Tim Ekspedisi NKRI bersama masyarakat peringati 53 tahun kembalinya Irian Barat

Memperingati  53 tahun kembalinya Irian Barat Kepangkuan  NKRI yang jatuh pada 1 Mei, Kodim 1706/Fakfak danTim Ekspedisi NKRI  Subkorwil 7/Fakfak bersama masyarakat menggelar  kirab Merah Putih dan upacara. Kirab diikuti 300 orang peserta terdiri kalangan TNI,Polri, Satpol PP, Dinas Pemda Fakfak, pelajar ,dan organisasi masyarakat .



Kirab merah putih dilaksanakan berjalan kaki dari pantai pasir putih 1 Distrik Fakfak timur tengah kearah desa Wayati Distrik Fakfak Timur dengan rute perjalanan sejauh  5 km dan dilanjutkan di upacara, Minggu ( 1/5/2016) di lapangan Sekolah Dasar YPPK Wayati Induk Distrik Fakfak timur.

Bupati Fakfak, Drs. Muhammad Uswanas, M.Si. dalam sambutannya menyatakan kembalinya Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesugguhnya sejak sebelum tanggal 1 Mei 1963, secara de facto wilayah ini menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik indonesia.  Maka dengan peringatan 1 Mei bukan di identikan dengan masuknya atau bergabungnya  Irian Barat ke NKRI, tetapi kembalinya Irian Barat kepangkuan ibu pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
bupati Fakfak Drs Muhammad Usmanas selaku inspektur upacara peringati 1 Mei
kembalinya Irian Barat kepangkuan Ibu Pertiwi

Abdullah yorre, salah satu peserta kirab merah putih  dan upacara menyatakan, bahwa kegiatan ini sangat positif guna mengingatkan kembali sejarah yang pernah ada dan untuk tetap menyatakan bahwa Papua adalah bagian dari NKRI.
(Katim Media Mayor Inf Achmad Munir )

Wartawan di Papua Diusir Pejabat Diknas


 
DOGIYAI - Aksi kekerasan terhadap jurnalis di Papua kembali terjadi. Kali ini kekerasan menimpa Philemon Keiya wartawan salah satu tabloid di Papua, saat yang bersangkutan sedang melakukan tugas liputan demonstrasi damai sejumlah guru,  SD Negeri se Kabupaten Dogiyai. 

Mereka menuntut pembayaran gaji mereka yang selama ini selalu mengalami keterlambtan pembayaran oleh pihak Diknas Dogiyai, di kantor Diknas Dogiyai, Mauwa, Senin
(25/04/2016).

Aksi kekerasan berupa pengusiran terhadap jurnalis Philemon Keiya ini diduga dilakukan oleh mantan Kadiknas Kabupaten Dogiyai, Andreas Yobee.

Dari informasi yang diterima Philemon Keiya yang sedang liputan bersama rekannya Agustinus Dogomo wartawan media online. Usai aksi demo selesai,  kedua jurnalis ini meminta waktu kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Andreas Yobee yang mengklaim masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dogiyai untuk diwawancarai terkait demo tersebut.

Dia menjelaskan, ketika dirinya meminta untuk diwawancarai, Andreas Yobee dengan suara yang kasar mengatakan bahwa dirinya telah mempunyai wartawan lain.

"Kalau saya sudah pakai satu wartawan, ya wartawan itu saja. Tapi, Andreas Yobee tidak menyebutkan wartawan yang dimaksud.

“Saya sudah jelaskan kepada Pa Yobee. Saya wartawan dan sudah tunjukan kartu pers dengan baik. Tapi dia usir dengan kata 'saya tidak perlu wartawan lain. Saya sudah diwawancara. Kamu pulang saja’. Dan dia usir saya,” jelas dia.

Menurut Philemon Keiya,  hal yang sama pernah dilakukan oleh orang yang sama pada 2015 yang lalu. Saat itu, ratusan guru-guru se-Kabupaten Dogiyai yang lakukan aksi besar-besaran di Aula Pemda Dogiyai. Usai kegiatan, ketika wartawan mau meminta wawancara, malah diusir.

“Jadi, untuk ke depan, kami akan melaporkan kasus ini ke organisasi wartawan dan Dewan pers, ” tegas dia.

Agustinus Dogomo yang saat itu ada bersama dengan dirinya mengaku, sangat  menyayangkan aksi premanisme yang dilakukan Andreas Yobee. Cs.

“Sebagai pejabat publik harusnya menyadari pentingnya media. Justru kita mau bantu dalam hal pemberitaan untuk Dogiyai,” ujar Agustinus Dogiyai.

Ia meminta kepada semua pejabat yang ada di Dogiyai agar paham keberadaan para jurnalis yang ada di Dogiyai. 

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Eveerth Joumilena mengatakan, Andreas Yobee telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Jadi, kalau pak Andreas Yobee melarang atau memperhambat jurnalis melakukan peliputan, ini saya kira sudah langgar pasal-pasal dalam UU Pers yang bisa menjadi tuntutan balik kepada pak Andreas Yobee,” tegasnya.(sms)
Sumber: http://daerah.sindonews.com

Mahasiswa Fakfak Meminta" 1 dari 100 hari masa kerja pertama Bupati terpilih untuk persoalan Asrama yang masih di palang


Foto Aspura: Latihan Dasar Kepemimpinan Yang di lakukan di Asrama Putra Fakfak Jayapura Nov 2014

Jayapura_Fakf-fak.com  Permintaan ganti rugi sebesar   Lima  Miliar Enam ratus juta rupiah  ini membuat sebagian besar  penghuni asrama  mahasiswa Fakfak di Jayapura harus membebani  orang tua juga harus membagi uang kuliah mereka dengan biaya kos rumah, karena asrama yang sudah 37 tahun di tempati  harus di kosongkan atas permintaan pemilik tanah 

Tahun lalu saya  telah mendatangi  Bupati Fakfak  selaku kepala  pemerintahan, untuk memberitahukan kepemilikan kami atas tanah asrama Fakfak di Jayapura, namun kami tidak di sambut dengan baik oleh karna itu kami harus mengeluarkan penghuni asrama dari  wilayah tanah adat kami sampai dengan adanya ganti rugi tegas Frids Maramra  mewakili suku Maramra saat di temui di kediamanya.  Minggu 24/04/16

Asrama yang  telah melahirkan ratusan sarjana dari kota Fakfak ini tampak sepi tak terurus saat di lewati oleh fakfak.com melihat langsung kondisi asrama  yang beralamat di Jalan kesehatan satu nomor  11 kampung tiba-tiba , dengan letak  wilayah sangat strategis juga nyaman bagi aktifitas belajar  jauh dari kebisingan walau letaknya berada di tengah kota

“lihat kesana papan nama asrama telah di cabut, begitu juga  warna  dari chat  asrama telah di ganti oleh pemilik hak ulayat dan rencananya akan di bangun rumah kos karna tidak ada tangapan pemerintah Fakfak” ujar  Mama Yote salah satu warga yang  tinggal di sekitar asrama  yang telah menjadi orang tua bagi penghuni asrama dari waktu kewaktu.

