Masyarakat Tujuh Suku Asli Kaimana Tolak KB MAP IV; Minta Intervensi PBB ke West Papua

Masyarakat Tujuh Suku Asli Kaimana Tolak KB MAP IV; Minta Intervensi PBB ke West Papua

PERNYATAAN SIKAP MASYARAKAT ADAT KAIMANA MENOLAK "KB MAP IV" DI KAIMANA PAPUA BARAT TAHUN 2021

Seruan masyarakat adat 7 Suku Asli kaimana menyikapi sikap Dewan Adat Kaimana

Dengan adanya sikap sepihak sewenang wenang hendak memaksakan penyelengaraan Konferensi Masyarakat Adat setanah Papua di Kaimana tanggal 27 oktober sampai 30 oktober tahun 2021, maka kami Masyarakat Tujuh Suku Asli Kaimana menyatakan sikap :

1. Menolak dengan tegas Konferensi Masyarakat adat se – Tanah Papua di Kaimana, konferensi yang dipaksakan penuh dengan penipuan untuk mendapatkan legitimasi keabsahan otsus jilid dua di mata rakyat indonesia dan kebohongan di pandangan mata masyarakat internasional

2. Kami minta dengan tegas kepada dewan adat kaimana untuk segera menertibkan setiap gerakan yang menipu, membohongi rakyat papua barat dengan berbagai iklan di media sosial, media elektronik ,media cetak serta pemasangan baliho dan spanduk mengelilingi kota kaimana

3. Dewan adat kaimana harus segera menjelaskan tujuan kb map ke IV di kaimana karena dinilai telah melanggar hak hak dasar orang asli Kaimana dan telah memperlakukan Tujuh Wilayah Adat di Tanah Papua

4. Dewan adat kaimana jangan memakai nama solidaritas pejuang West Papua untuk kepentingan dewan adat atau membohongi rakyat papua barat tentang kebaikan negara indonesia di mata masyarakat nasional dan internasional bahwa indonesia adalah wakil Allah di west Papua

5. Menolak dengan tegas adanya pernyataan sikap oap atau non oap di media sosial selalu dipublikasikan bahwa nkri harga mati atau otsus dilanjutkan, itu merupakan pemaksaan kehendak dengan tujuan menggagalkan penentuan nasib sendiri kemerdekaan bangsa papua.

Kami murni masyarakat tujuh suku asli Kaimana mendesak kepada yang terhormat,yang mulia Majelis Umum Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar dapat segera menyelidiki perjanjian Roma Agreement 30 september 1962 yang penuh dengan rekayasa politik maka dengan ini Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus bertanggung jawab terhadap Umat Allah di West Papua yang dibantai seperti hewan/binatang

Kami masyarakat adat tujuh suku asli kaimana meminta agar Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) segera melakukan intervensi ke west papua karena indonesia terima kemerdekaan secara gratis dari pbb dan berkuasa selama ini telah banyak menghilangkan ribuan nyawa di West Papua sejak tahun 1962 sampai tahun 2021.

Mega proyek pembunuhan indonesia sedang berjalan di seluruh tanah west papua oleh sebab itu dimanakah fungsi Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bagi hak asasi manusia di papua barat, tolak dewan adat kaimana karena tidak melaksanakan solidaritas dengan rakyat tujuh suku asli Kaimana tentang pelaksanaan konferensi masyarakat adat papua ( KB MAP ) di kaimana.

Kami masyarakat adat tujuh suku asli Kaimana dengan tegas meminta kepada Dewan adat kaimana agar segera batalkan konferensi dewan adat di tanah papua / KB MAP di kaimana karena dianggap tidak bermanfaat dan tidak berpihak kepada rakyat se-tanah papua dari sorong sampai samarai terlebih khusus kepada rakyat Kaimana.

DEMIKIAN PERNYATAAN SIKAP KAMI MURNI MASYARAKAT TUJUH SUKU ASLI KAIMANA

PAPUA MERDEKA !

KESAN SAYA,

Papua harus merdeka dan tidak berada dibawah kontrol batavia jakarta
PESAN SAYA SEBAGAI IBU TANAH NEGERI KAIMANA INI
saya berpesan kepada pihak keamanan agar suara anak anak negeri ini dapat di dengar oleh nasional dan internasional dan saya harap suara mereka tidak dibatasi oleh pihak manapun karena suara mereka adalah suara perwakilan allah, alam semesta negeri ini dan suara mereka ini harus didengar oleh PBB, Amerika, Indonesia dan Belanda agar suara mereka dapat diterima oleh internasional hak sipil dan politik bukan kemanan dengar lalu membatasi suara mereka.
***

Untuk lebih jelas silahkan simak video dibawah ini:

0 Response to "Masyarakat Tujuh Suku Asli Kaimana Tolak KB MAP IV; Minta Intervensi PBB ke West Papua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel