri PAN, waktu pelantikan ngobrol itu lagi. Ketemu lagi. Enggaak. Ini harus kita rekayasa pak.
MS: Pengalaman ini ya Pak
SN: Kadang-kadang dia kalau egonya ketinggian, ngerusak Pak. Ngono Pak. Makanya pengalaman-pengalaman saya sama dia, begitu dia makin dihantam makin kenceng dia. Nekat Pak. Waah
MR: Saya kaget itu Pak, Saya kan kenal Jokowi, lama sekali Pak. Saya itu jodohin terakhir, ngedorong Jokowi jadi capres. Saya, Pak Hendropriyono dan Pak Budi Gunawan. Seminggu sekali kita rapat di rumah Pak Hendro ama Jokowi. Paling lambat dua minggu sekali, selama setahun sebelum capres Pak. Walaah alot Pak, saya suruh ganti baju. Wah, Pak ganti baju dong. Saya ngobrol sama Karni Ilyas dia kan sosialis. Sosialis kok pengusaha, kalau sosialis. Itu bukan
SN: Berbahaya Pak. Bahaya kalau dia selalu begitu. Ada lagi pengalaman saya Pak.
MS: oke
SN: Pengalaman yang betul-betul saya mengalami bersama-sama Pak ini, bersama-sama Pak Luhut. Akhirnya saya minta tolong Pak Luhut, untuk memulai pemilihan Kapolri. Itu asli Pak. Bagaimana itu kita berusaha supaya Budi, karena Ibu Mega yang call, yang telpun. Itu kita pakai apa aja enggak pak. Itu bisa terjadi pada saat beliau mau ke DPR. Bingung dia Pak menghadapi DPR gitu. Disuruhlah Menkopolhukam, sama Setneg, sama Mendagri ketemu saya. Saya bilang udah deh nanti kita atur duduknya gini, enam pertanyaannya saja deh. Itu telpun lagi, tadi kan semua tim. Dia minta dua saja. Duduknya minta yang santai, sesantainya, tidak ada pertanyaan yang ini. Wah nanti cuma bulat-bulat itu Pak. Bagaimana saya menenangkan fraksi-fraksi supaya mau begitu kan. Banyak akal, pokoknya bisalah. Dia datang, kita akali. Soal BG itu, pokoknya lari ke BG minta kapolri dia. Nanti Pak Luhut. Saya cepet-cepet ke Pak Luhut gimana jalan keluarnya. Pak Luhut kasih jalan. Entar gini. kita malam-malam ya waktu itu. Entar jawabannya gini aja, Presiden ngomong gini soal BG akan kita serahkan kepada nanti yang terpilih. Siapapun yang diusulkan oleh pejabat yang terpilih setuju. Ayo kita draft. Draft kita bertiga. Bener Pak Luhut itu. Begitu draft selesai, Pak Luhut jam 9 keluar lagi, Wah kalau Pak Jusuf Kalla datang nanti bisa berubah. Pak Jusuf Kalla itu ngotot BG. Ini bener, Pak Jusuf Kalla itu bener. Itu pun diatur gimana akhirnya presiden bisa perintahkan Pak Jusuf Kalla enggak datang. Dia pindahkan ke sana, pindah ada acara. Padahal kita sudah siapin tempatnya itu pak. Jadi satu itu, satu ini. Jadi waktu pagi-pagi kita rapat jam 10 mundur jam 10,30. Itu jam 08.00 Pak Luhut datang. Catat aja begitu banyak. Kata Pak Luhut, jangan. Ini cukup selembar ini. Saya sudah runding dengan saya. Betul kan saya sudah ketemu Pak ketua. Waktu dia datang, saya buat bercanda buat apa, buat apalah semua. Akhirnya kita duduk. Saya lihat dia bawa tas kayak orang norak. Ajudan bawa tas yang isinya banyak yang banyak itu. Itu kertasnya ini. Terus gimana Pak Luhut. Bapak periksa aja. Nanti saya atur, saya ngomong, bapak ngomong. Kira-kira nanti kan ada dua hal, soal masalah Kapolri dan soal masalah APBN. Terus dia ambil. Saya lihat lirikan kertas yang mana yang diambil, kertasnya Pak Luhut. Jadi waktu di APBN semua fraksi ngomong tapi semua ngomong BG, semua ngomong BG. PDIP ngantem presiden. Dia berbisik-bisik, masak PDIP sendiri ngantem saya, saya kan presiden. Tapi gak peduli apapun kehendak Bu Mega gak peduli. Dijawab pertanyaannya. Setelah saya dengarkan semua soal Pak Budi Gunawan, semua saya turut tampung tetapi mekanismenya adalah saya serahkan kepada Kapolri yang terpilih. Persisnya itu dibaca begitu. Dibaca. Ini pengalaman Pak ya. Selesai, sampailah cerita itu ke Ibu Mega. Marahlah pokoknya, sampai ke Solo dan macam-macam.
MR: Di Solo ada…., ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka, Dimaki-maki Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG. Gila itu, saraf itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati. Terus kenapa dia menolak BG. Padahal pada waktu pilpres, kita mesti menang Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu. Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan.
SN: Termasuk Papua
MR: Termasuk Papua. Noken kita habis.
SN: Habis Pak, hampir setengah triliun.
MR: Kapolda Papua itu kan sahabat saya, sahabat deket.
MS: Tito
MR: Tito. Akhirnya ditarik ke Jakarta supaya nggak menyolok, jadi Asrena. Sekarang Papua sudah jalan, kasih hadiah sama Jokowi. Padahal maunya Jakarta bukan dia. Pak BG maunya bukan Tito. Pak BG maunya Pak Budi. Tapi Budi ditaruh Bandung. Tito Jakarta. Yang minta Jokowi.
SN: Jawa Barat hahaha
MR: Gila Pak. Alot pak orangnya Pak.
SN: Pengalaman itu, maksudnya saya pengalaman itu. Jadi kita harus pakai akal. Kita harus pakai ini. Kuncinya kan ada kuncinya. Kuncinya kan ada di Pak Luhut, ada saya. Nanti lempar-lemparan. Ada dia strateginya. Cek gocek
MR: Darmo ini disayang sama dia karena, Si Darmo kalau presentasi, lulusan Amerika, sudah kuliah PHD pintar. Jokowi happy terus. Ini saya tahu. Darmo ngomong Pak itu didengerin. Gitu Pak
SN: Cuma sudah dibeli gara-gara ketemu bapak, dikunci, sreeeet. Berubah
MR: Dikawanin lah.
MS: Hasil lobi ya
SN: Semuanya, semua istana beliau bisa biaya yang lain-lain, biayain semualah.
MR: Sebelum bubarin Pak, kalau gak gini Pak. Saya ini kan pedagang, Saya ikutan politik kan karena teman-teman saja. Baik, gak cerai. Saya pedagang. Saya bilang eh ini saatnya damai. Kita kumpulin semua yuk. Kumpul Bang Ical, Anis Matta, Hatta, pokoknya semua kita kumpul.
SN: Panggil Pak Luhut
MR: Kita undang Pak Luhut datang. Saya siapkan depan. Ada Pak Luhut ama timnya. Saya bilang itu, saat ini kita sudah kalah. Kalah Pilpres. Tapi kita akan balas tahun 2019. Cuma sekarang kita harus berdamai membangun negara. Jangan ikut. Presiden sama wapres enggak boleh diganggu, saya bilang. Kita cari makan. Sekarang Pak Luhut yang ada di sana, Ini temen-temen dan kita minta ikutlah Pak Luhut. Coba Pak Luhut sampaikan ke Jokowi. Kalau mau sepakat begitu kita dukung. Ini saran saya. Mulai ngomong rurururuurr… Akhirnya sepakat pak malam itu, oke kita dukung Jokowi JK supaya sukses. Nanti 2019 ceritanya lain. Langsung deh pada dukung Jokowi, pada ketemu Jokowi semua. Prabowo apa dukung Jokowi. Sejak itu. Makanya Pak, DPR gak pernah ganggu Jokowi. Gak pernah ganggu Jokowi. Malah yang enggak mendukung Jokowi itu PDIP. KMP enggak,  semuanya mendukung. Itu kita happy juga sih. Kalau negara aman kita punyajalan. Tapi kalau ribut terus di palemen, pusing kepala. Bayangin sudah kurang aman negara, ekonominya ancur.
SN: Kesalahan menteri-menterinya juga.
MR: Ya presiden juga andil.SN: Ya kita harus jujur
MR: Kalau Pak JK presiden, 
SN: Wah terbang kita.