Sementara itu ketua asrma mahasiswa fakfak di jayapura  yang di temui di kontrakan asrama sebagai ganti  asrama oleh pemerintah kabupaten fakfak ini mengatakan  Kami telah menemui dan menyurati  semua pihak di pemerintah kabupaten Fakfak yang berkaitan dengan persoalan kami, namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius untuk mengurusi persoalan ini, sehinga lewat kesempatan ini  kami meminta Bupati terpilih kami harap untuk bisa mamasukan persoalan kami dalam  seratus hari masa kerja mereka. Satu hari saja untuk asrama kami, dan kepada semua pihak  yang peduli terhadap pendidikan untuk bisa  bersama kami untuk menyelesaikan persoalan ini”  tegas Jamal Renhoat 

Lebih lanjut Renhoat  menambahkan,  ia tidak ingin ada kecemburuan  di antara sesama mahasiswa juga penghuni  yang dulunya kami sama-sama tinggal di asrama oleh karena bangunan kontrakan  pemerintah  ini kecil dan mendatangkan masalah di antara kami, karena tidak bisa menampung semua mahasiswa seperti dulunya (anAkMbahAm/fakfak.com)

Raih Rp.40 T Tiap Tahun, Papua Tak Kunjung Sejahtera

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengungkapkan, saat ini pemerintah masih kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Papua. Padahal, setiap tahunnya anggaran yang dikucurkan mencapai Rp40 triliun.

"Di Papua, dana satu tahun itu Rp40 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan. Tapi kesejahteraan tidak meningkat," kata Sofyan dalam acara pembukaan musyawarah rencana pembangunan nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Melihat fakta ini, lanjutnya, maka dana bukanlah inti persoalan dalam peningkatan kesejahteraan Papua. Tahapan utama yang perlu dilakukan adalah dengan pemerataan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.

"Jadi bukan soal dana tapi SDM. Kita lihat guru harus kita sebar, terutama untuk daerah-daerah pedesaan," ungkap Sofyan.
Khususnya dalam bidang pendidikan, lanjutnya, pemerintah akan mengutamakan penyebaran guru-guru ke daerah-daerah terpencil di Papua. Dengan begitu, dalam jangka panjang diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat Papua dapat meningkat dengan mengandalkan sektor pendidikan.

"Karena selama ini guru bertumpuk di kota tidak ada yang mau ke desa. Nanti akan kita sebar," tukasnya.
(rai)
 

Antara Pemerintah dan KNPB, NKRI Harga Mati dan Papua Merdeka


Fak-fak.com – Pemerintah Indonesia dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) saling berebut ‘Pamor’ di wilayah kepulauan pasifik dengan visi dan misi masing-masing demi mempertahankan harga diri kedua belah pihak.

KNPB sendiri terus menyuarakan setiap kasus pelanggaran HAM yang hingga saat ini belum juga terselesaikan, sementara di lain pihak Indonesia terus mendesak agar statusnya di organisasi Melanesian Spearhead Group, MSG, meningkat dari anggota asosiatif menjadi anggota penuh untuk mencegah langkah-angkah yang bisa memisahkan Papua dari tubuh NKRI.

Bazoka Logo, juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan bawah mereka (KNPB) menuntut agar organisasi Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat, diterima sebagai anggota Melanesian Spearhead Group, MSG.

Demonstran yang turun ke jalan-jalan di tujuh kota besar di Papua pada tanggal 13 Aprill 2016 lalu menuntut agar organisasi Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat diterima sebagai anggota Melanesian Spearhead Group, MSG.

“Rakyat Papua menuntut dan mendukung penuh ULMWP diterima sebagai anggota full (penuh) MSG,” kata Bazoka Logo kepada BBCIndonesia.

Komentar Bazoka Logo pun ditanggapi salah salah satu politisi dari PDI-Perjuangan, Effendi Simbolon sebagai salah satu hal yang peru diperhatikan secara serius oleh pemerintah Indonesia untuk mengatisipasi gerakan-gerakan separatisme yang bisa berujung kepada pembebasan tanah Papua dari tubuh NKRI.

“Kita tidak akan mentolerir bagi (kelompok) bagian-bagian dari Indonesia, termasuk pelaku unjuk rasa di Papua, yang bukan saja menolak Indonesia menjadi member (anggota) MSG, tetapi mereka juga menjadi representasi dari Papua Barat,” kata Effendi.

Sumber : Ha
rianPapua.com

Biarkan Jafri Sastra Memoles ‘Mutiara Hitam’ Dengan Leluasa


Biarkan pelatih  Jafri Sastra memoles skuad berjuluk Mutiara Hitam dengan leluasa. Pasalnya pelatih yang sukses menghantarkan Mitra Kukar menjuarai Piala Jenderal Sudirman lalu diharapkan bisa mengembalikan ‘sinar Mutiara Hitam’ Persipura pada  Indonesia Super Competition (ISC) mendatang.

Mantan pemain belakang Persipura, Jack Kamasan Komboy mengatakan, manajemen tim tentu punya berbagai pertimbangan sebelum memilih Jefri Sastra sebagai pelatih. Namun pelatih yang pernah meloloskan Semen Padang kesemifinal Piala AFC, 2013 lalu itu harus diberi keleluasaan  memoles pasukan ‘Mutiara Hitam’.

“Jafri Sastra jangan diberi beban yang besar. Tapi bagaimana dia diberi keleluasaan menangani tim sebas-bebasnya. Kini tinggal bagaimana Jafri Sastra meracik tim Persipura,” kata Jack kepada Jubi, Kamis (14/4/2016).

Namun Jafri Sastra diingatkan segera menyesuaikan diri dengan tim dan memahami karakter anak-anak Papua. Merangkul pemain sangat penting untuk menjaga situasi harmonis dalam tim. Meski waktu persiapan terbilang mepet, namun ia berharap Jafri Sastra segera menyesuaikan diri.

“Jafri Sastra juga harus ingat, anda kini ada dalam Persipura. Tim yang punya nama besar di Indonesia. Tim pengoleksi gelar terbanyak kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Harus cepat menyesuaikan. Persipura ini menyangkut harga diri orang Papua. Jefri Sastra harus memahami itu,” ucapnya.

Kini pendukung ‘Mutiara Hitam’ berharap banyak pada penampilan Persipura ketika ISC yang rencananya mulai digelar 16 April mendatang, pasca penampilan tak maksimal Ian Kabes dan kawan-kawan diajang Piala Sudirman dan Bhayangkara.

“Tentu semua pendukung Persipura berharap, ISC inilah kesempatan Persipura menunjukkan kelasnya,” katanya.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano menyatakan pihak manajemen berupaya mengembalikan kejayaan ‘Mutiara Hitam’ diajang ISC. Kembalinya ‘anak hilang’ Boaz Solossa menjadi harapan tersendiri mengembalikan keperkasaan Persipura, si jenderal lapangan hijau yang selama ini dikenal sulit ditaklukkan.

“Kami tetap bercermin dengan kegagalan pada ajang Piala Sudirman dan Piala Bhayangkara. Makanya jajaran manajemen Persipura segera melakukan perubahan dalam tim,” kata Mano.

Manajemen berharap, masuknya sejumlah pamain dan pergantian pelatih bisa mengembalikan keperkasaan Persipura.

“Kalau mengenai sponsor, kami tetap membuka diri terhadap pihak-pihak yang ingin memberikan dukungan. Apalagi kini klub sepakbola profesional tak boleh lagi menggunakan dana APBD,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

Sumber : Jubi

Jack Komboy : Perekrutan Yoo Jae Hoon Bukan Kebutuhan Mendesak


Fakfak.com – Mantan kapten kedua Persipura, Jack Kamasan Komboy tak sependapat dengan kembali direkrutnya penjaga gawang asal Korea Selatan, Yoo Jae Hoon oleh manajemen Persipura untuk mengawal gawang ‘Mutiara Hitam’ dalam ajang Indonesia Super Competitition (ISC) mendatang.

Kata Jack, pihak manajemen tim tentu punya berbagai pertimbangan sebelum merekrut pemain. Termasuk apakah sesuai kebutuhan tim atau tidak. Namun secara pribadi, sebagai mantan pemain Persipura, ia menilai direkrutnya Yoo Jae Hoon bukanlah kebutuhan mendesak dalam tim.

“Saya pikir untuk ukuran penjaga gawang, Ferdiansyah masih bagus. Dia masih layak jadi penjaga gawang utama Persipura. Dia juga sudah cukup lama bersama Persipura,” kata Jack kepada Jubi, Kamis (14/4/2016).

Mestinya kata Jack,  manajemen bukannya mengontrak penjaga gawang asing tapi bagaimana mencari penjaga gawang lokal atau pemain asing yang berkualitas.

“Itu yang dibutuhkan tim. Bukan penjaga gawang asing. Penjaga gawang lokal juga masih banyak yang bagus-bagus,” ucapnya.

Jack semasa aktif bermain berposisi sebagai pemain belakang itu lebih sependapat jika manajemen Persipura dalam perekrutan pemain lebih memprioritaskan lini belakang ‘Mutiara Hitam’.

Kondisi Ruben Sanadi yang kini masih dalam tahap pemulihan cedera, tentu merugikan lini belakang Persipura. Meski Persipura masih memiliki beberapa pemain yang bisa menggantikannya, namun peran Sanadi di lini belakang bersama Richardo Salampessy sangat sentral.

“Kalau saya, akan lebih baik ketika perekrutan pemain lalu, manajemen merekrut beberapa pemain belakang berkualitas,” katanya.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano menyatakan pihak manajemen berupaya mengembalikan kejayaan ‘Mutiara Hitam’ diajang ISC. Kembalinya ‘anak hilang’ Boaz Solossa menjadi harapan tersendiri mengembalikan keperkasaan Persipura, si jenderal lapangan hijau yang selama ini dikenal sulit ditaklukkan.

“Kami tetap bercermin dengan kegagalan pada ajang Piala Sudirman dan Piala Bhayangkara. Makanya jajaran manajemen Persipura segera melakukan perubahan dalam tim,” kata Mano.

Manajemen berharap, masuknya sejumlah pamain dan pergantian pelatih bisa mengembalikan keperkasaan Persipura.

“Kalau mengenai sponsor, kami tetap membuka diri terhadap pihak-pihak yang ingin memberikan dukungan. Apalagi kini klub sepakbola profesional tak boleh lagi menggunakan dana APBD,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

Sumber : Jubi

Persipura Bantah Pemainnya Terlibat Aksi Pro Separatis


Fakfak.com,
 - Manajemen Persipura Jayapura menampik kabar bahwa salah seorang pemainnya terlibat aksi demonstrasi dukungan kepada The United Liberation for West Papua untuk menjadi anggota tetap Melanesian Spearhead Group. Menurut mereka, Eneko Pahabol -nama pemain tersebut- bukan lagi berstatus pemain klub berjuluk Mutiara Hitam ini.
"Eneko bukan lagi pemain kami," ujar Media Officer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun, pada Bola.net.

"Saat ini, kiper kami hanya tiga orang. Yoo Jae Hoon, Dede Sulaiman, dan Ferdiansyah," sambungnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Eneko Pahabol ikut dalam aksi pro separatis yang dihelat di Jayapura. Bahkan, pemain berusia 25 tahun ini sempat naik panggung berorasi di hadapan sekitar lima ribuan peserta aksi.

Lebih lanjut, Ridwan mengaku bahwa saat ini Eneko dalam proses ke klub lain. Klub yang ditujunya adalah Hekari United, klub asal Papua New Guinea.

"Saat ini, sepertinya sudah terlewat. Kemungkinan ia akan gabung pada musim depan," papar Ridwan.

Sementara itu, Ridwan menegaskan Persipura tak tahu menahu terkait pilihan politik yang diambil Eneko. Persipura, menurut Ridwan, kini sedang fokus mempersiapkan diri jelang berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

"Kita saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ISC. Kita sudah sepekan ini gelar pemusatan latihan," tandasnya. (den/asa)

Sumber : Bola.net

Gerald Pangkali Senang Gabung Madura United


Fakfak.com, -
Gerald Pangkali mengaku senang bisa bergabung dengan Madura United. Menurut mantan penggawa Persipura Jayapura ini, walau Madura United masih baru di kancah sepakbola Indonesia, tim tersebut merupakan tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.

"Saya bangga. Ini tim bagus, dengan pelatih berkualitas dan pemain yang punya nama besar di Indonesia," ujar Pangkali, Kamis (14/04).

"Saya berterimakasih, Madura United bisa menerima saya dengan sangat baik," sambungnya.

Sebelumnya, Gerald Pangkali telah resmi bergabung dengan Madura United untuk menghadapi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Pemain berusia 33 tahun ini juga telah mengikuti pemusatan latihan Laskar Sape Kerap di Batu, Kamis (14/04) pagi ini.

Lebih lanjut, Pangkali membeber alasannya memilih bergabung dengan Madura United, alih-alih kembali bergabung dengan Persipura Jayapura. Menurutnya, ia ingin mencari suasana baru setelah sekian lama merumput bersama Persipura Jayapura.

"Saya pribadi merasa sudah lama di Persipura. Karenanya, saya merasa saat ini waktunya mencari pengalaman di luar," paparnya.

Sementara itu, Pangkali mengaku tak ada masalah adaptasi dengan tim barunya. Pasalnya, menurutnya, ia sudah banyak mengenal pemain-pemain Madura United dan karakter mereka.

"Lalu, untuk adaptasi dengan kepelatihan Coach Gomes juga tak ada masalah. Materi latihannya sama dengan Lessa (Osvaldo Lessa, eks Pelatih Persipura, red). Jadi saya tidak kaget lagi," pungkasnya (faw/dzi)

Sumber : Bola.net

JAFRI SASTRA: BOAZ SOLOSSA BIKIN PERSIPURA JAYAPURA MAKIN SOLID


Kehadiran Boaz dibutuhkan di dalam tim, karena Persipura mencari sosok pemimpin di atas lapangan

Fakfak.com, Pelatih Persipura Jayapura Jafri Sastra mengungkapkan, kehadiran Boaz Solossa di tim membuat Mutiara Hitam akan makin solid dalam mengarungi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Boaz kembali ke Persipura setelah kontraknya bersama klub Timor-Leste Carsae FC diputus akibat terkendala administrasi. Jafri mengatakan, Boaz merupakan pemain yang dibutuhkan Persipura, karena bisa menjadi panutan bagi penggawa lainnya.

“Saya melihat Boaz dari sisi sebagai pemain senior yang diharapkan bisa membuat tim ini makin solid, dan termotivasi,” ujar Jafri dihubungi Goal Indonesia.

“Buat saya Boaz adalah seorang kapten Persipura, ada atau tidak ban kapten di lengannya. Dia memang sosok pemimpin dalam tim, karena senioritas atau pun pengalamannya.”

Menghadapi ISC A 2016, Persipura bakal menjalani pertandingan segitiga di Makassar melawan tuan rumah PSM dan Bali United FC. Jafri memanfaatkan laga tersebut untuk mematangkan tim.

“Ini sisi positif untuk kita setelah ditundanya jadwal ISC. Selain masa persiapan kita bisa lebih panjang, kita bisa beruji coba dengan tim-tim satu level. Menghadapi Bali United dan PSM saya kira sangat bagus untuk persiapan kami,” ucap pelatih berusia 51 tahun itu.

Sedangkan menanggapi perubahan calon lawan perdana Persipura di ISC A dari Sriwijaya FC menjadi Persija Jakarta, Jafri menyebut tak memberikan pengaruh terhadap program latihan. (gk-33)

Sumber : Goal.com

Papua Bangun Kompleks Olahraga Mewah untuk PON 2020

Pembangunan Mimika Sports Complex dibantu oleh PT Freeport Indonesia.

Fakfak.com - Persiapan Papua untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 semakin matang. Tidak lama lagi, Kabupaten Mimika akan memiliki sebuah Kompleks Olahraga bertaraf Internasional yang pembangunannya dibantu oleh PT Freeport Indonesia.
Kompleks olahraga yang akan diberi nama Mimika Sport Complex (MSC) ini sudah mulai dibangun sejak 2013 di lahan seluas 12,5 hektare milik Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, dengan fasilitas stadion tertutup, stadion terbuka, asrama atlet, dan bangunan penunjang lainnya.

Stadion tertutup yang dirancang bisa menampung 5.500 penonton ini diperuntukkan bagi cabang olahraga bulutangkis, basket, dan voli. Sedangkan stadion terbuka akan digunakan untuk sepakbola dan juga beberapa cabang atletik seperti lari jarak pendek dan menengah, lempar lembing, tolak peluru, dan lompat jauh.

Stadion terbuka ini memiliki dua tribun utama dengan total kapasitas 3.500 tempat duduk. Sementara itu, dua asrama atlet disiapkan untuk menampung setidaknya 100 atlet, dan memiliki sejumlah fasilitas penunjang seperti gym dan asrama penunjang.
 
Menurut rilis yang didapat oleh VIVA.co.id, MSC dibangun dengan total biaya US$33 juta, atau setara dengan Rp433 miliar. Dan rencananya, MSC akan diresmikan dan bisa beroperasi pada pertengahan 2016

Selain di Mimika, Papua rencananya akan membangun sejumlah fasilitas lain seperti sebuah stadion baru di dekat Bandara Sentani, Jayapura. Kabarnya, Papua membutuhkan dana hingga Rp8 triliun untuk menyelesaikan semua fasilitas pendukung.
 
Papua terpilih menjadi tuan rumah PON 2020 usai mengalahkan Provinsi Aceh dan Bali dalam pemungutan suara di rapat tahunan KONI. Mereka menyabet 66 suara. Sementara itu, Aceh dan Bali mendapat 46 suara. (one)

sumber : VIVA.co.id



PSM, Bali United dan Persipura Uji Coba Segitiga di Makasar


Fakfak.com
, Makassar - PSM Makassar, Bali United, dan Persipura Jayapura akan melakukan uji coba segitiga di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, 17-19 April 2016. Kepastian ini diutarakan CEO PSM, Munafri Arifuddin pada jumpa media di Makassar, Rabu (13/4/2016).

"Setelah mendapat konfirmasi dari Bali United, manajemen Persipura juga menghubungi kami menyatakan kesiapan mereka datang ke Makassar," ujarnya.

Menurut Munafri, manajemen PSM menjadikan uji coba segitiga ini sebagai ajang untuk melihat kesiapan tim racikan Luciano Leandro jelang menghadapi Indonesia Soccer Championship A yang rencananya bergulir mulai 29 April.

"Kami sudah menghadapi Persela (Lamongan), Persija (Jakarta), dan Bali United. Nanti giliran Persipura yang kami uji kemampuannya," jelas Munafri.

Ia menambahkan, Persipura bakal datang dengan materi terbaiknya, termasuk Boaz Salossa. "Bagi kami, Persipura adalah tim yang bagus. Kalau mereka tampil normal, duel PSM melawan Persipura adalah partai besar," ia menuturkan.

Pada saat yang bersamaan, Direktur PSM, Sumirlan, mengungkapkan pada uji coba segitga setiap klub boleh melakukan pergantian maksimal sampai sembilan pemain.

"Karena ini uji coba kami memberikan kesempatan kepada setiap klub untuk melihat kemampuan pemainnya," kata Sumirlan mengakhiri.

Sebelum mengagas uji coba segitiga ini, PSM baru saja ambil bagian di Trofeo Persija. Dalam turnamen yang diikuti Persija dan Bali United itu, PSM meraih hasil yang kurang menggembirakan karena menelan dua kekalahan.

Jadwal Uji Coba
Minggu (17/4/2016)
PSM vs Bali United

Senin (18/4/2016)
Bali United vs Persipura

Selasa (19/4/2016)
PSM vs Persipura

Sumber : Bola.com

Boaz Solossa Belum Tentu Jadi Kapten Persipura


Fakfak.com, Jayapura - Bergabungnya kembali Boaz Solossa ke Persipura Jayapura disambut hangat oleh pelatih anyar klub, Jafri Sastra. Menurut mentor berdarah Minang itu, kehadiran sang striker bisa menambah kekuatan tim yang kini banyak diisi pemain muda usia.

Hanya saja Jafri Sastra tak bisa memberi jaminan jika Boaz bakal kembali menjadi kapten Tim Mutiara Hitam.

Boaz kembali ke Jayapura setelah dipulangkan oleh klub Timor Leste, Carase FC. Selain Boaz, pemain Papua lainnya Immanuel Wanggai dan Oktovianus Maniani juga mengalami hal yang sama dengan Boaz.

Namun, baru Boaz saja yang sudah diikat kontrak dengan Persipura untuk Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 nanti. “Boaz sudah bergabung dengan tim sejak Jumat lalu. Tidak ada masalah dengan kondisinya, meski baru datang dari Timor Leste,” ucap Jafri Sastra saat dihubungi oleh bola.com pada Selasa (12/4/2016).

Kehadiran Boaz sangat dirasa positif oleh mantan pelatih Mitra Kukar itu. Menurutnya, striker bernomor punggung 86 itu merupakan pemain senior yang bisa membimbing pemain muda dan juga bagus untuk menambah kekuatan tim.

Kembalinya Boaz juga memunculkan spekulasi siapa kapten Persipura musim depan. Sebelumnya di turnamen Torabika Bhayangkara Cup, Ian Louis Kabes yang menjadi pemimpin skuat Mutiara Hitam. Tapi sekembalinya Boaz bisa saja ban kapten kembali ke pemain berusia 30 tahun itu.

Boaz jadi kapten Persipura sejak musim 2011, menggantikan posisi Eduard Ivakdalam. “Untuk saat ini saya tidak pikirkan siapa kapten. Saya fokus ke pembenahan tim dulu saja, apalagi sekarang banyak pemain muda berbakat dari Papua,” lanjut mantan pelatih Mitra Kukar itu.

Baik Boaz Solossa dan Ian Louis Kabes adalah dua pemain andalan Persipura Jayapura. Keduanya bahkan bersahabat dekat, sejak pertama kali tampil membela Tim Papua di PON Palembang 2004. Saat ini mereka jadi anggota tim dengan koleksi gelar kompetisi kasta tertinggi terbanyak: empat trofi.

"Boaz Solossa adalah sosok yang kaya pengalaman dan bisa memberikan motivasi kepada pemain muda. Saya kira posisi Boaz lebih dari kapten di Persipura. Soal apakah nanti dia akan jadi kapten, lihat saja nanti. Saya masih akan melihat kemampuan seluruh pemain sebelum mengambil keputusan," ujar Jafri Sastra.

Sumber: Bola.com

Menpora Minta Klub-klub Merger Transparan


Jakarta - Jelang digelarnya kompetisi liga beberapa klub melakukan merger serta akuisisi. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta ada keterbukaan dan transparansi soal proses tersebut.

Surabaya United baru saja melakukan merger dengan PS Polri. Mereka akhirnya sepakat menggunakan nama Surabaya United Bhayangkara sebagai konsekuensi atas proses merger tersebut.

Sebelumnya, PS TNI juga melakukan hal yang sama. Mereka mengakuisisi Persiram Raja Ampat untuk tampil di Indonesia Soccer Championship (ISC). Bahkan PS TNI berencana menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai homebase.

Namun berapa nominal yang dikeluarkan dalam proses tersebut, belum diumumkan kepada publik. Hanya, proses akuisisi antara PS TNI dengan Persiram Raja Ampat dikabarkan menghabiskan Rp 17 miliar.

Kepala Bidang Komunikasi Kemenpora, Gatot S Broto, mengatakan, bahwa pemerintah tidak bisa ikut campur masuk ke ranah tersebut. Sebab proses merger atau akuisisi dinilanya karena murni bisnis antar klub.

"Di dalam UU SKN tidak mengatur tentang itu. Karena ini murni bisnis, jadi kami tidak bisa masuk ke sana," ujar singkat Gatot di Bogor, Rabu (13/4).

Namun demikian, Gatot menilai harus ada transparansi dalam proses tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak berdampak negatif di kemudian hari.

"Kami tetap meminta adanya keterbukaan, transparansi. Berapa sih saham yang diterima klub A, atau klub B ini, prosesnya seperti apa. Bagaimana komitmennya dengan pemain juga harus terbuka. Itu yang sedang kami dorong," lanjut dia. (ads/din)

Sumber : detiksport

36 Wait Terbaik Akan Tampil Dalam Laga ISC


Fakfak.com – Bergulirnya Indonesia Soccer Championship (ISC) pada 29 April 2016 dengan laga Persipura Jayapura kontra Persija Jakarta di Stadion Mandala, Papua, sebagai partai pembuka kompetisi ini. Sebanyak 24 wasit terbaik siap memimpin pertandingan yang diikuti oleh 18 klub profesional di Tanah Air.

Menurut Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan 36 nama-nama wasit yang akan dinominasikan untuk memimpin di ISC A.

“Wasit pada dasarnya dimandatkan oleh federasi. Pada 22 Februari lalu PSSI telah merelakan wasitnya, tapi penugasan mereka dari GTS karena asosiasi wasit di negara manapun berafiliasi dengan federasi,” kata pria yang akrab disapa Jokdri itu kepada wartawan usai rapat dengan seluruh manajer klub di The Parklane Hotel, Kuningan, Jakarta, Senin (11/4).

“Karena PSSI tengah dibekukan, terobosan GTS pada ISC ini adalah mengajukan 36 nama wasit agar dipilih sendiri oleh klub. Prinsipnya, mekanisme pemilihan wasit oleh klub hanya 24 wasit dan terbagi tiga kelas, yakni A, B, dan C,” ucap Jokdri lagi.

Untuk musim pertama kompetisi, yang tidak ada format promosi dan degradasi ini, wasit akan dievaluasi oleh operator. “Tapi, baru diklasifikasi pada bulan kedua ISC. Intinya, wasit punya kontrak langsung dengan GTS dan mendapatkan gaji bulanan, tak dikaitkan dengan berapa kali mereka bertugas,” papar Jokdri

“Itu konsekuensi yang diambil PT GTS. Ini untuk membuktikan integritas wasit adalah keputusan kolektif klub,” Jokdri mengakhiri. (amd)

Sumber : indopos.co.id

Persipura Pantau Tiga Pemain yang Cidera


Fakfak.com, JAKARTA - Jelang Indonesia Soccer Championship A (ISC A), Persipura Jayapura tengah gencar melakukan persiapan.

Tim pelatih pun berusaha membentuk skuad terbaik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu pun sedang memantau perkembangan kondisi cedera tiga pemainnya, yaitu Lukas Mandowen, Ruben Sanadi, dan Immanuel Wanggai.

Media Officer Persipura, Ridwan Bento Manubun mengatakan ketiga pemain telah bergabung dengan Persipura namun pi
haknya belum bisa memastikan kapan mereka bisa berlatih, karena ketiganya sedang didera cedera.

"Ruben Sanadi cedera hamstring sejak akhir tahun 2015, Lukas dan Immanuel mengalami cedera lutut. Kami masih memantau perkembangan cederanya. Jika sampai waktu pendaftaran nama-nama pemain, ketiganya masih belum pulih, kami akan tentukan pilihan," kata Bento kepada Harian Super Ball,kemarin.
Pilihan yang akan dilakukan seperti akan tetap didaftarkan dengan harapan masih bisa sembuh di tengah perjalanan ISC A. Bisa juga tidak didaftarkan sama sekali.

"Kalau ketiga pemain tadi sudah sembuh dalam waktu dekat, mungkin akan didaftarkan. Jika belum sembuh kemungkinan kami akan melakukan transfer window atau tidak didaftarkan sama sekali," ujar Bento.

Untuk memastikannya, manajemen Persipura akan berkoordinasi dengan dokter agar mengetahui informasi kemungkinan kesembuhan ketiga pemain itu dalam waktu dekat.

"Kami akan cari tahu ke dokter, kapan mereka bisa sembuh. Jika ternyata kesembuhannya membutuhkan waktu yang cukup lama, terpaksa kami akan mencari pemain pengganti. Kepastian kehadiran mereka juga akan menentukan apakah kami akan menambah pemain asing atau tidak," terang Bento.

Saat ini Persipura memiliki 27 pemain yang tiga diantaranya adalah pemain asing, yaitu Sengbah Kennedy, James Koko Lomell, dan Yoo Jae Hoon.

"Jika Immanuel, Lukas, dan Ruben bisa masuk ke dalam skuad, maka kemungkinan kami tidak akan menambah pemain lokal dan asing. Tetapi jika ternyata ketiganya tidak jadi dimauskan ke dalam skuad, maka mau tidak mau kami akan mencari pemain tambahan. Khususnya menambah satu pemain asing atau pemain lokal," ucap Bento.

Bento berharap ketiga pemain yang cedera itu bisa segera sembuh, karena jelang digelarnya ISC A, tidak mudah mendapatkan pemain sesuai kebutuhan tim. "Sulit nyari pemain asing karena kebanyakan sudah dikontrak oleh klub lain.

 Tetapi jika kondisinya memaksa kami untuk menambah pemain, akan kami bicarakan antara pelatih dan manajemen," tambah Bento.
Soal persiapan tim, Bento menuturkan pelatih Persipura Jayapura, Jafri Sastra telah materi latihan yang bagus.

"Selama latihan, seluruh tampak enjoy. Itu artinya metode latihan yang dilakukan Jafri bisa diterima dengan baik. Soal hasil ujicoba dengan PON Papua beberapa hari lalu yang kurang memuaskan bukan menjadi tujuan utama.

 Pelatih menggunakan ujicoba itu untuk melihat kemampuan seluruh pemain. Oleh karena itu, seluruh pemain diturunkan. Pemain senior diturunkan di babak pertama dan pemain muda di babak kedua. Bukan hasil yang kami cari, tetapi kondisi pemain secara keseluruhan yang kami cari tahu," tutur Bento.

Sumber : TRIBUNNESW.COM

Siap Sambangi Kemenpora, PT GTS Optimistis Gelar ISC Tepat Waktu


Siap Sambangi Kemenpora, PT GTS Optimistis Gelar ISC Tepat Waktu

Sepakbola.com - PT Gelora Trisula Semesta (GTS) resmi menggelar Indonesia Soccer Championship (ISC) mulai 29 April 2016, diikuti 18 tim Indonesia Super League (ISL). Kepastian ini diperoleh usai GTS menggelar pertemuan dengan seluruh perwakilan klub ISL di Hotel Parklane, Jakarta Senin (11/4).

Dalam pertemuan tersebut diputuskan yang nantinya jadi laga pembuka yakni akan mempertemukan tuan rumah Persipura Jayapura melawan Persija Jakarta.

Salah satu pertimbangan memilih dua klub tersebut karena Persija memiliki rating televisi yang baik. Ini berarti Persija menggantikan Sriwijaya FC yang sebelumnya akan menjadi laga pembuka melawan Persipura pada 16 April 2016.

"Kami sudah tetapkan Persipura akan melawan Persija di pertandingan pembuka ISC 2016. Ini juga menjadi pleno bersama dengan owner khususnya televisi dan Persija menjadi salah satu opsi termasuk industri dan rating," ujar CEO PT GTS Joko Driyono.

Sementara itu demi kelancaran penyelenggaraan kompetisi, pria yang akrab disapa Jokdri ini siap menyambangi Kemenpora dalam 1-2 hari ke depan, untuk memperoleh izin dari pihak kepolisian.

Terlebih Kemenpora meminta bila ingin mendapat izin dari BOPI, pihak GTS harus berkoordinasi dengan tim transisi.

"Kami per hari ini memutuskan untuk interaksi langsung di kantor Kemenpora. Mudah-mudahan menjadi terobosan. Dan 1-2 hari ke depan GTS akan lakukan permohonan rekomendasi untuk proses izin," tambah Joko Driyono.

Rencananya Jadwal ISC berisi sembilan pertandingan setiap minggu, dua kali di Jumat, tiga kali di Sabtu, tiga kali di Minggu, dan sekali di Senin. Kompetisi memakan waktu efektif 30 minggu dan rencananya akan berakhir 18 Desember mendatang.

Sumber : Sepakbola.com

PERSIPURA JAYAPURA KONTRA PERSIJA JAKARTA JADI LAGA PEMBUKA ISC?


PERSIPURA JAYAPURA KONTRA PERSIJA JAKARTA JADI LAGA PEMBUKA ISC?

Indonesia Soccer Championship A 2016 bakal kick-off akhir April, dengan Stadion Mandala sebagai venue laga pembuka.

PT Gelora Trisula Semesta hari ini menggelar pertemuan dengan 18 klub kontestan Indonesia Soccer Championship A 2016. Rapat ini akan menentukan kepastian kick-off perdana dan mekanisme lainnya.

Sebelumnya, ISC direncanakan mulai bergulir pada 16 April dengan laga Persipura Jayapura kontra Sriwijaya FC di Stadion Mandala, Jayapura. Namun, seiring dengan mundurnya jadwal tersebut, besar kemungkinan laga perdana juga akan berubah.

"Rencana awal Persipura melawan Sriwijaya. Apa masih Persipura melawan Sriwijaya, sekarang opsi terkuat Persipura melawan Persija," singkat CEO GTS, Joko Driyono ketika ditemui sebelum pertemuan.

Kepastian hari kick-off tersebut akan diumumkan selepas rapat nanti. Namun, dapat dipastikan bahwa kick-off dimulai pada pekan keempat Bulan April dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sumber : Goal.com

ISC Resmi Bergulir 29 April 2016


ISC Resmi Bergulir 29 April

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) Joko Driyono mengatakan kompetisi ISC A (Indonesia Soccer Championship) akan mulai digelar pada 29 April 2016 di Stadion Mandala, Papua. Kompetisi ini akan diikuti oleh 18 klub profesional yang sebelumnya berlaga di Liga Super Indonesia.

Kepastian jadwal kick-off ISC A didapat setelah PT GTS mengundang seluruh klub ke dalam forum konsultasi klub pada Senin (11/4/2016) sore di Hotel Parklane, Kuningan, Jakarta. Lawan Persipura Jayapura pada laga pembuka nanti akan diumumkan usai manager meeting yang dimulai pada 19.00 dan selesai pada pukul 21.00 WIB nanti.

"Ya tadi hasil rapat ini sudah memutuskan untuk kick off diundur jadi 29 April. Banyak hal yang harus diperlihatkan dan yang penting kompetisi ini dapat dipersiapkan sebaik-baiknya," tutur Joko Driyono kepada wartawan.

Setelah mengumpulkan perwakilan klub-klub ISC A, selaku operator kompetisi PT GTS akan mengundang 53 tim Divisi Utama pekan depan, untuk membahas kerangka kompetisi ISC B.

Joko menegaskan, pada 18 April mendatang pihaknya baru bisa merilis nama resmi seluruh kompetisi yang digelarnya, menyusul kesepakatan kontrak dengan sponsor utama yang mendukung ISC A, B, hingga kompetisi level U-17.

"Semua tim mendukung persiapan ini agar dapat perjalan baik, dan akhirnya pada 18 Desember bisa selesai. Intinya tetap Persipura Jayapura yang akan bermain di laga pembuka di Papua," Jokdri menambahkan.

Sumber: Liputan6.com

Indonesia Tidak Mampu Jawab Kasus Paniai di PBB


Indonesia Tidak Mampu Jawab Kasus Paniai di PBB

The Papua Journal – Natalius Pigai, Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) mengatakan Indonesia tidak mampu menjawab pertanyaan banyak negara tentang Kasus Paniai.

“Dalam Sidang Dewan HAM PBB Maret 2016 lalu, banyak negara bertanya tentang kelanjutan kasus Paniai kepada Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk PBB dan dia tidak mampu beradu argument lalu meminta bantuan Komnas HAM untuk menjawab,” kata Natalius Pigai saat ditemui The Papua Journal di Jakarta, Sabtu (29/04/2016).

Sidang Dewan HAM PBB sendiri berlangsung di Jenewa, Swiss, 2 Maret 2016 dan berakhir pada 27 Maret 2016 lalu.

Menurut Pigai, Kasus Paniai Berdarah, 8 Desember 2014 lalu sudah menjadi perhatian masyarakat internasional yang tidak dapat dilihat sepele. Masyarakat internasional menilai, ini bukan masalah kecil tetapi merupakan kejahatan yang dilakukan negara Indonesia terhadap masyarakat sipil.

“Hal ini menunjukan bahwa Kasus Paniai sudah diketahui publik internasional berdasarkan penyelidikan Komnas HAM terdahulu,” ujarnya lagi.

Pembentukan Tim Penyelidikan Pelanggaran HAM, lanjut Pigai berindikasi pesan kuat kepada dunia internasional bahwa Kasus Paniai adalah pelanggaran HAM berat, bukan pidana. Menkopolkam misalnya harus mampu menjalankan fungsi kontrol kepada penegak hukum untuk tidak membawa Kasus Paniai ke pidana umum tetapi menghormati proses penyelidikan yang dilaksanakan Komnas HAM.

“Karena Kasus Paniai, berdasarkan hasil penyelidikan awal telah memiliki unsure pelanggaran HAM dan memiliki bukti permulaan yang cukup sebagai suatu tindakan pelanggaran HAM berat,” kata Pigai.

Komnas HAM menduga, Pemerintah berniat menutupi dan tidak mengakui Kasus Paniai sebagai sebuah kasus pelanggaran HAM berat. (Aprila Wayar)

Partai Perindo Fakfak Menargetkan Lima Kursi di Pileg 2019

Doc Foto Perindo; Suasana pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Papua Barat, Yang Juga di Hadiri Daniel Hegemur Ketua Perindo Kab. Fakfak, Kamis (29/10/2015).
fak-fak.com Walau pemilihan legeslatif masih jauh di Juni 2019 namun target yang telah di taruh oleh ketua Partai Perindo kabupaten Fakfak di bilang cukup sangat optimis “saya pikir sebagai sebuah partai kita harus memiliki target pencapaian ini kami coba untuk membangun semua ini sesuai AD/ART dan mengunakan nilai nilai kearifan lokal yang telah lama ada dalam kehidupan orang di Fakfak” tandas Daniel Hegemur 

Hegemur yang sudah setahun lebih membangun dan memimpin  partai Perindo di kabupaten Fakfak ini disela menyelesaikan 2 struktrur sisa dari 17 distrik di kabupaten Fakfak mengatakan sebagai partai pendatang baru dengan kepemimpinan ketua umum  Hary Tanoesoedibjo; Perindo mendapat tempat di hati rakyat Indonesia bahkan terlebih khusus Fakfak yang ditandai dengan terselesaikannya seluruh konsilidasi semua kepengurusan

Target yang kami taruh berdasarkan animo bahkan simpati masyarakat Fakfak yang memberikan dukungan selama menjalankan pembangunan struktur kepengurusan ditiap distrik sampai dengan kampung-kampung dan juga melihat orang-orang yang ada dalam partai kami memiliki pengaruh yang cukup kuat di masyarakat”


Disinggung soal apakah partai Perindo  mendukung cawagub  Ibu Irene Manibuy dan Abdulah Manaray di pilgub Papua Barat, Hegemur mengatakan mereka tetap bekerja mengikuti arahan DPW dan DPP sebagaimana tertera dalam aturan partai Perindo (fak-fak.com/gEngHis)

Daniel Hegemur; Fakfak Siap Sukseskan MUSKERWIL PARTAI PERINDO Se-Provinsi Papua Barat

Doc perindo fakfak; Sekretaris DPW Perindo Papua Barat  Jimi Luinosanda  (Kanan) Ketua DPW Perindo Papua Barat Marinus Bonepai (tengah) dan Ketua DPD Perindo Fakfak Daniel Hegemur (kiri) saat memberikan pengaharan di Sekretariat DPD Perindo Fakfak

fak-fak.com. Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Partai Perindo Provinsi Papua Barat yang direncanakan berlangsung 16 April 2016 di Manokwari akan di buka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ,Hary Tanoesoedibjo, guna menyukseskan kegiatan dimaksut  Dewan Perwakilan Daerah seprovinsi Papua Barat lagi sibuk menyelesaikan struktur distrik Dewan Perwakilan Cabang (DPC) “Muskerwil ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komonikasih untuk membahas pemantapan pembentukan struktur Perindo dari 13 kota/ kabupaten di Provinsi Papua Barat, Ujar Daniel Hegemur ketua Partai Perindo Kab.Fak fak sabtu 10 April 2016. Di temui di ruang kerjanya.”
Selain  mendengar arahan masukan dalam musyawarah ini  juga kami melaporkan tugas yang telah diamanatkan kepada kami Dewan Pimpinan Daerah, (DPD PERINDO)  partai Perindo di kabupaten Fakfak sesuai dengan VISI dan MISI partai Perindo. Daniel Hegemur lebih jauh mejelaskan bahwa mereka telah menyelesaikan proses pembentukan 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  dari  17 distrik di kabupaten Fak-fak dan tersisa dua distrik yaitu Purwagi dan distrik Arguni.

Hegemur juga memuji memberikan apresiasi dan kehormatan  kepada Ketua DPW Perindo Provinsi Papua Barat ,Marinus Bonepai, sebagai figure pemimpin masa depan Papua yang telah mampu membawa partai Perindo mendapat tempat di hati masyarakat Papua Barat.”

Lebih lanjut mengatakan Perindo di tingkat DPD kabupaten struktrunya  ramping, terdiri dari 15 orang yang semuanya telah terisi, Saya  sendiri ketua dan sekertaris Nikcodemus Rahayaan. Namun demikian  Perindo tetap membuka diri kepada seluruh labisan masyarakat kabupaten Fakfak untuk bergabung bersama partai Perindo.”

“untuk menjadi anggota sangatlah mudah, dapat mendaftar melalui wepsite partai Perindo www.partaiperindo.com atau mendatanggi sekretariat partai Perindo Fakfak yang beralamat di Jl.Brawijaya RT 11 Kelurahan Fakfak Utara (ex Kantor Bapeda lama)”  fakfak.com/GengHis