Penyelesaian Konflik Tembagapura Melalui Pendekatan Dialogis

Kios milik warga yang dibakar oleh KKB di Tembagapura, Minggu (5/11/17) dini hari. (foto dok)
Manokwari,  Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Wainarusy mengusulkan dan mendesak digunakannya pendekatan dialogis atau dialog dalam upaya penyelesaian konflik dan atau "penyerangan" oleh kelompok yang disebut sebagai kriminal bersenjata oleh negara terhadap pihak sipil dan investasi mega proyek Freeport Indonesi Incorporated (FII) di Tembagapura-Timika, Provinsi Papua saat ini.
Usulan LP3BH Manokwari ini didasarkan pada pengalaman empiris di dunia internasional dimana pendekatan dialog menjadi sarana yang damai dan paling elegan untuk didaya-gunakan dalam upaya penyelesaian sesuatu konflik.

Alasan lain, karena motif dan tujuan dari kelompok yang disebut KKB oleh negara tersebut dalam melakukan penembakan terhadap aparat keamanan dari Polri maupun fasilitas milik PT.FII seperti mobil dan ambulance cenderung tidak menggambarkan adanya kepentingan politik di balik "serangan" tersebut.

Akan tetapi cenedrung menampakkan wajah dan indikasi kepentingan non-politik dari "ekelompok penyerang" tersebut yang perlu diurai dan bisa ditemukan apabila pendekatan dialogis dipertimbangkan untuk didaya-gunakan oleh negara melalui pemerintah, pemerintahd aerah dan institusi keamanan negara seperti halnya Polri dan TNI.

"Kami memandang bahwa jika penggunaan pendekatan keamanan terus menerus digunakan dalam bentuk operasi gabungan TNI-POLRI dengan tujuan "mengejar" dan "menangkap" para oknum dan kelompok penyerangan tersebut, maka dampak buruk bakal dialami oleh masyarakat asli Papua yang ada dan hidup di dan sekitar areal pertambangan raksasa di dunia tersebut," ujarnya

Lebih lanjut dikatakannya, contoh kasus sudah banyak, misalnya di Wasior (2001) dimana korban banyak diderita rakyat sipil, demikian juga dalam kasus Wamena (tahun 2003), dan kasus Abepura 1999.

Pendekatan keamanan dalam pengalaman empiris yang panjang sejak tahun 1965 hingga hari ini sudah membuktikan banyak korban pelanggaran HAM yang terjadi dan menimpa rakyat sipil Orang Asli Papua (OAP).

Sehingga sudah barang tentu hal ini patut dipertimbangkan oleh Negara dan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Ir.Joko Widodo guna melakukan pendekatan dialog dalam penyelesaian setiap konflik dan kekerasan bersenjata di Tanah Papua ke depan.

LP3BH Manokwari juga mendesak Komnas HAM, pihak Gereja Katolik dan GKI Di Tanah Papua maupun lembaga-lembaga non pemerintah yang bergerak di sektor advokasi HAM di Tanah Papua untuk ikut bersam melakukan pengkawalan terhadap segenap proses pendekatan keamanan yang tengah dipertimbangkan oleh negara dalam penyelesaian konflik bersenjata di Tembagapura, Timika-Provinsi Papua saat ini.

Sumber: www.pasificpos.com
Penyelesaian Konflik Tembagapura Melalui Pendekatan Dialogis Penyelesaian Konflik Tembagapura Melalui Pendekatan Dialogis Reviewed by Fakfak on 13:02:00 Rating: 5
Powered by Blogger.