Papua Barat Tuntut Referendum, Fahri Hamzah: Segera Bikin Tim Lobi

Posted By Admin on Thursday, 5 May 2016 | 10:05:00


Papua Barat kembali menyerukan referendum atau pemungutan suara atas nasib daerah tersebut dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sesuai resolusi Majelis Keamanan PBB 1514 dan 1541 terhadap Timor Timur.
Referendum itu disampaikan Pimpinan gerakan Papua Barat, Benny Wenda, dalam konferensi pers j‎elang pertemuannya dengan beberapa anggota parlemen Inggris ‎di hotel yang terletak di pusat kota London, Selasa (3/5).


Selain penegakan hak asasi manusia di Papua Barat, Gerakan Bersatu Pembebasan Papua Barat (ULMWP) juga menuntut penentuan nasib dan masa depan politik sendiri.‎
Referendum itupun mendapat dukungan dari Perdana Menteri Tonga Akilisi Pohiva, Menteri Luar Negeri Vanuatu Bruno Leingkone, Utusan Khusus Kepulauan Solomon untuk Papua Barat Rex Horoi, S‎erta Gubernur Distrik Oro di Papua Nugini Gary Juffa.‎

 Papua Barat Tuntut Referendum, Fahri Hamzah: Segera Bikin Tim Lobi

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta agar parlemen dilibatkan dalam berdiplomasi ‎menjawab persoalan Papua di luar negeri.

‎‎
Oleh karena itu, seharusnya antara parlemen dengan pemerintah khususnya Kementrian Luar Negeri bersatu menyusun armada diplomasi bersama. Khususnya, melibatkan forum kerja sama antar parlemen yang telah dibentuk dengan sejumlah negara. "Ada forum seperti ini segera lobby, kirim tim, kirim tim parlemen kita," ujarnya di kompleks parlemen, Senayab, Jakarta, Rabu (4/5). ‎ 

Adanya sejumlah dukungan terkait referendum Papua Barat, menegaskan bahwa adanya kepentingan asing. Karena itu, menurut Fahri Indonesia perlu melakukan perlawanan.

"Kekuatan-kekuatan Global yang main belakang ini adalah musuh kita .‎ Kita Lawan secara terbuka jangan biarkan ini mengganggu rumah tangga kita. Itu seperti perselingkuhan, jangan biarkan perselingkuhan untuk menghancurkan bangsa kita ini terjadi," tutur dia.

Secara pribadi, Fahri mengaku siap  untuk menjadi armada pemerintah menceritakan dan menyampaikan, apa yang Indonesia maksudkan dengan Papua . Tetapi, menurutnya Indonesia juga harus punya agenda internal untuk menuntaskan semua problem yang ada di Papua.
"Jangan kita menganggap tidak ada apa-apa, kalau memang masalah masih ada apa-apa, buktinya masih ada kasak-kusuk, masih ada yang ngomong (HAM) harus di tuntaskan," pungkas legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. (dna/JPG)

Sumber: JawaPos
Blog, Updated at: 10:05:00