MR: Atau dia pasrahin Pak JK urus ekonomi saja, saya pergi dah blusukan. Pak JK urus saja ekonomi
SN: Ya tapi sekarang sudah dibatasin terus presiden
MR: Obyektif ya Pak, kita pengi ada growth, bisnis kita jalan, semua orang gitu kan. Gaji lancar pajaknya gak gila-gilaan. Pajaknya gila Pak. Pajaknya dahsyat Pak
MS: Semua macam-macam dipajakin ya
SN: Hancur
MR: Iya.
SN: Mobil jeblok, orang beli gak bisa. Perbankan gak mau lagi, hancur.
MR: Kalau Freeport mah gak ada kaitannya sama ini. Kalau saya ada ritel, saya punya air lines, hancur berdarah. Rupiahnya jelek marketnya drop. Saya ada perusahaan ritel, saya punya toko-toko orang perempuan di mall-mal, gubrak, waduh gila pak. Bagaimana nasibnya. Perkebunan sawit juga jeblok perusahannya. Gimana pula
SN: Gak ada uang
MR: Gak ada uang. Rakyat udah gak ada uang. Gak ada demand, drop.
MS: Itu konsep PP 15 untuk sawit gak jalan Pak? Padahal itu konsepnya presiden untuk CPO
MR: Hancur pak, hancur Pak
SN: Presiden itu senang meresmikan meresmikan. Tapi sekarang gak jalan. Sekarang dia serahin ke Pak Jusuf Kalla. Saya ketemu Pak Jusuf Kalla. Jusuf Kalla bilang wah ini banyak yang gak jalan.  Saya bilang jangan meresmikan terus
MR: Kalau pak JK itu pengusaha.
SN: Bagus itu Pak
MS: Dia bisa menghitung
MR: Bagus Pak. Dia bisa mengcreate. Kalau tahu sekarang kita lagi berdarah. Dia gak mungkin menghindari, dia tidak akan diam. Dia akan cari akal. Jokowi mana mau ketemu kita. Allah   
SN: Ini kaya PSSI babak belur.
MS: Kita kan sponsor Persipura. Bubar Pak. Pada ngirim surat mau membubarkan. Kasihan Persipura
MR: Pemain bola itu kalau dia gak main dua bulan, otot-ototnya rusak semua
MS: Drop semua. Sakit semua. Sakit jantung semua Pak
SN: Kembali itu Pak. Pak Luhut ditakutin, enggak bisa enggak
MR: Sebetulnya lepas dari apapun, nasibnya jelek. Jujur saja ya Pak, nasibnya jelek sebagai bangsa Indonesia. Mendingan karena Jokowi tapi kita kan berdarah. Masak musuhan itu kan gilaaa. Aduuhhh… Ampuuunnn ampuunnn.
SN: Ampuun
MR: Si Alid, Alidu mau ngomong sama KEN. Sama KEN kan hopeng. Ngomonglah duluan sama Cicip. Dapat ijin nangkap ikan. Beli kapal 10, join ama China, bikinlah KMA. Ada ijin, keluar semua. Kapal sudah datang. Cicip diganti Bu Susi. Sama Bu Susi, kapal asing gak boleh nangkap. Bangkrut dia langsung. Ganti pakai bendera Indonesia kapalnya. Kapal 350 Dwg harus buatan Indonesia. Buatan asing gak boleh beroperasi di sini. Bangkrut langsung. Edan Pak, ini ngaco Pak, gawat ya
SN: Eksport aja berhenti. Megenai di tempatnya Susi semua, banyak gulung-gulung tikar semua.
MR: Enggak cuma situ. Tempat lain juga sama
SN: Iya. Itu presiden gak tahu
MR: Ada lagi teman Pak. Dia memang bisnisnya minuman. Dia bikin UIC, Si Aseng, tahu kan Pak. Ini pabrik dia,150 juta dollar investasinya. Pabrik dibikin udah mau jadi, ada peraturan ama Rahmat Gobel, penyalur-penyalur itu gak boleh jualan bir. Berhenti. Pabrik gak jadi diresmikan. Bayangkan Pak. Berdarah Pak. Gila
MS: 150 juta dollar Gila 
MR: Banyak kasus Pak. Belum lagi pengusaha batubara.Tapi pak kita muter-muter dia masih presiden Pak. Suka gak suka harus kita bayar udah Pak. Ya kan
MS: Masih panjang
SN: Masih panjang
MR: Yang penting gak papa, yang penting halal
SN: Rakyat itu suka gak suka ama dia dianggap itu bener semua.
