Kantor DPRD Fakfak Dipalang Masyarakat Mbaham Matta

FAKFAK – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Fakfak dipalang oleh Aliansi Mahasiswa Fakfak, Senin (31/7/2018).

Kantor DPRD Kabupaten Fakfak dipalang akibat dari aliansi mahasiswa Fakfak dan masyarakat Adat Mbaham Matta gelar aksi, meminta Ketua DPRD dah Bupati hadir untuk mendegar langsung aspirasi mereka terkait tapal batas Kaimana Fakfak-Bintuni yang saat ini sedang tarik menarik.

Dari 20 anggota DPRD Kabupaten Fakfak, hanya satu orang saja yang hadir yakni Addul Karim Woretma, SH. Tibanya di Kantor DPRD massa sempat memanas meminta Ketua DPRD dan Bupati untuk hadir. “Pimpinan DPRD sedang dinas di luar maka saya mewakili teman-teman semua, dan mohonan maaf bila pimpinan tidak sempat hadir,” ujarnya.

Woretma juga menyampaikan, bahwa kehadirannya sebagai anak Mbaham Matta. Hal tersebut disambut oleh Sirzet Gwas-gwas selaku Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak.

“Hari ini adalah yang kami lihat margamu, jika ada rekomendasi atau bentuk aspirasi sampaikan, karena saya akan teruskan ke pimpinan saya,” ucap Karim.

Sirzet Gwas-gwas meminta kepada Kapolres Dandim 1706 Fakfak, Pemerintah Daerah, dan anggota DPR, agar segera sama-sama naik cabut tapal batas yang sudah masuk wilayah Mbaham Matta. “Jika tidak, kami akan perang, jangan main-main, di tanah Kei orang mati karena batas tanah dan saya menyaksikan saat kejadian di Kei Besar, tapi kami di Fakfak masih memiliki rasa persaudaraan, jadi tolong disikapi jangan pemerintah diam,” tegasnya.

Tapal batas yang sudah dipasang semenjak Jumat lalu hingga hari ini belum ada penyelesaian, sebagai orang adat, kami klaim karena tapal batas tersebut sudah dipindahkan ke Metimber lewat tiga distrik, yakni Distrik Tomage, Bomberay dan Mbaham Dandara, wilayah adaministrasi Pemetintah Kabupaten Fakfak. “Apakah harus kita diam, sementara Kabupaten Fakfak adalah kota tertua di Tanah Papua,” tuturnya. (Fan).

Sumber: https://www.wartaekspres.com/kantor-dprd-fakfak-dipalang-masyarakat-mbham-matta/