Mumi 5.000 Tahun Ini Diyakini Sebagai Perempuan Bertato Tertua di Dunia

Mumi perempuan bertato dari Mesir kuno berumur sekitar 5.000 tahun. Foto/Trustees of British Museum

LONDON - Orang-orang Mesir kuno mendapat tinta lebih awal dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya. Sebuah studi baru terhadap dua mumi sekitar 5.000 tahun mengungkap bukti tato figuratif yang diyakini tertua di dunia.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Archaeological Science, karya seni tato ditemukan di tubuh dua individu mumi yang ditempatkan di British Museum.

Dikenal sebagai mumi Gebelein—berdasarkan wilayah di mana kedua mumi ditemukan—sisa-sisa tato di tubuh mumi pria berupa gambar seekor banteng liar dan seekor domba Barbary ditemukan di lengan atas. Sedangkan pada mumi perempuan ditemukan motif tato berbentuk huruf “S” di lengan depan dan bahunya.

Para ilmuwan meyakini, tato huruf “S” merupakan tato tertua yang pernah ditemukan di tubuh perempuan.

Kedua mumi bertato itu bagian dari koleksi enam mumi yang ditemukan pada tahun 1900.

”Penggunaan metode ilmiah terbaru, termasuk CT scanning, penanggalan radiokarbon dan pencitraan inframerah, telah mengubah pemahaman kita tentang mumi Gebelein,” kata Daniel Antoine, salah satu penulis utama makalah penelitian dan kurator antropologi fisik di British Museum.

“Baru sekarang kita mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan individu-individu yang sangat terjaga ini. Luar biasa, pada usia di atas lima ribu tahun, mereka mendorong kembali bukti tentang tato di Afrika hingga satu milenium,” ujarnya, seperti dikutip IB Times, Jumat (2/3/2018).

CT scanning sebelumnya menunjukkan bahwa mumi pria Gebelein berusia antara 18 dan 21 tahun saat meninggal karena luka tusukan di belakang. Sebelumnya, noda gelap di lengannya belum teruji sebagai tato.

Ilmuwan fotografi inframerah akhirnya dapat menentukan bahwa tanda di lengan itu sebenarnya adalah tato hewan bertanduk yang diidentifikasi secara sementara sebagai seekor banteng liar (berekor panjang, bertanduk) dan seekor domba Barbary (bertanduk melengkung, bahu bengkok) yang dikenal dalam seni Mesir Predynastic.

Periset percaya bahwa tato diciptakan dengan menggunakan semacam jelaga dan mungkin telah dipakai sebagai simbol kekuatan.

Sebagai perbandingan, tato di mumi perempuan Gebelein lebih sulit dipahami. Motifnya berbentuk ”S” di atas bahu kanannya dan motif linier pada lengan kanannya mirip dengan objek yang dipegang oleh tokoh-tokoh yang berpartisipasi dalam kegiatan seremonial pada keramik yang dicat pada periode tersebut. (mas/international.sindonews.com)