MR: Iya. Salah gak salah jalan terus. Yang dianggap salah menteri-menterinya. Dia enggak. Gila dah. Haduuuhh
MS: Tapi kan Pak Riza masih ada Pak Ketua yang back up.
MR: Ah kalau saya kan Pak, hidupnya biasa saja. Itu kan sudara saya, banyak saudara pak.
SN: Karena Itu Pak, seperti kata presiden, rata-rata kita minta itu setuju tapi harus pakai strategi. Ya kita selalu kadang-kadang salah kita
MR: Pak Jokowi sudah baik, sudah baik Pak cuma sekarang dirombak. Sekarang sudah baik banget. Sekarang dirombak lagi. Jangan bawa ke ranah politik
MS: Membantu politik, membantu urusan politik
MR: Betul Pak.
SN: Kayak HR.
MR: Saya sama Pak Marciano. Aduh Pak Riza, jangan muncul, jangan muncul kata saya. Biarkan dia bantu Prabowo tapi jangan muncul. Pak, saya gak muncul susah Pak. Gimana muncul ketahuan.. Usahakan jangan muncul. Percaya omongan saya. Bener juga omongannya. Gua muncul di Polonia, puk puk puk  langsung muncul di sosmed. Aduuuh saya lagi sama Prabowo dan hati. Ya udah mau apa, nasib.
SN: Nasib duit keluar banyak. Duit Pak. Itu saya lihat kasihan. Ngapain itu, udah. 50 M, 30 M. Begitu kita hitungin udah 500 M. Ngapain. hahahaa
MS: Lewat Pak
SN: Lewat Pak
MR: Padahal duit kalau kita bagi dua pak, hepi Pak. 250 M ke Jokowi JK, 250 M ke Prabowo Hatta, kita duduk aja. Ke Singapura, main golf, aman. hahahaa. Itu kan temen, temen semualah, Pak Susahlah. Kita hubungan bukan baru kemarin. Masak kita tinggal nggak baik. tapi kan sekarang udah gak ada masalah. Sudah normal. Gitu
SN: Saya ngomong sama presiden, ini Pak Bung Riza juga bantu. Oh ya ya itu dia kawan saya baik. hahaha
MR: Memperjuangkan dia itu capek sob. Segala macam cara, Pak Hendro ngomong sama Megawati waktu di Kebagusan. Belum saatnya. Dikira sekaligus. Belum Pak. Saya itu baik, saya kasihan sama Pak Jokowi, saya akan bantu Pak Jokowi ke Hatta sebagai cawapres. Pak Jokowi sama Hatta mungkin Pak, tapi Meganya gak mau. Saya sama Hatta itu sahabat.
MS: Jokowinya mau, Pak?
MR: Jokowinya mau banget sama Hatta.
SN: Tahu tahu pisah, pusing sudah terlanjur ke Pak Hatta
MR: Tapi itu kan pengalaman.
SN: Tapi kalau ngomong baik-baik, lamaa menikmati. Kayak yang kemarin itu yang Fahri dan Fadli Zon marah itu. Itu kan gitu Pak soal UU. Udah kerja capek-capek. Jam 2 kita ketemu lagi, Semua wakil ketua dan komisi II saya ajak ketemu presiden. Jelasin. Sama Fahri dijelasin, efeknya bahayanya. Jelasin. Saya tengahin bapak presiden, sambil becanda nih. Udah becanda terus dia tenanglah. Itu menteri-menteri, menteri Polhukam gak ada yang ngomong Pak. Nanti jawab gini pak. Saya tidak setuju karena ini ni, singkat. Marah dong temen-teman. Bapak presiden, kalau buat saya ini pak. Apa gak sebaiknya kita pertimbangkan dulu. Ya saya setuju Pak ketua. Ya bapak kan mau rapat kta pertimbangkan, Walau nanti diputuskan enggak tapi paling enggak jadi dipertimbangkan. Tapi pakai guyon dulu. Kalau enggak gitu dia stik. Dia stik mati kita.
