Kapolda Papua Barat Siap Diperiksa atas Insiden Manokwari


Brigjen Pol Royke Lumowa
Manokwari: Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa siap diperiksa atas insiden yang terjadi di Sanggeng, Manokwari. Ia menyatakan secara tegas bila dirinya adalah orang yang paling bertanggungjawab atas insiden tersebut.

Royke menyebutkan, terkait kejadian ini Bidang Propam Polda Papua Barat telah memeriksa 21 personel yang bertugas saat insiden terjadi, 26 Oktober lalu. Royke pun siap diperiksa baik oleh tim pemeriksa internal Polri maupun eksternal seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
Selain itu, Royke mengapresiasi kerja personel terutama Tim Rayon B yang berjaga di Pasar Sanggeng Manokwari. Walau lebih sedikit di banding jumlah massa, Tim Rayon dinilai mampu mengendalikan diri serta mencegah kejahatan dan kerugian yang lebih besar.

"Setiap pekerjaan atau profesi memiliki risiko termasuk personel polisi dalam menjalankan tugas pengamanan. Namun, semua itu sudah diperkirakan oleh para pengambil kebijakan dan dituangkan dalam peraturan," kata Royke, dilansir Antara, Minggu (30/10/2016).

Dia menjelaskan, saat insiden berlangsung anggotanya dalam kondisi terjepit dengan kepungan massa. Mereka hanya memiliki sedikit pilihan.

"Dalam kondisi seperti itu tiga pilihan. Pertama kalinya lari untuk menyelamatkan diri, kedua panik dan menembak semua orang yang ada di hadapan kalian, dan ketiga tegak pada aturan, konsentrasi dan berusaha menyelamatkan warga serta mencegah anarkisme yang lebih membahayakan. Poin ketiga ini yang kalian lakukan," kata Royke.

Kapolda menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. Ia pun mengingatkan personel agar tidak sombong dan sok benar, jika ada orang menuduh anggota Polri salah.

"Itu hak mereka dan kita tidak perlu tersinggung. Biarkan proses hukum berlangsung," kata Royke.

Ia pun berupaya untuk memperbaiki hubungan antara Polri dengan warga Sanggeng. Personel Polri tidak boleh serta merta menyalahkan warga Sanggeng, dan antipati terhadap mereka.

Pendekatan, kata dia,  harus tetap dilakukan. Pasalnya, masih banyak pemuda baik di kompleks tersebut yang bisa didorong agar bisa bangkit membangun diri dan daerah.

"Jadi polisi di Tanah Papua harus siap terhadap setiap situasi dan kondisi yang terjadi. Kita pun harus bisa membangun Papua tanpa membeda-bedakan suku, agama dan latar belakang apapun," pungkas dia.
(OGI)
Sumber: komisikepolisianindonesia.com

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :