Suara Lain Generasi Muda Papua di Kota Perdamaian Dunia

Posted By Admin on Saturday, 10 September 2016 | 06:13:00

Suara Lain Generasi Muda Papua di Kota Perdamaian Dunia
Fashion Show di Grote Kerk, Den Haag (Foto: Eddi Santosa/detikcom)

Den Haag - Membawa manik-manik dan pernak-pernik aksesori khas Bumi Cenderawasih, anak-anak muda Papua menggaungkan suara berbeda di Den Haag, Kota Perdamaian Dunia.

"Kami ingin menyampaikan bahwa anak-anak Papua juga sama dengan anak-anak lain, sama berbakat dan berpeluang, asal diberi kesempatan," ujar Putri Nuri dalam bincang-bincang dengan detikcom Den Haag di Grote Kerk, Rabu malam atau Kamis (8/9/2016) WIB.

Selama sepekan ini Putri Nuri dkk berada di Belanda untuk lebih mengenalkan Papua, termasuk seni budayanya: tari, musik, karya seni kerajinan tangan dan ini yang terbaru: batik Papua.

Foto: Eddi Santosa/detikcom

Dipimpin Yolanda Tinal, anak-anak muda Papua ini ambil bagian dalam Pasar Raya Indonesia di Wassenaar dan menampilkan tari pembuka pada Fashion Show di Grote Kerk, Den Haag, yang menjadi panggung internasional bagi mereka.

Menurut Putri, masyarakat Papua saat ini dalam semangat mengembangkan diri untuk membangun, termasuk pengembangan batik Papua ini.

"Dasar seninya, motifnya, sudah ada pada suku-suku kami di Papua. Tapi untuk pengembangannya putra-putri Papua dikirim ke Jawa untuk belajar teknik membatik. Hasilnya kita tunjukkan pada dunia," imbuh Putri.

Sebelumnya di Pasar Raya, Wassenaar, Putri mengatakan bahwa partisipasi mereka merupakan pengalaman berharga yang dapat memperluas wawasan. Mereka melihat betapa saudara-saudara dari berbagai macam suku bangsa bisa bersama-sama bergembira merayakan Kemerdekaan ke-71 RI di Negeri Belanda.

Dalam acara ini stand khusus Papua dimeriahkan dengan penampilan musik dan tari tradisional, juga melayani penjualan langsung aksesori dan batik Papua siap pakai untuk segmen umum.

"Paling laris aksesori Papua, disusul baju batik Papua siap pakai. Tapi kalau kain batik kurang, karena ongkos menjahitnya ternyata di sini sangat mahal. Ya, kami banyak belajar dari pengalaman ini," imbuh Putri.

Putri juga menekankan bahwa daerahnya telah siap menyambut kunjungan wisatawan dan investor dari luar Papua, baik domestik maupun asing.

"Dalam hal usaha dan investasi, ada baiknya untuk berbagi dengan kami, terutama transfer pengetahuan dan teknologi. Jangan ambil untungnya saja," pesan Putri.

Acara Pasar Raya di Wassenaar, sebelumnya bernama Pesta Rakyat dalam rangka HUT RI di Belanda, setiap tahun selalu menjadi statement kebhinnekaan Indonesia: ada Aceh, Batak, Minang, Sunda, Jawa, Bali, Minahasa, Makassar, Bugis, Ambon, Papua dan lainnya.

Di sini orang bisa mendengar percakapan berbagai macam bahasa daerah dari Aceh sampai Papua, sopan santun, juga salam menurut adat tradisi yang berbeda-beda, berbaur dengan masyarakat Belanda dan Indo (berdarah campuran) serta peminat dari negara-negara sekitarnya.

"Berdasarkan data petugas di pintu masuk, tahun 2016 ini jumlah pengunjung hari kedua 7.718 orang, hari pertama sekitar 400 orang dan hari ketiga 3.456 orang," terang Minister Counsellor Azis Nurwahyudi.

Selama 3 hari, masyarakat dapat menikmati seni budaya Indonesia, berupa tari-tarian daerah, musik rock, pop dan dangdut dengan bintang dari Jakarta: Lucky Octavian jebolan Idol Indonesia pertama dan Shamila Cahya.

Foto: Eddi Santosa/detikcom

Lagu-lagu seperti "Goyang Dumang", "Aku Rindu" dan Sekuntum Mawar Merah" menggetarkan atmosfir Belanda, diikuti goyang ribuan penonton, baik goyang hardcore dangdut maupun goyang Poco-Poco. Tak peduli warna kulit, bule atau bukan bule, semua bergoyang.

Juga ada angkringan kuliner Nusantara dari partisipan 30 restoran Indonesia dan Darma Wanita Persatuan KBRI Den Haag, yang menyajikan rendang, gudeg, rica-rica, rujak, sate kambing, sate ayam, es cendol, siomay, empek-empek, bakso, serta berbagai macam jajan pasar dan menu lainnya.

"Ini sangat mengesankan. Inilah Indonesia. Kami berharap tahun depan bisa berpartisipasi ke sini lagi," pungkas Putri.(es/try)
Sumber: https://news.detik.com
Blog, Updated at: 06:13:00