Wacana Minahasa Merdeka Emosional Sesaat dan Perlu Diakhiri

Theo Sambuaga.

[JAKARTA] Wacana Minahasa Merdeka yang dikumandangkan beberapa pimpinan organisasi di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) sebaiknya diakhiri. Sebab, wacana tersebut seperti mengingkari perjuangan tokoh-tokoh bangsa yang berasal dari Tanah Minahasa.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Theo L Sambuaga kepada SP, Selasa (16/5). “Wacana Minahasa Merdeka jelas-jelas emosional sesaat, menyesatkan dan ahistoris. Sejak masa perjuangan dan penegakan kemerdekaan, anak bangsa Indonesia yang berasal dari Minahasa telah berjuang bersama seluruh patriot bangsa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila serta UUD 1945,” kata Theo

Beberapa pejuang dan pahlawan yang dimaksud di antaranya GSSJ Sam Ratulangi, AA Maramis, LN Palar, Arnold Monunutu, Jo Tumbuan, Wolter Mongisidi, Daan Mogot, BW Lapian, HN Sumual dan Alex Kawilarang.

Theo menegaskan, tuntutan Minahasa Merdeka sangat bertentangan dengan peristiwa perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946. Ia mengajak para tokoh-tokoh dan masyarakat Minahasa untuk mengedepankan dialog dengan sebagian pihak yang belum memahami wacana tersebut. “Mari akhiri wacana Minahasa Merdeka. Jangan sampai turun ke jalan dengan cara-cara destruktif, anarkis,” tegas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar ini.

Menurutnya, masyarakat jangan sampai mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang menghasut. “Mari kita membangun NKRI dan mensejahterakan rakyat yang Sulut dan Minahasa yang merupakan bagian integral. Memang masih banyak kekurangan-kekurangan dalam proses bermasyarakat, berbangsa dan bernegara , tapi sampaikan kritik dan pemikiran untuk memperbaikinya,” tandasnya.

Secara terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya bakal mencegah pendeklarasian Minahasa Merdeka. Tito menjelaskan, pihaknya mengedepankan upaya persuasif. “Deklarasi enggak boleh. Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu kepada saudara-saudara di sana bahwa kita sudah NKRI,” kata Tito di aula Asrama Haji, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/5).

Ia menegaskan bahwa NKRI harus dipertahankan. “Kita lakukan langkah-langkah persuasif kepada saudara-saudara kita untuk mengimbau. Mungkin mereka hanya reaksi spontan saja, emosional, makanya kita harus sama-sama jaga keutuhan negara kita, konflik tidak boleh terjadi,” tegasnya. [C-6]
Sumber: http://sp.beritasatu.com

Terimakasih atas kunjungan anda di www.FAK-FAK.com , Silahkan berbagi :