Skydiver Asal Fakfak, Nimbrot Tuturop, Nemeihmanni Juga Bisa

Skydiver Asal Fakfak, Nimbrot Tuturop, Nemeihmanni Juga Bisa

Bermula dari rasa penasaran akan dunia terjun bebas di angkasa menghantarkannya untuk mengikuti skydiving atau terjun payung. Berada di ketinggian tertentu di angkasa dan melakukan manuver-manuver, dan selanjutnya parasut di buka dan mendarat.

Lompat dari pesawat untuk terjun bebas, membutuhkan teknik-teknik yang medasar, hingga mahir. Nimbrot Tuturop , mahasiswa Fakfak yang study di Kota Yogyakarta ini ternyata mampu membuktikan, melawan rasa takut akan ketinggian dan membuktikan bahwa “Nemeihmanni” juga bisa terjun payung dan terutama dari kalangan mahasiswa.

Pada tahun lalu ia mulai ikut berlatih dan sudah puluhan kali terjun, bahkan dari ketinggian 10.000 kaki.

“Saya sudah bergabung di terjun payung sejak 2020 lanjut Nimbrot yang juga lulusan dari AFF Juanda Surabaya ini di sela-sela latihan.

Tambah Jam Terbang

Saat ini sedang berlatih untuk menambah jam terbang; selain itu juga untuk persiapan menghibur masyarakat di pembukaan PON XX di Papua.

Bersama Dikkopaska 44 (Komando Pasukan Katak) di Pusat Diksarmil Juanda Surabaya.(Nen)

0 Response to "Skydiver Asal Fakfak, Nimbrot Tuturop, Nemeihmanni Juga Bisa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel