Perbudakan Modern, Indonesia Masuk 10 Besar

Posted By Admin on Wednesday, 15 March 2017 | 13:05:00

Wakil Presiden Jusuf Kalla (RAKA DENNY/JAWA POS)

Perbudakan belum sepenuhnya terhapus dari muka bumi. Tapi, bermetamorfosis menjadi bentuk lain seperti perdagangan manusia atau human trafficking. Berdasar data The Global Slavery Index 2016, ada 736.100 orang di Indonesia yang menjadi korban perbudakan modern. 

Semua kalangan pun diajak peduli terhadap kasus perbudakan modern tersebut. Kemarin pagi (14/3) Wakil Presiden Jusuf Kalla meng hadiri penandatanganan piagam deklarasi anti perbudakan modern oleh para tokoh lintas agama. Hadir dalam acara tersebut para tokoh perwakilan enam agama yang diakui di Indonesia.

JK menuturkan, dulu perbudakan dikenal dalam bentuk orang yang bekerja tanpa gaji dan bisa diperjualbelikan. Sekarang perbudakan bisa dimaknai orang laki-laki maupun perempuan yang bekerja dalam tekanan sehingga kehilangan hak asasinya.

 ''Melanggar hak asasinya, sehingga kita semua harus bersama-sama melawan dan menghentikannya,'' ujar JK.

Sebenarnya, pemerintah sudah punya berbagai aturan untuk mengatasi perbudakan modern. Misalnya, pengaturan batas minimal dan maksimal jam kerja, upah minimum regional, dan batasan umur bagi pekerja. ''Namun, kenyataannya, tetap saja terjadi seperti itu (pelanggaran),'' imbuh dia.

Dalam catatan Global Slavery Index 2016, jumlah korban perbudakan modern di Indonesia masuk sepuluh besar. Total ada 736.100 orang atau 0,28 persen dari total populasi. (jun/c19/oki)

Sumber: Jawapos.com
Blog, Updated at: 13:05:00