MR: Saya bilang ke Pak Marciano. Pak saya gak berani ke rumah bapak dulu Pak. Begitu saya ke rumah bapak, ada yang ngabarin kalau sudah dicap. Habis Pak Jokowi dilantik, saya nggak berani dulu. Udahlah biar bapak kerja tenang, Sekarang dia sudah aman. 
SN: Udah tahu lah, kan Pak Luhut lapor semua pertemuan itu kalau Bung Riza semua yang ngatur
MR: Saya sih bukan menjilat dia pak. Tapi kalau temen-temen saya paling gak hepi, pada ribut semua. Nanti rusak negara kita.
SN: Waduh hancur
MR: Iya kan. Maksudnya biar harmonis, harmonis rukun. Kalau Pak Luhut kan sahabat lama. Ya udah kita duduk Pak Luhut.. Pak Luhut gak percaya. Belum cukup sama gue. Udahlah bisalah. Gua yang atur, gua jamin. Wah seneng banget, Pak Luhut ke Pak Jokowi. Nih si bos yang urus katanya. Dia mau bawa ke istana, Riza tolak. Wah kalau saya ke istana, ada yang motret. Tambah pusing kepala saya. Susah ini Pak, tukang gosip
MS: Makanan empuk
MR: Iya makanan empuk. Wah gila betul. Kita kerja benar.
MS: Pak terima kasih waktunya Pak
SN: Sekarang komisaris di sana. Komisarisnya orang papuanya tiga, kemudian Indonesia non Papua Pak Marsillam, Pak Andi Mattalata, satu lagi bekas Presdir.
MR: Pak Rozik ya
MS: Oh, bukan itu presdir waktu kontrak
SN: Hidayat itu beberapa kali ketemu saya. Nututi, saya menghindar terus. Saya sudah tahu itu. Kan saya tahu bahasa di Presiden kayak apa. Kan dia tiggal begini Pak. Rahasia terjamin, Orang lain gak ada yang ikut, Menteri pun gak tahu.
MS: Kalau tahu Pak?
SN: Kalau misal, situasi menterinya juga bisa terus, tapi juga belum tentu terus. Kalau gak terus tahu Pak bocor.
MS: Lain cerita lagi itu Pak
SN: Karena menterinya enggak share ini. Surabaya sama presiden itu hadir di PDIP. Dia ikut dari Papua pak. Dia lihat ada di VIP lounge, dia cari saya. Pak Ketua saya tahu pak ketua ada di sini. Urusan Papua tolong pak ketua. Insya Alla. Sudirman gitu. Jadi panjangan ngomongnya, bapak presiden gini gini. Baik-baikan aja. Kalau ribut, masih muda saya dihantam ama Darmo.
MR: Darmo ikut ke papua dia
SN: Darmo ikut ke papua?
MR: Ikut dia.
SN: Terus di pulang dia
MR: Dia sama presiden hanya sampai Surabaya. Terus menterinya pulang
SN: Presiden itu gak hepi gara-gara itu, Dia gak gepi itu, menteri ini, Jonan dan Bappenas. Kalau ngomong itu saya pusing Pak Ketua, sama menteri ini.
MS: Andrinof

SN: Andrinof
MS: Terima kasih waktunya. Kita tunggu anunya aja kepastian gimana, kelanjutannya
MR: Saya bicara Pak luhut, kira-kira apa. Terus oke, kita ketemu.
SN: Harus itu pak
MR: Saya akan bilang Pak Luhut
SN: Harus cepet. Karena kasihan beliau, Pak Luhut  dikasih tanggung jawab. Kasih tanggung jawab share holder. Gimana caranya sukses, harus cari akal kan gitu.
MS: Tanggung jawab itu paling berat itu karyawan dan keluarganya
MR: Betul itu Pak
MS: Kalau share holder kan duitnya banyak. Tapi karyawan itu 30 ribu lebih. Itu kan bangsa kita semua. Kalau share holder ini tutup masa bodo amat.
MR: Dan selalu dipikir karyawan
MS: Dan Freeport gak pernah PHK lho pak. Itu saja Pak. Pikiran saya itu karyawan. Karena saya sudah lama masuk Papua. Saya tahu betul masyarakat Papua.
SN: Oke Pak.
MS: Baik Pak. Terima kasih Pak Ketua. Saya duluan Pak. Makasih Pak, mari. Pak Riza makasih Pak. Mari
SN: Yuk Pak
MR: Cakep deh
-------------
Sumber: Kompas.com