Hanya di Fakfak Papua Barat, Proyek Anggaran 2011 Dikerjakan 2017

Salah satu persyaratan untuk memulai pekerjaan infrastruktur adalah studi kelayakan dan dokumen amdal yang telah disetujui oleh pemerintah, agar proyek infrastuktur lebih tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.
Namun persoalan yang terjadi di pekerjaan proyek Penimbunan Pantai yang dilakukan oleh PT. Bersama Papua Unggul dengan nilai sebesar Rp. 37.943.168.000, dan anehnya anggaran proyek ini ternyata berasal dari anggaran APBD tahun 2011. Dan pekerjaan dilaksanakan tanpa memiliki dokumen Amdal dan juga studi kelayakan proyek.

“Kami belum pernah memeriksa proyek penimbunan pantai bahkan dokumen kontrak terkait dengan proyek tersebut tidak ada di kantor Bawasda,” ujar Ir. Sering, salah satu staff dari Badan Pengawasan Daerah yang ditemui media ini di kantornya.

Ir. Sering hanya mengetahui jika proyek yang dibagi menjadi dua bagian, masing-masing proyek  A  penimbunan pantai  yang  berlokasi di pelabuhan Arah Laut dengan jumlah anggaran sebesar  Rp. 17.804.874.000 dan proyek B Penimbunan Pantai yang berlokasi di Pelabuhan Arah Darat dengan dana  sebesar Rp.19.344.126.000,- menggunakan material yang diambil dari bekas pembangunan RSUD FakFak.

Ketua PPK, proyek dari Dinas Pekerjaan Umum, Yakobus Tandu rupanya berupaya untuk menutupi kejahatan proyek ini, bahkan berusaha berkelit ketika didesak untuk dimintai keterangan, “ Saya sedang di luar kota,” ujar Yakobus melalui selularnya. Tanpa mau memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dilain pihak Ketua DPRD Kabupaten FakFak, Ahmad Afit Rumagesan, SE yang dihubungi melalui selularnya mengatakan jika pihak perusahaan sudah melanggar Rencana Anggaran Belanja (RAB) ketika penggunaan material yang dipakai dari sisa pembangunan RSUD FakFak dan bekas bongkaran kantor Bupati FakFak yang lama. (TIM)

Sumber:pembawaberita.com
Hanya di Fakfak Papua Barat, Proyek Anggaran 2011 Dikerjakan 2017 Hanya di Fakfak Papua Barat, Proyek Anggaran 2011 Dikerjakan 2017 Reviewed by Fakfak on 14:51:00 Rating: 5
Powered by Blogger.