Komnas HAM Minta Tidak Ada Kriminalisasi 1 Desember di Papua

Posted By Admin on Monday, 28 November 2016 | 19:54:00

Ilustrasi. Sejumlah petugas gabungan TNI/Polri membubarkan warga yang mengikuti peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Lapangan Timika Indah Mimik, Papua beberapa tahun silam. Perayaan tersebut akhirnya dibubarkan oleh aparat gabungan karena mereka melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora. (FOTO ANTARA/Husyen Abdillah)

JAKARTA,  – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pihak aparat keamanan tidak melakukan tindakan kriminalisasi, penangkapan, penganiayaan, penyiksaan serta pembunuhan terhadap para aktivis dan rakyat Papua menjelang 1 Desember 2016.
“Menghadapi tanggal 1 Desember 2016, Komnas HAM meminta pihak aparat seminimal mungkin menghindari potensi terjadinya pelanggaran hak asasi manusia di tengah Indonesia sedang meyakinkan dunia internasional tentang prospek perdamaian di Tanah Papua,” kata Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai kepada satuharapan.com dalam pesan singkat, hari Senin (28/11).

Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (tengah). (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

Pigai, sapaan akrabnya, menyebut kasus Manokwari yang baru bulan lalu terjadi justru menjadi kontra produktif dengan upaya Pemerintah untuk memperbaiki situasi HAM di Papua. Bahkan Tim Pemantauan Komnas HAM merekomendasikan kepada sidang paripurna Komnas HAM untuk memutuskan melakukan penyelidikan pelanggaran HAM berat di Manokwari (berdasarkan) UU Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM.
“Dengan melihat ekskalasi kasus pelanggaran HAM di Papua yang semakin memburuk ini menunjukkan Pemerintah Jokowi tidak memiliki itikat baik untuk menghentikan pelanggaran HAM di Papua,” katanya.
Pigai menilai, saat ini mata dunia makin terbuka dan informasi dapat diakses dengan mudah terhadap berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Papua yang akan mudah diketahui dan disorot dunia.
“Terkait tanggal 1 Desember kami minta agar semua pihak baik kelompok yang merayakan maupun juga aparat keamanan tetap bergerak dalam koridor hak asasi manusia yaitu kebebasan berekspresi. Tentu hal itu mesti dihormati semua pihak dan ketertiban rakyat juga tetap dijaga,” kata Pigai.                       
“Untuk itu Komnas HAM juga akan memonitor perkembangan dan situasi menjelang dan saat tanggal 1 Desember 2016,” dia menambahkan.

Gerakan OPM
Bagi sebagian warga Papua setiap 1 Desember diperingati sebagai momentum berdirinya gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Peringatan 1 Desember di berbagai daerah di Papua biasanya diisi dengan kegiatan ibadah dan kegiatan lainnya yang bernuansa syukuran.
1 Desember di Papua itu juga dikait-kaitkan dengan momentum pengibaran bendera Bintang Kejora oleh kelompok masyarakat tertentu yang dikenal sebagi kelompok pendukung OPM.
Sumber: SATUHARAPAN.COM
Blog, Updated at: 19:54:00